A Castle for Christmas

A Castle for Christmas

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡA Castle For Christmas NF-RT-01:39:20
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2021-12-16
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

EMMA GALE JATUH CINTA

"Kau percaya cinta pandangan pertama?

Aku juga tidak."

Itu kata-kata yang memulai seluruh kisah sukses Emma Gale.

Dan selama 20 tahun dan 12 novel, sepertinya tak ada yang salah.

Sampai sekarang.

Halo, Bu Brown. Selamat datang di The Drew Barrymore Show .

Terima kasih.

Tak bisakah aku pulang dan menunggu sampai ini mereda?

Ini tak akan mereda. Ini situasi kritis.

Kau tahu berapa banyak orang membencimu karena buku ini?

Banyak?

Waktunya beraksi.

- Kukira kau temanku. - Saat ini, aku agenmu.

Jadi, keluarlah dan buat semua orang terpesona.

Jangan tampak terlalu tinggi.

Itu mengintimidasi.

Kurasa mungkin kalian belum pernah membaca novel Sophie Brown,

tapi percayalah, kalian kenal seseorang yang pernah,

dan aku punya pertanyaan untuknya.

Mari kita menyambut kembali teman baikku dan penulis buku terlaris, Sophie Brown!

Terima kasih.

- Hai. - Hai.

Terima kasih undangannya. Aku terkejut berhasil masuk hidup-hidup.

Aku nyaris gagal.

Pemirsa, jika ingin tahu apa yang kami bicarakan,

kurasa Sophie Brown punya banyak penggemar yang marah di luar sana.

Kurasa maksudmu mungkin mantan penggemar.

Kurasa kita semua penasaran dengan akhir buku terbarumu.

Aku tahu karakter Winston memikat banyak pembaca.

Lalu kenapa kau membunuhnya?

Pembacamu, mereka mencintai Winston.

Mungkin mereka hanya tak mengenalnya seperti aku.

Kita tak selalu mendapat akhir bahagia.

Biasanya aku tak melakukan ini,

tapi aku harus setuju dengan penggemar di luar sana.

Dia tak pantas jatuh dari tangga.

Jadi, kau memihak mereka?

Kau membunuh pria yang kucintai.

Apa hakmu mengambilnya?

Aku penulisnya.

Aku tahu, tapi mungkin kau kesulitan

memisahkan kehidupan nyatamu dengan fiksi di bukumu.

- Apa? - Tahun ini berat bagimu.

Suamimu meninggalkanmu. Perceraianmu sangat buruk.

Tapi Winston adalah karakter fiksi.

- Benarkah? - Ya.

Dan kau harus senang dia mati dengan cepat.

Bisa kuperpanjang sepuluh halaman.

Aku bisa menyeretnya di belakang mobil. Aku bisa meracuninya dengan air raksa.

Aku bisa mencincangnya menjadi kecil-kecil

dan menjadikannya makanan hiu!

Kami segera kembali.

Ibu menjadi penulis agar bisa menulis memakai piama,

bukan diteriaki oleh orang asing.

Kukira Ibu menjadi penulis karena Kakek.

Ibu biasa duduk di salon dan mendengarkan kisahnya.

Ya.

Tentang istana itu.

Tentang Skotlandia.

Katanya dia pernah menyelinap masuk.

Ya.

Dia sering menceritakan itu.

Ibu yakin akan baik-baik saja? Aku bisa kembali pekan depan.

Sama sekali tidak. Kau tetap di sekolah. Jangan cemaskan Ibu. Ibu tak apa-apa.

Baiklah.

Aku harus melupakan masalah Emma Gale untuk sementara.

Aku harus pergi.

Dun Dunbar.

Istana itu.

Aku akan ke Skotlandia.

Itu terpencil dan tenang. Tak ada yang mengenal Ibu di sana.

Ibu, ini hebat. Akhirnya Ibu berlibur.

Bukan berlibur.

Perjalanan kerja.

Hanya sampai pemberitaan buruknya mereda.

Ibu bisa menulis novel Emma Gale baru,

mengembalikan Winston, dan semuanya akan kembali normal.

Baiklah, setidaknya berjanjilah Ibu akan melihat istana.

Ibu janji.

Itu aku.

Kau orang Amerika.

Ya.

Tak ada yang memberitahuku.

Dari mana?

Kau dari mana?

Tidak.

Hanya ini koperku.

Tak masalah.

Terima kasih.

SELAMAT TINGGAL EMMA GALE

SELAMAT DATANG DI DUNBAR POPULASI 153

RANJANG NYAMAN, SARAPAN SKOTLANDIA PENGETAHUAN LOKAL

MAKANAN YANG ENAK, SAMBUTAN HANGAT

Hamish, tidak!

Hamish, hentikan!

Aku senang kau…

di sini.

Dia biasanya tak suka orang asing.

Kau juga, Bodoh.

Terima kasih.

