The first 200 lines.
Salam.
Selamat datang Nyonya.
Hai, Dan.
Dan, kau kembali kesini?
Magang-mu di bagian kebersihan hampir selesai.
Kalian ingat perjanjian kontrak di awal magang?
Jika kalian melanggarnya,
...kalian tidak akan mendapatkan gelar diploma...
...dan orang tua kalian harus membayar ganti rugi tiga ratus ribu rupee.
Jadi, jika ada diantara kalian yang menyeka sepatu di handuk tamu,
...kuingatkan ke kalian, ada kamera di setiap koridor!
Oke, satu pertanyaan buat kalian,
Jika amonia dan pemutih adalah bahan pembersih yang sangat baik...
...kenapa keduanya tidak boleh dicampur?
karena keduanya akan berubah menjadi Kloromin, yang mana itu berbahaya.
Apa sekarang kau paham, Tn. Dan, kenapa magang-mu digabung dengan para junior.
Jika memang dia pintar, seharusnya dia menjadi ilmuwan dan melayani bangsa.
Dan sisanya jadi pelayan hotel saja.
Jika kau melakukan magang-mu dengan baik, kurasa itu akan lebih baik.
Besok pagi jam 9.
Iya, pak.
Sarin, kamarnya dipesan atas nama Akaash Sarin.
Kamar Twin-bed (2 Ranjang), nomor 9014.
Boleh saya lihat KTP-nya, tuan...
Kok yang Twin-bed?
Iya tuan, yang 2 ranjang.
Pasti ada kesalahan, yang kupesan ranjang tidur 2 badan (Double-bed).
Bisa jadi begitu, mungkin anda memesannya di situs booking pihak ketiga...
...jadi tergantung ketersediaan kamar, tuan.
Aku tidak mau tahu. Yang kupesan kamar dengan ranjang 2 badan.
Iya tuan, tapi seperti yang kubilang tadi, jenis kamar yang anda pesan sedang tidak tersedia, jadi tidak bisa...
Tidak bisa gimana?
Kau tidak lihat aku dengan istriku?
Aku sering nginap disini! Dasar bodoh!
Iya, tuan.
Berarti terakhir kali anda menginap disini itu...
...dengan mantan istri anda, Ya?
Jadi, bisakah saya membawa barang bawaan Anda ke kamar?
Tidak usah!
Baiklah, Tuan.
Selamat menginap, Tuan... Nyonya.
Aku ditempatkan di kolam renang...
Tidak masalah dengan siapa tamu itu nginap, mau itu istri, pacar, atau dengan siapapun...
Itu bukan urusanmu.
Tapi, Pak, anda tahu kalau dia... / Itu bukan urusanmu!
Lagian apa yang kau lakukan disini?
Bukannya kau seharusnya di Wing-Garden?
Pak, anda menugaskanku untuk mengepel di lantai 3 lagi!
Sudah kulakukan minggu lalu.
Apa tidak bisa ditempatkan di bagian lain?/ Kupukul juga kau ini.
Kerjakan apa yang ditugaskan untukmu.
Sekarang, kembali bekerja./ Pak...pak...
Pak, tempatkan aku di dapur saja. Aku hebat dalam memotong.
Atau di Bar juga boleh.
Oh, jadi kau mau ditempatkan di Bar?
Iya pak, Aku biasa mencampur minuman di rumah.
Dan kujamin itu enak, Pak.
Yasudah, kau pulang saja ke rumah.
Tempat pernikahannya begitu jauh dari sini, idiot siapa yang memesan kamar di sini?
Oh begitu, Kau menuntut menginap di sebuah hotel mewah...
Dan sekarang kau bilang ayahku idiot?
Terserahlah, mana si bungsu?
Terakhir, ayah bersamanya.
Dia tidak bersamaku.
Mungkin dia tertinggal di kamar.
Sekarang dengan bukti ini,
...mungkin sebaiknya aku mengadukanmu atau...
Kutugaskan kau di bagian Londri!
Maaf, Pak! Jangan di Londri./ Tidak, kau di bagian Londri seminggu.
Maaf, Pak, ini tidak akan terulang lagi.
Dan sebaiknya kau lakukan tugasmu disana, jangan berkeliaran.
Kalian tahu apa itu permulann?
Disitulah masa depan dimulai.
Buka usaha sendiri, ini malah bekerja di tempat orang.
Jika aku jadi kau, Aku akan membuka Londri-ku sendiri.
Itu saranku ke kalian.
Aku akan membuka restoran,
Aku tidak akan terus-menerus bekerja disini.
Jika kau berdiri sepanjang hari, maka kau akan punya varises...
Itu akan sangat menyakitkan!
Kalian semua akan mendapatkannya.
Kalian harus merendam kaki di air panas dengan garam.
Baik.
Melar? Baik, biar kuperiksa dulu.
Siapa yang memiliki ide cemerlang dengan menyetrika celana dalam tamu kamar 602?
Tahu arti melar?
Menjadi longgar.
Kalian semua dalam masalah. Ada keluhan dari tamu.
Bisa diam nggak? Aku bisa gila mendengarmu.
