See

See

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

See S02E04 720/1080/2160p WEB H264-PECULATE | GGEZ | GLHF | GGWP | NTb | ION10 | PHOENiX | EXPLOIT | L0L | MeGusta | PSA
A Commentary by RagnarLothbrok
Twitter >>> @RagnarLthbrok0

Tags

web
720
1080
Published on: 2021-09-17
Downloads: 67
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dewa Api pagi akhirnya muncul memberi kita sedikit kehangatan, Putri.

Selamat pagi, Yang Mulia.

Ini hari yang indah, Maghra.

Seluruh kota akan bersukacita bersamamu.

Sayang sekali Ayah tak ada di sini untuk merayakan hari pernikahanmu.

Lilac, lavender dan madu.

Kau akan menjadi pengantin yang menarik.

Biarkan saja.

Putri, kau tak boleh mengenakan perhiasan saat upacara pernikahan.

- Aku tidak akan melepas manset ini. - Ini hukum negara.

Pelayan, siapa namamu?

Harmony, Yang Mulia.

Harmony? Itu nama yang indah.

Berikan aku tanganmu, Harmony.

Harmony,

apa kau biasa memberi tahu putri apa yang boleh dan tak boleh dilakukan?

Apa kau juga akan begitu kepada ratumu?

Tidak akan, Yang Mulia.

Kalau begitu diam dan tinggalkan dia.

Tuan putri sudah bersih. Kau boleh pergi, Harmony.

Baik, Yang Mulia.

Rakyat Pennsan, dan itu berarti mereka semua,

bahkan para pelayan, harus percaya bahwa pernikahan ini sungguhan.

Jangan khawatir. Aku akan memainkan peranku.

Kau tidak sendirian dalam hal ini.

Aku sendirian. Bukan kau yang tidak setia.

Pernikahan ini akan menguntungkan kita semua.

Ketika anak-anakmu ditemukan dan dibawa ke sini,

pengaturan inilah yang akan membuat mereka tetap aman.

Beberapa orang akan terhina saat adik mereka mengabaikan mereka.

Sibeth, kau tak akan pernah bisa diam.

Tuhan tahu aku telah mencoba.

Sini.

Ingat ketika kau masih kecil, aku suka menyuci rambutmu?

Jangan berhenti.

Kumohon.

Bisa kau tetap di belakang?

Aku berjanji, tidak ada yang akan membunuhku di jalan ini.

Tentu saja, karena aku ada di sini.

Haniwa. Haniwa, tunggu ayah.

Dengar, tidak ada salahnya memiliki prajurit yang berdedikasi di sisimu.

Aku tahu aku berterima kasih untuk kau dan anak panah kau.

Aku bisa mendengarmu berpikir.

Kemarin, aku berduka untuk ibuku.

Hari ini, dia adalah seorang putri,

dan aku mengingat kembali setiap momen masa kecilku,

bertanya-tanya apa yang benar dan masih tetap benar sampai sekarang.

Kita akan segera tahu, Sayang.

Tapi tidak cukup cepat.

Kau tahu, aku bukan ancaman bagimu.

Kau salah mengira rasa benciku sebagai rasa takut.

Toadan padaku, Jenderal Pemburu Penyihir, berapa banyak nyawa yang telah kau ambil?

Cukup untuk mengutuk jiwaku berkali-kali.

Tapi, kau akan membunuh ratu yang selama ini kau layani.

Tak akan ada cukup kutukan untukmu.

Kurasa tidak.

- Apa Ayah baik-baik saja? - Ya, ayah baik-baik saja.

- Kita harus beristirahat semalam lagi. - Ini bukan apa-apa.

Jika kepala Ayah jatuh, Ayah akan mengambilnya dan membawanya ke Pennsa.

Tidak. Ayah akan memintamu untuk membawanya.

Aduh.

Para prajurit pemberani ini mati

saat mencoba menghentikan si pembunuh, Baba Voss, yang kabur dari Trivantes.

Mereka mati sebagai pahlawan, dan dendam mereka akan dibalaskan.

Seorang prajurit republik yang gagah berani akan dikenang selamanya.

Putra suci Trivantes, sekarang bersatu dengan kita.

Rendayo. Anakku.

Nyonya Orrie.

Rendayo adalah seorang patriot dan pahlawan.

Aku sangat mengaguminya seolah-olah dia adalah anakku sendiri.

Mereka yang membunuhnya akan menderita. Kau bisa pegang perkataanku.

Kau punya berita untukku?

Ya, Jenderal Voss. Seorang Pemburu Penyihir mencari suaka.

Seorang Pemburu Penyihir.

Jika benar, ini akan menjadi pertama kalinya

salah satu prajurit Tamacti Jun melanggar.

Apa yang dia tawarkan?

Dia bersikeras hanya akan berbicara denganmu.

Kemungkinan besar dia akan menyesalinya.

Bawa dia padaku.

Ayo.

Aku Komandan Jenderal Edo Voss, dan kudengar kau ingin berbicara denganku.

Ya, Pak.

Kau adalah Pemburu Penyihir ratu pertama yang kutemui

yang belum tertusuk pedangku.

Aku punya informasi yang kau mau, Pak.

Kenapa aku harus percaya pada tentara yang menkhianati kerajaannya?

Kerajaanku bukan lagi kerajaan yang ingin kubela sesuai sumpahku.

Kenapa?

Aku bersumpah untuk melindungi kerajaan Payan

dari kejahatan sihir dan karena itu...

Aku tahu seperti apa Pemburu Penyihir.