Selamat menginap.

Hei. Apa kau komite penyambutan?

Hai. Bisa kubantu?

Aku mau menginap.

Bagus. Ikuti aku.

Bukankah itu Sophie Brown?

Di desa kecil kita? Jangan bodoh.

- Selamat datang di penginapan desa. - Terima kasih.

Aku punya reservasi atas nama Sophie Brown.

Sophie Brown, penulis itu?

Aku tak yakin harus mengakuinya, tapi ya.

Aku sudah membaca semua bukumu. Aku baru menyelesaikan yang terakhir.

Luar biasa.

- Boleh aku bertanya? - Tentu.

Kenapa kau menunggu begitu lama untuk membunuh Winston?

- Apa? - Aku mau dia mati di volume pertama.

Aku tak pernah suka bedebah itu. Terlalu sempurna.

Kau tahu? Aku tak yakin aku menyukainya juga.

- Keparat. - Keparat.

- Aku membunuhnya. - Baguslah, Sophie Brown.

Berengsek. Punya nama lain untuknya?

Ini bagus.

Kau baik sekali. Aku yakin biasanya hotelmu lebih mewah.

Sebenarnya,

ini persis yang kuharapkan.

Apa Istana Dun Dunbar di dekat sini?

Ya, di balik bukit itu.

Jika butuh hal lain, Bu Brown, telepon saja.

Terima kasih. Panggil aku Sophie.

Maisie.

- Senang bertemu denganmu, Maisie. - Sama-sama.

Skotlandia? Sungguh? Kenapa kau tak bertanya padaku dahulu?

Karena kau akan mencegahku.

- Sudah berapa lama kita saling kenal? - Terlalu lama.

Sejak halaman satu, buku empat. Kapan aku pernah menyesatkanmu?

- Titel buku enam. - Selain itu!

Jangan cemas. Aku kemari untuk menulis.

Bagus, dan kapan aku bisa melihat drafnya?

Segera. Tak akan sulit menulisnya.

- Sampai jumpa. - Dah.

Baiklah, toko suvenirnya di sini.

Tidak, terima kasih.

Tidak, kalian melewatkan toko suvenir.

Tidak? Tentu kalian tak mau pergi tanpa suvenir.

Tidak.

Kilt, serbet teh, tatakan gelas? Semua dengan lambang klan, tentu saja.

Tentu saja.

Semoga perjalanan kalian lancar.

Ada yang kau pikirkan?

Beberapa hal.

Mungkin salah satunya memperbaiki pintu perpustakaan.

- Sulit membawa orang masuk. - Lebih sulit mengeluarkan mereka.

Halo.

Hai.

- Jadi, kau bekerja di sini juga? - Di mana pun aku bisa.

Kau baru melewatkan tur. Berikutnya hari Kamis.

Bolehkah aku berkeliaran sendirian?

Kurasa itu tidak…

Tak apa-apa, Thomas. Aku akan memberinya tur.

- Aku tak mau kau kena masalah. - Aku akan ambil risiko.

Lewat sini.

Ada lebih dari 3.000 istana di Skotlandia.

Beberapa berasal dari abad ke-14.

Semuanya memiliki sejarah membanggakan

dari mereka yang hidup, bekerja, dan bertarung di sini.

Lihat tangga itu.

Ya, satu dari lima.

Ada apa di atas sana?

Lantai atas.

Ini ruang musik

tempat duchess ketiga menulis buku puisi.

Kau sudah membacanya?

Ya, dan aku tak akan merekomendasikannya.

- Jadi, kau di sini hari ini? - Sedikit lebih lama.

Turis biasanya tak tinggal di desa kami.

Kami lebih seperti lantatur.

Dun Dunbar dibangun oleh Duke Dunbar pertama untuk istrinya.

Milik keluarga yang sama selama 500 tahun.

- Siapa pemiliknya sekarang? - Bangsawan menyebalkan.

- Hamish! - Astaga.

- Tidak! - Baiklah. Hai.

Aku tak pernah melihatnya begini. Kau membawa daging?

Ya.

Aku selalu membawa steik di tubuhku.

Keluar sekarang. Ayo. Keluar. Ayo!

Maafkan aku.

Tak apa-apa.

Jadi, ini bagian istana yang lebih tua.

Sudah ada sejak tahun 1500.

Keluarga Dunbar mengadakan pertemuan klan dan perayaan besar di sini.

Ayo. Masih ada lagi.

Tangga ini dibangun searah jarum jam.

Ternyata, itu cara terbaik untuk bertahan bagi ahli pedang yang tidak kidal.

Ada apa di puncak?

Dua belas kamar tidur dan sepuluh kamar mandi.

Kurasa si bangsawan menyebalkan perlu banyak toilet.

Tak pernah cukup.

- Bisakah kita naik? - Maaf, bukan bagian tur.

More Indonesian subtitles for A Castle for Christmas

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left