The first 200 lines.
EPISODE 7
Apa-apaan ini? Kau membuat ibuku mabuk?
Dia habis makan bersama rekan kerjanya.
Kenapa kau yang gendong?
Kami tak sengaja bertemu di jalan.
Astaga.
Aku menyelamatkannya agar tak terjatuh di jalan.
- Ambil ini. - Apa?
Ibumu pasti sangat pengar besok.
Jangan lupa berikan ini.
Kenapa kau membelikan ini?
Apa kau…
menyukai ibuku?
Aku? Menyukai siapa?
- Bibi tua ini? - Aku sudah memperingatimu.
Jangan menggoda ibuku!
Apa? Kau pikir aku ini siapa?
Apa lagi? Burung Biru.
"Burung Biru"?
Kenapa kau memanggilku "Burung Biru"?
A Blue Bird Has It .
Kau tak tahu drama itu?
Ada gigolo sepertimu di drama itu.
Gigolo?
Drama itu sudah lama sekali.
Apa?
- Si Burung Biru. - Apa?
Kurasa rumahnya di atap. Biar kuambil fotonya.
- Tak perlu. Biar aku saja. - Kenapa repot-repot?
Ada yang ingin kutanyakan.
Kita hanya perlu mengambil fotomu. Mau tanya apa?
Dia memiliki fotoku yang bersama Ha-ni.
Dia pasti mengenal Ha-ni.
Apa ini? Jangan bilang kau…
Hei.
Anthony! Ini bukan saatnya untuk percintaan!
Jawab aku!
Cinta tak bisa menafkahi!
Halo? Permisi.
Permisi. Ada yang ingin kutanyakan.
Aku sedang sibuk. Ada apa?
Kau si berengsek yang kutemui saat berbelanja di butik?
Rupanya kau.
Kenapa kau ada di sini?
Hanya ada ini yang bisa kau pakai.
Apa ini?
Kenapa kau ada di sini?
Bahn Ha-ni?
Bagaimana kau bisa di sini?
Kalian saling mengenal? Kenapa dia memanggilmu dengan nama ibumu?
"Ibu"?
Jadi, kau anaknya Bahn Ha-ni?
Aku haus. Tolong ambilkan air.
- Aku… - Tunggu. Bukankah kau si Testis?
Kau…
Bukankah kau si payah, Anthony?
Kenapa kau datang ke rumahku?
Aku sudah minta maaf padamu!
Kalian saling mengenal?
Kau benar-benar merepotkan!
Kenapa minum miras sampai semabuk ini?
Menyebalkan!
Wanita ini…
adalah Bahn Ha-ni?
Apa-apaan? Kenapa pria itu datang ke sini?
Cinta pertama Anthony adalah Lee Hyo-ri versi SMA Hosu?
Ya. Katanya dia sangat cantik dan populer.
Kenapa mereka putus?
Mereka tak pernah sungguh berpacaran.
Cintanya bertepuk sebelah tangan.
Mustahil. Padahal ada banyak aktris yang menyukainya.
Anthony.
Hei, Anthony?
Hei. Astaga.
- Anthony, kau tak apa? - Kau tak apa?
Ha-ni milikku…
Apa yang terjadi di atas?
Lihat, ada berapa jariku?
Ha-ni yang kusuka…
adalah si Testis.
Apa?
Si Testis!
Astaga.
Hei.
Ini terlalu norak. Ada yang lain?
Pakai baju bekas muntahan jika tak mau.
Baju itu harus dicuci kering, jangan sembarangan dicuci.
- Harganya mahal. - Rewel sekali.
Hei. Bagaimana kau…
- mengenal pria tadi? - Dia teman SMA…
- Apa? - Maksudku, kata Ibu
dia teman ibuku saat SMA.
Pantas dia sangat kaget saat melihatmu.
Kau memang sangat mirip dengan Bibi Tua saat SMA.
Bagaimana kau tahu penampilan dia saat masih SMA?
Karena kami pernah bertemu.
Kita bertemu? Maksudku, kau pernah bertemu ibuku?
Kapan?
Dahulu, ada preman buruk rupa yang memalakku.
Tiba-tiba ada kakak cantik yang menyelamatkanku.
Dia menyebut dirinya Superman.
