The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 37"
Ayah membuat sup rumput laut?
Ayah tahu Ibu tidak suka makanan itu untuk sarapan.
Itu bukan untukmu, menyingkirlah.
Pasti untuk pengar Sung Hae.
Dahulu ibu sering mengejeknya saat dia pengangguran.
Kini dia lolos tes CPNS, Ibu membuatkannya sup.
Kamu berhasil, Sung Hae.
Entah bagaimana aku bisa melahirkan berandal seperti itu.
Suh Ra sudah bangun?
Dia harus sarapan.
Biarkan dia tidur.
Setelah Ji Sup tiada, bayi itu yang membuatnya sibuk.
Bayangkan perasaannya.
Mungkin Ji Sup mengira akan sangat berat bagi Suh Ra
membesarkan dua anak sendiri, maka dia mengambil bayi itu.
Jangan katakan itu di hadapannya.
Aku akan ke restoran. Pastikan dia sarapan, ya?
Jangan biarkan dia keluar hari ini.
Baik.
Ayah, aku pergi.
Kenapa kamu pergi pagi sekali? Kamu belum sarapan.
Aku harus bergegas ke suatu tempat.
Kamu tidak boleh ke mana-mana. Kamu harus beristirahat di rumah.
Masuklah. Ayo.
Tapi aku tidak punya waktu untuk sarapan.
Makanlah sup rumput laut ini dengan nasi.
Kamu harus pulih...
Ayah.
Benar.
Polisi menelepon. Ayah mendengarnya dari mereka.
Ayah.
Jangan katakan apa pun, makanlah.
Mereka bilang kamu harus makan dan istirahat sehabis keguguran.
Maafkan aku.
Duduklah.
Bersyukur kamu tidak terluka parah.
Bayi ini melindungimu.
Makanlah.
Aku akan makan nanti. /- Suh Ra.
Cha Ra.
Kak.
Kakak benar-benar kehilangan bayi itu?
Maafkan kakak.
Kamu sangat baik.
Bayi itu menemui ayahnya,
jadi, dia tidak akan kesepian.
Jangan cemas. Kak Ji Sup pasti akan menjaga bayi itu.
Cha Ra, kakak harus pergi.
Mau pergi ke mana dengan kondisi seperti itu?
Kakak tidak akan lama. /- Suh Ra.
Bawa ini. Kamu kehilangan ponsel.
Jika kami tidak bisa menghubungimu, ibumu akan marah.
Ambillah. /- Ya, ambillah.
Terima kasih, Ayah.
Aku akan kembali. /- Baiklah.
Kenapa masalah tidak mau pergi?
Sung Hae.
Selamat.
Kamu seperti tidak belajar, tapi kamu lolos.
Terima kasih. Kamu melihat namaku? Kamu sendiri bagaimana?
Setidaknya kamu lolos.
Kamu sungguh menceraikan wanita menyeramkan itu?
Semua orang mengatakan itu.
Cerai? Tidak.
Seperti katamu, dia terlalu menyeramkan untuk diceraikan.
Katakan kepada mereka, itu rumor yang konyol.
Aku terus memikirkannya,
tapi kamu terlalu baik untuknya.
Kenapa kamu menikahi wanita tua?
Kamu diculik?
Ini sebabnya kamu selalu gagal tes.
Kamu selalu memikirkan hal bodoh.
Kamu menyentuhku?
Ji Sup?
Benar. Dia membawa buket.
Benar. Itu bukan mimpi.
Aku yakin. Aku memegang lengan Ji Sup.
Saat itulah benda ini jatuh.
Jangan bilang
benda ini jatuh saat itu.
Ini hadiah pernikahan.
Hanya ada satu di dunia.
Sama sepertimu.
Aku membuatnya khusus dengan inisial namamu.
Kenapa menatap seperti itu?
Kamu seperti tidak pernah menerima hadiah sebelumnya.
Memang tidak pernah. /- Apa?
Kurasa ini kali pertama kamu memberiku hadiah dengan tulus.
Aku salah?
Kamu benar.
Aku tidak pernah memberimu hadiah dengan tulus sebelumnya.
Ini kali pertamaku.
Jadi, jaga itu baik-baik, ya?
"JW"?
Seperti inisial.
Apa itu JW?
Dia mungkin saja terekam di kamera CCTV dekat sini.
Ya, Ayah.
Kemarin, polisi bilang
kamu harus datang ke kantor polisi untuk menjawab beberapa pertanyaan.
Ayah lupa memberitahumu.
Ayah memberi mereka nomor ponselmu, jadi, angkatlah saat dihubungi.
Baik. Terima kasih, Ayah.
Halo?
