The first 200 lines.
Apa ini?
"Episode 100"
"Surat Cerai"
Bibi tidak perlu melakukan gugatan.
Suami Bibi sudah meneken semuanya dan menyerahkan ini.
- Kamu menemui Tae Pyung? - Ya.
Dia sungguh memercayai Bibi.
Dia pikir Bibi sangat mencintainya.
Dia juga berpikir Bibi mendukung Go Ya dan aku.
Bibi.
Tidak ada yang membela Bibi lagi.
Aku, Ibu, dan Paman.
Lalu kini, suami Bibi.
Jadi, pergilah.
Kamu tidak mengerti perkataan Bibi?
Bibi bilang akan tutup mulut.
Bibi benar.
Makin kupikirkan, itu makin menarik.
Seperti kata Bibi, jika menutup mulut,
Go Ya dan aku akan bahagia selamanya.
Tentu saja.
Apa kalian berdua bisa tetap bersama setelah bibi mengungkap semuanya?
Mustahil.
Jadi, Ji Seok, mari tutupi ini.
Mari kita tutupi ini dan berbahagia.
Ini menguntungkan bagi kita semua.
- Bibi mohon. - Tidak bisa.
- Apa? - Aku bisa melakukan apa pun
agar bisa bahagia bersama Go Ya.
Tapi itu tidak melibatkan Bibi.
- Lalu? - Kami sudah memutuskan
- untuk mengatakan semuanya. - Apa?
- Kepada ibumu? - Ya.
- Kepada Yang Sook juga? - Ya.
Ji Seok tadi kemari.
Kenapa tiba-tiba kita mengadakan perjalanan keluarga?
Terjadi hal baik kepada kalian?
Tidak, kami hanya ingin pergi.
Jika dipikirkan,
sudah lama sekali aku tidak bepergian bersama Ibu.
Kita sibuk memenuhi kebutuhan.
Go Woon juga sakit.
Ibu sangat beruntung.
Ibu pikir tidak akan pernah bisa bepergian bersama keluarga.
Pernikahan ibu tidak beruntung,
tapi ibu tahu anak-anak ibu akan membawa keberuntungan.
Selain itu, menantu ibu orang hebat.
Omong-omong, kamu dan Ji Seok tampak sangat sedih.
Itu bukan ekspresi orang yang senang akan bepergian.
Kenapa ini tampak seperti perjalanan perpisahan?
Aku tidak sedih.
Aku hanya berpikir
kenapa kita sulit sekali melakukan perjalanan sederhana.
Kita juga tidak akan berpisah.
Kita akan hidup bersama sampai waktu yang sangat lama.
Ibu tahu. Ibu hanya bercanda.
Jadi,
ini keputusanmu?
Kalian akan mengungkapkan semuanya?
Ya.
Kalian akan berpisah begitu ini terungkap.
Kalian tidak akan bisa hidup bersama.
Pikirmu Yang Sook dan ibumu akan membiarkan ini?
Kami tahu.
Tapi itu urusan kami.
Bibi tidak perlu ikut campur.
Setelah semuanya terungkap, Bibi juga akan tamat.
Bibi tidak akan bisa menjadi bagian keluarga kami.
Itu sebabnya bibi menyarankan agar kita tutup mulut soal ini.
Ada cara agar kita berdua bisa selamat.
- Jangan bodoh. - Tidak.
Kami akan berusaha keras untuk memohon maaf kepada mereka.
Pikirmu kamu akan dimaafkan?
Lagi pula Bibi akan pergi. Jadi, kumohon lakukanlah.
Jika pergi, aku tidak akan membenci Bibi lagi.
Kamu pikir semua akan lebih baik setelah bibi menghilang?
Jangan khawatir.
Kami tidak berbohong kepada Bibi untuk menutupi ini.
- Kami sungguh akan mengatakannya. - Haruskah...
- Haruskah kamu melakukan ini? - Kami akan melakukannya.
- Kami juga akan meminta maaf. - Tidak.
Kalian tidak akan dimaafkan.
Meskipun begitu, kami harus tetap mencoba.
Baiklah.
Lakukan apa pun yang kalian mau.
Mari lakukan ini.
Kita lihat apa kalian berdua akan dimaafkan.
- Kamu akan berkemas? - Ya.
Aku ingat pernah menyimpan ini, jadi, mengeluarkannya.
Astaga. Koper itu akhirnya keluar
setelah 10 tahun.
Aku tidak pernah ke mana pun sejak suamiku meninggal dunia.
