The first 200 lines.
Lihatlah keluar.
Bukankah ini mengingatkanmu saat kau ada di kapal?
Kemudian saat malam,
kau berbaring, menatap langit-langit,
dan air yang ada di sekelilingmu...
tak ada bedanya dengan lanskap,
dan kau berpikir dalam hati, "Apakah lanskapnya...
yang bergerak,
sedangkan kapalnya diam saja?"
Dan juga... Dari mana asalmu?
- Cleveland. - Cleveland.
- Danau Erie. - Erie.
Kau punya orangtua di Erie?
Mereka baru saja meninggal.
Dan,
apa kau punya istri...
di Erie?
Tidak.
- Tunangan? - Aku...
Aku pernah bertunangan, tapi,
dia berubah pikiran.
- Dia menemukan orang lain. - Tidak.
Dia menemukan orang lain.
Itu tak menjelaskan...
alasanmu jauh-jauh datang kemari,
jauh-jauh datang ke neraka ini.
Aku,
mendapat pekerjaan di kota Machine.
Machine? Kota itu ada di ujung jalur kereta ini.
- Benarkah? - Ya.
Aku...
menerima sepucuk surat...
dari orang di pabrik peleburan logam Dickinson...
Oh.
Menjamin ada pekerjaan untukku di sana.
Benarkah?
Ya. Aku seorang akuntan.
Aku tak tahu, karena, uh, aku tak bisa membaca,
Tapi, uh, akan kuberitahu satu hal yang pasti:
Aku tak akan mempercayai kata-kata yang dituliskan dalam secarik kertas,
terutama dari "Dickinson" di kota Machine.
Kemungkinan kau hanya akan menemukan kuburanmu sendiri.
Lihat. Mereka menembaki banteng.
Pemerintah bilang...
tahun lalu saja ribuan banteng sudah terbunuh.
Permisi. Kantornya dimana?
Terima kasih.
Permisi.
Permisi. Apa kabar?
Aku Bill Blake, akuntanmu yang baru dari Cleveland.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku mendapat surat ini...
yang memastikan pekerjaanku di sini.
Cap pos surat ini dua bulan yang lalu.
Kau terlambat satu bulan.
Ini Tn. Olafsen. Dialah akuntan yang baru.
Maaf. Kurasa ada kesalahan.
- Dengar, Tn. Black, - Blake.
Aku sangat sibuk, dan Tn. Dickinson tak menggajiku untuk bercakap-cakap.
Tentu saja, tapi surat ini memastikan pekerjaanku di sini.
Aku menghabiskan semua yang tersisa setelah pemakaman orangtuaku hanya untuk pergi ke sini.
Dengar, Tn. Black, aku punya banyak kerjaan di sini,
dan ini bukan urusanku.
Aku ingin bicara dengan Tn. Dickinson.
Tidak, kurasa kau tak menginginkannya.
Aku bersikeras untuk bicara dengan Tn. Dickinson, pak.
Kau bersikeras?
- Aku bersikeras. - Kau bersikeras?
Ya.
Kalau begitu masuklah, bung. Itu pintunya.
Baik.
Masuklah!
Aku akan masuk.
Halo?
Tn. Dickinson?
Siapa kamu?
Dan dimana kau mendapatkan setelan badut itu? Cleveland?
Sebenarnya, ya, pak.
Aku mendapatkannya di Cleveland.
Sedang apa kau di kantorku?
Aku datang untuk membicarakan pekerjaanku.
Satu-satunya yang akan kau dapatkan di sini adalah mati dan dikubur.
Sekarang keluar.
Terima kasih banyak, pak.
Kembali kerja, Tn. Olafsen.
Permisi.
Permisi.
Maaf.
Maaf, pak.
Tolong minta satu botol.
Kami lebih menyukaimu sebagai pelacur.
Brengsek.
Sial!
Kenapa tak sekalian melukis aku saja?
Maaf.
- Ijinkan aku membantumu. Satu. - Tidak, yang ini sudah rusak.
- Dua. - Ini sudah rusak.
Oh!
Hati-hati.
- Kau tak apa-apa? - Ya.
Ini. Minumlah. Mau minum?
Terima kasih.
Maaf.
Bisa mengantarku pergi dari sini?
- Tentu. - Ya?
Aku akan mengambil koperku.
