The first 200 lines.
"Dia punya tangan berbakat"
"Yang menciptakan tiruan riasan terbaik di LAN Life"
"Dia kreator kecantikan, SSIN"
"Apa saja isi kontennya kali ini?"
"Boneka?"
"Boneka Bratz memiliki mata besar dan bibir tebal"
"Tantangan Boneka Bratz populer di antara kreator kecantikan global"
"SSIN bergabung dalam tantangannya dengan lem kertas stik"
"SSIN melakukannya dengan gayanya sendiri"
"Bagaimanakah boneka Bratz versinya?"
"Mereka terkejut"
"Itu mengesankan. Aku baru melihatnya sekilas"
"Itu boneka sungguhan"
"Boneka di kehidupan nyata ini menyusuri jalanan"
"Reaksi mereka yang melihatnya akan segera diungkap"
"Lee Yeong Ja Channel mengunjungi aktris Jin Jae Young"
"Interior eksotis yang membuatmu lupa"
"Bahwa bangunan itu tadinya gudang jeruk"
"Lanskap dari rumahnya terlihat ramah alam"
"Ada banyak reaksi antusias di Lee Yeong Ja Channel"
"Dan kali ini"
"Dia mendatangi rumah tradisional berusia 200 tahun di Pulau Jeju"
"Itu pintu bergaya lama! Pintunya masih utuh"
"Pintu seperti itu ada di dalam rumahnya?"
"Jika membuka pintu yang tua itu"
"Kamu bisa melihat masa 200 tahun lalu"
"Sejarah 200 tahun bisa terlihat di rumah ini"
"Yeong Ja menyadari banyak hal di rumah ini"
"Sesaat lagi akan diungkap"
"Hari kedua di Pulau Jeju"
- Pak Park. - Ya?
- Kamu tidur nyenyak? - Ya, aku tidur nyenyak.
Aku tidak tidur lama, tapi aku tidur begitu nyaman.
- Serba denim. - Sungguh?
"Secara tidak sengaja, mereka mengenakan pakaian serasi"
- Mereka kenakan pakaian pasangan. - Pakaian mereka serba denim.
- Itu seperti seragam. - Serba denim?
Itu benar.
Bagaimana bisa kita memilih mengenakan serba denim?
Haruskah kita berangkat? Jangan lupa semua ini.
- Biar aku yang bawa. - Baiklah.
Astaga, ini bagus.
- Biar aku yang mengemudi. - Baiklah.
"Begitu mereka naik mobil"
Bagaimana jadwal kita hari ini?
Kita akan isi perut dengan hidangan rumahan Pulau Jeju.
Tempat ini ada di Gujwa-eup.
Inti dari tempat ini...
Ini menu baru. Aku harus mencobanya.
Ada kebun di tengahnya.
Ini di Kota Jeju.
Sudah beberapa dekade usianya.
- Bahkan hari keduanya sibuk. - Dia pasti merasa lelah.
Jadwalnya sangat...
"Semua bisa berpikir dia bekerja di pertunjukan"
Tapi jika bisa memenuhi seluruh jadwal ini...
"Apakah ada masalah?"
Kita harus tetap sibuk.
Kemarin, aku menyadari semua hal berjalan lebih lama dari dugaanku.
Tentu, memang seperti itu.
Dia tetap suami adikku,
jadi, kami harus saling berhati-hati.
Karena itulah dia tidak bisa menolak.
Tapi terkadang,
jika jadwal kami menjadi terlalu sibuk...
"Boleh kuberi tahu padamu jika jadwalnya menjadi terlalu sibuk?"
Jika jadwal kami menjadi terlalu sibuk,
akan lebih baik membuat segalanya menjadi formal.
"Berusaha tersenyum"
Itu kiat yang bagus.
"Mereka berangkat untuk menjalani jadwal mereka yang sibuk"
"Cahaya matahari musim semi bersama mereka"
- Astaga, indah sekali. - Langit di sana sangat biru.
"Mereka mengikuti jalan pesisir"
"Di manakah tujuan pertama mereka?"
Aku ingin santap makanan rumahan yang dimakan warga Pulau Jeju.
Tae Mi, putri kedua di toko tas yang kukenal,
berasal dari Pulau Jeju.
Dia merekomendasikan tempat ini padaku.
Baiklah. Kamu bisa masuk.
Dia menjadi terbiasa.
Dia kini menunggu Yeong Ja.
"Kerja sama tim mereka meningkat setelah hanya satu hari"
Jika ingin makanan sensasional saat ada di Pulau Jeju,
kalian akan menyadari makanan di sini sangat musiman.
Ini hidangan rumahan di Pulau Jeju.
- Belum pernah kulihat di sana. - Halo.
- Kamu jual makanan rumahan, bukan? - Ya.
- Halo. - Halo.
Senang menemuimu.
- Selamat datang. - Terima kasih.
Kamu bisa menangis.
"Pemiliknya sangat senang melihat Yeong Ja"
- Ada apa? - Dahulu sekali,
ibumu mengajak kami...
- Apakah dia orang yang kamu kenal? - Jelaskanlah. Ibuku?
Tidak, aku hanya teringat akan ibumu.
- Ibuku? - Ya.
Bagaimana kamu bisa mengenalnya?
