The first 200 lines.
"Episode 69"
Apa maumu?
Kenapa memukulku?
Diam.
Hentikan. Dewasalah.
Jika kamu tidak mau bekerja dan hanya memoroti ibumu,
setidaknya kupas bawang dengan benar.
Lakukan dengan benar. Cepat.
Kenapa Ibu selalu marah kepadaku?
- Maaf. - Beraninya kamu.
Jangan cemas.
Tapi aku membuatmu datang ke tempat sekumuh ini.
Aku sudah menyuruh Tae Ju mengajakmu bersamanya
dan makan di sini suatu saat.
Tidak kukira kamu secepat ini, jadi, tidak ada persiapan.
Jika datang lain waktu, akan kutraktir dengan sesuai.
Aku paham Anda sudah dengar semuanya dari Tae Ju.
Ya.
Aku tidak bisa banyak bicara.
Aku lebih baik dipenjara
daripada membuat kalian terkena masalah.
Tapi terima kasih.
Berkat kamu
aku kini bisa melihat anakku.
Kudengar Anda mengembalikan uangnya,
tapi hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi.
Tentu saja.
Terima kasih.
Tidak perlu berterima kasih kepadaku.
Aku hanya melaksanakan perintah Pimpinan.
Anda akan diskors tiga bulan
dan gaji Anda akan dikurangi selama setahun.
Itu sudah cukup baik bagiku.
Terima kasih banyak.
Kamu membuatku gila.
Kamu tidak ada bedanya dengan saudaramu.
Ipar, ayolah.
Jangan seperti itu di depan tamu.
Tolong janjikan satu hal lagi.
Ya, aku tahu.
Kamu tidak mau Tae Ju terlibat denganku, bukan?
Tentu saja, aku paham.
Aku tidak akan pernah
membuat Tae Ju kena masalah mulai saat ini.
Begitu pula dengan Kak In Suk.
Baiklah.
Lantas,
apa yang terjadi dengan Bu Jeon?
Karena dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini,
Pimpinan tidak memberikan tindakan disipliner.
Syukurlah.
Aku amat cemas dia akan diusir kali ini.
Apa?
Itu...
Bagaimanapun, terima kasih.
Aku akan berusaha yang terbaik mulai sekarang.
Jika terjadi sesuatu,
jangan hubungi Tae Ju, tapi aku saja mulai sekarang.
"Direktur Pengelolaan Junior Kang Mi Ri"
Tapi bagaimana bisa aku...
Aku masih tahu malu.
Jangan cemas.
Prioritasku adalah melindungi Tae Ju.
Begitu rupanya.
Ada apa denganmu?
Kita setidaknya harus menghasilkan uang juga.
Tahukah kamu berapa orang di keluarga ini yang tidak bekerja.
Bagaimanapun, terima kasih.
Astaga.
Omong-omong,
siapa mereka?
Para keponakanku.
Itu putra dan putri kakakku.
Tapi...
Yang sulung mencari kerja,
tapi belum dapat.
Jika keadaannya tidak seperti ini,
Aku mau memberikannya jabatan di Hansung.
Serta yang muda
bersiap menjadi penata rias
dan mau bekerja di industri hiburan.
Tapi tidak mudah
masuk industri hiburan zaman sekarang.
Tapi mereka berusaha yang terbaik.
Pasti akan sukses jika terus bekerja keras.
Begitu rupanya.
Omong-omong,
terima kasih sudah datang
jauh-jauh kemari.
Sekali lagi, maaf.
Maaf, Bu Kang.
Sampai jumpa, Bu Kang.
Jaga diri.
Sampai jumpa, Bu Kang.
Jaga diri.
Sampai jumpa.
Bu.
Kenapa kamu...
Ini hanya masalah cara.
Aku sudah menemui para paman
dan sepupu.
Kami selama ini saling bertemu.
Tapi aku belum pernah menemui putri Ibu,
padahal dia yang orang terpenting.
Bukankah aku lebih baik
akrab dengannya seperti adik beradik?
Tidak.
Tidak pernah.
Itu tidak akan membantu.
Ibu mohon Tae Ju.
Tolong
jangan mencari putri ibu.
Ibu, aku hanya tidak paham...
Ibu mohon!
Ada apa denganmu?
Kenapa kamu melakukan ini kepada ibu juga?
Ibu
sudah hidup sebagai ibumu
lebih lama dari waktu ibu hidup sebagai ibunya.
Ibu tidak akan bisa menjadi ibunya lagi sekarang.
Serta demi kebaikannya, kamu tidak boleh menemukannya.
Dia hidup dengan baik.
Dia tumbuh dengan baik
dengan ibu yang lebih baik daripada ibu.
Jadi, tolong jangan cari dia.
Biarkan saja dia.
Ibu tidak mau dia terlibat dengan keluarga ini.
Ibu mohon.
Jangan pedulikan dia.
Berpura-pura saja dia tidak ada.
Ibu mohon.
Baik.
Jika itu mau Ibu,
aku akan melakukannya.
Baik.
Terima kasih.
Sudah ibu bilang berkali-kali, jangan makan yoghurt.
Kamu masih saja memakannya?
Kamu tidak mau mendengarkan ibu?
Aku juga makan bukan karena ingin.
Aku makan karena Min Ho memberikannya kepadaku.
Kamu bahkan belum dekat dengannya untuk memanggilnya dengan santai.
Ibu mau aku memanggilnya pak?
Hei.
Aku juga sudah disuntik dan minum obat, jadi, sekarang sudah sehat.
Apa masalahnya makan satu yoghurt?
Kamu disuntik dan minum obat hanya untuk sehari.
Bagaimana kamu tahu kamu sudah membaik?
Serta siapa bilang kamu boleh
membantah ibumu seperti itu?
Kamu menuruni ayahmu.
Aku putrinya, sudah sewajarnya menuruninya.
- Hei, Da Bin. - Terserah.
Lihat kamu.
Hei.
Bibi Mi Ri.
Da Bin.
Bibi Mi Ri.
Apa kabar?
Kenapa lama sekali baru menemuiku?
Aku amat merindukan Bibi.
Maaf.
Bibi agak sibuk.
Bibi minta maaf.
Astaga, keponakan manis bibi. Terima kasih.
Kemari, Da Bin.
Naiklah lebih dahulu.
Ibu.
Dengarkan ibumu.
Baik.
Da Bin.
Ini. Hadiah untukmu.
Bibi akan kembali lagi untuk menemuimu.
Sungguh?
Tentu. Kamu tahu betapa bibi menyayangimu.
Pulanglah untuk hari ini. Tidurlah yang nyenyak.
Baik, sampai jumpa.
Maaf tidak bisa menawarkanmu minum teh di rumahku.
Tidak apa-apa.
Apa kamu senang sudah menikah?
Ya, aku senang.
Baguslah kalau begitu.
Kudengar kamu menemui Ibu juga.
Benar.
Karena aku merindukannya.
Kenapa kamu merindukannya?
Kak.
Pada akhirnya semua berjalan sesuai keinginanmu,
jadi, kenapa kamu merindukannya?
Serta tidak perlu kemari.
Hiduplah dengan baik saja.
Kamu tidak perlu merasa bersalah.
Kamu juga tidak perlu mengungkapkannya.
Lagi pula, saudara kandung saja menjadi orang asing
setelah menikah.
Jadi, tidak perlu begini.
Bukan begitu.
Aku sungguh kemari untuk menemui Da Bin.
Da Bin meneleponku pada malam hari pernikahanku.
Jadi, aku kemari untuk berterima kasih kepadanya.
No comments yet. Be the first to leave one.