The first 200 lines.
Hei!
Kenapa kau melamun?
Es krim-mu mencair.
Kau berfantasi apa?
Dia sangat cantik.
Ayo.
Kau tidak takut ketahuan?
Oh sial!
Kau aneh.
Dari sekian banyak tempat untuk masturbasi, kenapa kau harus melakukannya di sini?
Hei, itu tidak benar.
Aku tidak masturbasi.
Lihat!
Itu buktinya.
Ini bukan apa-apa.
Kau merokok?
Benarkah itu?
Kau tipe siswa
yang sangekan?
Eh...
Hah?
Siapa yang bilang?
Itu tidak benar.
Itu yang orang bilang.
Begitu yang kudengar.
Apa karena aku?
Eh...
Apa kau menyukaiku?
Mayumi...
Apa yang kau lakukan?
Bu.
Tidak ada. Aku melihat Lance sedang masturbasi.
Hei!
Itu tidak benar!
- Siang Bu! - Bersihkan ini.
Ya, Bu.
Sialan!
Aku tidak percaya apa yang kau lakukan, Mayumi.
Kau melaporkan Lance ke Bu Barda.
Apa yang bisa kulakukan?
Gawat.
Lance bisa membuat semak-semak itu hamil.
Diamlah, kalian bodoh.
Berhenti?
Kaulah orangnya!
Kau memang beda.
Ngocok kok di belakang sekolah.
Baiklah kalau begitu.
Aku mau ke warnet.
Lebih baik di sana.
Kami akan bertempur lima lawan lima dengan Chester.
Hei!
Oke, bro.
Aku akan mencoba.
Nih.
Hah?
Bersihkan ini.
Kau menyukaiku, kan? Nih.
Dia berbeda, kan?
Mayumi tampak selalu punya dunianya sendiri.
Sepertinya dia akan lenyap jika kau menyentuhnya.
Seperti asap.
Hentikan itu.
Kau bicara ngawur.
Apa aku salah?
Lihatlah dia.
Dia tidak punya media sosial.
Tidak sama sekali, bro.
Mungkin karena...
Dia mau privasi.
Atau mungkin dia lari dari sesuatu?
Karena...
Aku mendengar sesuatu.
Dia dari Manila.
Dikeluarkan sekolah.
Hah? Kenapa?
Aku tidak tahu.
Rumor.
Ada yang bilang dia meninju seorang konselor bimbingan.
Yang lain bilang,
dia membolos untuk nongkrong di bar.
Tapi,
lihatlah dia.
Dia terlihat...
baik.
Apa? Bro, itu cuma wajahnya.
Ada sesuatu, percayalah.
Kalau lihat dia,
setiap kali kalau melakukan oral seks,
kaulah yang akan menangis.
Hei!
Pacarku mengirimiku pesan.
Apa itu?
BimBam, aplikasi kencan.
Perempuan yang chattingan ini, aku mau menemuinya.
Tapi dia mau kencan ganda.
Ayo ikut aku.
Tidak.
Itu bukan kesukaanku.
Ayolah, ini akan cepat.
Kami hanya makan sebentar.
Mereka mahasiswa.
Mereka sudah dewasa.
Enak.
Hah?
Ayolah, ini hanya kencan.
Bantu aku.
Ayo.
Sial, ayo keluar dari sini.
Ayo, bro.
Ayolah, kau tidak bisa menolakku lagi.
Ayo.
Cepat!
Kau tidak bisa melewatkan ini. Ikut denganku.
Ayo ke sana.
- Hei, ayo, kita pulang. - Sampai nanti!
Aku harus datang lebih cepat besok.
Ibuku akan membunuhku.
Ke sini!
Kita sudah sampai.
Ayo!
- Hai. - Hai!
Mi, ini Bry.
Yang sudah kuceritakan.
Ah...
Dan yang ini?
Apa dia Tuan Jack Off?
Hah?
Ah, ya.
Ini Lance.
Tapi dia baik, dia masuk klub sains.
Dia sangat tampan.
Lucu sekali!
Apa kau tertarik?
Kutu buku dan tampan.
Kutu buku.
Ayo kita minum.
Uhm... Aku tidak minum.
- Ayolah! - Ayo minum!
Kenapa kau melakukan ini?
Ayo.
Apa kau minum ini?
Ya, itu kesukaanku.
Apa kau baik-baik saja?
Kepalaku sakit.
Muntah saja nanti.
Aku harus pulang.
Ayahku akan marah.
Ayo pergi, bro.
Ayo pulang.
Katakan saja pada kau sedang mengerjakan tugas sekolah.
Ya.
Mereka tidak akan keberatan.
Bohong saja.
Kau mau masuk ke dalam?
Wow!
Kalian terlalu berlebihan.
Nikmati, nikmati.
Nikmatilah!
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Ayo, tangkap dia.
Kau yang paling pendiam di angkatanmu, kan?
Tidak terlalu.
Sedikit. Sedikit saja.
Pendiam, tapi imut.
Apa kau masih perjaka?
Hmm...
Hmm.
Tapi kau sudah 18 tahun, kan?
Kau bisa menjelajah.
Kau bisa bereksperimen.
Aku.
Kenapa?
Tenang saja.
Tenang.
Percepatan berbanding lurus dengan gaya total.
Dan berbanding terbalik dengan massa.
Tapi saat bicara tentang vakum, tidak peduli seberapa beratnya,
akan jatuh pada tingkat yang sama.
Tanpa ada perlawanan.
Sama seperti Pak Candaba.
Lance!
Pak.
Apa kau mau berbagi pengalaman atau contoh?
Hmm...
Pak, seperti cinta.
Cinta?
Apa hubungannya dengan fisika?
Hmm...
Sama seperti vakum,
jika tidak ada perlawanan, apa pun...
rentan terjatuh.
Anak-anak, kalian selalu mengaitkan cinta dengan apa pun.
Kita mengerjakan sebuah tugas.
Percobaan Newton.
Berpasangan.
Terserah kau mau berpasangan dengan siapa.
Oke?
Mulai!
Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.