The first 200 lines.
- Dia benar-benar lesbian? - Kau berteman dengan Gin, kan?
Ya! Aku akan menanyakannya nanti. Hey! Gin!
- Cora? - Itu dia.
Siapa yang kau gosipkan?
Gin, beritahu kami.
Benarkah putri Esther lesbian?
Ada yang melihatnya masuk ke kamarmu bersama perempuan!
- Benarkah itu, Gin? - Aku tidak tahu.
Kau tidak menyenangkan untuk diajak bergosip.
Ayo, aku akan membereskan punyamu. Gosip itu tidak benar!
Selamat pagi, Susan!
Gin!
Ini bayaran minuman ringanku untuk yang kubeli terakhir kali.
Gin, kau tidak perlu membayarnya secepat ini.
Tidak apa-apa.
Jika meminjam sesuatu, harus segera mengembalikannya.
Agar bisa meminjamnya lagi.
Kau baik sekali, Gin.
Kau tidak seperti orang lain, yang tidak punya rasa malu.
Banyak sekali di sini yang bisa melihat.
Tapi hanya melihat peluang memanfaatkan orang lain.
- Oke. - Terima kasih.
Gin!
Kami akan menyewa kamarmu lagi nanti.
Kami tidak bisa ngeseks di rumah karena anak-anak kami.
Sudah lama sekali!
Oke, Emil. Jam berapa?
Sama seperti biasanya.
Oke.
Ayo berhenti minum. Ini botol terakhir kita.
Bersulang.
Aku tahu itu kau, Abet.
Aku tahu hanya dari suara yang kau buat.
Bukannya aku sudah memberitahumu jika kau pergi ke pasar, aku akan menemanimu.
Kau pikir jam berapa sekarang?
Ada prosesi sebelumnya,
yang artinya itu pekerjaanku.
Aku tidak bisa menyia-nyiakannya.
Oh, ini.
Untukmu. Ambil ini.
Aku membelikanmu ini.
Apa yang akan kulakukan dengan ini?
Aku tidak tahu. Jual jika kau mau.
Aku tidak bisa tidak membelikanmu.
Kau bisa menebusnya lain kali.
Hey.
Bisa kau membelikanku perlengkapan kamar?
- Aku lupa. - Tentu, berikan.
Terima kasih!
Oke.
Ya.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Terima kasih.
Jadi, Gin, kamarmu kosong?
Ya, sudah menunggu kalian.
Enak sekali!
- Enak? - Ya, kau sangat nikmat!
Kau nikmat sekali!
Ya!
Aku hampir crot!
Ini bayaran kami.
Ini tidak cukup.
Apa?
Apa kau bilang? Itu 100.
Tidak, ini bukan 100.
Kedua koin ini terlalu kecil
dan tidak cocok.
Ini koin 10 peso, Ricky.
Yang kecil ini koin 5 peso.
Ricky,
aku mungkin buta, tapi aku tidak bodoh.
Oke. Oke.
Ini.
Aku hanya salah hitung.
Maafkan dia, Gin. Ricky memang idiot.
Tidak apa-apa, Mona.
Hanya saja, jangan sampai terjadi lagi.
Ayo pergi.
Gin!
Gin!
Ini makananmu.
Ini dia!
Aku akan main saja.
Permainan apa yang harus kupilih?
Ini terlihat solid.
Ini bagus.
Ini dia.
Level bebas.
Bagus sekali!
Aku beruntung!
Rezeki nomplok!
Ayo!
Hei! Ayo!
Ayo!
Bagus!
Satu lagi! Satu lagi!
Bagus!
Ya!
Sulit dipercaya! Satu lagi!
Kemenangan bagus!
Ya, rezeki nomplok! Ayo!
Scatter!
Ayo!
Scatter, ayo!
Scatter! Scatter! Boom!
Scatter!
Menang besar, sayang!
Sialan!
- Aku menang! - Brengsek.
Aku menang!
Hey, Bet!
Kau terlalu berisik! Kau membuatku kesal!
Kau merusak hariku!
Kau seharusnya senang aku ada di dalam,
bukan pelanggan yang pemurung.
Aku hampir kena serangan jantung karena teriakanmu.
Lihat! Lihat!
Lihat! Kau tidak senang
Mudah untuk menguangkannya di sini.
Aku sudah dapatkan kemenanganku.
Jangan khawatir!
Besok, aku akan menebusnya.
Oke?
Aku akan membelikanmu sup daging sapi.
Janji?
Terima kasih.
Apa yang kau lakukan di dalam?
Kenapa lama sekali?
Main?
Kau luar biasa!
Sifat pelanggan menular padamu?
Kenapa?
Ada masalah punya nafsu?
Itu alasan kenapa aku dilahirkan.
Dan itu caraku mencari nafkah.
Bagaimana denganku?
Abaikan saja aku jika aku terangsang padamu.
Kenapa aku harus ngeseks denganmu?
Rumornya, penismu sebesar cabai.
Hei, brengsek, coba sentuh sekarang!
Penisku besar.
Hanya dalam mimpimu, bodoh!
Dan selain itu,
aku tidak akan membiarkan sembarang orang mengambil keperawananku.
Begitu?
Siapalah aku bagimu.
Jangan sok dramatis. Tidak cocok.
Kau sungguh luar biasa!
Hey.
Aku punya sesuatu.
Lagi?
Mana?
Tutup matamu dulu.
Bodoh.
Seolah-olah aku bisa melihatnya meskipun mataku terbuka.
Ayolah, tidak bisa kau bercanda?
Tidak bisakah kau diajak humor?
Wow!
Bagaimana menurutmu?
Baunya enak sekali.
Ini parfum yang selama ini kusimpan.
Aku pernah lihat orang gunakan ini di MRT.
Aku pun memastikan untuk membelinya.
Ini sangat mudah.
Bagaimana?
Kau mungkin tidak mempercayaiku
saat kubilang
aku menggosokkan penisku sedikit.
Dasar bodoh!
Ini. Ini untukmu.
Tapi
kau tahu aku tidak akan menggunakan ini, kan?
Aku tidak suka menerima barang yang dicuri, Abet.
Ayolah!
Benarkah?
Itu sebabnya aku selalu membuatmu membantuku,
agar kau tidak perlu mencari nafkah dengan mencuri.
Aku membantumu karena aku mau.
Baiklah, aku akan menggabungkan ini dengan barang lain yang tidak kau inginkan.
Bet, untukmu.
Terima kasih.
Apapun untukmu.
Gin...
Aku akan kembali besok.
Hati-hati di jalan.
Hei, Gin!
Bukannya aku sudah bilang untuk tidur?
Aku tidak bisa tidur.
Apa yang kau dengar?
Suara yang sama seperti kemarin malam,
dan malam sebelumnya,
dan malam sebelumnya.
Bu, aku masih muda, tapi kau terlalu kuat.
Hei, nona! Kau buta, jangan kasar!
Maaf.
Kemari.
Pegang ini.
Banyak sekali, Bu!
Itu masih jauh dari cukup.
Aku menambahkannya setiap malam.
No comments yet. Be the first to leave one.