The first 200 lines.
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu, Kepala Hong.
Aku tipe orang yang merencanakan hidup
sampai usia 99 tahun.
Aku tak suka orang yang melewati batas.
Dan aku suka sepatu mahal.
Kurasa kita berkebalikan.
Aku yakin golongan darah dan sifat kita
tak ada yang cocok.
Seperti perbedaan antara penguin pemakan geragau
dengan beruang kutub pemburu singa laut.
Tapi aku tak peduli.
Aku menyukaimu.
Bu Dokter, aku…
Jangan katakan apa pun.
Aku tak menuntut apa-apa.
Aku… Perasaanku kepadamu terus membuncah
dan sepertinya bisa meledak setiap saat.
Jadi, aku tak punya pilihan lain.
Aku juga…
Aku juga tak bisa lagi…
menahannya.
Aku pergi dahulu.
Tunggu sebentar. Kenapa langsung pergi?
Aku sudah mengatakan yang ingin kukatakan.
Kau pun begitu.
Aku belum selesai bicara.
Tapi yang tadi kita lakukan sudah cukup menunjukkan…
Aku menyukaimu.
Setelah mendengar pernyataan cintamu,
aku tak mungkin diam saja.
Aku juga…
menyukaimu, Bu Dokter.
Itu terjadi begitu saja. Aku tak bisa mencegahnya.
Kalau begitu, kita sudah berciuman
dan saling menyukai.
- Sekarang bagaimana? - Sudah jelas, 'kan?
Begini.
Ayo.
Omong-omong, aku penguinnya dan kau beruang kutubnya, 'kan?
Apa?
Melihat sifat dan ukuran tubuhmu,
jangankan singa laut, kau bisa melahap manusia.
Hei!
Itu dia. Lihat sorot matamu.
Menyebalkan sekali!
Baik, kau sudah menerkamku.
Astaga.
Sepatumu pasti tidak nyaman.
Tidak apa-apa. Yang penting terlihat cantik.
Kita sudah sampai.
Kau benar.
Jadi, mulai hari ini kita berpacaran?
Ya, kau boleh menandai kalendermu.
Tidak. Bisakah kita menunggu beberapa hari untuk menjadi pasangan?
Apa? Kenapa?
Karena Seong-hyeon menyatakan perasaannya kepadaku.
Kenapa kau mengatakan hal seperti itu sekarang
saat kita baru akan memulai hubungan?
Maaf.
Aku sudah menduganya, tapi tak kusangka secepat itu.
- Kapan kau mendengarnya? - Hari Selasa.
Hari Selasa itu hari peringatan kematian kakekku, 'kan?
Astaga.
Itu terjadi sesaat setelah kau memperkenalkan diri kepada kakekku?
Bukan begitu. Seong-hyeon menungguku di depan rumah…
Sudahlah. Jadi, kau masih perlu waktu karena belum menjawabnya?
Kenapa? Apa kau berubah pikiran karena harus menolaknya?
Tidak, bukan begitu.
- Kau cemburu? - Cemburu?
Aku tidak cemburu.
Aku berbicara tentang hal yang harus dilakukan
orang yang menerima pernyataan cinta.
Saat lawan melempar bola, kau tak boleh menghindar.
Kau harus memberitahunya dengan jelas bolanya masuk atau keluar.
Bagaimana denganmu?
Kenapa diam saja setelah tahu perasaan Seong-hyeon?
Kau tak keberatan walaupun orang lain menyukaiku?
Saat itu aku belum tahu aku menyukaimu sedalam ini.
Memangnya sedalam apa?
Ya… Lumayan.
Secara kualitatif dan kuantitatif, tak akan membuatmu kecewa.
Orang lain biasanya menjawab pertanyaan itu dengan dilebih-lebihkan,
- kenapa kau malah ambigu? - Itu…
Baiklah, sedalam Danau Baikal.
Danau apa?
- Danau Baikal. - Danau Baikal.
Kau pintar, tapi di bawah rata-rata soal pengetahuan umum.
Kau mau putus sebelum pacaran?
Jadi, Sutradara Ji bagaimana?
Besok aku akan bertemu dan bicara dengannya.
Bertemu? Berdua?
Tak mungkin bertiga, 'kan?
Astaga. Yang benar saja.
Aku tak suka ketidakjelasan.
Aku butuh waktu untuk membereskan
masa laluku dengan Seong-hyeon dan waktu yang akan kuhabiskan denganmu.
Jadi, hari ini kita belum mulai berpacaran, ya.
