Life

Life

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

BBC Life s01e01 Challenges of Life 2009 HDTV 720p x264 AC3
A Commentary by dadans-idfl
To be continued... kalo rajin...

Tags

HDTV
hdtv
x264
720p
720
AC3
HD
Published on: 2011-07-20
Downloads: 39
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Planet kita adalah rumah

untuk 30 juta jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda.

Setiap individu mengalami pertarungan panjang untuk bertahan.

Dimana saja kamu lihat, di daratan maupun lautan, ada contoh yang luar biasa

dari kehidupan yang panjang untuk bertahan hidup.

Ini adalah pantai Florida.

Disini, guratan aneh di dasar laut

petunjuk dari strategi luar biasa dari salah satu hewan.

Ini adalah bottlenose dolphins,

salah satu hewan tercerdas di muka bumi.

Buruan mereka sangat susah ditangkap, ikan yang berenang dengan cepat.

Tapi lumba2 menemukan cara yang benar2 baru dalam berburu.

Dengan memukulkan ekor mereka dengan keras ke bawah, Lumba2 ini mengaduk lumpur ke atas.

Dan berenang dalam bentuk lingkaran kecil

membentuk lingkaran lumpur mengelilingi kawanan ikan.

Lingkaran yang semakin mengecil menjebak ikan seperti jaring.

Panik, ikan meloncat untuk melepaskan diri.

Tepat ke mulut lumba2 yang terbuka.

Lagi dan lagi, lumba2 membuat lingkaran,

sebelum mereka berbaris dengan timing yang sempurna.

Lumba2 adalah satu-satunya yang diketahui mengembangkan teknik ini dan membuat mereka unggul.

Keunggulan kecil ini mungkin yang membedakan antara hidup dan mati

dalam seleksi alam.

Seri ini mengungkapkan strategi yang paling spektakuler dan luar biasa

yang dikembangkan hewan dan tumbuhan untuk bertahan hidup.

Untuk setiap makhluk, setiap hari penuh dengan tantangan,

yang harus diatasi, bagaimanapun juga, agar bisa bertahan.

Kenya, terkenal dengan kucing besarnya.

Pemburu terhebat.

Cheetah khusus berburu dengan kecepatan.

Meski cepat, mereka hewan yang rapuh,

dibentuk untuk berlari mengejar buruan yang kecil.

Mereka tidak mempunyai kekuatan dan bobot seperti seekor singa

untuk menjatuhkan hewan yang lebih besar.

Pejantan ini berbeda.

Dia tidak berburu sendirian. Dia belajar bahwa jumlah berpengaruh pada kekuatan.

Tapi disana tidak hanya dua, tapi 3 cheetah.

Ikatan persaudaraan.

Mereka merubah taktik mereka dan, dengan melakukan itu,

berhasil menangkap buruannya dengan kejutan.

Mereka belajar dengan bekerjasama

mereka bisa menjatuhkan buruan yang lebih besar.

Seekor burung unta.

Burung yang lebih tinggi dari cheetah dan dua kali lebih berat.

Dia tidak bisa terbang untuk menghindari bahaya, tapi bisa melepaskan tendangan mematikan.

Seekor betina, belum sadar akan datangnya bahaya.

Meskipun mereka bertiga, tetap resikonya sangat tinggi.

Kalau salah satu cedera, sisanya tidak akan bisa menjatuhkan buruannya yang besar.

Tapi sebaliknya, kalau mereka berhasil, ganjarannya

adalah besar.

Si jantan sudah melihat salah satu dari cheetah, tapi hanya satu.

Dia tidak terlalu khawatir.

Lalu tiba-tiba mereka bertiga!

Si betina lebih lambat menyadari bahaya

dan para cheetah mengubah targetnya.

Memerlukan usaha dan tenaga gabungan mereka bertiga untuk menjatuhkan burung perkasa ini.

Bahkan dengan kondisi sekarang, burung unta bisa melakukan tendangan mematikan.

Sejauh ini, cheetah menang.

Burung unta masih harus mencari cara menggagalkan taktik tersebut.

Binatang lain juga membuat taktik mengejutkan untuk mengalahkan

musuh, bukan dengan kekuatan, tapi dengan senjata yang tidak biasa.

Madagascar.

Dunia yang asing dimana semuanya tidak se diam seperti kelihatannya.

untuk berburu disini, harus secara sembunyi dan pakai taktik.

Hidup di pepohonan ada seekor penyergap handal.

Seekor belalang sembah.

Terkamuflase dengan baik dan secepat kilat,

serangga ini adalah predator yang sangat efisien.

Bahkan mereka masih kalah.

Seekor bunglon.

