The first 200 lines.
Jubjang.
Kau harus mengencani seseorang yang menganggapmu berharga.
Tidak harus aku.
Pilih seseorang yang peduli padamu
dan tak meninggalkanmu di tengah hujan.
Pilih seseorang yang peduli dengan keinginanmu,
yang akan menghiburmu saat kau menangis.
Orang itu sangat dekat denganmu.
Kau hanya tak menyadarinya.
Tapi…
Sebaiknya aku tak mengatakan itu padamu.
Aku tak mau melepasmu kepada orang yang mengabaikanmu.
Kau sudah merasa sedih karena apa yang terjadi,
dan hal yang kukatakan
mungkin memperburuk keadaan.
Jangan ikuti aku.
Aku juga harus pulang lewat sini.
Jubjang.
Jubjang. Maafkan aku.
Aku tahu kau sangat menyukainya.
Ini salahku.
Aku hanya…
Rasanya sakit diremehkan oleh Kiss seperti itu.
Aku tak ingin kau melihatku seperti itu.
Jangan cemaskan itu.
Aku pernah melihatmu menangis.
Semua suasana hatimu sudah kulihat.
Tidak apa-apa.
Aku menyukainya.
Aku tahu.
Dan kejadian hari ini bukan salahnya.
Ini bukan soal salah siapa.
Tapi kau dipermalukan. Dia seharusnya melindungimu.
Kau bilang dia menyukaimu.
Dia harus melindungi orang yang dia sukai.
Kenapa dia harus melindungiku?
Kami ke pesta Kiss.
Kami semua di sana karena pekerjaan.
Tidak boleh membahayakan pekerjaan.
Jadi, karena itu pekerjaan, dia tak memedulikan siapa pun?
Kau juga sama.
Berpura-pura tak merasakan apa pun,
padahal sangat sedih.
Apa itu bagus?
Aku ingin sendirian.
Jangan ikuti aku.
Baik, aku tidak akan mengikutimu.
Pergi ke mana pun kau mau.
Hei.
Jangan ikuti aku kemari.
Tidak akan.
SEJAK 1982 MOLLUSCA
Selamat malam, Bu.
- Mau pesan apa hari ini? - Aku pesan satu bir.
- Hanya satu? - Aku akan tambah nanti.
Baik.
SEJAK 1982 MOLLUSCA
Satu atau dua bir sudah cukup.
Kau ingin mabuk?
Astaga. Kau mengejutkanku!
Bu.
Sedang apa kau di luar sini? Masuklah.
Dia tak akan membiarkanku.
Tolong jaga dia untukku.
Sajikan saja bir terakhir untuknya.
Baiklah,
serahkan padaku.
Kenapa kau di sini?
Di mana Najai?
Aku melihatnya pergi bersamamu.
Sudah selesai menunjukkan wajahmu di depan CEO?
Itukah alasanmu berada di sini?
Untung aku pekerja lepas,
jadi, tak perlu melakukan hal sepertimu.
Jawab pertanyaanku.
Aku bertanya di mana Najai.
Dia tidak menjawab teleponmu?
Aku tak akan memberitahumu.
Aku menyukainya.
Kau mencintai Najai, bukan?
Kau sungguh mencintainya?
Kenapa kau terus menanyakan soal ini?
Karena kurasa kau tak sungguh mencintainya.
Aku mencintainya.
Dia tahu saja sudah cukup.
Dunia tidak perlu tahu.
Tidak.
Kau harus cukup mencintainya sampai seluruh dunia merasakannya.
Kau harus mencintainya seperti itu.
Hei, dengar.
Aku merasa bersalah
membiarkannya meninggalkan pesta seperti itu.
Tolong beri tahu aku.
Di mana dia?
Hei, Tahu.
Biarkan aku minum denganmu.
Aku pesan satu bir.
Cinta punya kekuatan sihir.
Meskipun aku masih marah padanya,
saat dia muncul seperti ini,
aku sudah memaafkannya.
Jai.
Maafkan aku.
Saat jatuh cinta, kita hanya melihat yang ingin kita lihat.
hanya mendengar yang ingin kita dengar.
Satu permintaan maaf saja
meluluhkan hati kita.
Kan,
kau merasa bersalah?
Ya.
Aku merasa sangat bersalah.
Kenapa terburu-buru?
Agar aku bisa bicara denganmu.
Aku tidak bisa menatap matamu.
Aku merasa bersalah karena tidak menjelaskannya.
Aku tidak ingin CEO dan rekan-rekan kita tahu
aku pernah bersama Kiss
dan putus dengannya.
Dengan ini,
mungkin aku pacar yang buruk.
Kalau begitu, jelaskan padaku
soal pertanyaan Kiss padamu
yang tidak kau jawab.
Kenapa kau mengencaniku?
Dia masih belum pulang?
Kau tidak pernah bilang mencintaiku.
Aku mencintaimu.
Apa kau mencintaiku karena aku patuh dan tidak merepotkan?
Benar, bukan?
Aku mencintaimu
karena saat kita bersama,
kau wanita normal.
Kau membuatku merasa nyaman, bebas,
yang tak pernah kurasakan sebelumnya.
Seperti yang kukatakan sebelumnya,
kau wanita yang manis dan cantik.
Saat kau tersenyum,
itu membuatku merasa…
malu.
Seperti itu.
Teruslah tersenyum untukku.
Bisakah kau kemari?
Hei.
Hei.
Aku setuju memberitahunya di mana Jubjang.
Dia seharusnya punya akal sehat
untuk mempersingkat dan membawa pulang Jubjang.
Atau…
Tidak mungkin.
Jika kau tak marah lagi padaku…
Kan! Sungguh?
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Aku mengetahuinya dari pria yang tinggal bersamamu.
Dia seperti adik bagiku.
Rachanu.
PERUSAHAAN GOLDEN MOM
"Program Pelatihan Ibu"?
Rachanu.
Rachanu.
Apa yang begitu mendesak?
Apa?
Hei, apa yang kau lakukan?
Hei!
Di mana surat-suratnya?
Di mana surat-surat susu bayi dan perawatan pranatalnya?
- Hei. - Coba kulihat.
IBU DAN ANAK
Keluar sekarang juga.
Atau kupanggil keamanan.
Kau hamil, bukan?
Itu bukan urusanmu.
Kau selalu bilang itu aman.
Jadi, bagaimana kau bisa hamil?
Kenapa tidak mendiskusikannya denganku?
Kau mungkin merasa seperti tersambar petir,
tapi aku merasakan hal yang sama.
Kau mungkin merasa sial harus melalui ini.
- Tapi aku… - Tunggu.
Kenapa menurutmu aku merasa sial?
Aku ayahnya.
Aku tidak memintamu jadi ayahnya.
Kau tak bertanggung jawab atas apa pun.
Kau mengandung anakku, tapi tidak memberitahuku.
Kau tidak membiarkanku bertanggung jawab. Apa ini lelucon?
Aku tak berniat mempertahankannya.
Jangan bohong.
Semua surat dan buku ini.
Kita harus putuskan bersama apa akan mempertahankan bayi ini.
Hei.
Sudah berapa bulan?
Dia bisa mendengar kita?
Lebih kecil dari ini.
Pergi dari sini.
Pergilah sekarang.
Apa yang harus kulakukan?
Berapa banyak yang kau dengar?
Lupakan semuanya.
Aku akan tetap melahirkanmu.
Kita berdua akan bersama.
Kau ingin ke rumahku?
No comments yet. Be the first to leave one.