The first 200 lines.
Jung Do.
Aku harus menghancurkan mereka semua.
Ayo kita lakukan sekali lagi.
- 50 juta dolar? - Memang siapa orangnya...
yang harus membayar pajak sebanyak itu?
Bang Pil Gyu. Dia tangan kanan dari Choi Chul Woo di Woohyang.
Kita tidak dapat menemukan keberadaannya.
Ada sebuah perusahaan bernama Komunikasi PBB.
Putranya, Bang Ho Seok adalah CEO.
Putrinya Bang Min A adalah penasihat.
Jadi, apa rencanamu untuk menipu 50 juta dolar?
- Kaya! - Kaya!
Kenapa kita tidak makan malam bersama saja?
Kurasa kau ada makan malam dengan istrimu besok.
Apa yang dilakukan nona Bang Min A?
Dia tidak peduli dengan apapun karena dia begitu tertarik dengan barang-barang antik.
Barang antik?
Keramik?
Apa ini benar - benar ide mu?
Permisi?
Apa kau punya beberapa keramik yang unik?
kenapa ada label harga yang melekat disini...
dengan selotip?
Kenapa kita harus melakukan sesuatu serumit itu?
- Networking. - Kami dari Kementerian Kebudayaan.
Jangan sentuh aku. Katakan padaku terlebih dahulu.
Sudah lama sekali.
Engsub by VIKI | SubIndo by Ms. Youngfinger
Katakan yang sejujurnya. Apa kau membeli sesuatu dari nona Koo?
Aku benar-benar belum membeli apa-apa dari dia. Sudah kukatakan padamu.
Kau tidak boleh bohong padaku dan menjual apa yang kau beli darinya.
Kau tahu apa yang terjadi jika kau menjual barang tiruan, kan?
Aku mengunjungi toko itu untuk pertama kalinya hari ini,
dan aku sadar kalau mereka tidak asli.
Baiklah, aku akan mempercayaimu.
Kalau begitu...
Tuan Choo!
Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?
Kau tidak akan mampu mencari nafkah jika bukan karena aku.
Aku akan menceritakan semuanya.
Aku ingat semua hal yang kau selewengkan demi uang!
- Astaga. Masukkan dia ke dalam mobil. - Tidak tahu malu!
Wanita itu cerewet sekali.
Dasar pengganggu.
Apa yang dia bicarakan?
Dia berbohong.
Dia mengatakan semua itu karena dia bersalah.
Ini. Jangan ragu untuk menghubungiku jika kau butuh sesuatu.
Jangan ragu untuk menghubungiku.
- Baiklah. - Dah.
Itu cukup bagus untuk percobaan pertama.
Iya, pak.
Sekarang?
Tentu, Baiklah.
Sepertinya aku harus pergi ke Balai Kota sekarang.
Pergilah tanpa aku. Aku akan menemuimu di markas nanti.
Baiklah.
Kau datang, tuan Baek.
- Apa kau sudah makan? - Iya.
Oh, kenapa kau di sini?
Tuan Shim dari Divisi Tagihan Pajak ini...
akan ditunjuk sebagai kepala Divisi Pajak Kantor Dua.
Kita perlu mengisi posisi Tuan Kang.
Aah iya.
Mohon kerjasamanya. Aku masih harus banyak belajar.
Baiklah.
Selamat atas promosimu. kau sudah jadi kepala sekarang.
Benar.
Alumni universitas memang cukup berguna.
Apa kau ada acara malam ini?
Ayo pergi minum denganku dan dia...
Maaf, Maksudku tuan Shim.
Aku sedikit sibuk hari ini.
Mari kita pergi minum lain waktu.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Yah, aku hanya sedikit sibuk.
Mari kita pergi minum-minum lain kali saja.
Sung Il, ikutlah dengan kami.
Apa kau sesibuk itu?
Ya, aku sangat sibuk.
Kenapa hanya kau yang sangat sibuk?
Kupikir Divisi Tiga tidak ada tugas diluar hari ini.
Aku ada tugas diluar kantor yang harus dilakukan.
Permisi.
Sayang sekali.
Tuan Shim.
- Ya. - Pejabat publik...
Seharusnya tidak menipu orang, kan?
Tentu saja.
Hanya penjahat yang melakukan hal seperti itu, kan?
Iya.
Kembalilah bekerja sekarang.
Kau mau kemana?
Iya.
Aku hampir sampai. Aku akan segera kesana.
Baiklah.
