The first 181 lines.
[Drama ini hanyalah fiksi dan tidak berkaitan dengan orang,]
[organisasi, lokasi, atau peristiwa sesungguhnya.]
Ho-rang.
Ayo. Sudah 30 menit.
Baiklah.
- Ini. - Apa ini?
Aku diberi ini saat keluar.
Kau suka hal-hal seperti ini. Simpan saja.
Terima kasih.
Ya? Akan kuberi tahu tempatnya.
Apa? Orang sudah bisa mengirim cerita di forum kita.
Kuharap kita mendapatkan banyak cerita lucu.
["Teman tersayangku, sebentar lagi ulang tahunmu."]
[Kau akan baik-baik saja? Aku tidak akan rugi, tapi kau akan rugi.]
- Apa? - Apa yang terjadi?
Hentikan mereka.
Young-jae, matikan lampunya.
Matikan lampunya!
Apa? Apa yang terjadi?
Sungguh?
- Tidak mungkin. - Apa?
- Bukan main. - Ada apa?
Ho-rang.
Bisa pegang tanganku?
- Ayolah. Apa yang terjadi? - Harap tenang.
Kita tidak tahu apa yang terjadi dari klip ini.
Dia hanya di tempat karaoke.
Aku juga tidak yakin.
Tidak akan ada yang mengekspos dia jika tidak terjadi apa-apa.
Astaga. Ini sungguh kacau.
Kembali ke tempat kalian.
Segmen ini belum berakhir.
- Sampai kapan kami menunggu? - Ayolah.
- Baiklah. - Baiklah.
- Apa ini? - Kapan kalian akan mulai?
Kapan Ho-rang akan keluar?
Aku akan pergi sendiri.
Ho-rang.
Aku baik-baik saja.
Aku bisa pulang lebih awal hari ini, bukan?
Baiklah.
Jika kita pergi bersama, orang akan lebih mudah menyadarinya.
Kembalilah ke dalam.
[Seorang pengikut meninggalkan komentar di foto Anda.]
[Rasakan. Menyebalkan melihat dia suka memerintah.]
[Dia sangat palsu. Kau tidak bisa memalsukan sifat aslimu.]
[- Dia jahat sekali. - Aku tidak mungkin seperti dia.]
[- Jangan percaya wajah cantik. - Astaga, bukan main.]
[Omong-omong, siapa yang dipukuli? Privasinya harus dijaga, bukan?]
[Baek Ho-rang tidak masuk sekolah hari ini.]
Benarkah? Dia tidak masuk?
Ya. Aku ke kelasnya tadi. Dia tidak masuk sekolah.
Aku bisa memahaminya. Aku juga tidak akan masuk.
Kau sudah menghubungi Ho-rang?
Sudah. Tapi dia tidak menjawab teleponnya.
Bagaimana jika Baek Ho-rang putus sekolah?
Artinya semua itu benar.
Dia meributkan perbuatan Park Hye-rim. Tapi dia sama saja.
Benar. Menurutmu perkataan Park Hye-rim tentang dia benar?
Mereka tidak tahu yang mereka bicarakan...
- Astaga. - Astaga.
Aku belum pernah melihat orang berusaha sekeras itu dalam melantur.
Kau baik sekali.
Bukti menunjukkan soal perbuatan Park Hye-rim.
Kau punya bukti atas perbuatan Ho-rang?
Tentu saja ada buktinya. Ada foto itu.
Rupanya foto itu?
Hei, haruskah aku memotret kalian di sini dan mengunggahnya?
Haruskah kutulis di unggahan, "Aku memergoki pencuri loker"?
Terserah. Kau gila. Kau tidak masuk akal.
Dia bersembunyi karena mengakui perbuatannya.
Kau tidak tahu? Dia tidak ada di sini.
Choi Yun-seok.
- Bukankah itu dia? - Ayo.
Jae-yi, kau harus tahu kapan harus berhenti.
Jangan mencampuri urusannya.
- Kau mau ke mana? Aku belum selesai. - Astaga.
- Apa? - Hentikan mereka.
Tidak. Lupakan saja mereka.
Mengakui apa?
- Ho-rang. - Hei.
Bahwa aku salah naik bus hari ini?
- Bahwa busnya mengalami kecelakaan - Tidak kusangka dia datang.
hingga aku tidak bisa pergi sebelum semuanya beres?
Ho-rang, kau mengalami kecelakaan?
Bagaimana kami tahu itu?
Tapi kau banyak berkomentar hanya berdasarkan satu foto.
Ada apa? Kau tidak bisa memercayai ucapanku tanpa bukti?
Tapi apa yang akan kau lakukan saat aku membawa bukti?
