The first 200 lines.
Ayo, Sayang. Ayo.
Minta istrimu.
Dia bukan kau.
Ayo. Berikan aku sesuatu yang tak bisa kudapat di rumah.
Vin, kau mau aku tetap di sini?
Aku bisa menyetorkannya saat keluar.
Tak perlu, Sayang. Kau pulang saja.
- Sampai jumpa. - Baiklah.
Kau tahu ini apa, Pramutama bar.
Uang malam ini, Kawan, serahkan.
Aku sudah menyetorkannya.
- Uangnya, Bodoh. - Akan kuberikan jika bisa. Maaf.
Kumohon, aku punya dua anak.
Berlutut.
Memohon.
Tolong jangan tembak aku.
Kumohon, demi anak-anakku.
Dasar sialan.
Berengsek.
Kau percaya adanya hantu?
Entahlah.
Aku setuju dengan kata dokter itu. Kita bisa menakuti diri sendiri.
Aku pernah melakukannya di pesawat.
Melihat sesuatu yang sebenarnya tak ada.
Atau ada?
Mau kau apakan 10.000 dolarmu, jika kita dapat?
Apa maksudmu jika kita dapat?
Di mana Andrea?
Dia minta aku menjaga anak-anak.
- Untuk apa? - Dia pergi.
Pergi ke mana?
Di mana putrimu?
Astaga, aku tak pernah lihat pintu sebanyak ini.
Tidurlah, Vinnie. Kau tampak lelah.
Lemari.
Celaka. Sialan.
- Halo? - Kim, ini Vinnie.
Ya, dengar, aku tak bisa menemui distributor pagi ini.
Suruh saja Duk atau yang lain, sepupumu.
Dengar, aku dirampok malam ini, pakai senjata. Mengerti?
Kepalaku dipukul keras. Aku masih berdarah.
Kim, aku hampir terbunuh.
Kenapa? Kuberi tahu alasannya.
Aku harus kerja di kedua sisi sungai tujuh malam seminggu...
Agar cukup untukku dan keluargaku!
Kim!
Kulihat Walker Red.
Black masih dalam truk.
Masih ada dua setelah ini.
Singkirkan Creme de Menthe. Tak ada yang minum itu.
Kau puas sekarang, Kim?
- Hai, Darlene. - Lawanmu lebih parah, 'kan?
Ada darahku di sepatunya, itu setahuku.
Tidak, itu omong kosong.
Tiap gerakan yang dia buat, dia sudah memetakannya.
Tidak, dia tidak gila.
Dia sama sekali tidak gila.
Dia bertingkah seperti rubah berengsek.
- Menurutmu begitu? - Nixon?
Kau bisa lihat dari mana dia berasal.
Itu sangat masuk akal bagiku.
- Bagaimana caranya? - Dia presiden.
- Kadang dia harus pura-pura, 'kan? - Benar.
Jadi, di sisi lain, dia suruh orangnya bahas tentang perdamaian di Paris.
Itu insentifnya.
Kini akibatnya?
Dia harus buat orang Vietnam pikir dia cukup gila melakukan semua itu.
Mengebom Vietnam, ambil alih Kamboja, apa pun itu.
Jadi, kau pikir dia berpura-pura?
Dia mau mengakhiri perang seperti orang lain...
Tapi dia tak bisa melakukannya.
Dia harus membuat para orang berengsek itu berpikir...
Dia akan melakukan apa pun yang bisa mereka bayangkan, sial.
Jika jadi dia, aku akan memamerkan senjata nuklir dan lainnya.
- Serius? - Aku tak bilang akan memakainya.
Aku akan bilang...
"Jangan macam-macam dengan Presiden Reggie Love...
Karena negro itu gila...
Dan dia akan menjatuhkan nuklir itu di atasmu."
- Benar. - Seperti di sini.
Maksudku, C.C., kau pernah ingin melukai wanita?
Kadang kau mau dia berpikir dirimu tega, tapi... Sial.
Jadi Nixon menjadi muncikari?
Astaga, ya.
Itu masuk akal bagiku.
Tentu, aku sempat gabung setahun. Kau tahu itu, 'kan?
Americal Division.
Mereka tempatkan aku di dataran tinggi tengah.
Ya, Nixon tahu yang dia lakukan di Vietnam, Kawan.
Dia tahu permainannya.
Apa menurutmu masalahnya?
Aku tak tahu dan tak tertarik.
Kau bisa membuatnya ketagihan.
Aku belum bertemu orang yang tak bisa diubah.
Aku mencari produk, bukan tantangan.
- Kau hanya malas. - Bukan, Kawan, praktis.
Sial.
