The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Aku amat bahagia.
Aku punya impian
membuat langkah perlahan ini.
Kamu membaca naskahku hari ini.
Aku mengambil langkah pertamaku dalam impianku.
Stempel pertamaku pada pendengar radio.
Soo Ho, terima kasih banyak.
Aku penasaran dengan sesuatu.
Ada apa?
Ini soal penutupanmu.
"Hanya karena kamu tidak menangis
bukan berarti kamu tidak sedih."
"Hanya karena kamu tersenyum,
bukan berarti kamu bahagia."
Itu dialog favoritku.
Kamu mendengarnya dari mana?
Saat kulihat seperti ini,
kurasa kita punya sedikit kesamaan.
Benar, bukan?
Kudengar ini di radio sekali.
"Hanya karena kamu tidak menangis
bukan berarti kamu tidak sedih."
"Hanya karena kamu tersenyum,
bukan berarti kamu bahagia."
Song Geu Rim.
Kamu
tidak mengingatku?
Apa? Apa yang baru saja
kamu lakukan...
Maksudku, maaf sudah terhanyut
dan memelukmu, tapi...
Itu alasanmu melakukannya juga, bukan?
Kita berdua kegirangan dan...
Siaran langsung kita berjalan lancar dan...
Kita dikelilingi pemandangan yang mengagumkan dan...
Kita pasti sudah hilang akal, bukan?
Tidak.
Apa?
Lantas, apa itu tadi?
Aku juga tidak tahu alasanku melakukan ini.
Tapi aku tidak bisa berhenti memikirkanmu.
Aku menjadi penasaran dan...
"Bos Gila"
Halo, Pak Lee.
Kami memang sudah selesai, tapi...
Dia memang bersamaku, tapi...
Apa?
Anda akan menjemput kami?
Ayo pergi. Aku akan mengemudi.
"Episode 7"
Maaf, Soo Ho...
Astaga.
Tidak ada apa-apa di sana. Kenapa kamu mengklakson?
Dengar, aku hanya...
Aku tidak bisa melihat.
Kenapa kamu menyalakan lampu kelap-kelip?
Yang ini.
- Dengar, soal tadi... - Dingin sekali.
Yang benar saja. Kenapa kamu menyalakan pendingin?
- Dengar, Soo Ho. - Diam.
Aku mendengarkan radio.
Biar kuberi tahu sekarang.
Apa?
Apa?
Yang benar saja. Kamu tidak bicara sepatah kata pun
selama dua jam terakhir.
Kamu harus mengatakan alasanmu melakukan itu...
Haruskah aku mengatakan semua yang ingin kukatakan?
Ya, katakan.
Aku tidak siap hari ini.
Siap untuk apa?
Ada sesuatu yang harus kusiapkan.
Besok, akan kuberi tahu besok.
Jadi, berikan aku waktu.
- Waktu untuk apa? - Keluar, pergilah.
Apa-apaan.
Apa itu tadi?
Apa yang mau dia bicarakan besok?
Tidak.
Aku pulang, Pasien!
Kamu kesulitan tidur lagi?
Kamu bergadang semalaman
karena merindukanku?
Hei.
Mungkinkah seseorang
melupakan orang lainnya sepenuhnya?
Mungkin jika dia menderita amnesia
atau keracunan alkohol?
Aku butuh detail lebih.
Lupakan saja.
Mungkin
orang itu tidak begitu penting baginya.
Lantas,
apa penjelasan untuk tindakan
yang kulakukan tanpa kusadari?
Seperti apa?
Ya,
mungkin yang sesungguhnya kamu butuhkan di hidupmu
mulai terlihat.
Ada beberapa hal yang kukatakan kepada pasienku
untuk selalu mereka ikuti.
Kamu tidak boleh menukar pagi dan malam.
Kamu tidak boleh sedih sendirian.
Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak ada penyelesaiannya
atau mencari alasan di masa lalu. Tidak boleh.
Jadi, berhentilah khawatir
dan lakukan yang kamu mau.
Apa ini semua?
Surat-surat dari anak SD.
Hei, Anak Baru.
Acara kita amat sukses.
Lihat.
Itu hadiah untukmu. Namanya Soo Ho.
Apa?
Tanamannya kuat.
Kamu sebaiknya meletakkannya di mejamu
agar itu bisa menjadi pelindungmu.
Omong-omong, kamu kini sudah berani.
Kamu menutup teleponku
dan tidak menelepon balik.
Kamu mengabaikan orang yang mengkhawatirkanmu.
Anda tidak khawatir.
Apa ada yang terjadi
dengan Soo Ho kemarin malam?
Kamu dengar "Radio Romance" kemarin?
Itu acara pertama Geu Rim.
Dia melakukannya dengan naskahnya sendiri.
Aku amat iri.
Dia melakukannya dengan baik berkat Ji Soo Ho.
Berkat Soo Ho-lah, Geu Rim menjadi penulis utama.
Dia amat beruntung.
Benar.
Aku senang kita menggunakan salinanku.
Benar. Aku beruntung.
Tapi
itu bukan berkat Soo Ho.
Dia amat merepotkan.
Bersamaan dengan pembukaan galeri,
kudengar semua keuntungan akan disumbangkan.
Ini ide yang lama kupunya. Hanya tindakan kecil.
Soo Ho selalu menemaniku.
Soo Ho, bagaimana Anda berkecimpung di radio?
Ini tidak ada
di daftar pertanyaan wawancara yang kamu kirimkan.
Tidak apa-apa.
Sebenarnya, itu keputusan impulsif.
Itulah alasanku membuat banyak kesalahan
dan ada banyak kejadian yang tidak terduga.
Tapi aku belajar banyak.
Itulah alasannya radio menyenangkan.
Soo Ho.
Kamu cukup bagus bahkan tanpa naskah.
Tapi jika kamu mau asal bicara
dan bertingkah semaumu,
tidak ada alasan kita bersama.
Aku akan berfokus pada radio untuk sementara waktu.
Tolong kosongkan jadwalku.
Bolehkah ibu bertanya
siapa yang memengaruhimu?
Penulis yang merekrutmu
Song Geu Rim, bukan?
Viola adalah alat musik
dengan nada tengah antara violin dan selo.
Seperti cara memainkannya,
viola...
Tteokbokki di sini sangat enak.
Sulit mengenalinya.
Bu, kenapa Anda mendengarkan radio?
Radio? Aku mendengarkannya selagi membuat tteokbokki
atau menyiapkan sundae.
Aku bisa mendengarkannya selagi bekerja.
Pak Lee.
Ya?
Kenapa Anda memintaku merekrut Soo Ho?
Kenapa kamu mengungkitnya tiba-tiba?
Apakah tiga dolar?
Ya.
- Terima kasih. - Datang lagi.
Baiklah.
- Dah. - Sampai jumpa.
Pak, kenapa Anda mendengarkan radio?
Itu menyenangkan.
Aku menghabiskan waktu sendiri saat berkendara.
Siarannya 24 jam sehari.
Hei, Anak Baru.
Ya?
Kenapa kamu banyak melamun hari ini?
Kamu sudah selesai menulis naskahmu?
Aku...
Bagaimana menurutmu? Cukup bagus?
Kita pergi ke kedai tteokbokki dan naik taksi.
Mereka semua mendengarkan radio.
Kisah macam apa yang mau kamu sampaikan ke mereka?
Aku tidak menilaimu berdasarkan tulisanmu.
Sudah tugasku memercayai dan menunggumu sampai kamu
melakukan pekerjaanmu dengan baik.
Jadi,
cobalah tulis ulang kisah yang mau kamu sampaikan.
No comments yet. Be the first to leave one.