Finding Ola

Finding Ola (البحث عن علا)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Finding Ola S01E04-NF-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝙉𝙚𝙩𝙛𝙡𝙞𝙭 𝙍𝙚𝙩𝙖𝙞𝙡

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-07-19
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

POLRES DAR AL-SALAM

Hei, Kawan. Kau baik-baik saja? Ya?

Syukurlah. Semua baik-baik saja.

Tidak, ini tidak baik.

Kau seharusnya mengurus anak-anak, bukan di kantor polisi.

Jika kau tak bisa menanganinya, katakan saja!

Kau baik-baik saja?

DUA MINGGU SEBELUMNYA

Terima kasih sudah mampir.

- Ini brosurnya. - Terima kasih.

- Dah! - Dah!

Apa produk terlaris kita?

Serum antipenuaan.

Selama ibumu adalah wajah merek kita,

kita akan mendapatkan nenek-nenek, apa yang kau harapkan?

Nenek-nenek ini murah hati.

Itu hanya memengaruhi produk lainnya.

Itu maksudku. Siapa yang mau membelinya?

Ini. Siapa yang akan membeli ini?

Ke mana pun aku melihat, aku melihat ibu-ibu.

Apa aku harus melihat fotonya di mana-mana?

Kau senang, Reda?

Dan kenapa Second Chance?

Kenapa bukan Third Chance atau Fourth Chance?

- Benar. - Kenapa tidak?

Aku tak pernah membayangkan saat usiaku 40 tahun,

aku akan bercerai dan napasku pendek!

Orang yang usianya dua kali lipat lebih baik.

Kau pernah ke Zefta pada tahun '80-an?

Aku tak percaya ini!

- Kau tahu masalahku soal pergi ke sasana? - Satu masalah?

Bau keringat.

- Itu mengaburkan indra penciumanku. - Benar!

Sampai jumpa tiga jam lagi.

- Kenapa dia di sini bersama kita? - Aku ingin tahu hal lain.

Siapa yang mengacaukan gen generasi baru?

Di mana kegemukan yang kita warisi?

Apa yang terjadi pada orang Arab yang terkenal itu?

- Kau bisa menjaga kegemukan itu. - Tentu saja!

Mari mulai dengan kardio.

Treadmill atau spinning? Spinning. Ayo.

Kenapa spinning?

Aku bahkan tak tahu cara naik sepeda!

Kau bisa merasakan bagaimana rasanya naik sepeda.

Naiklah, ayo! Aku akan kembali 20 menit lagi.

Hai.

Tenang! Tarik napas.

Terima kasih.

Ya, jauh lebih baik. Aku Adam.

Hai. Aku Ola.

Ola. Maaf, aku bahkan tak bisa menyebut namaku.

Aku bisa melihat tingkat kebugaranmu. Tapi kau tampak muda. Berapa usiamu?

Bukankah tak sopan menanyakan itu pada wanita?

Tidak, itu normal. Aku kenal orang-orang di sini yang berusia di atas 60 tahun.

Usiaku belum 60 tahun.

Hampir 60, ya.

Bagus.

Bagaimana denganmu? Kau terlihat muda. Mungkin masih kuliah?

Tidak, aku sudah lulus. Ya.

Aku direktur kreatif. Aku punya agensi.

Dengan sedikit pengalamanku, aku tahu kau tak pernah naik sepeda.

Aku selalu ingin belajar, tapi…

Sekeras apa pun ayahku berusaha, aku selalu gagal.

Kau bisa memasukkannya ke daftar keinginan.

Ke mana?

Itu daftar hal yang ingin kau lakukan sebelum meninggal.

Karena sepertinya aku akan mati hari ini, kita bisa membuat daftar penyesalan.

Ulang tahunku sebentar lagi. Apa yang ingin kulakukan? Ya!

Aku ingin pergi ke gurun, seperti para pelancong,

dan begadang semalaman untuk melihat matahari terbit.

- Bagus sekali. - Aku ingin menari.

Bagus. Seperti, tarian Latin?

Apa? Tidak! Maksudku tari perut oriental.

- Aku suka Naima Akef. - Siapa Naima Akef?

Sudahlah, dia terlalu tua untuk kau ketahui.

Aku ingin beri tahu Nazly semua yang kupendam!

- Setiap hal kecil! - Siapa Nazly?

Lupakan.

Aku akan menambah kecepatan, ya?

Bagaimana kau punya waktu untuk itu? Usiamu hampir 60 tahun.

Empat puluh, aku akan berusia 40 tahun.

Kau senang sekarang? Hai!

- Hai! - Hai!

Nesrine dan Montasser, teman dan rekanku. Adam.

- Senang bertemu kalian. - Sama.

Jadi, jika aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun, kau ada di Facebook?

- Tentu. - Anak kecil pemberani!

Ya, tentu, Ola Abdel Sabour.

Baiklah.

- Second Chance. - Baiklah.

- Aku pesulap. - Ya.

Senang bertemu denganmu, Ola Second Chance.

- Siapa namamu? - Adam Ali, Green Edge.

- Dah, Adam Green Edge! - Dah, Adam…

Dah!

- Dah! - Dah, Adam!