Pasti itu alasannya. Ini terasa sangat aneh.
Ibu tidak pernah menyangka akan bepergian bersamamu
sebelum ibu mati.
Ini semua berkat Go Ya.
Setelah kita kembali,
ibu akan membelikanmu koper baru.
Kamu bisa bepergian ke mana pun dengan koper itu.
Ibu.
Aku pulang.
- Hei. - Selamat datang.
Ibu sudah mau berkemas?
Ya. Ibu ingin menyiapkan lebih awal.
Hampir lupa. Ibu ingin bicara denganmu.
Ada apa?
Ambil ini.
Ini surat pendaftaran pernikahan.
Ibu mengambilnya hari ini di kantor pemerintah.
Apa?
Kamu ingat?
Sebelum kalian menikah,
ibu memberikan syarat
pernikahanmu tidak boleh didaftarkan selama setahun.
Ibu menarik kembali syarat itu.
Ibu.
Dahulu, ibu mengatakan itu karena sangat membencimu
dan tidak menyukaimu.
Kenapa ibu melakukan perbuatan yang memalukan kepadamu?
Maafkan ibu.
Ibu menariknya kembali.
Isi itu dan serahkan bersama ibu.
Kenapa kamu diam saja?
Baik.
Baiklah.
Mari kita lakukan setelah bepergian.
"Tae Pyung"
Mari kita bercerai.
Aku masih mencintaimu.
Bibi akan menceraikan Tae Pyung.
Itu satu-satunya cara agar bibi bisa kembali kepadamu dan ibumu.
Lihat siapa yang ada di sini.
Kamu orang yang mengirimiku surat cerai hari ini.
Terima kasih.
Hanya itu yang ingin kamu katakan kepadaku?
Kamu menyalahkanku
setelah mengkhianatiku?
Bukan hanya kamu yang dikhianati.
Kamu juga mengkhianatiku.
Jika kamu tahu mereka menikah,
seharusnya bilang kepadaku.
Kamu seharusnya bilang kepadaku dan menghentikan pernikahan itu.
Kamu serius?
Kamu bilang
akan menutupinya demi kebahagiaan Go Ya.
Kenapa malah mengancam dia di belakangku?
Mereka bekerja di perusahaan yang sama?
Kamu tidak ingin menceraikanku agar bisa melindungi dia?
Setelah mengatakan bahwa kamu ingin tetap bersamaku,
kamu merencanakan gugatan cerai?
Aku bahagia dengan suami dokterku. Kenapa kamu harus menggodaku?
Seharusnya aku yang bilang begitu.
Aku bahagia bersama istri dan anak-anakku.
Kenapa kamu harus merayuku?
Tidak ingat pengorbananku demi bisa bersamamu?
Mulai dari kakakku dan Ji Seok,
sampai suami dokterku, aku harus membuang segalanya.
- Astaga. - Aku pun begitu!
Aku bahkan harus meninggalkan putraku yang belum lahir.
Jika tidak ada kamu, suami Kak Sa Ra tidak akan tewas.
Kamu yang membuat dia membenciku.
Jika tidak ada kamu,
Yang Sook tidak akan terkena strok
dan putraku tidak akan sakit!
Ini semua salahmu!
Sejak bertemu denganmu, tidak ada yang berjalan lancar.
Hidupku juga hancur sejak bertemu denganmu!
Baiklah.
Mari akhiri hari ini.
Tentu saja.
Hei, hentikan!
Hidungku.
- Sayang. - Kamu...
Apa yang kamu lakukan?
Ada apa denganmu?
Hidungku.
Astaga, aku membayar mahal untuk ini.
Kemari kamu.
Tae Pyung!
Kamu...
Kalian harus berbaikan.
Lihat keadaanku.
Istrimu tampak lebih parah.
Itu bukan salahku.
Dia jatuh sendiri.
Dia kehilangan kendali dan mulai memukuliku.
Aku hanya berusaha membela diri.
Diam. Panggil walimu.
Tidak ada.
Telepon putrimu yang kemari beberapa hari lalu.
Aku tidak mau dia melihatku seperti ini lagi.
- Tidak bisa. - Jika ini menjadi kasus kriminal,
semuanya akan memburuk.
Bagaimana dengan Anda, Bu?
Pukul berapa
kita berangkat besok?
Katakan kepada ibumu, kita akan menjemput mereka pukul 10.00.
Baik.
Kamu tidak takut?
Tentu saja takut.
No comments yet. Be the first to leave one.