The first 200 lines.
Episode 17
Aigoo, kalian sudah pulang?
Ya.
Oh, kamu kembali dari pernikahan?
Ya.
Aku minta maaf karena tidak mengundangmu.
Saat aku punya waktu, aku akan membawa kue beras..
dan iga babi.
Lakukan saja. Kami senang karena tidak perlu membayar uang pernikahan.
Silahkan masuk.
Ini sebabnya kita seharusnya mengundang beberapa orang pasar.
Apa maksudnya mengundang beberapa orang? Akan aneh kalau mengundang yang satu dan tidak mengundang lainnya.
Ini tidak seperti kita menikahkan dia diam-diam.
Aiyoo, kepalaku sakit.
Berapa banyak mereka akan bergosip tentang kita di belakang?
Jangan khawatir. Orang-orang seperti itu.
Meski mengundang pun, mereka akan tetap bergosip tentang kita.
"Pengantin wanitanya begini, ibu mertuanya begitu dan makanannya begini."
Tumben pintar sekali kamu.
Aku putrimu.
Ibu mertua, aku harus pergi membuka toko.
Baiklah.
Paman, masuk ke dalam dan istirahatlah.
Selamat bekerja.
Apa mau kubawakan pakaian untukmu berganti?
Aku akan berterima kasih, jika kamu melakukannya.
- Aku akan bergegas. - Oke.
Permisi.
Aku minta maaf, tetapi siapa kamu?
Apakah kamu tahu aku?
Mari kita bicara sebentar.
Aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan kepadamu.
Aku memiliki sesuatu untuk dikatakan padamu.
Aku minta maaf, tapi aku tidak ingin mendengarkanmu.
Seo Wool.
Oho!
Siapa yang menyuruhmu memanggil aku dengan namaku?
Siapa yang bilang kamu bisa menyentuhku?
Aku bukan seseorang yang kamu dapat panggil atau sentuh begitu mudah.
Lalu kenapa kamu mengikutiku ke pernikahan?
Mengapa kamu bahkan mengambil foto pernikahan?
Ayah mertua meminta aku untuk itu. Kenapa?
Ayah mertua mengatakan untuk mengambil foto keluarga juga. Apakah kamu marah?
Siapa bilang begitu?
Kamu selalu salah menafsirkan perkataanku.
Lupakan saja.
Aku tidak ingin berbicara denganmu untuk waktu yang lama, jadi bisakah kamu minggir?
Kamu tidak akan minggir?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu masih demam.
Apakah benar baik-baik saja tidak pergi ke rumah sakit?
Untuk apa kucing mengkhawatirkan tikus? Tidak perlu! Itu tidak pantas.
Kamu tidak perlu khawatir tentang apa-apa.
^_^ LeeLeeAndo ^_^
Aduh lelahnya.
Bagaimana orang dulu bisa memakai hanboks dan hidup setiap hari?
Ibu, aku akan keluar.
Baik.
Untuk makan malam aku akan membawakan ayam jadi tidak usah memasak. Ibu kan lelah.
Benarkah?
Jadi malam ini kita akan makan ayam?
Mari lakukan itu. Aku pergi.
Baiklah.
Tetapi...
kupikir Oppa lebih suka makan nasi.
Oppa, anak-anak mengatakan kita akan makan ayam goreng untuk makan malam apa kamu juga mau?
Kemana dia pergi?
^_^ LeeLeeAndo ^_^
Ayah! Ayah!
Aku pertama. Aku di peringkat pertama dari seluruh sekolah!
Aigo, kamu melakukannya dengan baik, anakku. Kamu cerdas.
Aku akan tumbuh dan menjadi dokter.
Aku akan menyembuhkan segala sesuatu jika kamu sakit.
Oke. Oke. Anakku.
Ini adalah meja baru.
Aku khawatir tentang caramu belajar.
Sekarang kamu dapat duduk dengan nyaman dan belajar.
Terima kasih, ayah. Terima kasih.
Terima kasih.
Ayah, aku masuk ke sekolah kedokteran.
Kamu melakukannya dengan baik, anakku.
Ada seorang dokter di keluarga Cha, ya?
Sepertinya itu baru beberapa hari yang lalu.
Waktu berlalu begitu cepat.
Begitu cepat.
Apa yang kamu lakukan disana sendirian?
Hah?
Hanya...
Apakah terasa seperti kamu kehilangan sesuatu dan kamu merasa kosong?
Ya, rasanya seperti itu.
Anak-anak akan makan ayam goreng untuk makan malam. Kalau kamu tidak mau makan ayam, aku akan memasak.
Tidak perlu melakukan itu. Mari kita makan ayam.
Kamu lelah, jadi mari kita lakukan itu.
Baiklah kalau begitu.
Berhenti berpikir tentang masa lalu dan turunlah.
Kamu menjadi seperti ini membuatku khawatir.
Baiklah, aku paham.
Aku akan turun sebentar lagi.
^_^ LeeLeeAndo ^_^
Oh, Ketua Sekretaris Cha, selamat datang.
Mohon maaf. Saya mengantar adik ke bandara jadi sedikit terlambat.