Kau memang seenaknya sendiri.
Aku tak akan menghubungimu sebelum membereskannya,
jadi, kuharap kau juga tak menghubungiku.
Jangan hubungi aku. Awas, ya!
Cepat masuk. Cepat.
Astaga.
Menyebalkan sekali.
Tadi dia bilang apa?
Danau Baikal?
Danau Baikal.
SALJU SIBERIA MENUTUPI DANAU BAIKAL
Dia menyukaiku sedalam ini?
Halo?
Kau melarangku menelepon. Kenapa dijawab?
Kau yang bilang tak akan menghubungiku.
Tiba-tiba ada yang ingin kusampaikan.
Apa?
Aku mencari tahu tentang Danau Baikal.
Tunggu sebentar.
"Danau Baikal adalah danau berusia 25 juta tahun
yang merupakan danau tertua di dunia.
Dengan kedalaman 1.743 meter,
ini adalah danau terdalam di dunia."
Perasaanmu kepadaku sedalam itu?
Kututup, ya.
Sungguh akan kau tutup?
Tidak.
Astaga.
Omong-omong, Bu Dokter.
Bereskanlah kamarmu. Kenapa berantakan sekali?
Bukan begitu. Kamarku biasanya rapi,
tapi hari ini aku terburu-buru pergi tanpa membereskannya.
Berhenti mencari alasan dan pergilah ke dekat meja.
- Meja? - Ya.
Tunggu sebentar. Sudah.
Kau ingat siapa yang memotret foto yang ada di bingkai itu?
Tidak. Aku hanya ingat menangis terus waktu itu.
Kau bahkan tak ingat sudah mencabut kabel atau belum.
Aku berharap terlalu banyak.
Kenapa?
Kau benar-benar tidak ingat?
Seorang kakek dan anak laki-laki.
Saat itu aku berusaha keras membuatmu tersenyum.
Jadi, anak laki-laki yang menari konyol itu
adalah kau?
Ya, itu aku.
Astaga. Aku tak percaya ini. Sungguh?
Dunia ini sempit sekali.
Kenapa kau terdengar kagum? Padahal kau tak mengingatnya selama ini.
Kalau begitu, apa aku juga bisa mencari seorang anak laki-laki?
Anak laki-laki?
Saat aku SMA,
aku pernah kabur ke sini dan pergi ke toko kelontong.
Saat itu ada anak laki-laki yang memberiku uang.
Jangan-jangan… 100 won?
Itu juga kau?
Jadi, siswi SMA itu kau?
Kau serius?
Aku merinding.
Aku juga.
Seperti takdir.
Tidak, kebetulan.
Gongjin itu kota kecil.
Kututup, ya.
Setelah sekian lama, akhirnya kita bertemu lagi.
EPISODE 11
Kita sisipkan sesuatu di sini
supaya ada sedikit jeda.
Baiklah.
Adegan ini dipindah ke belakang saja.
Kalau urutannya kita balik…
HYE-JIN
Tunggu sebentar.
Halo?
Kurasa lebih baik urutannya dibalik.
Alasannya ditampilkan di akhir supaya lebih seru.
Ini akan membuat penonton penasaran
dan ada plot kejutan di akhir.
Baiklah, kita balik.
Maaf, tapi aku harus pergi sebentar.
- Mau ke mana? - Aku akan kembali saat makan malam.
Kalian istirahat saja. Akan kubereskan nanti malam.
Sungguh? Kami boleh istirahat?
Ya, istirahatlah.
Apa? Ada apa dengan si gila kerja itu?
- Silakan, ini air es. - Ya. Terima kasih.
Kau berkeringat. Cuacanya panas, ya?
Ya, aku datang terburu-buru dan cuacanya panas.
Begitu, ya.
Hari ini tak ada syuting, 'kan?
Ya, tak ada syuting. Aku tiba-tiba ada janji.
Begitu, ya.
Baiklah.
- Aku harus memesan. - Kau mau pesan?
Aku pesan dua amerikano dingin.
Baiklah, amerikano dingin.
Selain kopi, kalau kau ingin makan sesuatu,
katakan saja. Akan kuberikan bonus.
Terima kasih. Aku berutang banyak kepada warga Gongjin.
Itu tidak benar, tapi kalau kau merasa begitu,
ingatlah namaku. Kalau bertemu kru acara Sugar People di JKBC…
Sampaikan bahwa penyanyi Oh Yoon
No comments yet. Be the first to leave one.