The first 200 lines.
Red, kita harus pergi.
Tidak tanpa Marvin.
Saat ini, ada enam polisi di sini.
Lima menit ke depan, tiga kali lipat.
Kita harus temukan dia.
Dembe, Gerard terlihat?
Maaf, Harold.
Marvin sudah pergi.
Bagaimana?
Kita mungkin tak tahu di mana dia,
tetapi kita bisa cari tahu tujuannya.
Lihat. Menurut catatan,
tiga jet pribadi dijadwalkan berangkat dari bandara itu.
Informasi atas itu?
Dua jet perusahaan, satu untuk asuransi, satu dana lindung nilai,
dan keduanya rutin bolak-balik dari dan ke Culpeper.
Namun, yang ini dimiliki semacam perusahaan cangkang
berbasis di Filipina.
Dijadwalkan mendarat dan berangkat 30 menit sejak Marvin tiba.
Ke mana tujuannya?
Aerodromo Rizal,
lapangan terbang sekitar 40 menit di luar Camaguey, Kuba.
Jika itu pesawat Marvin, pasti di sini.
Tak ada izin lepas landas setelah evakuasi.
Tidak, karena tak pernah mendarat.
Pesawat itu dekati Culpeper saat peringatan diumumkan.
Pemandu udara mengalihkan.
Itu dialihkan?
Ke lapangan terbang pribadi lain 48 km ke utara.
- Pasti Marvin ke sana. - Aku pergi. Kirim lokasinya.
Agen Ressler di udara. Akan kuhubungi dia.
Entah bagaimana itu terjadi,
tetapi Fisker tak di sana dan Reddington menunggu.
Cari tahu di mana dia.
Aku akan di Camaguey besok pagi.
Aku ingin kita segera mengudara. Tinggalkan botolnya.
- Pak? - Bisa tunggu lepas landas?
Agen federal memasuki terminal.
- Mereka tahu kita di sini. - Bagaimana?
FBI. Tunjukkan tanganmu.
- Ada apa ini? - Kau pasti tahu.
Atau kau tak akan jaga pintu.
Pesawat ini dilarang terbang.
FBI. Siapa lagi di pesawat?
Apa? Apa yang terjadi?
Siapa lagi di pesawat?
Tak ada. Kami sedang bersiap. Penumpang kami belum tiba.
Marvin Gerard, di mana dia?
Aku tak tahu siapa itu.
Kau akan diinterogasi. Semuanya turun.
Kami tunggu di gerbang sampai dia tiba. Matikan mesin. Tutup pintu.
Halo, Marvin.
Maaf kami tangkap dia dahulu.
Bukan begitu. Aku menangkap dia dan kau mengambilnya.
Aku pasti akan bertindak serupa.
Sulit diterima, tetapi memang harus begini.
Harus ada yang bertanggung jawab.
Jika bukan Marvin, Kehakiman mengincar Harold.
Bukan tak sulit diterima. Tapi tak bisa.
Dia milikku untuk kutangani.
Kau mau bunuh dia, meski berarti aku dipenjara.
Aku tak melihat kedua hasil itu tak bisa dihindari.
Namun, mari perjelas, Harold.
Kau sudah memutuskan.
Dengan setiap kejahatanmu,
dengan setiap hari kau biarkan berlalu tanpa menemuiku.
Kini kau tak berhak membahayakanku
karena kau ceroboh mengabaikan.
Abaikan apa?
Abaikan apa?
Obrolan itu bisa dimulai dan diakhiri dengan Agnes saja.
Elizabeth percayakan putrinya kepadamu,
kau menerimanya,
- berjanji lindungi dia. - Benar!
- Cukup. - Aku ingin katakan ini.
Aku tak bisa bela kesalahanku kecuali berkata aku pelakunya karena satu alasan.
Menjauhi penjara.
Mencegah gadis itu kehilangan orang tua lagi.
Kau membuat kekacauan lebih besar dari yang kalian sadari.
Pria itu pengacaraku.
Kau tahu harus betapa pintarnya kau
untuk mengisi posisi itu?
Biasanya, aku akan biarkan salah satu orangku menanyaimu, Marvin.
Aku ingin melakukannya sendiri.
Sepertinya aku takkan diinterogasi.
Sepertinya kau berniat menyombong
atau melampiaskan.
Aku tak menyombong, Marvin.
Jujur, aku kehilangan.
Kehilangan Elizabeth,
kebrutalannya, terutama datang darimu,
membuatku takjub.
Namun, kau benar, aku akan puas
melihatmu dikurung.
- Kau coba menghancurkanku. - Aku tak akan dipenjarakan.
Jika belum sadar, kau akan segera menyadarinya.
Kau salah. Tak akan ada kesepakatan, Marvin.
