Be Melodramatic

Be Melodramatic (멜로가 체질)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

멜로가체질 Be Melodramatic E04 NEXT VIU
멜로가체질 Be Melodramatic E04 WEB-DL VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-08-18
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Meski ini bukan karena minuman,

setidaknya setiap orang membuat satu kesalahan

yang mungkin seharusnya tidak pernah dilakukan.

Bagiku, itulah harinya.

Ya!

Satu lagi.

Astaga, nikmatnya.

Kamu tahu?

Tidak tahu. Aku tidak tahu apa-apa.

Ini kelihatan seperti

minuman sedang minum-minum.

Minuman juga perlu minuman.

Kita tidak bisa minum terus menerus.

Kamu filantropis sekali.

Kita tidak berbuat salah.

Seharusnya minuman tidak diciptakan.

Mereka menciptakan minuman, agar kita bisa terus minum-minum.

Minuman itu seperti benda haram

yang berada di antara manusia dan para dewa.

Seharusnya para dewa itu mencegah terciptanya minuman.

Manusia tidak bisa mencegah karena di luar alam kita.

Tidak ada gunanya menyalahkan orang lain.

Dunia tidak akan berubah meski kita tidak suka.

Maklumi saja dan terimalah.

Kita itu tidak berbuat salah.

Dasar filantropis.

Minumannya habis.

Ke mana perginya?

Jangan bohong.

Berbohong itu dosa.

Mengendalikan kebohongan itu

ada di dalam batas manusia. Benar, bukan?

Astaga. Aku ketahuan.

Kamu mau anggur?

Mau minol?

Bawa keduanya.

Dasar filantropis.

Ya!

Kita sudah melewati titik mati.

mungkin saat ini kita bisa mati.

Ayo tidur

agar kita tidak mati.

Baiklah.

Terima kasih atas waktunya yang menyenangkan.

Menginap sajalah. Ini sudah larut.

Tidak mau.

Semabuk apa pun aku, aku tidak bisa menginap di rumahmu.

Dasar bodoh.

Anggap saja di rumah sendiri. Menginaplah.

Ucapanmu agak

kasar.

Aku saja tidak keberatan, jadi, apa masalahnya.

Kamu takut?

Takut? Mungkin wajahku meragukan, tapi aku tentara ini cadangan.

Mengagumkan.

Negeri ini sudah punya pasukan militer.

Mereka tidak perlu pria seperti kamu menjadi cadangan.

Kalau begitu,

- menginaplah. - Baiklah, kenapa tidak?

Menginaplah.

Menginaplah. Di mana kamarnya?

- Di sana. - Tahu dari mana?

Entahlah. Rasanya familer.

- Menginaplah. - Baik.

Hari yang buruk untuk mati.

"Episode 4"

Dasar sinting.

- Orang gila. - Bedebah.

- Perempuan murahan. - Bajingan tengik.

Ya... Kurasa tidak berhasil.

Seburuk apa pun makian kita...

Kita masih tetap canggung, dan merasa tersinggung.

Bagaimana jika kita coba rayuan vulgar saja?

Tidak mau. Aku sangat andal soal itu.

Bagaimana jika kita saling menghina saja?

Kamu tahu, soal penampilan kita?

Saling menghina penampilan? Kamu tidak bisa menghina tampilanku.

Kenapa tidak? Banyak hal yang bisa kuhina darimu.

Terserah. Tanggung jawablah.

Kenapa kamu memakai kata "tanggung jawab"?

Bencana ini tidak disengaja.

- Jadi, ini bencana alam? - Kenapa cara bicaramu santai?

Kalau begitu, kamu saja yang tanggung jawab.

Baiklah. Lantas?

Ini hari pertama hubungan kita?

Baiklah.

Tentu saja.

Ini hari pertama kita.

Hari pertama? Kalian berpacaran?

Bukan. Ini hari pertama kami memiliki hubungan canggung.

- Hari ini hari kedua. - Aneh sekali.

Kenapa kalian tidak saling tanggung jawab dan berpacaran?

Untuk apa mereka berpacaran? Itu bisa terjadi saat kita mabuk.

Katamu kamu bugil. Ya ampun.

Aku juga terlalu baik untuk mengencaninya.

Baik apanya? Aku tidak setuju.

- Tidak setuju? - Sama sekali tidak.

Memang aku kenapa? Apa? Kamu juga merasa begitu?

Jika kamu mengencani Park Bo Gum mungkin lain soal.

Sangat setuju.

Biasanya, pria seperti dia kita sebut dengan orang yang siap.

Pecundang yang sudah siap.

Lalu kenapa? Memangnya aku belum siap?

Kamu bahkan tidak berfungsi baik.

Astaga, seharusnya aku membalasmu, tapi aku tidak bisa berkata-kata.

Hei, kamu tahu,

ini pertanyaan memalukan.

Kalian sudah melakukannya, bukan?

- Itu dia. - Tidak. Tidak mungkin.