- Ke arah sana. - Baik.
Oh, sial.
Aku curiga bahwa pria besar yang tadi itu mabuk.
- Aku ingin menegurnya, tapi tak ingin terlibat masalah. - Kurasa itu yang terbaik.
Ini kamarku.
Tak mengharapkan kedatangan tamu.
- Suka? - Ya, ini bagus.
Bunga-bunga ini. Astaga.
Benar-benar istimewa.
Ya. Terima kasih.
Sama-sama.
Aku buat dari kertas.
Jika aku punya uang,
aku akan membuatnya dari kain.
Sutra.
Dan aku akan memberinya parfum...
Parfum Prancis...
di setiap bunga.
Seperti apa baunya?
- Kertas. - Ini memang kertas.
Hey, Bill. Kau punya tembakau?
- Tidak, aku tak merokok. - Sial.
Ow!
Oh, hati-hati. Ada pelurunya.
Kenapa kau punya ini?
Karena ini Amerika.
Charlie.
Kau tahu, Thel,
Aku tak ingin berpisah.
Aku tahu kita bilang semua ini, uh,
sudah berakhir, tetapi....
Kau selalu ada di hatiku, Thel.
Selalu.
Aku, uh...
Aku membawakanmu, uh...
Ini ada hadiah untukmu.
Hadiah?
Aku, uh...
Aku akan pergi.
Dan, uh,
Maafkan aku, Thel,
karena, uh,
telah mengganggu.
Aku tak pernah benar-benar mencintaimu.
Jangan, Charlie.
- Aku tak pernah berhenti mencintaimu, Thel. - Jangan!
Thel.
Ada logam orang kulit putih di dekat jantungmu.
Aku coba mengeluarkannya, tapi pelurunya masuk terlalu dalam.
Bisa-bisa pisaunya malah memotong jantungmu...
dan melepaskan jiwa di dalamnya.
Orang kulit putih bodoh.
Kau punya tembakau?
Aku tak merokok.
Hei, Wilson, punya tembakau lebih?
Kau tentu tak punya tembakau lebih. Bagaimana denganmu?
Sial. Kau bahkan belum cukup umur untuk merokok.
Ahh!
Tn. John Dickinson.
Tadi malam, putra bungsuku, Charlie...
Tuhan memberkati jiwanya...
ditembak mati dengan darah dingin di sini, di hotel kami sendiri.
Pembunuh pengecut itu, Tn. Bill Blake, juga menembak mati Nona Thel Russel,
tunangan putraku.
Tidak hanya itu, dia juga mencuri kuda yang sangat berharga,
seekor pinto muda milik keluargaku.
Sebenarnya, jika hanya seekor pinto, tak perlu diributkan.
Diam!
Kalian bertiga dianggap sebagai pembunuh orang dan Indian terbaik...
di belahan dunia ini.
Cole Wilson, reputasimu sudah melegenda.
Aku bisa mempercayaimu.
Conway Twill, kau pembunuh yang sangat ahli,
hanya saja kau harus membungkam mulut sialanmu itu.
Dan Johnny "The Kid" Pickett.
Aku dengar kau pernah membunuh 14 orang.
Aku ragu kau sudah pernah melihat kejadian itu selama bertahun-tahun,
dan aku tak akan mengatakan apa pendapatku tentang kamu.
- Aku selalu bekerja sendirian. - Uh, maaf, Tn. Dickinson,
tapi sebenarnya, aku juga tak pernah bekerja sama dengan orang lain.
- Tak pernah. - Uh, aku juga.
Diam!
Putraku Charlie mati!
Oh, kali ini aku tak meminta kalian. Aku memerintahkan pada kalian,
dan jika ada yang tak suka, aku sendiri siap melakukan sedikit pembunuhan.
Bajingan itu tentu belum pergi jauh.
Kenapa tak bilang dari tadi, Tn. Dickinson,
Kurasa sebaiknya kami mulai pagi-pagi sekali.
Maksudku, sekarang sudah sore,
dan saat kita selesai, bersiap-siap dan...
Aku menginginkannya... hidup atau mati tak masalah,
meskipun mati kelihatannya lebih mudah.
Aku menyewa kalian secara ekslusif,
dan aku bersedia membayar lebih.
No comments yet. Be the first to leave one.