Kami tak butuh kerja samamu. Ada Raymond.
- Dia bisa beri tahu yang kau tahu. - Bisa, tapi dia tak mau.
Kau boneka.
Pemerintah federal melihat satu persen organisasi Reddington,
satu persen yang dia izinkan dilihat.
Sisanya,
ruang lingkup penuh dari yang kami bangun bersama,
adalah mahakarya kriminal,
dan orang seperti kau, dengan hormat,
tak punya bakat untuk memahaminya.
Namun, biar kutebak.
Kau akan memberitahuku agar hukumanmu dikurangi di penjara?
Aku tak berencana mengatakan apa pun.
Karena kau bawahan.
Aku tak bicara denganmu.
Aku bicara…
pada wanita itu.
Halo, Cynthia.
Kau pikir dia mendengarkan setelah tindakanmu pada Liz? Juga kepadaku?
Ya, Harold.
Sungguh.
Tenang, Carolyn.
Kita bergerak. Chuck.
Gedung pengadilan? Dari semua tempat kita bertemu.
Aku tahu risikonya.
Fakta aku menerimanya seharusnya jadi indikasi yang kau butuh
- tentang urgensi hal ini. - Aku bicara dengan ayahku.
- Bagaimana Alfred? - Hidup dan cukup senang,
mengingat prostatnya seukuran jeruk bali.
- Aku turut prihatin. - Usianya 83.
Kau bisa bunuh dia di usia 63, dia tahu waktunya tak lama.
Senang tak aku lakukan.
Mengapa tidak? Dia tak pernah suka membicarakan perjanjianmu.
Terdengar seperti Alfred. Aku berbuat lebih buruk pada yang lain
karena mencuri sebagian kecil yang dia gelapkan dari organisasiku.
Mengapa tak kubunuh?
Kau.
Saat aku tahu dia hanya mencuri
agar bisa membantu anak tunggalnya membayar sekolah hukum…
Kau melihat peluang.
Aku tak tahu tentang itu.
Mudah untuk meramal saat sudah tua dan melihat ke belakang.
Saat itu, aku hanya menyukai ayahmu
dan memutuskan menyebutnya investasi masa depan.
Masa depanku?
Terasa aneh mengetahui
pendidikan hukumku dibiayai penjahat.
Tak terlalu buruk, Carolyn.
Aku mungkin penjahat, tetapi aku juga paling dicari.
Senang rasanya diinginkan.
Jadi, inikah?
Pembayaran kembalinya?
Kau menagih bantuan yang dijanjikan ayahku
sebagai ganti nyawanya?
Menjadi orang tua itu luar biasa.
Ketidakegoisan dalam hal itu.
Ayahmu pertaruhkan segalanya untuk membantumu.
Aku yakin tak mau imbalan apa pun.
Namun, aku bukan orang tuamu.
Jadi, ya.
Sudah waktunya.
Baik, Tn. Gerard.
Kita semua lihat yang terjadi.
Kau berperang dengan Reddington dan kalah.
Kini kau ingin menghancurkan musuhmu.
Tidak juga.
Kau senator. Berpikirlah lebih luas.
Tidak?
Aku tak tertarik merusak Raymond Reddington.
Aku tertarik menggantikan dia.
Mau katakan itu lagi?
Ayolah.
Kita semua tahu pengaturan yang kau buat dengan Raymond
lebih dari yang diminta pemerintah.
Dia tak terkendali.
Dia terus berbuat jahat.
Gugus tugas ini, sejujurnya, di luar jalur.
Begitukah?
Kau bercanda?
Asisten Direktur FBI bertanggung jawab atas enam tindak pidana berat.
Ya, karena kau mengincar dan memerasnya.
Tidak. Maksudku, ya, aku lakukan itu.
Namun, Harold selalu punya pilihan.
Dia tak perlu langgar hukum. Dia bisa menolak. Namun, tidak. Mengapa?
Karena Harold memang seperti itu setelah tahunan bekerja dengan Raymond.
Itu lucu.
Aku menawarkanmu dan bosmu kesempatan memulai kembali.
Aku pria di balik layar, Cynthia.
Aku jalankan organisasi Reddington.
Itu sebabnya aku bisa memberikan hasil akhir yang sama.
Aku bisa pertahankan Daftar Hitam.
Aku punya akses intel yang sama
dan bisa menjadi rekan yang lebih bisa diandalkan bagi Kehakiman
daripada Reddington.
Kau membunuh Agen Keen,
menjebak Harold,
dan kini ingin gunakan kekacauan ciptaanmu
sebagai bukti kami harus berubah?
Aku pilihan lebih baik.
Itu tak cerdas.
Itu berbahaya.
Benarkah?
Tawaranku sederhana.
No comments yet. Be the first to leave one.