Release info

The First Responders S02E08-NEXT-DSNP
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 59:18

Tags

other
Published on: 2023-08-26
Downloads: 38
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Penafian

Karakter, tempat, organisasi, dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Adegan melibatkan aktor cilik direkam dalam situasi aman

Adegan hewan direkayasa

Dan direkam sesuai panduan kesejahteraan hewan

Rekamannya sudah selesai.

Suruh mereka jangan bergerak sampai kuberi aba-aba.

Baik, Pak.

Mereka bilang jangan bergerak.

Saat mereka mencegat sinyal,

pemeras mungkin akan melihatnya di layar mereka.

Itu momen paling berbahaya.

Tiga,

dua,

satu.

Setelah pengulangan dimulai, mereka bisa mengabaikan CCTV.

Baik.

Kita bisa mengabaikan CCTV.

Bisa berikan ponselku?

Ini Woo Samsoon. Sambungkan dengan anakku.

Sunju! Ya.

Kau masih di tempat penitipan, bukan?

Ya.

-Suna bersamamu, bukan? -Ya, aku bersamanya.

Benar. Tetaplah di sana bersama polisi.

Bermainlah dengan guru dan teman-temanmu

sampai Ibu menjemputmu.

Baiklah.

Ya, ini Kang Doha dari ruang autopsi.

Terima kasih.

Kami mendeteksi potensi ancaman dari bom di dalam ruang autopsi.

Seluruh rekaman CCTV sedang diawasi.

Tolong pandu semua orang keluar dari gedung secara diam-diam dan tenang.

Kru damkar dan polisi telah diberi tahu.

Berkoordinasilah dengan mereka untuk langkah dan arahan lebih lanjut.

Pesan instruksi evakuasi

Semua personel area autopsi,

berjalan dengan tenang ke pintu keluar seolah-olah pergi makan siang

Detektif Jin.

Buka pintunya.

Kami sudah tiba di ruang autopsi.

-Buka pintunya. -Baik, Bu.

Haruskah kupecahkan kacanya?

Tidak. Mereka tidak bisa keluar lewat sana.

Berikan semprotannya.

Mari kita potong dan buka agar mereka bisa keluar.

Baiklah.

-Berikan pemotong listriknya. -Baiklah.

CODE Green: Perintah evakuasi darurat

Semua berdiri.

Hakim

Kita akan memulai sidang

untuk kasus pidana 32465 tahun 2022

di Divisi Kriminal 48.

Terdakwa Gong Youngdoo, silakan maju.

-Astaga. -Bos.

Si berengsek itu. Kau berusaha lolos, bukan?

Bedebah sial itu!

Bebaskan bos kami!

Pembunuh itu.

Jangan mengkhawatirkan uang.

Kasus ini melibatkan peristiwa kematian

korban Cheon Taejin, yang makan malam dengan terdakwa Gong Youngdoo

di restoran Tiongkok

di Myeongdo-dong, Taewon-gu, pada tanggal 4 Oktober.

Hasil penilaian Terlampir

Kami sudah tiba di rumah Detektif Ha. Kami akan masuk.

Min, tutup tirainya.

Apa?

-Sorotkan lampunya ke sini. -Baiklah.

Peta yurisdiksi Taewon-gu, Muyeong-dong

Bos meninggal

Pinjaman ilegal, hukuman penjara

Di sini.

Darah.

Hati-hati.

Detektif Jin, kau bisa terluka. Minggir.

Kita kehabisan waktu. Cepat.

Semuanya baik-baik saja?

Keluarlah lewat sini.

Kisoo, masuk dan potong borgolnya. Nn. Woo, jemput anak-anak.

Aku harus menyelidiki. Aku belum bisa pergi.

Aku tidak akan membiarkan para bedebah ini lolos.

Kirimkan alamat rumah Detektif Ha!

Berikan gerindanya.

Sepertinya kau terluka.

Awas pergelangan tanganmu. Aku memotongnya.

-Keluarlah perlahan. -Baiklah.

Itu lebih baik.

Itu borgol mahal. Ayo pergi.

Jika kau pergi ke gedung utama, Direktur akan menunggu.

Tolong laporkan situasinya.

Kau tidak akan melakukannya sendiri?

-Aku harus mengurus sesuatu. -Apa? Ada apa?

Hei, biarkan aku bekerja.

Kau tidak berpikir untuk menjinakkan bom itu, bukan?

Dengar.

Kau tahu berapa banyak penjahat yang akan lolos dari kejahatan mereka

jika semua bukti DNA dan materi dari banyak kejahatan

yang disimpan di sini hangus?

Sifat pemarahku tidak akan membiarkan itu terjadi.

Pergilah lebih dahulu. Aku akan tetap di sini bersamanya.

-Apa maksudmu? -Jangan membuang waktumu di sini.

Pergi dan tangkap pelakunya.

Pastikan kau pulang setelah itu.

