The first 200 lines.
"Love in Sync"
"Kim Myung Soo"
"Kang Min Ah"
"Love in Sync"
"Semua orang, insiden, dan latar belakang hanyalah fiksi"
"Aktor cilik dan hewan syuting sesuai pedoman"
Ha Yul, kita tidak punya waktu. Cepat mandi
dan pakai baju yang Ayah gantungkan...
Tentu saja kamu tidak akan memakainya dengan patuh.
Ya. Baiklah, bagus.
Lepaskan saja mahkotanya.
Tidak mau. Aku harus memakai mahkota agar menjadi putri.
Penampilanmu sekarang bukan seperti putri, tapi badut.
Kalau begitu, setidaknya lepaskan gaunmu.
Siapa yang pergi ke taman kanak-kanak seperti ini?
Aku. - Kalau kamu pergi, ayah dimarahi.
Bukan aku yang dimarahi.
Apa itu? Apa ada yang pindah ke rumah depan?
Sudah kosong selama beberapa tahun.
Maaf. Kamu tidak apa-apa? - Aku tidak apa-apa...
Kamu... - Kenapa kamu ada di sini?
Nona, di mana harus kuletakkan ini?
Jangan-jangan kamu pindah ke rumah depan?
Ayah, sedang apa? Kita sudah terlambat.
Ya.
Ayah?
Kenapa harus di lingkunganku dari sekian banyak tempat di Seoul?
Kenapa harus di rumah depan? Membuat orang tidak nyaman saja.
Ayah, sedang apa? Kita terlambat. - Ayah?
Apa peduliku, mau dia salah paham atau tidak?
"Cha Eun Hwan"
Apa? Ayah?
Sudah menikah, tapi berpura-pura lajang dengan sangat sempurna...
Dia tidak pernah bilang dia sudah menikah.
Benar.
Ji An, kamu tidak apa-apa? - Aku tidak bisa bernapas.
Lihat aku. Lihat mataku.
Baik, mulai sekarang ikuti saja apa yang aku lakukan, mengerti?
Apa? Kamu Pengacara Yu Ji An? - Bukan, aku seorang konselor.
Kenapa kardus ini susah sekali dibuka?
Astaga, kamu di sini?
Bukankah hari ini jadwalmu ke rumah sakit?
Aku menundanya karena merasa tidak enak badan. Ada apa?
Aku pikir akan membersihkannya selagi kamu tidak ada...
Aku rasa aku sudah bilang untuk tidak perlu mengurus tempat ini.
Sebagai orang yang bekerja dan dibayar, mana bisa aku begitu?
Aku akan membersihkannya sedikit, jadi cepatlah bekerja.
Aku sudah menggeledah semua tempat, dari kamar hingga ruang kerjanya,
tapi sepertinya kali ini dia serius. Tempatnya benar-benar bersih.
Jangankan botol soju, botol soda yang mirip pun tidak terlihat.
Begitukah? Syukurlah.
Jadi kamu juga tenang saja.
Dia sudah bersusah payah menjalani pengobatan,
masa penyakit minumnya akan kambuh lagi?
Meskipun dia tidak membesarkannya, dia tetap ibunya.
Pasti dia akan menahannya demi anaknya.
Ya, tapi untuk berjaga-jaga,
aku minta tolong untuk sesekali memeriksanya.
Baik.
Ya.
Pak Cha, ada surat dari Asosiasi. - Dari Asosiasi?
Ya.
Seharusnya tidak ada surat yang datang.
"Surat Panggilan Komite Disiplin, Nama Yang Hadir Cha Eun Hwan"
Jangan-jangan kamu dirujuk ke Komite Disiplin?
Tidak. Kesalahan apa yang kamu lakukan?
Pemanasnya rusak di hari pertama pindahan?
Aku bisa gila.
Dingin.
Apa dia sudah selesai pindahan?
Bukan urusanku.
Kamu tidak apa-apa? Kamu sakit? - Dingin.
Sangat, sangat dingin.
Ya?
Untuk saat ini, ayo ke rumahku.
Ini teh hangat. Minumlah.
Jadi saat pindahan, baik gas maupun listrik
tidak kamu urus pemindahannya sama sekali?
Bukannya aku tidak tahu,
tapi aku sibuk, jadi aku lupa.
Bukankah belakangan ini kamu tidak ada jadwal?
Secara publik memang begitu, tapi secara pribadi tidak.
Aku sangat sibuk.
Dikeluarkan dari acara, ditipu,
dan dipermalukan.
Apa kamu bisa mendengar isi hatiku?
Ya?
Bukan, aku tidak mengucapkannya, hanya memikirkannya dalam hati.
Karena kamu terus mengetahui isi hatiku.
Bukan, sebenarnya aku juga...
Ayah, aku lapar.
Ha Yul, kamu sudah bangun?
Apa yang kamu lihat?
Kenapa? Baru pertama kali melihat wanita cantik?
Tante.
Bibi.
Kari lezatnya sudah jadi.
Kamu sungguh akan baik-baik saja tidak makan?
Sejak umur 12 tahun, aku tidak makan karbohidrat lewat pukul 18.00.
Aku lebih terbiasa kelaparan daripada makan,
jadi jangan pedulikan aku dan makanlah.