Termasuk mereka yang dapat melihat atau ingin penglihatan kembali.

Dan sekarang, ratumu memutuskan bahwa mereka yang dapat melihat

bukanlah penyihir.

Ya, Pak.

Bahkan, dia juga mengaku sedang mengandung anak yang dapat melihat.

Ya, Pak.

Kau meninggalkan tentaramu dan menghadapi kematian dengan datang ke sini

untuk memberitahuku hal yang dilaporkan mata-mataku beberapa hari lalu?

- Potong kakinya dan jual dia. - Tidak.

- Ayo. - Pak.

- Komandan Voss, ada yang lain. - Berhenti!

Yang lain?

Anaknya bukan anak pertama yang dapat melihat dalam keluarga kerajaan Payan.

Ada dua, sudah dewasa.

Anak-anak yang sudah dewasa ini…

apa salah satunya anak perempuan bernama Haniwa?

Ya.

Jadi, ini Pensa?

Ya.

Apa selalu sepi seperti ini?

Tidak pernah.

Ada yang salah.

Ada tentara di depan.

Tetap di sini dan jangan katakan apa-apa.

- Haruskah kita khawatir? - Bukan kita, kau.

- Ini akan sulit. - Kenapa? Bukankah ibuku di sini?

- Dia di sini. - Jadi, apa masalahnya?

Masalahnya adalah...

dia akan menikah hari ini.

Baba, cintaku…

Maafkan aku.

Ibu?

Ibu!

Kofun?

Ibu. Ibu! Ibu!

Kau masih hidup.

Sayangku.

Ibu mencarimu setiap hari sejak kita berpisah.

Ibu tak pernah berhenti mencari.

Ibu, orang-orang bilang ibu akan menikah hari ini.

Itu tidak benar, 'kan?

Ibu akan menjelaskan semuanya.

Di mana ayahmu? Dan Haniwa?

Ayah pergi ke Trivantes untuk menyelamatkan Haniwa.

Trivantes?

Putri Maghra, sudah waktunya.

Tunggu. Kenapa Trivantes?

- Apa yang terjadi dengan Jerlamarel? - Bagaimana ibu bisa menikah hari ini?

Lord Harlan menunggu, dan sang ratu semakin tak sabar.

- Aku datang. - Siapa Lord Harlan?

Ibu akan menjelaskan semuanya nanti. Ibu harus pergi, Kofun.

- Ibu hanya ingin kau percaya pada ibu. - Ibu tak bisa melakukan ini.

Ibu tidak bisa menghentikan ini.

Ayahmu akan mengerti.

Dia tak akan mengerti kenapa istrinya yang sudah mati menikahi orang lain.

- Kofun... - Berhenti menyebut namaku

dan lakukan sesuatu!

Aku tidak tahu apa yang terjadi, Ibu, tapi Ibu tak bisa melakukan ini.

Diam!

Ibu masih seperti yang kau kenal, dan kau masih anak ibu.

Tapi keadaan telah berubah.

Ibu melakukan semua ini untukmu dan kita semua.

Jadi, kau tetaplah di sini. Tetaplah di sini di kamar ibu,

dan jangan berbicara kepada siapa pun.

Kita akan bicara setelah semua ini selesai. Ibu berjanji.

- Ibu berjanji. - Jangan lakukan ini.

- Jangan lakukan ini. - Ibu harus melakukannya.

Aku punya banyak pertanyaan.

Baiklah, itu sudah cukup.

- Ayah hanya butuh waktu. - Paris?

Paris.

Aku merasakan demam melalui pakaianmu.

- Ini tidak akan membunuhku. - Kau butuh penyembuh.

Kita akan menemukannya di Pennsa.

Baba, kau akan mati begitu kita tiba di sana.

Kita berada di Lakelands sekarang, tidak jauh dari Valier.

Mereka akan menawarkan kita perlindungan dan penyembuh.

Papa?

Kumohon.

Baiklah, Sayang.

Aku tak bisa menemanimu ke wilayah Valier.

Itulah tujuan kita.

Pahamilah, suku-suku tersembunyi tidak tersembunyi bagiku.

Valier sangat menderita di tanganku.

Bersembunyi dan berkemahlah di dekat sana. Kami akan mencarimu setelah itu.

Atau tidak.

Tuhan kami, di luar nyala api-Mu di atas…

izinkankan kehendakmu terlaksana pada hari istimewa ini

pada ikatan suci ini.

Berikan bimbingan, jalan yang jelas, kutuk mereka yang melawan kami

dan biarkan mereka terbakar di dalam api dan asap kau.

Karena milik-Mu adalah kegelapan, kekuatan, dan kemuliaan.

Selama-lamanya.

Putri Maghra dan Lord Harlan…

kalian melakukan ikatan suci ini dihiasi dengan kemegahan yang harum.

Kalian telah mengucapkan janji komitmen kalian kepada satu sama lain

dengan penyatuan tubuh dan jiwa di hadapan Tuhan.

Dengan restu yang Tuhan berikan kepadaku, kalian dapat mengesahkan ikatan kalian.

Terima kasih, kau juga.

Putri Maghra.

- Istri Harlan adalah kakakku. - Maghra, kau ingat adikku.

- Terima kasih. - Kerrigan. Aku mengganti popokmu.

Untungnya aku punya orang untuk melakukan itu sekarang.

Terima kasih.

Terima kasih banyak.

Aku menyesal. Maaf.

Baiklah. Pergilah.

- Apa kita sudah dekat? - Ya.

More Indonesian subtitles for See

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left