Kau peserta magang, 'kan?
Kami senior disini.
Lakukan saja tugasmu.
Dan berhentilah mengoceh!/ Tapi...
Bicara lagi dan akan kumasukkan kau ke mesin itu.
Ada apa ini?
Tiba-tiba dia marah-marah.
Tenanglah, Aku akan bicara dengannya.
Ada komplain dari kamar 602.
602?/ Ya, karena para jenius ini telah menyetrika celana dalam tamu./ Oke.
Garuk punggungku, tolong.
Sebelah mana?
Sebelah sini?/ Ke kiri.
Sebelah sini?/ Ke bawah dikit.
Sedikit ke kiri.
'Panty' siapa ini?
Itu 'pants' (celana), bukan 'panty'!
Apa kau benar-benar serius tentang usaha restoran?
Aku bisa saja berhenti magang dan segera memulainya, tapi apa kalian bisa?
Kalau yang ini punya siapa?
Itu miliknya Dan./ Kita tidak bisa berhenti di tengah jalan.
Lalu kenapa terus membahasnya?
Orang tuaku ingin aku segera menikah.
Trus apa hubungannya?
Bagaimana jika kalian membuka kedai di pinggir jalan?
Aku siap menikah dan menjalankan usaha itu.
Yasudah menikah saja.
Ya.
Biar kami bisa jadi pelayan di acara nikahnya.
Kalau begitu menurutmu, mungkin aku tidak akan pernah menikah selamanya!
Dan?
Dan!?
Apa?
Lihat ini.
Bukan aku yang menghamburnya.
Tapi kau bisa memungutnya.
Yasudah dipungut saja dan jangan ngoceh.
Itu tuh, di belakangmu.
Kau lihat, aku juga memungutnya.
Beres.
Taruh yang 500 ml diatas meja...
Dan cek jumlah sampanye di Bar, tidak boleh lebih dari 12.
Maaf, Pak, pesanannya 15 botol.
Mau anda apakan sisanya?
Aku mau membawanya pulang, bego!!
Tugasmu dimana?
Datang juga!
Kami sudah menunggumu, Dan.
Aku tahu kawan, sedang ada pesta sialan di bawah.
Tolong tuangkan./ Ini limun-mu.
Aku ke bawah lagi.
Bawa snack-nya juga!
Siapa-siapa saja semalam, minum-minum?
Beritahu aku!
Berhenti lindungi Dan, atau kalian akan dihukum!
Pak, kami hanya bersantai.
Dua botol minuman hilang dari tempat penyimpanan.
Salam, Tuan-Nyonya, Ada yang bisa kubantu?
Bisakah kau menjelaskan ke kami tempat wisata di kota ini?
Tentu! Anda bisa mengunjungi Delhi lama, Lal Qila (Benteng merah).
Mobil hotel bisa mengantar kalian kesana...,
Tolong tanda tangan disini.
Selamat menikmati, Tuan, sampai jumpa, Nyonya.
Kau tahu apa masalahmu, Dan? Kau mudah emosi.
Aku mudah emosi?
Ya, selalu.
Kau tahu kenapa aku emosi?
Kenapa?
Saat aku bersama kalian berdua.
Jadi, sebaiknya kau mulai belajar untuk mengatur suasana hatimu.
Mulai lagi?
Ya!
Makasih Dan!
Pak, tapi aku di sini bukan untuk memukul lalat.
Aku tidak layak melakukan pekerjaan ini, Pak.
Tn. Asthana, manajer kami tidak adil.
Ayolah!
Kau menyalahkan Asthana untuk hilangnya beberapa botol minuman?
Pak, pak, pak, aku bisa libur tanggal 30 desember? Itu ulang tahun orang tuaku.
Kau harusnya paham, tanggal 30-31...,
...hotel sedang penuh-penuhnya.
Lagian apa yang kau lakukan disini, lakukan tugasmu sana!
Pak, tapi itu ulang tahun pernikahan orangtuaku yang ke 25!
Tidak boleh!
Hei, kau mabuk lagi!
Tahun-tahun berlalu, Ishani.
Tahun-tahun datang dan pergi, apa masalahnya.
Seperti tidak pernah lihat minuman saja.
Ayo, semua, kita selfie.
Selamat tahun baru!
Mau coba minuman lain?
Tidak, tidak, bagaimana aku pulang? Dan tidak disini.
Ya, Aku juga tidak melihatnya.
Dan kemana?
Dia bolos kerja hari ini.
Shiuli...
Shiuli...
perhatikan tangannya.
Kami mungkin harus mengintubasi dia.
Periksa nadinya.
Tarikan nafasnya lemah.
Denyut nadi ada, namun lemah...
Kapan dia jatuh?
Kira-kira jam 00:15.
Pupil kiri melebar, kanan sempit.
Kupikir kami harus mengintubasi dia./ Jatuhnya dari lantai berapa?
Lantai 3, kolam renang..., biasanya tidak ada orang disana pada jam itu.
Namanya?
Shiuli lyer.
Angkat dia.
Status saat ini, pasien menggunakan ventilator.
No comments yet. Be the first to leave one.