The first 200 lines.
"Seung Soo dan Jung Won memperpanjang kontrak"
"Suasana menjadi romantis begitu mereka bertemu lagi"
"Seung Soo merusak suasana dengan Maraton Beruang Kutub"
"Akankah Jung Won melanggar kontrak?"
Kita hampir sampai.
Ini bukan Sungai Han.
Kini kamu tampak ceria sekali.
"Mereka masuk ke ruangan untuk menghindari cuaca dingin"
Aku tahu kamu sangat tidak suka kedinginan.
Aku tidak akan mengajakmu keluar.
Bisa-bisanya kamu membohongiku?
Tadinya aku ingin menipumu sejenak,
tapi kamu sungguh memercayaiku.
Itu sangat menyenangkan.
Aku sudah terlalu banyak memakai tenaga.
Kita bisa mencoba olahraga dalam ruangan di sini.
Itu pasti sangat menyenangkan.
Astaga! Jelas aku akan mencobanya!
- Kamu siap? - Tentu saja.
Bagus.
Aku dengar tentang tempat ini, jadi, aku ingin memeriksanya.
Mungkin ini lebih menantang daripada Maraton Beruang Kutub.
Persiapkan dirimu.
Lihat ini, panjat tebing dalam ruangan.
Aku selalu ingin mencobanya. Belum pernah kucoba.
Astaga, pasti menyenangkan!
Ada sesuatu yang ingin kucoba akhir-akhir ini.
Panjat tebing dalam ruangan.
Seorang kenalanku antusias menceritakannya.
Apa tujuanmu? Menurutmu seberapa tinggi yang kamu bisa?
Mungkin aku tidak akan bisa mengalahkanmu, bukan?
Belum tentu. Ini juga pengalaman pertamaku.
- Kamu belum pernah mencobanya? - Belum.
Mungkin aku bisa mengalahkanmu.
- Ya, mungkin saja. - Ayo berlatih dahulu.
Kita juga bertaruh di sini?
Kita akan bertaruh dalam segalanya?
"Jung Won sangat kompetitif"
Masukkan kaki ke tali pengaman.
- Perlu kami tarik ke atas? - Ya, hingga pinggang.
Kamu tahu hal ini mengingatkanku akan apa?
Benda yang aktor pakai di adegan aksi dengan kawat.
- Sungguh? Kamu pernah mencobanya? - Pernah.
"Dia kesulitan mengenakan peralatannya"
Tarik lebih tinggi lagi.
"Seung Soo membantunya"
Ini juga.
- Terima kasih. - Bagus, kamu sudah siap.
"Mereka akan memulai panjat tebing"
Akan kutekankan tombol mulainya.
Tekan tombol di atas begitu kalian sampai.
Ayo. Siap, mulai.
"Dia memekik sebelum memulai"
- Mulai. - Tunggu, ini sulit sekali.
- Ayo! - Tidak, tunggu.
Ayo!
Astaga, sulit sekali.
Astaga, ini menghalangiku.
Hati-hati.
"Kakinya tidak terkendali"
Hati-hati.
Hati-hati, Jung Won.
Astaga, sulit sekali.
"Saat Jung Won terpeleset"
"Seung Soo bahkan tidak menoleh"
"Dia terus memanjat dinding"
- Ini lebih sulit daripada dugaanku. - Kenapa kamu mahir sekali?
"Pak Atletis bisa memamerkan kemampuannya hari ini"
Licinnya.
"Percobaan berani Jung Won yang kedua"
Astaga.
Kamu mahir sekali, Seung Soo.
"Dia tetap keren dari belakang"
Bisakah aku sampai ke atas? Astaga.
"Ini sulit bagi Jung Won yang merupakan pemula"
"Seung Soo menekan tombolnya!"
Sudah kutekan.
Mengagumkan!
"Seung Soo pun turun dengan santainya"
Aku tidak bisa mengalahkanmu.
"Jung Won berusaha keras dengan kaki dan tangan rampingnya"
- Aku tidak bisa. - Astaga.
"Jung Won yang kelelahan ikut turun"
- Astaga. - Berdirilah perlahan.
Aku bisa sampai ke atas kurang dari satu menit.
Kamu hebat.
- Benarkah? - Ya, kamu sangat hebat.
"Dia memang atletis"
Kamu hebat sekali.
Tiba-tiba, aku berpikir bagaimana jika ada lahar memancar.
"Mereka harus menekan setiap tombol di dinding vulkanis ini"
- Baiklah. - Astaga.