Kamuflasenya luar biasa karena dia bisa mengubah warna kulitnya menyesuaikan lingkungan sekitarnya.

Matanya bebas bergerak secara indipenden untuk mencari mangsa.

Dia bergerak pelan-pelan menuju korbannya, sampai jarak jangkauannya.

Lalu dia melepaskan senjata supernya.

Lidahnya ditembakkan dengan kecepatan 15 meter per detik.

Dan tidak hanya mengenai, tapi memegang mangsanya.

Tapi ada beberapa pemburu yang selalu berhasil.

Untuk mereka, sekali berburu untuk sekali makan.

Untuk mangsa, taruhannya sangat tinggi.

Hidup atau mati.

Ketika Antartika berubah dari musim semi ke musim panas, teluk yang dipenuhi es, menjadi bebas.

Dan hewan berdatangan untuk makan.

Ini adalah crabeater seals (jenis anjing laut).

Makanan pokok mereka bukan kepiting, tapi krill, udang kecil yang berjumlah milyaran di perairan ini.

Beristirahat di gumpalan es yang terapung, crabeater ini aman.

Tapi begitu mereka memasuki air, mereka harus waspada,

karena inilah alasannya.

Paus Pembunuh.

Disini di Antartika, kebanyakan Paus Pembunuh hanya memakan ikan.

Tapi paus yang ini berbeda, mereka spesialis berburu anjing laut.

Anjing laut ini berenang di lautan terbuka dan tidak sadar bahaya yang menuju ke arahnya.

Hingga sekarang.

Dia dalam masalah besar. Tidak ada tempat melarikan diri kecuali dia bisa bersembunyi di belakang potongan es ini.

Tapi posisinya sudah diketahui dan dia terkepung.

Sekarang hanya kegesitanlah yang bisa diandalkannya.

Dia menghindar untuk menyelamatkan hidupnya, berusaha menempel sedekat mungkin ke potongan es.

Dia kelelahan.

Dan paus sudah semakin mendekat, bersiap untuk membunuh.

Tapi pemburu tidak selalu berhasil.

Pada akhirnya, ketepatan dan kemampuan anjing lautlah,

menggunakan es untuk perlindungan, membuatnya tidak terjangkau.

Dan ikan paus tidak jadi memangsanya.

Akhir2 ini baru diketahui bahwa Paus Pembunuh

lebih sering berhasil ketika berburu tipe anjing laut yang lain.

Crabeater seperti ini terlalu susah ditangkap.

Untuk makhluk yang hidup di lautan terbuka, tidak ada tempat untuk bersembunyi dari predator.

Tapi keselamatan lebih terjamin dengan berkelompok.

Salah satu ikan, telah mengembangkan taktik baru untuk melarikan diri.

Untuk keluar dari air, dan terbang ke udara!

Setelah usaha yang keras untuk tinggal landas, ikan terbang

bisa meluncur sejauh 200 meter atau lebih, untuk melepaskan diri dari kejaran predator.

Tidak semua hewan pemburu, kebanyakan pemakan tumbuhan.

Tapi pertempuran antara hewan dan tumbuhan bisa juga menjadi keras.

Boa Vista, Brazil tengah.

Lembah ini dipenuhi lubang batu yang aneh.

Ini bukan sesuatu yang alami, tapi peninggalan dari pertarungan yang panjang antara hewan dan tumbuhan.

Brown-tufted capuchins, kera dengan kecerdasan tinggi.

Mereka menghabiskan malam di dalam goa yang aman,

muncul tiap pagi untuk mencari makan.

Di bawah lembah ada makanan favourit mereka.

Biji pohon palem.

Palem memproduksi biji yang banyak, tapi mempunyai cangkang yang sangat kuat

yang melindunginya dari serangan hewan yang lapar.

Untuk para capuchins perang untuk memecahkan.

Mereka memilih biji yang mana yang paling matang, dan pertempuran dimulai.

Tugas pertama adalah mengoyak kulit serabut luar dari bijinya.

Dia tidak langsung memecahkan bijinya,

tapi menjatuhkannya ke tanah.

Dia belajar bahwa bijinya harus dijemur dulu seminggu atau lebih agar kering di bawah matahari.

Ini salah satu hasil yang sudah disiapkan sebelumnya.

Dia mengetuknya untuk mengetahui apa bijinya sudah siap.

Batu besar yang rata adalah landasannya.

Dan ini adalah palunya.

Itu dibuat dari batu yang berbeda dan jauh lebih keras dari landasannya.

Sekarang sesuatu yang luar biasa terjadi.

Cara capuchins menggunakan alat batu ini membutuhkan tingkat yang luar biasa dari

kecerdasan, perencanaan dan keterampilan.