Sampai jumpa sepulang kerja.

-Kau akan baik-baik saja? -Pergilah.

Aku akan pergi.

Ayo, Kisoo.

Ini Pak Ha Joongsik?

Apa kita yakin soal ini?

Hei, ayo minggir.

Sudah lama kami kehilangan kontak, jadi, kami juga khawatir.

Jika tidak bisa menghubunginya, seharusnya kau mencarinya.

Dia sedang menyamar.

Itu operasi yang sangat rahasia yang hanya diketahui sedikit orang.

Jadi, itu sebabnya detailnya dirahasiakan.

Tapi operasi penyamaran macam apa itu?

Ada geng bernama faksi Beomdongyeong.

Mereka menggabungkan perjudian ilegal dan operasi lintah darat

di sekitar area Taewon, Dongyeong, dan Seongjung dua tahun lalu.

Mereka organisasi besar dan teliti

yang bahkan terlibat pencucian uang untuk lingkaran politik.

Tapi yang aneh dari mereka

adalah tiga anggota teratas, dari Nomor Satu sampai Nomor Tiga,

tidak ada informasi sama sekali tentang mereka.

Geng yang baru dibentuk tanpa garis keturunan.

Ha Joongsik, detektif yang menyamar,

ditugaskan untuk mengidentifikasi tiga anggota teratas.

Tunggu, mereka juga berhasil menggabungkan lintah darat di pihak Taewon?

Ya.

Aku kenal seseorang di lingkaran lintah darat Taewon.

Nn. Woo akan segera datang, jadi, lakukan inspeksi secara menyeluruh.

Baik, Pak.

Hati-hati.

Detektif Ha sepertinya dibunuh

saat menyelidiki trio pemimpin faksi Beomdongyeong.

Aku akan menyelidikinya lagi.

Pak, jangan menarik perhatian dan bergerak setenang mungkin.

Mereka tidak boleh tahu kami berhasil keluar.

Selain itu, Jaksa Park Hongjun sedang disidang

atas kasus pembunuhan restoran Tiongkok.

Cari tahu mereka di ruang sidang mana.

Baik.

Bisa ceritakan tentang hari kejadian?

Dia tiba-tiba pingsan saat kami selesai makan.

Aku terkejut,

jadi, aku mengikuti apa yang kulihat di TV dan melakukan CPR.

-CPR? -Dia melakukan CPR?

Tapi dia tidak bernapas.

Kami juga punya kesaksian dari staf restoran Tiongkok di TKP.

-Bos! -Bos!

Apa yang membawamu ke tempat tinggalku yang sederhana?

Kau melakukan penampilan dramatis

untuk menangkapku, bukan?

Aku bertindak lunak denganmu.

Kau pasti datang ke sini karena suatu alasan.

Tapi kau datang dengan tangan kosong?

Berhenti menyeringai, Berengsek.

Nyawa anak buahku dipertaruhkan.

Mau lihat apa kau bisa bertahan saat dikunyah Beruang Kutub?

Baiklah.

Aku hanya bercanda.

Apa yang kau lakukan?

Berikan botol air itu.

Aku akan membayar utangku.

Merah atau biru lagi?

Tidak.

Kali ini agak berisiko, jadi, aku akan memakai pendekatan lain.

Kau baik-baik saja?

Astaga, kenapa ini terus terjadi?

Hidungku berair, dan sekarang aku mimisan.

Bagaimana kepalamu bisa terluka tadi?

Aku terbentur sedikit karena ledakan.

Tunggu sebentar.

Ini bukan sekadar pilek. Cairannya terlalu encer.

Mungkin saja cairan serebrospinal.

Itu artinya mungkin ada rhinorrhea cairan serebrospinal.

Apa itu?

Itu kebocoran cairan pelindung di sekitar otak.

Kau harus ke rumah sakit.

Beri aku 20 menit.

Tidak, 10 menit, dan kita akan ke rumah sakit.

Bisakah kau membantuku?

Ada penerima sinyal nirkabel di dalam paha kirinya.

Bisakah kau membuat sayatan untuk mengeksposnya?

Baiklah, aku akan menjelaskan garis keturunannya.

Tiga pemimpin teratas faksi Beomdongyeong.

Nama asli mereka tidak diketahui.

Nomor Satu adalah Pimpinan,

dan sisanya hanya disebut sebagai Nomor Dua dan Tiga.

Nomor Satu sudah mati.

Tersisa...

Nomor Dua dan Tiga.

Orang-orang serakah ini bertarung untuk mengendalikan organisasi.

Salah satu dari mereka membunuh bos teratas.

Tikus-tikus haus kekuasaan itu suka pertarungan suksesi yang bagus.

Tapi karena wajah mereka tidak diketahui,

polisi tidak menyadari pria yang tewas itu adalah ketua geng

dan dia digolongkan sebagai korban biasa.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left