The first 200 lines.
Apakah orang yang kamu sukai
Veronica Park?
Atau Sekretaris Jeong?
Siapa yang kamu cintai?
Keduanya.
Aku mencintai mereka berdua.
Cinta segitiga antara dua orang.
"Episode 11, Cinta Segitiga Antara Dua Orang"
Hei.
Ini bukan pertanyaan semacam, "Kamu menyayangi Ibu atau Ayah?"
Mana mungkin kamu mencintai keduanya?
Jika sudah dewasa, bukankah kamu setidaknya harus tahu
siapa yang kamu cintai?
Ini juga membuatku frustrasi.
Aku pun bingung. Ini membuatku gila.
Aku tidak tahu bagaimana otakku membuat keputusan
segila itu.
Selagi bersama Veronica Park,
aku memikirkan Sekretaris Jeong.
Selagi bersama Sekretaris Jeong,
aku memikirkan Veronica Park.
Aku tidak mau dengar lagi.
Entah kapan ini bermula,
tapi aku merasa
mereka berdua seperti mirip.
Terkadang, bahkan suara mereka
terdengar mirip.
Aku menyentuh bibir Sekretaris Jeong tadi,
dan aku sempat
teringat akan
bibir Veronica.
Benarkah kamu Do Min Ik yang kukenal?
Aku tahu. Aku pun membenci diriku sendiri.
Wajar saja kamu membenciku.
Aku akan pergi.
Itu tadi apa, Ibu?
Tentu saja, itu perasaannya yang tulus.
Sungguh?
Ikan pemberian mendiang ayahnya mati.
Dia sedang bersedih.
Dan kebetulan aku bersamanya.
Lalu dia membuat kesalahan.
Tapi bosmu bukan pria yang melakukan itu kepada wanita.
Tidakkah Ibu mengetahuinya?
Wanita yang dia cintai adalah Veronica Park.
Tapi wanita itu adalah kamu.
Uang.
Dia bilang dia menyukainya karena Veronica Park kaya raya.
Dia menyukainya karena Veronica Park kompeten dan keluarganya kaya.
Bagaimana mungkin aku pilihannya?
Pasti bukan aku.
Maafkan ibu.
Andai terlahir dari keluarga yang kaya,
kamu tidak perlu membohongi dia sejak awal.
Yang benar saja.
Akulah yang seharusnya meminta maaf.
Aku seharusnya
membiarkan ibuku yang sudah mati beristirahat,
bukannya mengeluhkan kehidupan cintaku.
Bagaimanapun, ibu yakin
dia tidak keliru dan dia menyukaimu.
Berdiri!
Enak saja kamu datang pagi-pagi dan mengajukan pindai CT.
Kurasa otakku mengalami masalah.
Kurasa insiden itu bukan hanya merusak area pengenalan wajah,
tapi juga area kendali emosi dan area kendali hasratku.
Pasti area itu juga mengalami kerusakan.
Kamu ini bicara apa?
Aku...
Aku jatuh cinta kepada dua wanita sekaligus.
Kamu pasti benar-benar sudah gila.
Benar, bukan? Aku hidup di era masyarakat modern
yang mengharuskan monogami.
Aku tidak pernah mengalami masalah soal wanita. Aku Do Min Ik!
Dan kini otakku menggila.
Sekarang, pindai otakku.
Aku yakin otakku mengalami kerusakan.
Sikapmu yang seperti ini
membuatku teringat akan masa-masa aku harus memilih jurusan kuliah.
Aku bimbang dalam memilih antara bedah saraf
dan ortopedi.
Itu berbeda.
Manusia itu lucu.
Kita memikirkan tujuan hidup,
tapi kita tidak memikirkan dari mana kita berasal.
Apa maksud Anda?
Jangan pikirkan siapa yang kamu cintai,
tapi pikirkan seperti apa hatimu pada awalnya.
Lalu kamu akan bisa memutuskan
siapa yang harus kamu pilih.
Sekretaris Jeong.
Direktur Do.
Hei, Direktur Do.
Soal kemarin...
Jangan mendekat.
Mulai sekarang, jika aku mendekatimu,
pastikan kamu menghindariku.
Aku pria berengsek.