Akan kubuat laharnya memancar.
"Berjuanglah, Seung Soo!"
"Seung Soo memanjat dinding dengan percaya diri"
- Tombolnya! - Tekanlah.
Tombolnya! Di mana? Ini dia.
"Fokus"
Dia hebat sekali.
"Seung Soo memanjat dinding bagaikan laba-laba yang gesit"
"Benarkah ini pengalaman pertamanya?"
"Dia hampir sampai ke puncak"
"Aku bisa"
"Tombol terakhir"
"Dia menekan tombol terakhir juga!"
- Sudah selesai? - Ya!
"Bangga"
"Seung Soo juga berhasil memanjat dinding vulkanis!"
Kamu menakjubkan.
Aku berhasil.
- Itu berbeda. - Bisakah kucoba lagi?
"Dia ingin mencoba lagi"
Tentu.
Mungkin melelahkan jika kamu melakukannya sekarang.
Aku ingin mencapai minimal setengahnya.
Aku bergantungan sekuat tenaga tadi.
Benarkah?
"Percobaan pertamanya gagal total dan dia ingin menebusnya"
Kamu pasti bisa.
"Akankah dia"
"Berhasil kali ini?"
"Dia berhati-hati memijakkan langkah pertamanya"
- Astaga. - Ayo.
- Aku harus ke mana? - Bagus.
Naik dengan kaki kirimu. Benar.
Bagus.
Kaki kanan.
"Dia bergerak sesuai arahan seperti avatar"
Bagus.
Kamu hebat.
"Menggertakkan gigi"
Naik dengan kaki kirimu.
"Pujian Seung Soo memberinya kekuatan"
Naikkan kaki kirimu ke batu.
"Menghela napas"
"Dia sudah menempuh lebih dari separuh jalan"
Di sini sulit sekali.
Apa?
"Kamu pasti bisa"
Kamu pasti bisa.
Bagaimana cara memegang ini?
"Urat-urat di lengannya menonjol"
Kurasa aku tidak bisa memasak besok.
- Memasak? - Ya.
Apa maksudmu? Kamu harus memasak.
Astaga.
Aku ingin menekan tombol itu.
"Tapi makin dekat dengan puncak"
"Dia makin lelah"
Aku tidak sanggup.
Bagaimana cara turunnya? Astaga.
"Dia kehabisan tenaga dan jatuh"
Kamu hebat.
Tunggu.
Astaga.
"Seung Soo merasa kasihan"
"Jung Won kelelahan"
"Seung Soo bangga akan Jung Won karena berusaha keras"
Aku tidak menyangka ini begitu melelahkan.
"Bagus"
"Dia mencoba melepaskan helm"
Kemarilah.
"Akan kulepaskan"
"Dia kembali dari menjadi instruktur Spartan ke pria baik"
Apa rambutku masih rapi?
- Ya, rapi. - Rambutku berantakan.
Rambutmu rapi.
Kamu berani. Kuakui itu.
Kaki dan tanganmu gemetar, tapi kamu bertahan.
Aku ingin melangkah sekali lagi.
Aku ingin menekan tombol itu.
"Dia bertahan dengan semangatnya walau tubuhnya lemah"
Sebaiknya kita sudahi saja di sini.
- Ini baru permulaan. - Sungguh?
- Tentu. - Baiklah.
- Ayo ke area berikutnya. - Tentu.
- Ayo. - Bagus.
- Ayo. - Baiklah, ayo jalan.
- Bagaimana... - Lihatlah.
Kamu juga harus berpegangan erat di sini.
Kamu cukup berpegangan erat-erat.
Setidaknya, kita harus sampai setinggi itu.
Maksudku, ke atas.
Titik tertinggi.
Akan kuusahakan setinggi mungkin.
Tiga, dua, satu.
"Dia mencapai titik tertinggi"
"Menjerit"
"Kamu bisa, bukan?"
- Itu tadi - Seung Soo.
- titik tertinggi. - Kurasa aku tidak bisa.
- Haruskah kucoba sekarang? - Ya.
Akan kucoba dahulu, lalu kuberi tahu rasanya.
Nanti kuberi tahu rasanya.
- Itu lebih menakutkan. - Aku...
Tapi aku juga takut.
"Dia membual, tapi dia juga gugup"
"Gugup"
Seberapa tinggi kamu akan naik?
Ke titik tertinggi.
No comments yet. Be the first to leave one.