Iya, Detektif Kim. Ini Komisaris Ahn.
Aku memiliki informasi yang berguna untukmu.
Ini tentang penipuan.
Aku mendengar kabar dari penipu ulung yang berusaha untuk menipuku.
Aku akan meneleponmu lagi nanti.
Halo?
Ya, Ji Eun. Nomor siapa ini?
Ayah sedang bekerja.
Oh, teleponmu rusak?
Astaga, bagaimana bisa kau menjatuhkan ponselmu kedalam air?
Apa tetap tidak bisa meski sudah dikeringkan?
Nomor yang Anda panggil sedang sibuk.
Nomor yang Anda panggil sedang sibuk. Silakan tinggalkan...
- Halo? - Pak.
Saya butuh ijin anda untuk keperluan yang mendesak.
- Di mana Anda sekarang... - Aku sibuk. Kita bicara nanti.
Ini juga hal yang sangat penting.
Halo?
Pak?
Hei, berapa jumlah kotak yang kita miliki?
Sekitar 1.300.
Astaga, aku sangat bosan dan muak dengan semua itu.
Ini catatan penggunaan telepon. Atur dan ringkaskan untukku.
- Halo? - Mi Joo.
Apa ini Mi Joo?
- Halo? - Ini aku, Sung Hee.
Apa ketuaku dalam perjalanan ke sana?
Di gudang tempat pertemuanmu.
Apa ketuaku sedang menuju ke sana?
Jung Do.
Apa si petugas pajak dalam perjalanan kesini?
Kurasa begitu.
Jangan meneleponku saat mabuk.
Mereka bilang iya. kenapa?
Aku tidak yakin, tapi...
Aku sangat yakin.
Aku tidak tahu bagaimana dia bisa tahu,
tapi komisarisku sedang mengikutinya sekarang...
Ini sangat berlumpur.
Jung Do. Ini Sung Hee.
Sung Il sedang diikuti.
Aku tahu itu lama.
Aku tidak punya banyak uang sekarang.
Maafkan aku.
Ya, Detektif, kami baru saja pergi.
Sudah kubilang yang sebenarnya. Apa kau tidak percaya?
Mi Joo, kotaknya.
Hak Joo, di mana tinner nya?
Tinner cat? Di dalam kamar mandi.
- Dimana? - Kamar Mandi!
Dengarkan baik-baik.
Penipu itu adalah pejabat publik.
Ini bukan alur yang buruk.
Berikan ke ibumu.
Sayang, kurasa...
Ji Eun...
Dia membutuhkan ponsel baru.
Apa dia tidak menjawab?
Apa ini thinner nya?
Dasar bodoh.
Tau ah ! . Ayo kembali bekerja. Terus kemasi!
Apa yang tidak penting bagi kita bisa jadi penting untuk anak-anak.
Anak - anak akan diejek jika mereka memiliki telepon model lama.
Sekarang?
Aku dekat Majang-dong.
Dimana kau?
Wangsimni? Kau sudah dekat.
Sampai ketemu.
Buang barang - barang lainnya.
Kenapa aku harus melakukannya?
Butuh waktu lama untuk mengumpulkannya.
Jung Do.
Oke, aku yang akan mengurusnya.
Jangan tanya caranya. Serahkan padaku.
Dia keluar.
Kupikir sudah saatnya kau keluar dari sini.
Tutuplah. Aku akan pulang terlambat.
Aku hampir sampai.
Jangan datang ke sini.
Jangan datang ke sini.
Kenapa tidak?
Kau sedang diikuti.
Komisarismu sedang mengikutimu.
Dia membawa polisi.
Apa kau dengar?
Paman. Sial.
Siapa yang sedang mengikutimu?
Dia mengikutimu sejak dari Balai Kota.
Siapa kau?
Aku seorang petugas polisi.
Kau tahu Detektif Sa Jae Sung, bukan?
Dia ingin menemuimu.
Dia pernah memenjarakanku sebelumnya.
Dia tidak punya urusan apa-apa denganku, jadi aku dilepaskan.
Ini tidak akan lama. Jangan khawatir. Ikut denganku.
Bisakah kau memberitahu kenapa aku harus ikut denganmu?
Haruskah aku mengejar Hak Joo sebagai gantinya?
Baiklah, kalau begitu. Ayo pergi.
Permisi.
Apa?
Masuklah dan pulang dengan hati - hati.
Jangan berkeliling mengikuti orang.
Siapa kau?
Apa yang terjadi di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.