Biji akhirnya pecah dan mengeluarkan biji yang berminyak.

Anak-anak melihat dan meniru yang dewasa, seperti yang dilakukan bayi manusia.

Kalau mereka sudah mandiri,

mereka harus bisa memecahkan bijinya sendiri.

Tapi proses belajarnya memakan waktu yang lama, dipenuhi dengan frustasi.

Awalnya mereka belajar, agar pekerjaanmu bisa selesai

kamu harus punya alat yang tepat.

Memerlukan 8 tahun untuk seekor capuchin untuk menguasai teknik ini

dan mengalahkan pertahanan yang hebat dari biji palem.

Tapi ada tumbuhan yang membalikkan keadaan dan memakan hewan.

Ini jebakan yang sangat canggih. Umpannya,

nektar manis disekeliling bibir piringan.

Pemicunya, bulu yang halus, ke-2 nya harus disentuh dalam waktu 20 detik.

Korbannya, lalat yang tertarik melihat warna dan nektar.

Satu.

Dua.

Ketika dipicu, jebakannya menutup dengan sangat cepat dan lalat pun terkurung.

Venus flytrap sekarang mencerna korbannya.

Tantangan kehidupan tidak hanya masalah mencari makan.

Setiap hewan akan tiba saatnya memikirkan untuk berkembang biak.

Pendekatan salah satu hewan sungguh menakjubkan.

Malaysia.

Ini adalah serangga aneh tertidur di dasar hutan.

Ketika sudah aman berada di pohon, pejantan ini akan bersembunyi di dedadunan dan memulai transformasi yang luar biasa.

Yang akan menentukan apakah dia akan mempunyai keturunan atau tidak.

Dia memulainya dengan menelan gelembung udara, mendorongnya ke kepala.

Dia lalu memompa gelembung ke dalam tangkai yang ada di matanya,

seperti meniup balon.

Dan karena inilah binatang ini mendapatkan namanya,

stalk-eyed fly (lalat mata bertangkai).

Sedikit penyempurnaan untuk meluruskan semua kerutan

dan dia siap beraksi.

Mungki terlihat susah dipakai, tapi matanya tidak hanya meningkatkan kemampuan

untuk melihat predator, tapi juga kunci utama untuk menarik betina.

Pada malam hari, jantan dan betina berkumpul dan para pejantan mulai mengukur satu sama lain, ujung mata yang satu ke ujung mata yang lain.

Mempunyai lebar mata paling jauh akan menempatkan pada strata paling atas.

Batangan pada mata bukanlah senjata, tetapi tongkat ukuran,

untuk mengukur seberapa besar, dan seberapa kuat seekor pejantan.

Tapi akan ada masalah kalau ada dua pejantan dengan panjang yang sama.

Kontes dilanjutkan dengan pertarungan.

Dikalahkan.

Pemenangnya. Dia mempunya hak untuk mengawini semua betina di dekatnya.

Cara mengalah dengan gentle seperti yang dilakukan stalk-eyed flies untuk menyelesaikan perbedaan bukan satu-satunya jalan.

Beberapa hewan lebih kasar.

Musim kering di Zambia.

Danau menjadi kering atau lumpurnya begitu tebal sehingga hewan terperangkap, dengan akibat yang fatal.

Kuda nil jantan ini hidup di danau kecil, tapi begitu mengering, berubah menjadi jebakan mematikan.

Dapat dimengerti, para betina yang dulu mengikutinya sudah meninggalkannya.

Meskipun dia mau, dia tidak bisa bertahan lebih lama.

Dia perlu air agar menjaganya tetap dingin dan betina untuk kawin.

Dan disinilah mereka semua.

Hampir semua kuda nil di area tersebut berada di "yang tersisa" dari sungai Luangwa,

karena disanalah tempat terakhir yang airnya masih dalam.

Tikungan sungai ini dikuasai oleh seekor pejantan yang kuat.

Semenjak musim kering, semakin banyak betina yang bergabung dengan dia.

Mereka gembira hidup berdampingan, tapi siapa saja pejantan yang datang kesini

berharap untuk kawin, pertama - tama harus mengalahkan tuan besar.

Pejantan pengembara tiba dan harus memutuskan apakah menyerah atau bertarung.

Kemenangan untuk tuan besar.

Dominasinya di terusan sungai ini bertahan, dan juga hak untuk kawin dengan betinanya.

Yang kalah tetap hidup, tetapi diasingkan.

Dia mundur ke bagian lain sungai yang lebih dangkal, dimana tidak seekor betinapun mau mengikutinya.

Kesempatannya untuk mempunyai keturunan sudah berakhir untuk sekarang.

More Indonesian subtitles for Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left