- Itu tak cocok untukku. - Kau tak bisa menangani itu?
Aku bisa menanganinya.
Menaikinya seperti kapal perang.
Tapi, untuk klien?
Aku bicara tentang pemuda kulit putih.
Dia terlalu menakutkan bagi mereka.
Bokongnya terlalu besar.
Astaga. Aku bahkan tak tahu ada hal seperti itu.
Kupikir aku mau cari pelacur Tiongkok.
Aku mau kawananku berkelas internasional.
Kau bisa bahasa mandarin?
Aku tahu beberapa kata Vietnam.
Itu sepupunya bahasa mandarin.
Kenapa kau coba-coba, Kawan?
Cari saja dua pelacur kulit putih dan satu pelacur kulit hitam cantik...
Dan pekerjakan mereka.
Tak ada pria yang bisa mengurus lebih dari dua atau tiga pelacur.
Jika mendapatkan mereka, sebaiknya kau bisa bahasa mereka.
Reggie, sampai jumpa nanti.
Tentu.
Permisi, Sayang.
Pertama kali ke New York?
Apa kelihatan?
Sedikit, tapi tak masalah.
Semua orang di sini berasal dari tempat lain. Dari mana asalmu?
Minnesota.
Aku perlu menemukan tempat tinggal.
Kau tak bisa memutuskan itu sampai perutmu diisi makanan.
Ayo kutraktir sarapan.
Aku tahu tempat yang menyajikannya seharian.
Hanya sarapan, itu saja.
Temani aku.
C.C. tak suka makan sendirian.
- C.C. - Benar.
Kau?
- Lori. - Lori.
Senang mengenalmu, Lori.
Ayo jalan.
Aku mau kau lihat mobilku.
Itu Cadillac?
Benar, ini Cadillac.
Eldorado pesanan khusus, lebih tepatnya.
Bagaimana kelihatannya, Bocah?
- Sial. - Bagus.
Aku belum pernah naik Cadillac.
Kau akan menaikinya sekarang.
Hati-hati kepalamu, Sayang.
Cantik, ya?
Kenapa kau bawa semua ini?
Aku wiraniaga.
Dengar, Sayang, bukannya aku suka mengkritik.
Kau gadis cantik, tapi pakaian yang kau kenakan...
Itu pakaian gadis kota kecil, mengerti maksudku?
Begini, silakan pilih pakaian baru dari rak itu agar kau tampak...
Lebih seperti gadis New York.
Kau suka itu, 'kan?
Sial, C.C.
Aku dari Minnesota dan tak mau dilihat orang mengenakan itu.
Ini sungguh New York City...
Atau aku jatuh dari bus Greyhound di Cleveland?
Tak butuh promosi penjualan secara lengkap, ya?
Sarapan.
Ya.
Seperti kalian lihat, ada sejumlah kekeliruan dalih.
Baik dari umum ke khusus...
Atau sebaliknya.
Tapi, yang lebih umum lagi adalah manipulasi silogisme.
Saat arti berbeda dari istilah penting digantikan.
Kekeliruan etimologi.
Sampai di mana aku tadi?
Silogisme.
- Kekeliruan etimologi. - Benar.
Ya, kekeliruan etimologi.
- Kau pikir kau lucu, ya? - Apa?
Yang keempat sudah dimulai di Monticello.
- Kau tak memberitahuku. - Monticello?
Taruhan itu sudah tak berlaku.
Itu sudah lewat.
Kau masih berutang Tommy semua termasuk jumlah hari ini.
Dia muak dengan omong kosong ini.
- Baiklah, Kawan-kawan? - Kau masih bercanda, Frankie?
Akan ada luka lagi di kepalamu.
- Namaku Vincent. - Dia si Bodoh itu, 'kan?
Ya.
- Kupikir begitu. - Lihat.
Kau punya saudara?
Terakhir kudengar, ya.
Di mana dia?
Vietnam.
Kau bohong.
Frankie mendaftar, bergabung dengan Marinir.
Karena dia berutang pada semua warga New York City.
Ya, kudengar dia sudah jadi pahlawan perang.
Mereka akan menjadikan dia sersan, kolonel, atau apalah.
Sudah selesai?
Bagaimana menurutmu, Sayang?
Enak sekali. Kau jago memanggang.
Sosis apa itu?
Itu sosis babi-sapi, Nona.
Kurasa tak ada yang menjual itu di Lakes, ya?
Yang pertama bagiku.
Yang ada di Minnesota hanya pemain hoki dan sapi muda.
- Bagaimana kelihatannya, Richie? - Seperti yang terlihat.
No comments yet. Be the first to leave one.