Ternyata dia…
adalah Bibi Tua.
Superman?
Omong-omong, siapa namamu?
Namaku?
Aku Superman yang menyelamatkanmu dari orang-orang jahat.
Superman?
Kau anak cengeng itu?
Anak yang menangis karena kalungmu direbut?
Ya, benar.
Bagaimana kau bisa tahu?
Anak kecil yang kulihat beberapa hari lalu sudah sebesar ini?
Luar biasa!
Beberapa hari lalu?
Bukan, kau salah dengar. Ibuku menceritakannya beberapa hari lalu.
Cepat pergi! Aku mau tidur.
Hei!
Cuci kering bajuku.
Keluar dari sini. Cepat pergi.
Aku hampir ketahuan.
Aku harus lebih berhati-hati.
Kenapa Yang Chun-sik datang ke sini?
Bahkan 20 tahun dari sekarang, kau akan tetap keren, percaya diri
dicintai semua orang, dan hidup dengan bahagia.
Cumi-cumi?
Bahn Ha-ni, Lee Hyo-ri dari SMA Hosu?
Anthony.
Itulah sebabnya kau tak seharusnya bertemu cinta pertamamu lagi.
Minum dan lupakan dia.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Dia menggemaskan.
Astaga. Kita sudah sampai?
- Tidurlah lebih lama. - Tidak perlu.
Astaga.
Hari ini, aku berantakan, ya?
Tidak. Aku senang kau terlihat bahagia.
Setelah lebih dari sepuluh tahun, aku baru tahu kau suka bernyanyi.
Bagaimana jika kita sembuhkan pengarmu?
Pengar?
Sudah selesai.
Kau lihat?
Terima kasih.
Makanlah ini supaya wajahmu tak bengkak besok.
Memangnya kenapa? Meski bengkak, wajahku tetap cantik.
Kau jadi menyenangkan saat mabuk.
Terima kasih untuk makanannya.
Menyegarkan. Ini enak sekali.
Kau dan Bahn Ha-ni saling mengenal, bukan?
Bagaimana kau bisa tahu?
Sepertinya ada sesuatu di antara kalian.
Kalian terlihat dekat, sekaligus canggung.
Sebenarnya,
kami sempat berteman saat SMA.
Sempat? Berarti sekarang sudah tidak?
Dahulu kami sangat akrab,
tetapi dia membuatku merasa rendah diri.
Rupanya begitu.
Hari ini, aku sangat kekanak-kanakan, ya?
Tidak.
Kau menari jauh lebih baik daripada dia.
Terima kasih…
karena sudah mau mengerti diriku yang konyol dan bodoh ini.
Jangan bilang begitu.
Kau adalah rekan kerja terpintar,
istri tercantik, dan orang terhebat yang pernah kukenal.
Lain kali, aku akan menggoyangkan tamborin lebih keras.
Bagaimana?
Digoyangkan begini.
Kau hebat.
- Aku mau kuahnya. - Tak boleh.
Mereka sangat harmonis, bukan?
Ya.
Kuharap Yu-hyeon juga segera menemukan pasangan hidupnya.
Dia masih kekanak-kanakan.
Kau pasti akan sangat senang jika memiliki menantu dan cucu.
Ya, benar.
Aku harus melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Enak sekali.
- Tentu saja. - Kau mau?
- Masakanku enak, bukan? - Ya.
Berapa lama aku menggendong dia?
Punggungku sakit.
Sayang, pinggangmu sakit?
Aku pasti akan merawatmu jika ada di sampingmu.
Apa ini?
Orang lain bisa dengar jika kau kecup aku begitu.
Aku malu.
Sayang, kenapa kau kesal begitu?
Hei! Cepat kecup dan tidurlah.
Sayang, tunggu sebentar.
Hei! Siapa kau ikut campur?
Cari pacar sendiri, dasar pecundang.
Apa? Pecundang?
Hei! Keluar dari kamarmu sekarang juga.
ASRAMA JOO
Yu-hyeon?
Kenapa kau keluar dari kamar itu?
Jarak rumahku ke kantor terlalu jauh. Jadi, aku pindah ke sini hari ini.
Kau tadi terdengar terlalu imut.
No comments yet. Be the first to leave one.