Kaalia

Kaalia (कालिया)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Kaalia 1981 WEBripp 480p 720p 1080p MKVCinema NANOsubs
A Commentary by GradyNanoNano
NANOsubs.id | Membuka Jasa Penerjemahan dan Resync Subtitle, Silahkan kontak WA: 0895333122239 untuk lebih lanjut atau pemesanan! Thanks!

Tags

webrip
web
720p
720
BRip
1080
480p
480
mkv
Published on: 2021-09-26
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Anak-anak, kalian tahu soal Mukhtar Singh?

Tidak./ Lalu kau tahu apa tentang dunia?

Mukhtar Singh adalah orang yang sangat..,

ditakuti.

Oleh polisi dan masyarakat.

Ketika dia masuk ke pasar, semua langsung seperti sudah malam.

Pasar langsung kosong, dan toko tutup. / Lalu?

Hari ini, dia salah sudah menantangku. / Bagaimana bisa?

Seperti pemerintah, dia memalak pajak dari semua orang.

Dari pemilik toko, pedagang, pekerja dan lain-lain.

Hari ini, dia memalak pajak dariku. Karena apa?/ Apa?

Karena sudah berjalan di jalan. / Apa?

Aku tanya, "Mengapa aku saja? Bagaimana pejalan kaki lainnya?"

Dia bilang, "karena kakimu..,

lebih memakan jalan karena panjang."

Masalahnya dimulai.

Pertama, dia mencekikku. / Lalu?

Aku menjatuhkannya, dan memukulnya begini!

Dia pingsan, dan keluar buih dari mulutnya.

Apa yang terjadi, Kallu?

Aku melihat anjingnya datang. Tahu anjing apa? / Apa?

Seekor anjing Alsatia!

Sungguh? / Ya!

Anjing itu lebih besar dari singa!

Kami saling melihat dan mengeram. / Kemudian?

Seperti majikannya, dia menyerang leherku.

Tapi, sebelum ia menusukkan kukunya di leherku..,

Aku masukkan tanganku ke dalam tubuhnya, dan membelahnya jadi dua!

Lalu apa yang terjadi? / Kemudian..,

Pergilah!

Hei!

Hei! Hei!

Pergiilah! Lari!

Pergilah! Bibi, tahan dia!

Minggir!

Mengapa kau terengah-engah, Kallu?

Siapa?

Kau tahu yang terjadi di pasar hari ini?

Kau tahu soal Mukhtar Singh? / Tidak.

Lalu kau pernah dengar apa?

Dia orang yang ditakuti oleh polisi dan masyarakat.

Ketika dia masuk ke pasar, semua langsung seperti sudah malam.

Pasar langsung kosong, dan toko tutup. / Lalu?

Dia menantangku.

Dia kemari!

Lalu apa yang terjadi, Kallu? / Kakak ipar!

Hei, keluar!

Paman, temanmu sudah tiada, keluar sekarang!

Dia tak keluar! Dia kabur!

Dia takut padaku!

Semua orang takut padamu! Tapi, kau pergi membeli kentang.

Aku lupa, akan kubeli sekarang!

Munni, apa kabar?

Apa! Pergilah!

Bibi, kenapa ramai sekali?

Kau tak tahu? Ramdin akan segera punya anak! / Oh, begitu!

Mau kemana? / Aku mungkin dibutuhkan di dalam.

Kau dibutuhkan diluar, kalau bisa, bantu Ramdin.

Ramdin, ada apa? Jangan tegang!

Ini anak pertamamu, tapi aku sudah jadi bapak 10 anak!

10 anak? Kau?

Benar!

Aku tak menikah, tapi aku curi-curi kesempatan..,

menggenggam tangan para istri.

Jangan cemas, kau segera punya anak!

Dengar, kau tahu soal Mukhtar Singh? / Tidak!

Lalu kau pernah dengar apa?

Polisi dan masyarakat takut pada Mukhtar Singh!

Ketika ia lewat, seolah kota..,

Anaknya sudah lahir! Dengar semuanya!

Bibi, dengar! Ramdin sudah punya anak!

Ada apa, Kallu?

Baiklah.

Ramdin sudah punya anak!

Ramdin sudah punya anak!

Ramdin sudah punya anak!

Apa kau punya anak? / Tidak.

Ramdin punya!

Pergilah! Atau kuhajar kau!

Kallu, kau bawa kentangnya? / Tidak, kakak ipar!

Narayan menghajarku di jalan.

Lihat ini!/ Astaga! Narayan menghajarmu?

Dengar, alasan dia..,

Aku memberitahu semua orang kabar Anaknya Ramdin.

Inikah alasannya?

Jangan cemas. Akan kubicarakan dengan abangmu soal Narayan.

Aku dengar semua dari Narayan. Semua salah dia!

Dia diluar kendali!

Mengapa kau pergi sebagai reporter lokal?

Narayan hanya menamparmu, Aku akan menghajar wajahmu! Bajingan!

Kau sampai marahi dia! / Aku harus bagaimana?

Dia hanya bikin hidup sulit bagiku.

Dia tak kerja apa pun, dia hanya makan!

Dia main kelereng dan main layangan bersama anak-anak.

