The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Maaf.
Mi Ryung.
Ibu, siapa wanita itu?
"Episode 58"
Ada apa denganmu?
Siapa kamu? Kenapa kamu seperti ini?
Maafkan aku.
Mi Ryung, ada apa?
Kamu mengenal Ji Sup?
Apa? Tidak.
Tidak, tentu saja tidak.
Kamu bilang suamimu sudah meninggal.
Setelah tahu dia masih hidup,
aku menjadi emosional.
Ada apa denganku?
Aku selalu seperti ini. Maafkan aku.
Tapi bagaimana kamu mengetahui tempat tinggalnya?
Hae Rim memberitahuku.
Dia bilang kamu menemukan suamimu,
jadi, aku ingin melihatnya.
Ada apa denganku? Kamu tahu,
terkadang orang merasa emosional.
Sungguh?
- Terima kasih. - Ya.
Maafkan aku. Aku dan Suh Ra
cukup dekat.
Aku memahami perasaannya, jadi, aku amat emosional.
Kamu tidak marah, bukan?
Tidak apa-apa. Jangan khawatir.
Baiklah, aku permisi.
Sekali lagi, maafkan aku.
Siapa...
Temanku.
Jae Wook yang malang.
Bagaimana ini bisa terjadi? Ini gila.
Bisa-bisanya dia tidak mengenaliku.
Teganya dia.
Kenapa?
Seharusnya kamu mendengarkanku.
Kenapa bersikeras ingin menemuinya dan membuat dirimu menderita?
- Hai, Ayah. - Di mana Mi Ryung?
Cari dia dan bawa dia pulang sekarang.
Baik, kami akan ke sana sekarang.
Kenapa aku harus menderita begini?
Kenapa?
Ya, kami menuju ke sana.
Kami berangkat beberapa menit lalu.
Ya, sampai jumpa di sana.
Kamu bilang ibuku perawat di sana.
Kita sungguh harus ke sana?
Aku tidak bisa membujuk ibumu.
- Ayo. - Baiklah.
Kamu harus menyiapkan produkmu dengan telaten.
Jika tidak, Perusahaan Baekdo dan aku
akan terkena masalah besar.
Kamu mengenalku, bukan?
Jangan khawatir.
Setelah produknya diantarkan, pimpinan kami
akan langsung mendonasikan 20.000 dolar
untuk yayasan beasiswa Anggota Majelis Jin Kook Hyun.
Lelucon seperti itu tidak menghiburku.
- Apa? - Kamu tahu
besarnya keuntungan Baekdo setelah menjadi pemasok kami.
Memberikan apresiasi sekadarnya
kepada seseorang yang mempertaruhkan pekerjaannya sepertiku
amatlah tidak sopan, bukan?
Tentu saja tidak.
Seperti yang kamu tahu, aku amat menghargainya.
Memang tidak banyak, tapi ini untukmu.
Tampaknya kamu amat bersyukur.
Kamu harus membantu Baekdo
untuk mendampingimu dalam perjalanan ini.
Maka akan kuserahkan semuanya kepadamu.
Aku permisi.
Bukankah Pak Yoon direktur utama Baekdo?
Kenapa dia di sini?
Kami mendiskusikan masalah pengiriman.
Sungguh?
Sebenarnya, itulah alasanku kemari.
Apa ini?
Evaluasi Perusahaan Baekdo.
Kualitas produk dan kredibilitas mereka yang terendah.
Bagaimana mereka bisa terpilih menjadi pemasok kita?
Jika kamu mempertimbangkan data tahun lalu,
aku memahami kekhawatiranmu.
Tapi tahun ini berbeda.
Kami membuat keputusan ini dengan mempertimbangkan masa depan.
- Itu tidak pantas... - Aku yang membuat keputusan.
Aku punya wewenang untuk memutuskan
dan akan bertanggung jawab atas keputusan itu.
Kamu tidak diberi wewenang untuk bertindak ceroboh.
Untuk Pangan Gangin...
Tidak. Keputusan harus diubah demi kebaikan Pangan Gangin.
Tinjau dengan bijak.
Sedang apa kamu di sini?
Halo. Kudengar ibu mertuaku
adalah perawat Pimpinan.
Pimpinan mengundang kami untuk makan malam.