Ini.
Kau bisa mengambilnya.
- Seperti ini. - Kau benar.
Baek Ho-rang.
Kau bilang mengalami kecelakaan. Kau baik-baik saja?
Ho-rang. Aku sudah lama menunggumu.
Bagaimana kau bisa kecelakaan?
Coba kulihat. Kau baik-baik saja?
Baek Ho-rang. Kau lihat bagaimana aku membelamu di depan semua orang?
Aku membelamu dan akan malu jika salah. Katakan yang sebenarnya.
Kau sungguh memukuli seseorang?
Tidak.
Kau lihat betapa takutnya dirimu karena dia mengulur waktu?
Tidak. Aku tahu dia tidak melakukannya.
Apa maksudmu? Kakimu gemetar.
Tidak.
Aku pergi lebih dahulu. Nikmati makan siang kalian.
Ho-rang. Kau mau ke mana? Kau tidak mau makan?
Aku terlambat.
Dia tampak baik-baik saja, bukan?
Lebih baik daripada dugaanku.
Ini untuk hari ini, bukan?
Aku akan bersiap.
Bukankah Young-jae harus melakukannya hari ini? Ini masih terlalu pagi.
Kalau begitu, haruskah aku melakukannya?
Mari bersiap.
- Baiklah. - Baiklah.
Bersiap dalam 30 detik.
Bukankah itu suara Baek Ho-rang?
- Bukankah ini Baek Ho-rang? - Bukan main.
Dia bukan main.
Ini Ho-rang?
[Cerita pertama yang akan kubaca dikirim kepada kami]
Ho-rang hebat.
Selera makanku hilang.
Kenapa Baek Ho-rang masih di tim penyiaran?
Dia tidak tahu malu.
Dasar...
- Tenanglah. - Lepaskan aku.
- Cepat makan. - Lepaskan.
- Lepaskan. Lepaskan aku. - Tidak apa-apa. Tenanglah.
[Beri aku kiat bagus soal cara menjalani hidup yang seru.]
[Aku menikmati kisahmu yang lucu, tapi sedih.]
[Ada cara khusus untuk menjalani hidup yang seru?]
Tim yang sudah mulai rekaman bisa melanjutkan.
Untuk tim yang mengubah konsepnya, beri tahu aku nanti.
- Baiklah. - Baiklah.
Kurasa kita bisa melanjutkan Festival Video seperti itu.
Terima kasih atas kinerja kalian untuk festival ini.
Setelah kelas, anak tahun pertama
harus membersihkan sisa peralatan dan menaruhnya di gudang.
- Baiklah. - Baiklah.
Jin-guk dan Hui-su, bisa ke ruang persediaan dan memeriksa kamera?
- Baiklah. - Baiklah.
Seseorang harus membersihkan kabel dan lampu di auditorium. Bagaimana jika...
Biar aku saja.
Aku pergi lebih awal kemarin. Aku akan membersihkan auditorium.
Banyak yang harus dilakukan. Jangan lakukan sendiri.
Aku bisa melakukannya sendiri.
Baiklah.
So-hyun, bisa urus tanda terima yang kita terima saat menyiapkan festival?
Baiklah.
Kalau begitu, rapat selesai. Kerja kalian bagus.
- Kerja bagus. - Kerja bagus, Semuanya.
Baek Ho-rang.
Ya?
Kau bisa meletakkan kabel di ruang persediaan nanti.
Benar.
Baiklah.
- Ke mana kau pergi kemarin? - Apa maksudmu?
Selama bagian kedua festival. Aku mencarimu, tapi kau tidak ada.
Aku pergi di tengah acara karena tidak seru.
Apa lagi yang harus kita beli?
Kau mau beli lagi? Ini sudah banyak.
Baek Ho-rang tidak makan tadi. Aku ingin membelikannya selagi di sini.
- Jae-hee. - Woo-sol.
Aku mengirimimu pesan di Face tadi.
Halo.
Dia adalah...
Dia dari kelasku. Bagaimana mengatakannya? Dia orangnya.
Kenapa kau memperkenalkanku seperti itu?
Dia temanku.
- Woo-sol adalah... - Teman dekat Jae-hee.
Hai. Apa rambutmu cokelat alami?
Ya. Apa rambutmu keriting alami?
Ya.
Apa ini? Ada apa dengan percakapan ini?
Kim Yu-shin, belilah makanan lagi. Cepat.
Baiklah. Sampai jumpa lagi, Woo-sol.
Sampai jumpa.
Apa ini? Dia pasangan baru?
Apa? Siapa? Dia?
No comments yet. Be the first to leave one.