The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 120"
- Astaga. - Astaga, ayah baik-baik saja.
- Duduklah di sini. - Baiklah.
Aku sudah meminta Ayah cuti, tapi Ayah tidak menurutiku.
Benar.
Aku tidak pernah melihat seseorang yang sangat keras kepala.
Kamu menyebutku keras kepala?
Seung Joo yang keras kepala, bukan aku.
Aku seperti domba yang jinak dibandingkan dengan dia.
Kalau dipikir-pikir,
kalian berdua keras kepala dan pemarah.
Bu Ko!
Lihat? Kamu langsung marah.
Dia juga keras kepala meninggalkan ayahnya yang sakit ke Amerika.
Aku pergi bukan untuk berlibur, tapi kuliah.
Tidak bisakah Ayah membiarkanku pergi tanpa mengomel?
Baiklah.
Lagi pula, kamu tidak pernah mendengarkan ayah.
Silakan pergi.
Sudah kuduga, Ayah akan mengizinkanku.
Terima kasih, Ayah.
Asalkan kamu berjanji satu hal.
- Apa itu? - Jangan pernah
menangis seorang diri.
Baiklah, aku berjanji.
Berjanjilah kepadaku juga.
Janji apa?
Berjanjilah jangan membawa pulang pacar orang Amerika.
Aku tidak bisa menjanjikan itu.
Aku mungkin akan langsung jatuh cinta kepada orang Amerika.
Tidak boleh.
Bahasa Inggris yang kubisa dari sekolah hanya, "Apa kabar?",
"Baik, terima kasih. Dan kamu?"
Kamu mau aku tidak mengatakan apa pun selain itu
kepada menantuku?
Baiklah, aku juga akan menjanjikan itu.
Jagalah ayahku dengan baik
sebagai gantinya, Ibu Tiri.
Man Seok,
kamu mendengar itu?
Dia memanggilku ibu tiri.
Astaga.
Aku akan bekerja.
Banyak yang harus kuselesaikan sebelum pergi ke Amerika.
Sampai nanti.
Seung Joo, kamu mau ke Amerika?
Untuk apa?
Itu...
Silakan datang.
Selamat, Nona.
Terima kasih.
Selamat, Yeon Ji!
Ini berita bagus.
Kamu mengadakan pernikahan di Oepo?
Ya, ayah mertuaku adalah anggota penting masyarakat.
Jadi, dia bilang pernikahannya harus di Oepo.
Kudengar kamu hamil.
Dan anaknya kembar.
Bagaimana kamu tahu?
Kami baru-baru ini menemui reporter kenalan Pak Jo
dan pacarmu mengalami mual pagi.
Benar. Jadi, aku menanyainya.
Katanya, dia yang mengalami mual pagi, bukan kamu.
Itu agak tidak biasa.
Tapi aku pernah mendengar suami memang mengalami mual pagi
saat hubungan sebagai pasangan sedang baik.
Tunggu.
Kenapa kamu dan Ji Young
menemui reporter?
Apakah kalian berdua
yang membocorkan berita tentang Bu Choi?
Tidak, bukan begitu.
Aku hanya memberi tahu dia bahwa Bu Choi bersikap aneh
dan Pak Ahn menyerahkan surat pengunduran diri.
Itu saja.
Aku tidak mengatakan apa pun. Aku hanya duduk di sampingnya.
- Lantas kalian akan bagaimana? - Apa?
Mengenai apa?
Kalian akan memberi tahu Pak Heo yang sebenarnya
atau aku yang memberi tahu dia?
Tunggu, aku akan memberi tahu dia.
- Ini gawat. - Astaga.
Sudah kuduga, kamu akan menyebabkan masalah besar cepat atau lambat.
Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu mengumumkan kehamilanku.
Terserah.
Hai.
Ada apa kemari, Yeon Ji?
Aku kemari untuk membagikan undangan pernikahanku.
Selamat, Yeon Ji.
Selamat, Yeon Ji.
Kudengar ibu mertuamu sangat baik kepadamu.
Ya, dia sangat baik.
Selamat, ibu si Kembar!
Apa-apaan ini?
Apa rumor itu telah sampai ke tim ini?
Aku akan memberi Pak Jo pelajaran.
Aku mendengarnya dari Pak Lee, bukan Pak Jo.
Pak Lee!