Itu sebabnya kami kemari.
Halo.
Dia mengundangmu untuk makan malam?
Kamu tamu kami?
Ya, benar.
Ini menantu dan cucuku.
Pimpinan terus mencerewetiku
untuk memperkenalkan mereka.
Aku sudah tidak tahan, jadi, kusuruh mereka datang.
Tapi Ji Sup belum datang?
Dia membeli buah karena tidak enak jika tidak membawa apa-apa.
Begitu, ya. Mungkin sebentar lagi dia datang.
Duduklah.
Duduk.
Ada apa ini? Kamu tahu Jae Wook akan datang?
Maafkan aku.
Aku tidak bisa menghentikan mereka.
Hentikan dia.
Ayah mertuaku tidak boleh melihatnya.
Usahakan segala hal untuk menghentikan Jae Wook.
Ya, seperti permintaanmu, aku memilih buah yang segar.
Aku hampir tiba. Tunggu sebentar.
Maaf.
Apa-apaan? Yang benar saja.
Kamu menabrak seseorang. Pikirmu permintaan maaf saja cukup?
Aku sudah meminta maaf.
Mari kita luruskan.
Kamu yang menabrakku.
Seharusnya kamu berlutut memohon maaf.
Beraninya kamu menyalahkanku!
Kenapa kamu...
Putramu belum datang?
Entahlah.
- Seharusnya dia sudah tiba. - Nomor yang Anda tuju...
Ada apa? Hubungi dia.
Aku tidak bisa menghubunginya.
Nomor yang Anda tuju...
Aku akan mencarinya.
Ya, silakan.
Kudengar dia juga amnesia.
Lebih sulit menemui putramu daripada raja.
Cucumu pasti lapar.
Ji Sup. Kamu di mana?
Ji Sup?
Ji Sup.
Maafkan aku.
Buahnya hancur.
Wajahmu kenapa?
Seseorang memukulmu?
Seorang pria menginjak-injak buahku.
Aku marah dan memukulnya,
lalu dia menghajarku seperti ini.
Tidak apa-apa.
Aku harus ke sana?
Kurasa sebaiknya aku tidak ke sana dengan keadaan begini.
Ya, tidak usah ke sana.
Kita bisa meminta Ibu mengantar Hae Sol pulang.
Mari pulang saja.
- Kamu bisa berjalan? - Ya.
- Kamu akan pulang larut? - Kurasa tidak.
Aku akan menemui Ayah sebentar, lalu pulang.
Baiklah, hati-hati di jalan.
Tampaknya parah.
Apakah sakit?
- Tidak apa-apa. - Akan kuobati di rumah.
Aku tidak memerlukan apa pun.
Biar kulihat.
Kamu tidak boleh keluar rumah untuk sementara.
Apa?
Ayah ingin mengusirmu atas perbuatanmu itu,
tapi ayah sabar karena tidak bisa melakukan itu.
Diamlah di rumah dan jaga sikapmu.
- Tidak bisa. - Apa?
Ayah ingin mengurungku lagi.
Tidak mau.
Tidak ada yang bisa mengurungku lagi.
Aku tidak akan membiarkannya!
Apa maksudmu?
Siapa yang mengurungmu?
Apa maksudmu mengurung? Jaga ucapanku kepada Ayah.
Berhenti berpura-pura! Kamu membuatku muak!
Cukup!
Hae Rim! Apa-apaan kamu?
Kenapa kamu menampar Yuh Rim?
Aku memberi adikku pelajaran. Dia tidak sopan.
Apakah aku salah?
Aku akan ke kamarku.
Maaf, tapi aku tidak bisa membiarkan dia
bersikap seperti itu lagi.
Kita hidup terpisah selama 24 tahun.
Kamu tidak bisa bersikap baik kepadanya?
Jangan hanya meneriakinya!
Bagaimana denganmu?
Kamu menyakiti perasaan Hae Rim selama 24 tahun.
Kamu tidak bisa bersikap baik kepadanya?
Meskipun diadopsi,
dia telah menjadi putri kita selama 30 tahun.
- Apa? - Hentikan saat aku masih baik.
Itu yang ingin kukatakan kepadamu.
Bujuk ayahmu agar aku boleh keluar.
No comments yet. Be the first to leave one.