Jika ada waktu luang, dia hanya mengobati orang lain.

Narayan belum pernah punya anak selama 15 tahun..,

dan dia kesana untuk merayanaknnya!

Aku tak ingin mendengar keluhanmu lagi! Paham?

Paman!

Kau lakukan hal serupa seperti semua orang!

Kau marah dengan bosmu..,

tapi dilampiaskan ke adikmu!

Apa dia bertanggung jawab atas penyerangan pabrikmu?

Atau karena tidak ada makanan di rumah?

Sedih karena amarahmu, jika dia kabur dari rumah..,

aku tak mau ada di sini! / Dia tak akan kemana-mana!

Dia boleh meninggalkanku..,

tapi jangan kau, dia akan kembali.

Hidup buruh pabrik! Penuhi tuntutan kami!

Hidup buruh pabrik! Penuhi tuntutan kami!

Bonus bukan amal! Tapi hak para pekerja!

Hidup buruh pabrik! Penuhi tuntutan kami!

Bonus bukan amal! Tapi hak para pekerja!

Bonus bukan amal! Tapi hak para pekerja!

Hidup buruh pabrik! Hidup buruh pabrik!

Penuhi tuntutan kami! Penuhi tuntutan kami!

Hidup buruh pabrik!

Hidup buruh pabrik! Penuhi tuntutan kami!

Bonus bukan amal! Tapi hak para pekerja!

Bonus bukan amal! Tapi hak para pekerja!

Aku setuju.

Aku pemilik baru pabrik ini, dan akan kujamin hak kalian.

Siapa pemimpinmu?

Shamu, pergilah..,

Aku siap memberimu bonus 2 bulan.

Tapi, pekerjaan harus dimulai sekarang.

Kami punya satu tuntutan lagi! / Apa itu?

Semua mesin di pabrikmu sudah tua dan karatan!

Bisa terjadi kecelakaan kapan saja dan bisa makan korban!

Kami menuntut untuk mengganti mesin dengan yang baru!

Itu butuh waktu, dan aku tak punya waktu.

Jika waktu orang kaya berharga..,

maka hidup parah buruh juga.

Kecuali mesin baru sudah disiapkan..,

Pabrikmu! Pekerjaan tak akan dimulai!

Baiklah! Aku tanya para buruh..,

kalian mau apa?

Pemimpinmu ingin mogok kerja, tapi aku, sang pemimpin, ingin kerjaan beres.

Kau mau apa?

Kelaparan, atau uang? Mogok kerja, atau bonus?

Bonus!

Maka diputuskan! Yang ingin bonus boleh masuk.

Yang tetap ingin mogok kerja diluar saja.

Paman Abdul!

Kau menutun mesin untuk diganti, tapi sekarang..,

aku tak lupakan apapun, tapi, ingat anak-anakku.

Aku bisa membahayakan hidupku..,

tapi tidak bisa jika soal kelaparan anak-anakku!

Bukan soal kelaparan anakku!

Keadaan sudah berubah.

Sebelumnya, pemimpin biasa masukNdi depan publik.

Kini, publik yang masuk..,

di depan pemimpin!

Kau pemain lama balapan.

Tapi, kau salah hari, Tn. Shahani.

Aku baru datang dari pabrik.

Kau memasang 15 lakh di kuda yang lambat.

Rawat, kuhabiskan hidupku..,

di arena balap, kau masih baru.

Kau tak tahu..,

siapapun yang menang bertaruh di kuda lambat, akan menang banyak....

Dan kau bahkan tak tahu, aku bermain apa!

Rawat.

Aku bukan membeli pabrik ini hanya untuk manufaktur.

Truk-truk ini membawa emas..,

dari gudang kami di Dongri.

Bisa jatuh ke tangan polisi kapan saja.

Sekarang, emas itu..,

akan disembunyikan di baju perusahaan ini.

Dan akan dikirim ke berbagai pelosok negeri.

Paman Abdul!

Tidak!

Shanti, tak ada yang terjadi padaku.

Tak ada yang terjadi padaku.

Tidak! Dokter, apa yang kau perbuat?

Tanganku.., / Yang tabah.

Tegarkan dirimu.

Tegarkan dirimu. / Tanganku dipotong.

Saudaraku, tiduranlah.

Kau sedang apa, paman?

Aku mencari Tuhan di kegelapan hatiku!

Aku ingin tanya Tuhan, mengapa Engau sangat baik pada pendosa seperti ini..,

tapi marah dengan malaikat sepertinya?

Kau seharusnya memotong tanganku!

Mengapa kau memotong tangan..,

yang selalu diangkat dalam do'amu..,

atau untuk selamatkan nyawa orang lain?

Munni, ambil susumu!

Kemari, dan ambil susumu!

Ambil ini. / Kami tak ingin susu lagi.

Mengapa?

Kami habiskan uang kami untuk perawatan suamiku.

Maka ambillah kredit, dan bayar aku dari gajinya bulan depan.

Gajinya akan datang dari mana?

Kami tak ingin susu lagi. / Aku sangat lapar!

Aku merasa sangat lapar! Diam! Tak ada susu!

Aku ingin susu! Tak ada susu!

Shanti!

Yang mana? / Ini.

Jalan!

Kaalia subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left