Saat dingin, perut setidaknya harus terisi.
Kalau begitu, kita makan saja? - Ya, Ayah.
Separah itukah?
Aku bilang aku ingin makan kari yang lezat. Kari yang lezat.
Yang namanya rasa itu
bisa jadi karena kamu belum terbiasa.
Kalau kamu terus membiasakan diri dengan rasanya,
yang tidak enak bisa terasa jadi enak.
Bagaimana kalau kakak...
Bukan, bagaimana kalau bibi menyihir karinya?
Bagaimana kamu bisa jago memasak padahal jarang makan?
Karena tidak ada yang memasakkan untukku.
Jadi, aku ingin memasakkannya untuk diriku sendiri.
Tentu saja, aku tidak bisa memakannya.
Kukira kamu akan terlambat, ternyata pekerjaanmu cepat selesai.
Dia pindah ke seberang hari ini, tapi pemanasnya rusak.
Aku menyuruhnya menghangatkan diri sampai teknisinya datang.
Halo.
Ya.
Cha Eun Hwan.
Apa yang terjadi?
Nona Ji An, maaf,
bisakah kamu pulang sekarang?
Apa? Belum menghabiskan susunya... - Aku...
Aku hanya memintamu untuk pulang.
Baiklah. Aku akan pergi. Puas?
Apa-apaan ini? Tadi dia yang menyuruhku masuk.
Menyebalkan.
Yu Ji An?
Bagaimana dia bisa ada di rumah kita?
Sudah kubilang dia kebetulan pindah ke seberang.
Kebetulan? Itu namanya takdir buruk.
Suruh dia pindah lagi besok. - Kakak.
Tidak. Kita saja yang pindah. Itu akan lebih cepat.
Jangan-jangan
kamu tidak menyuruh kakak hidup dan melihatnya setiap hari, bukan?
Melihatnya sebentar di TV saja sudah membuat kakak sesak napas.
Kakak bisa gila karena marah.
Apa Kakak masih membencinya? - Apa kamu tidak?
Itu hanya kecelakaan. Kecelakaan yang bukan salah siapa pun.
Kakak tahu!
Karena kecelakaan itu, kita kehilangan segalanya.
Kalau bukan karena dia, kalau bukan karena kecelakaan itu...
Kakak tidak akan hidup seperti ini.
Kemalanganku...
Aku bisa gila karena merasa tidak adil, seolah semua ini salahnya!
Itu juga karenaku.
Kakak pasti lelah, istirahatlah dahulu.
Soal properti...
Aku akan mampir jika ada waktu.
"Surat Kontrak Manajemen Eksklusif"
Itulah syarat terbaik yang dapat perusahaan kami tawarkan.
Rasanya itu bukan yang terbaik.
Aku juga punya telinga untuk mendengar.
Kenapa syarat terbaik untukku dan untuk Ji An berbeda kelasnya?
Berbeda, bukan? Membuat orang kecewa.
Yi Jin.
Apa ada orang bodoh bertaruh nyawa untuk menang di klub bola lokal?
Nyawa dipertaruhkan di kompetisi internasional.
Benar, bukan?
Maksudmu, aku belum selevel itu?
Baik. Mari kita buat kontraknya, Presdir Kim. Namun...
Ada satu syarat lagi.
Di industri ini, tidak ada orang yang mau mengontrakmu
kecuali orang gila.
Siapa yang akan menyukai aktris dengan citra yang hancur?
Jika tidak ada yang menyukaiku,
aku hanya perlu menyukai diriku sendiri.
Apa? Agensi satu orang?
Ya.
Lagi pula, aku sudah berada di satu tempat selama beberapa tahun.
Baik sebagai Yu Ji An maupun sebagai aktris Yu Ji An,
aku merasa agak mandek.
Karena sudah begini, dengan kekuatanku sendiri,
dengan warnaku sendiri,
aku ingin mulai lagi karierku. - Begitu.
Kehormatan untuk memulai awal yang gemilang itu bersamaku
akan aku berikan kepada kalian.
Apa? - Apa?
Kenapa? Kalian begitu gembira sampai tercengang?
Bukan, itu...
Hei, kamu saja yang bicara dahulu.
Kamu yang membuka mulut dahulu, jadi kamu yang bicara.
Kamu saja dahulu - Kamu tidak tahu "ladies first"?
Di era yang tidak stabil seperti sekarang,
agak sulit untuk pindah perusahaan hanya dengan memercayai Kakak.
Bagi penata gaya seperti kami, artis yang kami tangani
adalah keahlian dan pengalaman kami.
Kakak tahu aku adalah tulang punggung keluargaku, bukan?
Aku mencari nafkah sendirian
untuk biaya hidup ibu di desa dan biaya sekolah adikku.
Maafkan aku.
Jangan! - Apanya yang jangan.
Kalau beli satu gratis satu,
kenapa tidak dapat satu lagi? - Promosinya berakhir kemarin.
Kalau begitu, seharusnya papan pengumumannya dilepas.
Pokoknya ini salah kalian, jadi aku akan ambil semuanya.
Jangan. - Apanya yang jangan?
Permisi.
No comments yet. Be the first to leave one.