The first 200 lines.
Karena operasimu belakangan ini gagal,
aku harus hati-hati mempertimbangkan gagasan operasimu saat ini.
Baik, Pak.
Kolonel Mui, mungkin lebih baik tinggal diam,
daripada berperang tanpa yakin menang.
Kita simpan saja anggarannya untuk kedamaian dan ketertiban negeri.
Itu lebih praktis.
Memerangi para perompak tidaklah praktis?
Aku hanya mendasarkannya pada rekam jejakmu.
Contohnya, dua tahun lalu,
kau tak bisa menemukan pulau Lo Sam-pao,
tapi angin kencang menghancurkan kapal-kapalmu.
Itu karena kondisi cuaca.
Bagaimana dengan tahun lalu?
Kau bilang akan menggempur markas musuh dan kembali dengan kemenangan.
Tapi kau tersesat di jalan dan malah sampai di Bangladesh.
Semua orang kembali dalam keadaan lemah dan lapar.
Apa penjelasanmu?
Itu karena kami tak mengenal geografinya.
Kalian, marinir, menghabiskan anggaran untuk memerangi perompak,
sehingga gaji kami, polisi, tidak dinaikkan selama dua tahun.
Serta tak ada bonus.
Anak-anak buahku tidak suka. Kau menyulitkanku.
Itu masalah pihak kepolisian.
Itu tak ada kaitannya denganku.
Ini demi kebaikanmu sendiri.
Aku menentang tindakan-tindakan yang tidak perlu.
- Begitu juga aku. - Maaf, Pak.
Baiklah. Jika Laksamana Shek seyakin itu,
maka laksanakan.
Naga, bos mencarimu.
- Naga. - Hai.
Bawa berkas-berkas ini untuk dia tanda tangani.
Terima kasih.
Selamat pagi!
Kenapa terburu-buru?
Pagi, Pak!
Lapor! Tolong tanda tangani berkas-berkas ini, Kapten Chik.
Kita menghadapi perang dunia?
Kau butuh amunisi sebanyak ini?
Kita harus memerangi perompak.
Di Hong Kong, apa penjahat hanya ada di lautan?
Baiklah. Kau akan mendapatkan semua amunisi.
Satu-satunya cara adalah menghematnya.
Kopral.
Ya, Pak.
Suruh anggota kita melatih kaki mereka.
Jangan menembak saat menangkap penjahat. Kejar saja mereka.
Baik, Pak.
Apa kau puas?
Sebenarnya, jika kalian penembak jitu,
kalian bisa membunuh satu perompak dengan satu peluru.
Satu meriam bisa membunuh lebih dari 20 perompak.
Kenapa kau meminta amunisi sebanyak ini?
Kapten Chik, jika kau tak setuju, katakan saja tidak.
Kau tak perlu mengatakan semua itu.
Apa? Seperti itukah kau bicara pada atasanmu?
Lihat dirimu. Kau bahkan tak bisa berdiri tegap.
Kau selalu di lautan.
Entah bagaimana atasanmu melatihmu.
Aku tak bisa melihatnya.
Kembalilah. Akan kubawa berkas-berkas ini ke gudang senjata habis aku tanda tangan.
Berhenti!
Kau seharusnya senang tak bekerja untukku.
Pergi!
Baik, Pak.
Kau menulis surat untuk ibumu?
Katakan padanya tak usah khawatir. Kau akan kembali dalam dua hari.
Jangan lupa pakai rompi pelampung.
Aku tidur memakainya.
Tak usah bersedih. Cerialah.
Kalian bahkan mungkin tak akan bertemu perompak.
Apa yang harus ditakutkan?
Para polisi itu memperhatikan kita.
Kita harus lebih bersemangat.
Mereka tak boleh melihat kita seperti ini.
Naga.
- Semua sudah di sini? - Naga, kita dapat izin?
Ya, kita berangkat besok malam.
Kenapa kalian tampak sedih?
Pelayan, bir untuk semua orang.
Terima kasih, kepalaku pening karena bekerja.
Tein-ci, sebelah sini.
Ayo minum bersama kami.
Kenapa kau terlambat?
Ini pacarku, Chu.
- Pelayan! - Pelayan!
Pelayan!
Ambilkan kami bir.
- Siapa yang tertangguh? - Marinir!
- Siapa yang terbaik? - Marinir!
- Mereka bicara apa? - Marinir!
Kau melayani pelanggan atau menemaninya?
Jika kau ingin bicara,
- di pemakaman saja. - Sudahlah.
Kau bilang apa?
Kalimat bahasa Inggris.