- Saat kami tur ke negara asing... - Apa?
- Tur negara asing? - Ya, tur itu.
- Ya, tur negara asing itu. - Ya, aku dan adikku juga ikut.
Kyung Ho juga tinggal di satu kota.
- Kamu tahu temanmu itu... - Kyung Ho?
- Park Kyung Ho? - Ya.
- Pria di sebelah rumah? - Ya.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Astaga, Park Kyung Ho?
- Dia kenalanmu? - Ya.
Aku datang ke tempat yang menyajikan makanan rumahan Pulau Jeju,
tapi pemiliknya berasal dari Provinsi Chungcheong.
- Dia dari kampung halamanmu? - Ya.
Tapi kamu tidak tahu apa pun soal ini, bukan?
- Aku tidak tahu apa pun. - Ya, benar.
- Itu mengesankan. - Aku tidak berpura-pura.
Itu seperti takdir.
- Senang menemuimu. - Aku juga senang menemuimu.
Aku datang hari ini untuk...
Aku bukan datang sebagai turis.
Aku ingin tinggal di Pulau Jeju karena udaranya bagus.
Aku datang melihat perumahan untuk ditinggali di Pulau Jeju.
- Aku sedang melihat-lihat. - Kamu membuat pilihan bagus.
Tapi aku belum memutuskannya.
Aku akan memberimu area itu. Datanglah saja.
Akan kuberikan kamu tanah seluas 330 meter persegi. Datanglah.
"Dia begitu murah hati"
- Kamu punya banyak tanah. - "Kuberi tanah 330 meter persegi."
Dia serius?
Benar. Pikirkanlah.
Jika ada di kota, siapa yang menawarkan teman tanah seperti itu?
Siapa yang mau mengatakannya?
- Tapi... - Itu Pulau Jeju.
Itu bisa terjadi karena itu Pulau Jeju.
Itu sungguh hebat.
Aku ingin melihat Pulau Jeju bukan sebagai turis,
tapi sebagai orang yang hidup di sini.
Seperti itulah aku ingin melihatnya
dan mencicipi makanannya.
Maksudku, ini restoran yang disukai warga Pulau Jeju.
Tapi pemiliknya berasal dari kampung halamanku.
- Situasi apa ini? - Aku juga tidak tahu.
Apakah makanannya kolaborasi?
Kamu membuat makanan kampung halaman dengan bahan Pulau Jeju?
Ya, kupakai bahan dari sini karena sangat bagus.
Rumput laut dari lautnya belakangan ini
- sangat lembut dan enak. - Rumput laut terdengar enak.
Mereka juga memanen keong di sini.
Keong?
- Aku sangat suka keong. - Itu dipakai untuk sup.
Pakis, lobak dan wortel di sini juga bagus.
- Berikanlah padaku dahulu. - Baiklah, aku akan bergegas.
"Benar"
Pasti rasanya menyenangkan disambut seperti itu.
Apakah ada di sini?
Menyenangkan sekali melihat ini.
- Bisa kami duduk di sini? - Ya. Carilah tempat yang nyaman.
- Ya? - Rekamlah makanannya.
- Baiklah. - Aku harus ke toilet.
- Makanannya juga diperlihatkan - Aku ingin lihat rekamannya.
agar pemirsa bisa merasakannya.
Aku juga akan masukkan sisipan dari dekat.
"Dia mengambil gambar sisipan dengan juru kameranya"
"Menekan"
"Kamu baru saja memotret?"
Bukankah dia baru saja memotret?
Ya.
"Ini mungkin adegan sisipan yang Yeong Ja inginkan"
Inilah adegan sisipan yang Yeong Ja mau.
- Ya, inilah yang kuinginkan. - Apakah seperti ini?
"- Ya, ini yang kuinginkan. - Maksudnya seperti ini?"
"Tapi"
"Young Jae melakukan ini"
"Menekan"
"Dia antusias memotret sebagai gambar sisipan"
Baiklah, sudah selesai.
"Dia merasa puas"
Para streamer yang kulihat menggunakan foto seperti itu.
Kami hanya menggunakan foto itu jika tidak punya video.
Itu harus berupa video
- guna memperlihatkan uapnya. - Ya, seperti itulah caranya.
Juga memperlihatkan suapnya mendidih.
"Bagaimanakah sisipannya yang penuh antusias ini?"
Ini dari Pak Park?
Ya, kurasa begitu.
- Foto-fotomu bagus. - Dia andal soal memotret.
- Dia andal soal memotret. - Dia andal melakukannya.
Ini seperti foto dari majalah interior masa kini.
- Ya. - Terasa seperti majalah.
"Dia merasa bangga"
Kamu selesai merekam makanannya?
- Ya, aku sudah menyelesaikannya. - Kamu sudah selesai?
Kalau begitu, bisa kita rekam konten kita sekarang?
Ya. Duduklah di sana nanti.
- Baiklah. Di sana? - Ya.
- Dia jadi berbeda dalam semalam. - Ya, dia menjadi terbiasa.
Dia memberitahumu harus duduk di mana setelah memosisikan kamera.
- Ya, kini dia begitu alami. - Ya.
Aku akan memotret lagi.
Tunggu. Jangan pakai sendokmu dahulu.
Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.