The first 200 lines.
Sayang sekali, ya. Elit.
Kupikir melewati seseorang itu mudah. Dan ternyata tidak bisa.
Bagaimana ini?
Bagaimana ini?
Oh, benar juga.
Biar kuberitahu satu hal yang menarik.
Dalam tiga putaran.
Dalam tiga putaran, kejar-kejaran ini akan berakhir.
Karena dalam tiga putaran kalian akan keluar.
Karena itu waktunya minum teh.
Dalam tiga putaran kami akan keluar?
Sebelum kau mengatakan hal seperti itu...
kau harus melihat ini dulu!
Mendaki dengan gear berat?
Itu sprint climb Naruko!
Ini versi tanpa stang bawah!
Naruko adalah sprinter.
Mereka seharusnya tidak menyangka kalau dia bisa melaju di tanjakan.
Pasti bisa!
Dia menggunakan tepi jalur untuk melewati Teshima!
Kakak kelas yang cerewet, kejar-kejarannya belum berakhir!
Sekarang kau yang jaga!
Waktunya mengejar! Aku akan mengejar Kakak kelas pendiam!
'Kan sudah kubilang.
Sudah mau berakhir...
di saat kau yang "jaga."
Nah, kena.
Jangan bingung begitu. Ini bukan sihir.
Karena kau melaju, aku mengejarmu,
lalu kau tersusul.
Sudah kubilang, bukan? Aku menyimpan energi kakiku.
Aku disusulnya...
Tidak mungkin. Sprint climb milik Naruko dikalahkan.
Walau kita melewatinya, Teshima masih bisa menghancurkan kita.
Tidak hanya bisa menahan kami dengan blok, tapi kakinya juga bisa.
Itu benar.
Yang diperlukan untuk menghancurkan kalian adalah keputusasaan.
Kau tidak bisa melewatiku dan tidak bisa mengejar Aoyagi adalah kenyataan.
Ayo, sudah mau sampai ujung. Lihat.
Aoyagi sudah sampai sana, lo.
Sebentar lagi turunan. Jadi santai saja.
Mau berapa kalipun, akan kubuat mereka melihat kenyataan.
Akan kubuat sampai dia berpikir tidak mungkin, entah berapa kalipun.
Di saat mereka kesal, Aoyagi melaju sendirian.
Inilah cara kami memenangkannya.
Kerja sama kami!
Hal terbaik yang bisa kuraih di turNaman SMP hanya segini?
Sial. Padahal aku dalam keadaan baik.
Pasti aku...
orang biasa.
Aku punya rekayasa untuk kemenangan. Strategiku sudah bagus.
Tapi kakiku...
Kakiku tidak bisa bertahan.
Jangan, jangan.
Hal bodoh terus yang terpikir olehku. Sudahlah. Lupakan saja.
Saat aku SMA, aku akan berhenti bersepeda.
Jika tidak bisa menang, tidak ada gunanya.
Dan aku juga tidak berbakat dibidangnya.
Itulah yang terpikir olehku saat berjalan di hari pertama sekolahku.
Pulang sekolah aku tidak ada kerjaan.
Mungkin aku akan bekerja dan jalan-jalan dengan perempuan.
Apa itu? Lihat, hebatnya!
Itu sepeda.
Eh? Itu bukan motor?
Sepeda?
Saat itulah aku bertemu dengan Aoyagi.
Menanjakmu lumayan juga.
Apa kau bersepeda?
Aku Junta Teshima dari SMP Selatan. Namamu siapa?
Hajime Aoyagi.
Kata "Hajime" tertulis dengan karakter "satu", nomor satu.
Aoyagi yang pendiam dan kurang akrab, tapi aku merasakan jiwanya sama denganku.
Nomor satu pasti pemenang, bukan? Pemenang di balapan. Iya, 'kan?
Aku merasa dia mencoba menggapai ketinggian yang sama.
Dan entah kenapa, aku memulai bersepeda lagi...
Aoyagi, ke-10. Kau terakhir.
Hei, Aoyagi.
Fisikmu bagus. Tapi kurang bisa memanfaatkannya.
Kau harus lebih memikirkan jarak tersisa dengan kemampuanmu saat bersepeda.
Sama sepertiku, Aoyagi tidak diberkati bakat.
Mungkin ini batas untuk orang biasa seperti kami.
Aoyagi, Teshima...
Kalian sudah bekerja keras, tapi putaran kalian tidak cukup.
Kalian tidak bisa ikut Inter-High.
Itu pesan dari kapten.
Aku sudah menyampaikannya.
Ya.
Apa boleh buat...
Di saat itu, aku tertekan oleh emosiku.
Tapi...
saat aku mengalami Inter-High langung,
aku jadi panik tidak karuan.
Panas! Gairah! Keringat! Keinginan!
Dan perasaan.
Semuanya tidak biasa.
Aku ingin mengikuti balapan itu!
Latihan kita selama ini tidaklah cukup! Tidak akan bekerja!
Bagaimana ini, Aoyagi?