- Lupakan saja. - Aku datang.
- Cepat! - Maaf, kalian ingin minum apa?
- Bir. - Terima kasih.
Bir.
Boleh aku bergabung?
- Wah. - Silakan duduk.
Hei, mereka merayakan apa?
Mereka akan berlayar besok untuk memerangi perompak.
Mereka tak bisa minum lagi jika tak kembali.
Aku akan mengambilkanmu susu.
Jangan ajari dia hal buruk. Akan kuambilkan bir.
Aku ingin gelas besar.
Kita tak dapat bonus atau kenaikan gaji selama dua tahun.
Karena mereka menghabiskan anggaran untuk memerangi perompak.
Mereka bahkan belum menemukan Lo Sam-pao setelah dua pelayaran.
Kita ini sesama rekan. Jangan diambil hati.
Kurasa mereka bahkan tak tahu pulaunya ada di Timur atau Barat.
Kita berlayar besok. Hindarilah masalah.
Tai Bo, minta tagihannya.
- Apa? - Tagihannya.
Shar Pei, kudengar kau akan pulang besok.
Benar.
Dari provinsi mana asalmu?
Provinsi Kanton.
Para perompak sedang mengamuk. Jangan naik kapal.
Lalu, bagaimana dia ke sana?
Jalan kaki saja ke provinsi Kanton.
Apakah damai dan tertib di darat baik?
Jangan ikut campur.
Hadirin sekalian.
Kami akui perairan memang tidak aman.
Pamanku ke sini belum lama ini dari provinsi.
Kubilang aku akan menjemputnya, tapi dia tidak mau.
Pamanmu buta. Bagaimana bisa dia ke sini?
Katanya dia tahu jalan dengan mendengar suara.
Jika mendengar seseorang menjual kue cinta...
Dia tahu berada di Yuan Lang.
Jika dia mencium aroma bebek goreng...
Dia tahu berada di Shen Ching.
Jika dia mendengar bunyi peluit...
Peluit polisi...
- Dia di Hong Kong! - Dia di Hong Kong!
- Benar. - Benar.
Anak kecil saja bisa menyanyikan itu.
Satu, dua, tiga, empat A, B, C, D
Polisi tak bisa menangkap penjahat
Dan meniup peluit mereka
Meniup peluit mereka
Mereka tak bisa menangkap penjahat
Mereka tak bisa menangkap penjahat
- Rasakan ini. - Meniup peluit mereka
Mereka tak bisa menangkap penjahat
Hei, tenang. Jangan berkelahi!
Jangan berkelahi! Kau dengar? Hentikan! Jangan berkelahi!
Kalian semua, di mana selera humor kalian?
Anggaplah ini salah kami. Mari bersulang untuk persahabatan.
Sudahlah. Kita ini sesama rekan.
- Kenapa kalian kasar? - Lalu?
- Sedang apa kalian? - Ayo pergi.
Aku baik-baik saja.
Bagaimana pun, aku sudah bersulang.
Tak masalah jika orang atau baju yang meminumnya.
Bajuku juga kena.
Aku minta maaf.
Aku tak butuh permintaan maafmu.
Aku akan memberimu dua pilihan.
Pertama, minta maaf.
Kedua...
Aku tak tahu cara minta maaf. Aku pilih yang kedua.
Sudahlah. Kita ini sesama rekan. Kenapa kita berkelahi?
Kau membuat wajahku kotor.
Kau akan membayarnya saat aku menemukanmu.
Ada apa ini?
Polisi berkelahi dengan para marinir.
Berhenti berkelahi!
Berhenti berkelahi, kami polisi!
Kami semua penegak hukum!
Kau akan kenyang.
Aku akan kembali.
Maaf, aku tidak sengaja.
Ini aku.
Aku akan mengejarnya!
Dendamku akan terbalas. 211! Untung aku ingat nomornya.
Aku akan membalasmu.
Nomor 211!
Siapa yang mencariku? Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Berhenti berkelahi!
Kalian, penegak hukum, tahu hukum, tapi kalian langgar.
Bawa mereka.
Baik, Pak!
Paman.
Pergi dari sini.
Kau tahu kami akan berlayar, tapi kau menahan pasukanku.
Bagaimana kami berlayar?
Aku hanya menahan 10 orang.
Mereka adalah navigator.
Bagaimana kami berlayar?
Kolonel tahu soal itu.
Apa dia juga tahu keponakanmu terlibat?
Perhatian!
Kalian sudah boleh pergi.
Terima kasih pada Kapten Kolonel.
No comments yet. Be the first to leave one.