The first 200 lines.
~ Night, Birds Scream ~ Sub indo oleh ch4nk-san
Mohon bantuannya!
Aku sudah keluarkan barang-barangku.
Makasih, maaf merepotkan, ya!
Baiklah!
Mau kubawakan itu?
Makasih!
Ini juga?
Kamu kuat juga!
Haruskah aku pergi menyapa tetangga?
Tidak usah.
Aku sudah beritahu mereka.
Kamu gak punya gorden lain?
Ya.
Cahaya gak bisa masuk terlalu banyak.
Tapi aku bisa memasang gorden lain yang kubawa, kan?
Lakukan sesukamu!
Ini tempat tinggalmu, kan?
Makasih banyak, ya.
Setelah menemukan tempat, kami akan langsung pergi!
Tak masalah kalo kalian mau tinggal di sini!
Tidak...
Aku tak mau dia pindah sekolah, jadi pilihanku terbatas.
Tapi, ini gak akan lama kok!
Tak perlu buru-buru!
Rumah prefab ternyata sangat menenangkan.
Makasih!
Ah, aku akan pake kulkas dan kamar mandinya.
Gunakanlah sesukamu!
Kamu tak perlu bunyikan bel atau ketuk pintunya.
Boleh aku makan lagi?
Kamu sudah makan banyak, kan?
Kamu nanti gak bisa makan malam loh...
Mama juga sudah makan banyak!
Bener banget tuh...
Mama curang ya...
Sekarang kamu juga sama.
Ya sudah, makanlah!
Apa-apaan warnanya itu?
Apa?
Tidak ada orang yang menggantung gorden berwarna di rumahnya!
Kurasa tak begitu juga.
Hijau itu warna yang menenangkan loh...
Itu membuat kepalaku pusing!
Masih lebih baik daripada gorden yang berjamur itu, kan?
Aku juga dikasi orang, jadi gak usah mengeluh.
Siapa yang memberikanmu?
Manajer toko.
Kenapa?
Dia membelinya, tapi ukurannya tidak pas.
Sudah kubilang...
Kenapa dia memberikannya padamu?
Kamu mulai lagi...
Kau bilang apa tadi?
Hei...
Kenapa manajer toko itu memberimu gorden?
Hei!?
Karena Pak manajer mau tidur denganku.
Kau mau dengar aku bilang gitu, kan?
Heh?
Tunggu!
Aku masuk ya...
Ngagetin aja...
Aku cuman mau mengambil bir.
Aku akan pergi sekarang.
Mau minum?
Aku mungkin mau segelas juga.
Makasih.
Gimana dengan Akira?
Dia sudah tidur.
Kamu masih menulis novelmu?
Ya.
Ceritanya seperti apa?
Ceritanya tentang seorang pria yang cemburu.
Apa itu tentang dirimu?
Emang aku cemburu, ya?
Kalo sudah selesai, beritau aku. Nanti akan kubeli lagi.
Aku tidak yakin bisa menunjukkannya padamu.
Sepertinya pekerjaan yang berat ya...
Gimana perceraianmu?
Itu pasti berat juga, kan?
Ya...
Begitulah.
Meski masih belum selesai.
Benarkah?
Masih ada sedikit urusan yang tersisa.
Tapi...
Ini karena sudah hampir berakhir.
Aku ingin menyelesaikannya dengan benar.
Gimana dengan Ari-san?
Dia sehat?
Kurasa begitu.
Begitu ya?
Ya.
Sampai nanti.
Selamat malam.
Selamat malam.
Apa masih belum selesai?
Sekarang sudah selesai.
Maaf.
Kamu sedang apa?
Ada banyak semut di sini.
Mau kamu apakan mereka?
Menyingkirkan mereka.
Gitu ya.
Saat masih kecil, aku pernah memasukkan air ke dalam sarang semut mereka.
Airnya akan membanjiri sarangnya.
Mereka akan mati loh...
Seram sekali, ya?
Tapi, tak apa-apa.
Semut itu pintar.
Meski sarangnya kemasukan air...
...mereka tau caranya bertahan hidup.
Mana ibumu?
Dia sedang buat makan siang.
Makan siang apa hari ini, ya?
Kenapa mereka tidak mati?
Semutnya?
Ada banyak ruangan di dalam sana...
Saat airnya masuk, mereka bisa memblokir salurannya.
Keren...
Keren, ya? - Selamat siang!
Halo.
Kamu punya anak, ya?
Yah, begitulah...
Jadi makin rame disini, ya?
Akira!
Sampai nanti.
Makan siangnya sudah siap.
Baik.
Apa memang sebaiknya aku pergi menyapa mereka?
Tidak perlu.
Kamu juga tak tau harus bilang apa ke mereka, kan?
Benar juga...
Sampai nanti!
Sampai ketemu lagi.
Cepat pergilah!
Tunggu...
Ayolah, kita minum-minum lagi!
Ini masih belum terlalu larut.
Ayo pergi!
Ayo pergi minum!
Ada apa?
Pulanglah sekarang!
Baik, aku akan pulang!
Dasar...
Berisik sekali!
Hei...
Sedang apa kamu?
Aku sudah bicara dengan tuan tanahnya.
Katanya aku bisa gunakan tempat ini kalo sudah kubersihkan.
Aku akan tinggal di sini mulai hari ini.
Halo.
Sedang apa kamu?
Mau main sama-sama?
Aku akan pergi sekolah.
Biar kuantar dengan mobilku.
Enak, kan?
Ya.
Rahasiakan ini dari ibumu, ya!
Ini!
Kamu masih belum makan, kan?
Makasih.
Keliatannya enak.
Kamu sedang menulis?
Ya.
Kemajuannya agak lambat.
Kamu memberi Akira makanan tadi siang, kan?
Dia bilang mau makan hamburger.
Jangan lakukan hal itu lagi!
Entah kenapa, dia terlihat agak murung.
Dia tidak makan siang di sekolah.
Dia harus membiasakan diri, kan?
Maaf...
Maaf mengganggumu.
Tidak.
Apa itu?
Orang-orang di tempat penitipan anak sana membeli burung.
Siklus estrus nya berlangsung sepanjang malam,...
...jadi akan terdengar sangat berisik.
Begitu ya?
Ya.
Sampai nanti!
Makasih untuk ini!
Tapi...
Hanya memikirkannya saja sudah terasa luar biasa.
Berhenti!
Ibu bilang berhenti!
Akira!
Maaf, apa kami membangunkanmu?
Kami mau pergi pantai naik mobil loh...!
Soalnya kami tak bisa pergi selama libur musim panas.
Kamu masih mau tidur, kan?
Ya.
Kita pergi sama dia lain kali saja, ok?
Kita pamit dulu sama Shinichi-kun, ok?
Tidak...
Mungkin aku akan ikut juga.
Boleh aku ikut juga?
Baiklah, sekarang gilirannya Shinichi-kun.
No comments yet. Be the first to leave one.