Pasti ada sesuatu yang bisa menembusnya.
Aku ingin mengikuti balapan itu!
Tidak, aku pasti ikut Inter-High tahun depan!
Kita masih punya satu tahun untuk berlatih...
tapi dengan waktu tempuhku saat ini...
Kalau sendiri hanya sampai situ.
Kalau begitu...
Kita buat dua orang.
Aoyagi...
Kita akan mengikutinya, berdua.
Berdua. Kalau berdua.
Kita berdua adalah tim.
Setelah itu, kami selalu berlatih bersama.
Kami saling mendukung untuk mencapai tujuan utama kami.
Kami memikirkan cara untuk menang dan menganalisanya.
Aku orang yang cukup cerdas, dan Aoyagi adalah pembalap yang lumayan.
Lalu cara untuk memanfaatkan kekuatan kami
aku menggunakan otak, dan dia menggunakan kaki.
aku menggunakan taktik untuk mengatur staminanya.
Untuk bisa membuatnya mengayuh sepuasnya.
Sekarang, Aoyagi! Maju!
Dengan cara ini, dari keenam balapan tahun lalu
aku membuatnya menang lima kali!
Maaf.
Dia selalu meminta maaf, tapi ini adalah kemenangan yang kita capai bersama.
Bisa membuktikan kalau orang biasa seperti kami bisa mengalahkan elit sudah membuatku puas.
Ayo, Aoyagi.
Kita tunjukan pada mereka, kerja sama kita.
di Inter-High!
Tiba juga, bagian tanjakan.
Inilah tiga putaran yang dijanjikan.
Mereka sudah tidak punya kekuatan untuk menanjak.
Jika Aoyagi mengejar, membalap mereka,
dan menghancurkan mereka dengan keputusasaan, maka selesai sudah.
Sesuai perkiraan kita! Sesuai rencana kita!
Anak kelas satu akan keluar!
Pasti bisa, Aoyagi...
ikut Inter-High!
Tidak mungkin...
Imaizumi dan Naruko telah mencoba berkali-kali untuk melewatinya,
tapi tak kunjung berhasil.
Mereka tidak bisa melaju.
Ini seperti tembok raksasa.
Bagaimana caranya agar bisa melewati tembok ini?
Imaizumi dan Naruko
kelelahan karena meningkatkan kecepatan untuk mengejarnya.
Aku harus...
Aku yang harus melakukannya!
Tapi...
...bagaimana caranya?
Menyusulnya secara asal juga percuma.
Eng, rencana...
Benar. Aku harus memikirkan rencana. Eng...
Aku tidak bisa memikirkan apa pun.
Nah, ini putaran ketiga yang dijanjikan.
Bagaimana kalau kalian istirahat minum teh?
Lihat.
Dengan penglihatan seperti ini kalian tidak bisa melewati siapapun.
Matahari sudah tenggelam.
Benar.
Tiba-tiba sudah malam saja.
Sayang sekali, fasilitas ini tidak dibuat untuk bersepeda malam.
Lampunya hanya sedikit, dan banyak jalan yang kasar.
Karena gelap bayangan pohon,
jalan dan tanah sulit dibedakan.
Jika kalian memaksa melewati orang di kondisi seperti ini,
kalian akan terluka.
Kemarin kalian melihat papan kuning di home straight, bukan?
Itu adalah papan larangan bersepeda malam.
Kalau sudah keluar, kalian tidak boleh melewati siapapun di jalur itu.
Tidak mungkin!
Sudah wajar, bukan?
Pembalap itu harus menjaga tubuhnya untuk balapan.
Mungkin papannya keluar di putaran ini.
Dengan kata lain, masih setengah putaran untuk bisa melewati kami.
Tinggal 900 meter tanjakan
dan turunan pendek untuk sampai home straight.
Eng, kalau kita tidak bisa melewatinya sekarang.
Imaizumi dan Naruko tidak akan bisa masuk Inter-High...
Hah? Apa?!
Dia sengaja mengacaukan waktu kami karena tahu papan itu akan keluar.
Ini buruk.
Kakak kelas cerewet itu benar-benar memikirkannya.
Semuanya sesuai rencana.
Dan menurut rencanaku, sebentar lagi...
Aoyagi akan menyusul.
Jika sudah begitu, maka sudah selesai.
Dengan jarak satu putaran penuh, 5 kilometer.
Mereka tidak akan pernah bisa melewati kami lagi.
Datanglah, Aoyagi.
Di setengah putaran ini, aku akan menahan mereka.
Lalu...
Kita akan sampai garis finish bersama.
Itulah persamaan kemenangan kita.
Kerja sama kita!
Jika begini terus, kalian tidak akan bisa ikut Inter-High!
Tidak, itu tidak bisa!
Pikirkanlah! Suatu rencana!
Aku akan jadi umpan, lalu kalian berdua... Eng...
Ah, bukan! Eng...
Aku ingin kalian berdua ikut Inter-High!
Karena aku tertinggal putaran, jadi mau seperti apa pun percuma saja.
No comments yet. Be the first to leave one.