Maaf untuk meneleponmu seperti ini.
Namun sangat disayangkan karena aku punya janji dengan Nyonya Baek.
Itu karena aku tidak terlalu nyaman berada bersamannya, Kepala Sekretaris Cha.
Ya. Saya tidak masalah.
Ini sudah waktunya. Mari kita masuk.
Mari kita lakukan itu.
Kepala Sekretaris Cha, kamu juga datang bersama-sama dengan dia?
Ya, bu.
Bukankah kamu bilang kamu harus menghadiri pernikahan adikmu?
Aku meneleponnya karena kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.
Bagaimana ya? Jika Kepala Sekretaris disini, aku merasa sedikit tidak nyaman.
Jangan khawatir. Saya akan pergi duduk di meja yang berbeda.
Kepala Sekretaris Cha.
Anda memiliki satu jam sampai waktu rapat, Direktur Moon.
Tidak akan ada masalah selama anda selesai pada saat itu.
Rapat?
Anda memiliki rapat darurat dengan Tim PR, anda tidak ingat?
Oh...benar.
Sepertinya aku lupa itu.
Nyonya Baek, aku datang.
Oh, halo.
Aku bilang akan berada disini lebih awal, tapi aku sedikit terlambat.
Orang ini...
Ya, benar. Dia adalah Direktur Moon Tae Joo.
Aku mengerti.
Kamu mirip dengan Ketua Moon dan terlihat sangat tampan.
Sapa dia, Tae Joo. Ini adalah istri ketua Perusahaan Boyeon.
Halo.
Tapi kenapa tiba-tiba..?
Halo, aku disini.
Kami datang secara terpisah.
Karena dia mampir dulu ke suatu tempat.
Oh begitu. Halo, Seo Jung.
Halo, Ajumma.
Halo, Sunbae. Lama tidak bertemu.
Oh, aku bertanya-tanya siapa anda. Apakah saya benar, anda Yoon Seo Jung?
Kalian berdua saling mengenal?
Oh, ketika aku masih kuliah, dia adalah mahasiswa pindahan.
Kami masuk bersama-sama selama sekitar satu tahun.
Ya, saya pikir begitu.
Oh, orang ini adalah sekretarisnya.
Mereka datang bersama-sama karena mereka memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.
Bisakah kamu memberi kami waktu pribadi, Sekretaris Cha?
Oh, ya. Kalau begitu selamat menikmati waktu anda.
Ini benar-benar sudah lama, Sunbae.
Kamu telah menjadi lebih tampan.
Yah.
Seo Wool.
Apa kabarmu baik, Presiden?
Kudengar kamu pergi ke rumah sakit karena sakit.
Apakah kamu lebih baik?
Apakah kamu akan bekerja mulai hari ini?
Aku datang kesini karena aku harus memastikan dua hal denganmu, Presiden.
Aku bertaruh kamu mungkin sudah mendengar ceritanya dari Dal Bong.
Ya, sedikit.
Pertama,
aku ingin tahu mengapa kamu bercanda tentang hal itu?
Kamu ingin jawaban jujurku?
Ya.
Tolong jawab aku dengan jujur.
Jika aku harus jujur,
aku tidak ingat mengapa aku melakukan itu.
Kanapa aku bercanda tentang hal itu...
Tidak peduli berapa banyak aku memikirkannya,
aku tidak tahu alasannya.
"Menyangkal kebenaran."
Apakah aku bisa menganggapnya sebagai itu?
Aku ingat saat aku 14.
Ibu dan ayahku bercerai.
Aku tidak merasa seperti hidup.
Aku tidak punya kemauan untuk hidup. Dan mulai memberontak.
Jadi untuk apa aku membuat janji seperti itu?
Kalau begitu janji itu..
adalah lelucon, kan?
Jujur, aku tidak ingat itu.
Apakah waktu itu aku tulus.
Kalau demikian, anggap janji itu tidak pernah terjadi,
apakah bisa kita katakan seperti itu?
Aku tidak ingat masa lalu tentang janji 12 tahun,
tapi aku tahu perasaanku sekarang.
Sekarang, aku ingin hubungan yang baik denganmu.
Itu sudah cukup.
Selama 12 tahun kamu menipuku dan sekarang kamu ingin menjadi baik untukku,
kamu pikir aku akan percaya itu?
Aku tertipu sekali, kamu pikir aku akan melakukannya lagi?
Jika aku berkeinginan untuk menepati janji itu,
bukankah berarti janji itu masih berlaku?
Bagaimanapun, janji itu adalah lelucon.
Jika kamu pergi seperti ini, maka semuanya berakhir.
Apa kamu ingin mengakhirinya?
Lalu apa lagi yang bisa dilakukan?
Karena kamu, aku tidak bisa tidur atau minum air.
Aku merasa bersalah kepadamu!
Aku merasa gila atas janji yang aku buat 12 tahun yang lalu.
Karena aku menyukaimu! Karena aku ingin disampingmu!
Itulah mengapa aku pikir aku akan gila.
Apakah kamu mengerti?
Hei, adik ipar.
Apa yang kamu lakukan disana?
No comments yet. Be the first to leave one.