Itu ulah Anda?
Apa salahku?
Bukan salahku jika jantungku terus berdebar.
Itu karena Pengantin Berambut Putih begitu seksi.
Apa maksudnya?
Pak Lee pasti melamun.
Kenapa jantung Anda berdebar dan siapa Pengantin Berambut Putih?
Aku akan segera kembali.
Kamu mau ke mana? Kita harus memeriksa bahan hari ini.
Ada yang salah dengan jantungku.
Saat ini bahan tidak penting.
Sampai jumpa.
Berita besar!
Apa maksudmu berita besar?
Seung Joo akan pergi ke Amerika.
Kenapa dia akan pergi ke Amerika?
Dia akan kuliah di sekolah busana di sana.
Astaga. Bagaimana dengan Pak Ahn?
Hubungan mereka sungguh berakhir?
Sebaiknya kita beri tahu Pak Ahn soal ini
atau tidak?
Bu Heo, kamu terlihat seperti
Brigitte Lin di film "The Bride with White Hair"
hari ini.
Aktris yang memiliki pesona tomboi
dan daya tarik seksual.
Kali ini, aku ingin makan malam denganmu.
Tanpa In Sook.
Makan malam hanya denganmu, hanya kita berdua.
- Astaga. Sedang apa kalian? - Astaga. Kamu mengagetkanku.
Seperti yang kamu lihat, kami sedang merangkai bunga.
Merangkai bunga apanya?
Ya ampun. Kamu membabat habis bunganya.
Kamu melampiaskan emosi pada bunga atau apa?
Itu... Bu Heo.
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Aku juga ingin membahas sesuatu denganmu.
Astaga. Tunggu sebentar.
"Pak Lee Sang Hyun"
Halo?
Hai. Ini Lee Sang Hyun, si Pria keren.
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Bisakah kamu meluangkan waktu untukku?
Hai, Jin Ah.
Hei. Kamu di sini.
Ibu sedang pergi?
Pak Jang mengantarnya ke rumah sakit.
Ada yang bisa kubantu?
Tentu saja ada.
Aku akan menuliskan dokumen dan mengirimnya ke surelmu.
Jadi, tolong serahkan ini lewat surel sebelum tenggat.
Baiklah.
Jin Ah, ada yang ingin kamu katakan kepada Nam Jin, bukan?
Ya. Sebenarnya...
Ada apa? Katakanlah.
Ini mengenai Seung Joo.
Aku dengar dia akan ke Amerika untuk kuliah.
Apa? Apa maksudmu?
Dia akan kuliah di sekolah busana di Amerika.
Aku dengar dia tidak akan kembali selama beberapa tahun.
Aku sudah tahu.
Kamu sudah tahu?
Tapi kamu...
Tapi kamu hanya membiarkan dia pergi seperti ini?
Dengar. Ingatan Ibu telah kembali.
Tidak bisakah kamu menemui Seung Joo dan membicarakannya lagi?
Aku ingin menuruti keinginannya.
Dia sangat menyukai pekerjaannya dan memiliki banyak impian.
Aku tidak boleh menghalangi dan menyusahkannya.
Tapi bukankah setidaknya kamu harus menemuinya sebelum dia pergi?
Rapat pemegang saham diadakan besok. Aku tidak punya waktu.
Selain itu, pekerjaan adalah yang terpenting bagiku saat ini.
Aku yakin Seung Joo juga tidak menginginkan itu.
Hei, Dae Sik.
Kamu masih mengalami mual pagi?
Astaga. Kamu memang aneh. Sungguh.
Pak Lee, bisakah Anda menjaga kafeku sebentar?
Aku akan pergi ke apotek, lalu kembali.
Seon Hui akan segera datang.
Tentu.
Astaga. Pria malang.
Selamat datang, Pengantin Berambut Putih.
Silakan duduk.
Begini...
Aku bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan jantungku.
Kini aku yakin apa penyebabnya.
Apa maksudmu?
Itu artinya titik akses Wi-Fi cintaku
telah berganti.
Sinyal itu
memang tampak cukup kuat.
Kenapa aku
baru menyadarinya sekarang?
Bukankah kamu seharusnya bahagia
mengetahuinya sekarang?
Ayah!
Sedang apa kalian berdua?
Hei. Apa maksudmu? Ayah tidak melakukan apa pun.
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.