Aku Ki Suh Ra.
Anda menangkap pelaku tabrak lari itu?
Aku akan datang sekarang juga.
Di mana itu?
Apa aku menghilangkannya?
Bisa buatkan aku kopi...
Jae Wook.
Jangan minum kopi dengan perut kosong.
Kamu harus makan nasi untuk sarapan.
Tolong ambilkan nasi dan sup untuk Hae Rim.
Baik. /- Aku iri.
Kakak punya seseorang yang mencemaskan Kakak.
Itu hal biasa. Dia wanitaku sekarang.
Aku harus menjaganya.
Ada apa denganmu? Kamu sedang bercanda?
Kenapa kamu kemari pagi-pagi sekali?
Dia pasti merasa bersalah karena tidak datang kemarin.
Dia datang pagi sekali untuk mengantar Kakak bekerja.
Sungguh? Kamu datang untuk menjemputku?
Itu hanya alasan.
Aku datang untuk meminta maaf kepada Ibu dan Ayah
karena membuat mereka cemas kemarin.
Tidak perlu.
Memperlihatkan wajahmu sudah cukup.
Kamu baik-baik saja?
Kudengar kamu kram perut. Ibumu sangat khawatir.
Ya. Itu sudah pulih
setelah mereka memberiku obat.
Kamu tidak sendiri lagi.
Jagalah dirimu, setidaknya demi Hae Rim.
Aku paham. Aku akan lebih berhati-hati.
Di mana Ibu? Kamu sudah menemuinya?
Tidak. Kurasa Ibumu sedang tidak enak badan.
Dia pasti sedang sakit.
Dia tidak punya tenaga.
Begitukah?
Dia tidak mengangkatnya? /- Ponselnya dimatikan.
Tolong tinggalkan pesan... /- Ponselnya tidak aktif.
Apa?
Ada apa dengannya?
Seharusnya kabari tidak bisa datang, jadi, kita tidak menunggu.
Sepertinya dia bukan orang seperti itu.
Carilah orang yang bisa dipercaya atau kerjakan sendiri.
Semuanya kacau karena Hae Rim melukai diri sendiri.
Aku takut terjadi sesuatu kepadamu,
jadi, tidak bisa meninggalkanmu.
Ini salahku mengadopsi orang yang menakutkan seperti Hae Rim.
Aku mengadopsinya karena perkataan terakhir ayahku,
yaitu aku harus punya anak agar suamiku tidak selingkuh.
Siapa tahu aku mengandung Yuh Rim tidak lama setelah itu?
Tapi Hae Rim
sangat jahat kepada Yuh Rim sejak dia lahir.
Dia menuangkan mi instan panas kepada Yuh Rim.
Akhirnya, Hae Rim pergi bersamanya
dan kembali seorang diri.
Dia berkata kehilangan Yuh Rim. Dia terlihat sangat tulus
hingga aku nyaris tertipu.
Jika dia membawanya pergi, seharusnya mereka tetap bersama.
Kenapa mereka pergi sangat jauh?
Kukira kamu sungguh akan menggila saat itu.
Bagaimana pikiranku bisa tenang?
Yuh Rim adalah seluruh hidupku.
Kapan Anda akan membiarkanku pergi?
Aku ketinggalan pesawat ke Amerika. Bagaimana caramu menggantinya?
Tenanglah.
Korbannya datang, jadi, tunggulah.
Ki Suh Ra, korban tabrak lari kemarin, sudah datang.
Suh Ra. /- Ada apa?
Kenapa kamu di sini?
Dia pelaku yang ditahan
karena kasus tabrak larimu.
Pelaku?
Dia? /- Ya.
Orang yang menaiki motor dan menabrakmu
memakai jaket berlogo Hubungi Kami.
Kami menemukan jaket serupa di tasnya
dan motor itu milikmu.
Kami dengar dia sering melewati jalanan itu. Apa itu benar?
Benar, dia bekerja untukku, tapi tidak mungkin dia pelakunya.
Pikirkanlah.
Apa dia jengkel kepadamu akan suatu hal?
Tidak. Dia tidak punya alasan untuk melakukan itu kepadaku.
Jaket yang Anda temukan di tasnya
adalah pemberianku.
Pasti ada kamera CCTV di sekitar sana.
Benar. Mungkin kejadian itu terekam kamera.
Biar kulihat videonya.
Kamera di sekitar sana rusak, jadi, kami tidak mendapatkan apa pun.
Ini dari kamera CCTV yang berjarak 50 meter.
Lihatlah.
Hanya ini motor yang melintas
pada waktu itu.
Anda hanya memiliki ini?
No comments yet. Be the first to leave one.