Kami... Kami mabuk berat.

Astaga, joroknya.

Aku mabuk. Apanya yang jorok?

Tunggu, apa dia juga membicarakan aku dengan teman-temannya?

Tidak mungkin.

Rumor bisa beredar sangat cepat di industri pertelevisian.

Dan jabatan dia itu bagus, mungkin dia yang lebih cemas.

Benar, bukan? Dia pria yang punya semuanya.

Kamu mengakuinya di saat seperti ini?

Tidak.

Masalah seperti ini bisa saja muncul pada siapa pun juga.

Mereka menyatu sebagai pecundang. Tanpa pengecualian.

- Tidak. - Kamu gila, ya? Untuk apa?

Tunggu, kamu cerita kepada orang-orang?

Kamu gila? Untuk apa kupertaruhkan masa depanku?

Baiklah. Kita harus rahasiakan soal ini.

Kamu meneleponku selarut ini untuk menanyakan itu?

Ini agak canggung. Kita sedang canggung.

Percuma saja aku cemas.

Baiklah. Selamat malam, Sutradara Son.

- Dia bilang apa? - Entahlah.

Apa yang kamu cemaskan?

Jika kamu tidur dengannya, lantas apa masalahnya?

Tidak bisakah kamu bilang kami tidur bersebelahan saja?

Baiklah. Tapi kalian telanjang. Kalian tidur bersama dan telanjang.

Kamu selalu minum minolku, tapi kamu tidak pernah bawa sendiri.

Pulang sajalah. Baumu mirip sampah. Harga rumahku bisa turun.

Baiklah.

Tapi jujurlah.

Kalian melakukannya, bukan?

Kalian berbuat itu, bukan?

Baiklah.

Lupakan dahulu soal hubungan canggung kalian.

- Kita menonton dahulu. - Aku sudah menantikan acara ini.

Untuk apa? Kami hanya saling mencaci.

Itu sebabnya aku menantikannya.

Dua wanita berkelahi.

Memang benar, opera sabun tidak hanya ada dalam drama.

- Sudah mulai. - "Heard It in Rumors"!

Pewara baru kita, Lee So Min

sudah hadir bersama kita.

Halo, aku aktris Lee So Min.

Aku dengar gosip bahwa

syuting "Heard It in Rumors" adalah tempat yang menyenangkan.

Kamu lucu sekali.

Mulai sekarang, aku akan berusaha keras membawa banyak gosip.

Baiklah. Senang bertemu denganmu. Dan ada satu lagi di sini.

Kami memiliki satu anggota baru

yang bergabung di acara kita.

Kami sudah tahu banyak tentang kalian,

tapi mungkin ada yang belum tahu, silakan perkenalkan diri.

Dia temanku. Kami teman sekampus.

Pasti kalian sangat akrab.

- Aku sangat menyayanginya. - Aku lebih menyayangimu.

"Sayang"?

"Tugas rumah tangga istrinya"? Tugas rumah tangga bukan kewajiban wanita.

Si pria membelikan mesin cuci piring untuk istrinya saat divonis kanker?

Benar. Itulah yang kumaksud.

Kukira kalian akan saling mencaci.

Apa karena dia sangat cantik?

Hei, dia tidak cantik.

Bisa saja jika kita mabuk. Kamu juga memikirkannya.

Kalau begitu, kamu harus berhenti minum. Kamu masih suka minum?

Kenapa bilang begitu?

- Kemarin kamu mabuk berat? - Hentikanlah.

- Dasar kalamansi. - Astaga, lucu sekali.

Aku tidak percaya mereka menyunting videonya seperti itu.

Pasti sutradaranya hebat.

Inikah yang disebut suntingan kejam?

Menurutku ini suntingan demi kebaikan.

Kejam atau baik,

suntingan ini berguna untuk orang yang saling benci selama 10 tahun.

Bagus.

Segila apa pun kalian berdua.

Kalian tidak bisa lebih gila dariku.

Aku menang.

Hwang In Gook!

Belikan aku! Aku tidak mau tahu! Aku ingin kartu dinosaurus itu!

Astaga, kita tidak perlu alarm pagi di rumah ini.

Ironisnya, tidak ada yang bangun sepagi itu.

Kamu mau mengoleksi semua kartu dinosaurus?

Mana mungkin bisa beli semua? Kita bukan orang kaya.

Tidak semua yang kamu inginkan itu bisa kamu dapatkan!

Kamu mau membuat ibu makin menderita hanya gara-gara kartu?

Jika kamu injak kartu dinosaurus, kartu itu menjadi dinosaurus.

Tapi jika ibu tidak membayar kartu kredit, ibu bisa dipenjara.

Dan ibu tidak akan bisa membesarkan kamu lagi.

Kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita mau.

Ayah pun aku tidak punya!

Melihat anak tumbuh secepat itu ternyata mengerikan.

Ibu tidak perlu mengantarku lagi.

More Indonesian subtitles for Be Melodramatic

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left