Aku biasanya berdiet sebelum bepergian agar bisa makan roti…

Itu yang kau dapat dari bermain dengan anak-anak! Jangan bergerak.

Rendam kakimu di air asin. Salim, ambilkan untuknya.

Jadi, aku berhenti bermain hanya untuk menjadi pembantumu!

Apa katamu?

Bukan apa-apa. Akan kuambilkan.

- Ibu, aku punya pertanyaan. - Ya, Sayang?

Kenapa kau tak mengajariku naik sepeda?

Kau tak ingat seperti apa dirimu? Kau sangat malas!

Kau hampir tak bergerak dan benci olahraga.

Menurutmu kemalasannya diturunkan siapa?

Sayang!

Terima kasih, Sayang. Taruh di sana. Akan kuminum nanti.

Lihat, Ibu? Aku sama sepertimu.

Aku juga benci olahraga, sama sepertimu.

Jelas.

Karena kau tak suka olahraga, apa yang kau suka?

Ada audisi untuk drama yang dikerjakan Nadia sebagai desainer set.

- Apa artinya audisi? - Dia ingin berakting.

Akting? Tak boleh! Kau pemimpin keluarga, Nak!

- Bukan berarti dia tak bisa jadi aktor. - Ya.

Katakan, audisinya tentang apa?

Apa dramanya? Nadia tak memberitahuku.

Peter Pan, Bu. Drama bagus.

Peter Pan?

Omong-omong, Ola,

bagaimana penjualan produkku?

Shukreyya bilang itu sukses besar!

Dia anak yang tak mau dewasa, ya?

Ya.

Kau harus belajar terbang seperti aku!

Bagaimana caranya?

Itu hal termudah! Pikirkan saja kenangan terindahmu.

Tutup matamu, fokus…

Jangan khawatir, kau tahu dialognya. Aku yakin kau bisa.

Sungguh? Jika kau yakin, aku juga yakin.

…taburkan debu peri.

Terima kasih. Berikutnya!

- Giliranmu, Selim! - Salim!

Kapan pun kau siap.

Neverland adalah tempat untuk anak-anak, di mana tak ada yang tumbuh dewasa!

Wow! Aku ingin ke sana bersamamu.

Kau harus belajar terbang sepertiku!

Pikirkan kenangan terindahmu.

Tutup matamu, fokus, dan kau akan terbang tanpa sayap.

Kenangan terindahku adalah…

saat aku bermain dengan Wendy, dan dia bercerita sebelum tidur.

Sekarang, kita hanya perlu memercikimu dengan debu peri.

Tutup matamu, rentangkan lenganmu, dan ikuti aku!

Wah! Aku terbang!

Terima kasih!

Kurasa kita menemukan John Darling.

Selamat, Salim. Kau masuk drama musikal.

Lihat? Lihat betapa mudahnya itu?

Apa alat pencari itu membawaku ke area anak-anak atau… Permisi?

- Hai. - Hai.

- Kau punya janji temu? - Ya, aku Ola Abdel Sabour.

- Aku ada janji dengan Pak Adam. - Baik. Adam!

Hai, Ola.

- Kau sudah bertemu Sophie? - Ya. Sophie. Senang bertemu denganmu.

Permisi.

- Apa kabar? - Aku baik-baik saja.

Aku sudah selesai.

- Kau mau minum espreso? - Tentu!

- Apa kau punya kafetaria di sini? - Kafetaria? Ayo.

Hassan, dua espresso, tolong! Duduklah.

- Ini benar-benar kafetaria! - Kami tim besar.

- Jadi kita tak perlu bayar di sini? - Tidak.

- Semua ini gratis? - Ya.

Second Chance, ya?

Ya.

Jadi, katakan padaku. Bagaimana merekmu?

Ingat saat kita bicara soal usia?

Aku seperti terjebak di sudut pemasaran dan aku tak bisa keluar.

Sejujurnya, ini pendekatan kuno.

Ageisme!

Diskriminasi usia.

Yang berdampak negatif pada produkmu yang lain.

Anak muda yang takut menua, jadi mereka tak melakukan apa-apa.

Kau merokok?

- Apa ini? - Ini hanya tembakau.

Tembakau… Aku tak merokok.

Sebenarnya, kenapa tidak?

Kurasa dua orang tak bisa melakukan perjalanan yang sama.

Jadi, kenapa mereka beli produk yang sama?

Masing -masing punya pengalaman berbeda.

Unik.

Jadi, merek yang menjual produk khusus

khusus akan memenangkan Generasi Z.

Generasi apa?

Siapa pun yang lahir dari tahun 2000 dan seterusnya.

Ya, Generasi Z, 2000…

Tapi mereka masih kecil. Apa mereka sudah punya daya beli?

Jangan tanya aku, aku lahir tahun 1990.

1990? Itu dua tahun setelah Raafat El Haggan ditayangkan.

Sophie!

Tahun berapa kau lahir?

Tahun 2002. Kenapa?

Dia lahir setelah 9/11!

Di mana kau membeli produkmu?

Tidak. Aku berhenti membeli kosmetik karena kekejaman terhadap hewan.

Apa kau tahu merek organik Mesir bebas kekejaman bernama Second Chance?

Tidak. Kurasa tidak.

Finding Ola subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Finding Ola

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left