Jangan.
Selalu jaga jarak sejauh satu meter dariku.
Kamu dilarang berbincang dan bersentuhan denganku.
- Direktur Do. - Tidak, tunggu.
Kamu belum pernah mengambil cuti setelah memperbarui kontakmu, bukan?
Baguslah.
Bagaimana kalau kamu mengambil cuti?
Kenapa aku harus cuti?
Kamu seperti ini karena
karena menurutmu perbuatanmu kemarin itu kekeliruan?
Itu bukan kekeliruan.
Itu bukan kekeliruan.
Pokoknya, kamu harus
menjaga jarak denganku.
Bisa jelaskan kenapa aku harus menjaga jarak denganmu?
Bosmu
bukanlah pria baik-baik
seperti yang kamu kira.
Ya, aku tahu.
Aku orang bodoh yang tidak bisa membedakan wajah selagi sendirian.
Aku pun bodoh karena tidak bisa membedakan
apakah mereka tertawa atau menangis.
Tapi aku melakukan ini
karena suatu alasan.
Jadi, kumohon pergilah.
Jika kamu berada di dekatku,
aku mungkin
akan melakukan hal gila lagi.
Jadi...
Bisakah kamu
mengambilkanku ember
agar aku bisa menampung air mataku?
Ada apa?
Dia tidak kunjung meneleponku.
Si Tuan Suci.
Sudah jelas, dia hanya memanfaatkanmu.
Dia sedang mengurus apa di tengah malam?
Apakah menurutmu dia higienis?
Atau mungkin dia merasa harus membersihkan rumahnya?
Atau
mungkin aku terlalu cepat
meneken kontrak itu?
Itu dia.
Lewat mana untuk menuju ke Sungai Han?
Astaga.
Presdir Park, aku menemukan Pak Gi Dae Ju.
Sampai nanti.
Kamu boleh pergi ke Sungai Han,
tapi setidaknya beri tahu aku kenapa kamu memintaku kemari.
Aku mau kamu mengatakan "Sial."
Kamu seharusnya mengajariku cara berakting.
Kenapa malah mengajariku cara mengumpat?
Ini ruang kerjamu,
dan itu akan menjadi kata pertamamu.
Sial.
Bagaimana? Kamu makin bersemangat untuk mengumpat?
Itukah kata yang harus kuucapkan di teater ini?
Aku sudah membantumu soal pria ini.
Kamu seharusnya menjadikanku pemeran utama, bukan?
Beginilah caraku mengajar.
Aku mengajari aktor dan aktris bagaimana rasanya dipermalukan
dan menambahkan emosi pada naskah. Itu disebut method acting.
Kejarlah impianmu dan teruslah berharap.
Sial.
Boleh pinjam umpanmu?
Nona Park Ok Soon?
Aku akan mengubah namaku.
Kamu membuntutiku?
Kamu akan membuatku merasa kecewa lagi.
Aku menyuruh seseorang untuk membuntutimu.
Maksudku begini...
"Percayailah orang-orang."
"Kamu harus mencintai seseorang."
Kamulah yang mengatakan
semua hal manis itu.
Tapi begitu aku meneken kontrak itu,
kamu benar-benar menghilang.
Bergoyang.
Hatimu bergoyang?
Bukan, itu.
Jika itu bergoyang,
aku akan berusaha keras untuk memegangnya.
Astaga, ikannya sudah matang dan tampak lezat.
Dia orang yang sangat sulit untuk dilupakan.
Kenapa kamu harus tampil menarik
dan membuat pria lain mencintaimu?
Aku?
Pertama,
aku ingin meminta maaf.
Karena tidak meneleponku?
Aku ingin meminta maaf atas nama Min Ik.
Kamu sudah tahu tentang kami, ya?
Jika Min Ik pernah menyakitimu,
tolong dimaklumi.
Maafkan aku.
Aku benar-benar bisa mengerti kenapa kamu salah paham.
Tapi aku dan Do Min Ik
sungguh tidak menjalin...
Aku yang meminta maaf.
Saat mendengar Min Ik membahasmu,
aku benar-benar bingung.
Jadi, aku butuh waktu untuk berasumsi.
No comments yet. Be the first to leave one.