The first 200 lines.
Episode 12 Arti Sebuah Tangan
Januari 1999 Busan
Credit DramaFever
Kakakku selalu berkata, mendapatkan tangan seseorang berarti mendapatkan cintanya juga.
Apa kau sudah melihat video kampus Super TV?
Tentu saja. Ada Eugene disana.
Dahinya lebar, tapi dia tetap cantik.
Lelaki begitu menyukainya.
Aku tak merasa begitu. Aku lebih suka Hyo-ri.
- Tada! Bagaimana penampilanku? - Lebih cantik dari Hyo-ri.
Benarkah?
Eugene bilang dia akan membuat gaun pengantin Shoo dan Bada.
Bisakah kau membayangkan anggota S.E.S menikah?
Apa kau gila? Itu takkan pernah terjadi.
Aku juga merasa begitu. Mereka akan selalu menjadi peri kita.
- Apa kau sudah memilih? - Yang ini!
Hanya satu? Pilih lagi. Ini akan menjadi hadiah ulang tahunmu nanti.
Bukankah itu Hak-chan?
Sejak kapan dia jadi baik pada perempuan?
Kurasa itu benar. Kudengar Dan-ji menyukainya.
Aku juga mendengarnya.
Tapi penggemar H.O.T. takkan melakukan itu. Kami sudah bersumpah pada kesetiaan.
Takkan ada yang terjadi. Lagipula Hak-chan hanya menyukaimu.
Bagaimana?
Kemana dia pergi?
Apa yang kau lakukan?
Hak-chan mengajakku bertemu.
Kenapa, apa itu tak boleh?
Itu benar. Aku ingin menanyakan sesuatu padanya.
Dan-ji hanya menolongku. Bukan apa-apa.
Menolong apa?
Ada saja. Aku akan memberitahumu nanti.
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Ngomong-ngomong, aku baik-baik saja dengan itu. Bye!
Oh, terima kasih!
Sungguh bukan apa-apa. Jangan khawatir.
Aku akan menghubungimu nanti. Aku ada janji. Bye.
Aku tak tahu ini tak nyaman tapi bersabarlah sebentar.
Saat aku melihatmu lagi, kita akan berada di Seoul.
Kudengar mimpi akan menjadi kenyataan.
Tapi aku tak pernah bermimpi akan pergi ke Seoul.
Dan itu semua karenamu. Aku takkan pernah melupakannya.
Apakah kau sedang main film?
Ketuk pintunya sebelum kau masuk. Aku sudah besar sekarang.
Lucu sekali. Kalau begitu aku pasti malaikat karena bisa bertahan denganmu.
Aku tak ingin bertengkar denganmu sekarang. Aku sibuk.
Apakah kau akan membawa semua ini ke Seoul?
Tentu saja. Ini adalah bagian diriku.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada mereka jika aku meninggalkannya disini.
Aku harus mentraktir mereka makan.
Monyet-monyet bodoh ini membuatmu masuk kuliah.
Bagaimana jika kau mengakui itu saja dengan kebanggaan?
Kau mulai kurang ajar.
Kau akan baik-baik saja meski dikelilingi oleh orang-orang kota.
Tentu saja! Aku adalah putrimu.
Aku mudah beradaptasi di lingkungan baru, sama sepertimu.
Dasar anak jahat, bahkan tak tahu betapa sedihnya orangtuamu.
Apa kau sesenang itu?
Tidak.
Kalau begitu kenapa kau mulai beres-beres sebulan yang lalu? Kau begitu ingin pergi?
Tidak, ada banyak yang harus kubereskan.
Apa kau berencana untuk tak kembali kesini lagi?
Aku tak pernah mengatakan itu.
Kenapa kau berkata begitu?
Kata orang, percuma membesarkan anak.
Katanya anakmu menjadi tamu begitu mereka besar.
Kenapa kau berkata begitu?
Mulai sekarang aku akan menganggapmu sebagai tamu.
Hapus semua hubungan dan cintaku.
Sepi sekali. Ini lebih besar dari yang kukira.
Yang jelas
dasar anak jahat.
ulang tahun Si-won
Hey, lagu ini mewakili situasimu.
Aku tak bisa menangis, aku tak bisa menangis. Baiklah, aku akan melepaskanmu.
Apa kau sudah gila?
Yoo-jung akan terkejut begitu dia tahu.
Yah, dia tak bisa hidup di Busan sambil berjualan kue ikan dengan pacarnya selamanya.
Aku tak pernah melihat orang yang ingin pergi belajar keluar negeri saat krisis ekonomi.
Pasti akan lebih baik jika kau pergi ke Amerika seperti yang sudah kau rencanakan.
Tapi Hawaii lebih baik daripada tidak sama sekali. Aku iri padamu.
Jika kau kentut, kau akan berakhir dengan buang air.
Yoo-jung selalu berkata, "Ayo kita putus." "Sudah berakhir."
Akhirnya, harapannya menjadi kenyataan.
Aku tahu kau akan dipukul.
Beritahu saja pada Yoo-jung, dasar bodoh.
Dia kira kau akan tetap berada disini.
Apa kau punya soju?
Hey, jangan pecahkan telurnya.
Kubilang, jangan pecahkan telurnya.
- Wow. - Ini.
Aku iri. Yoon-jae bisa mendapat ini tiap hari karena dia tinggal dengan Joon-hee.
Apa kalian tak bosan? Satu sekolah dan satu rumah.
Mereka seperti pasangan, mereka tak punya alasan untuk bertengkar.
Kau harus berterimakasih pada Joon-hee.
Si-won adalah orang yang tepat untukmu. Dia memukulmu disini dan disana,
dan mengganggumu seperti ini agar kau mempelajari sopan santun.
Joon-hee yang kasihan.
Urusi urusanmu sendiri. Nilai macam apa itu 88?
Apa kau menyamakan ujianmu dengan Olimpiade Seoul 1988?
Apa kau tahu sesulit apa menyamakan nilai itu?
Jika aku salah satu lagi, aku akan mendapatkan Asian Games 1986.
Kau takkan mengerti perasaan siswa macam kita, kan?
Kau akan menghancurkannya. Telepon saja dia, bodoh!
Mati saja.
Kudengar Si-won akan ke Seoul minggu ini.
Dia sudah selesai beberes.
Terserah. Aku yakin dia akan baik-baik saja.
Dia pasti akan sibuk.
Dia harus bertemu Tony, membuat makan siang, dan bertengkar dengan penggemar Sechs Kies.
Jika dia masuk kuliah karena H.O.T, aku harusnya mengikuti Baby V.O.X.
Aku adalah penggemar Kan Mi-youn pertama di Busan.
Dia lebih cantik daripada Eugene dan Hyo-ri.
Si-won tidak masuk kuliah karena H.O.T.
Kau bahkan tak bisa mengeja. Ada perbedaan besar antara kalian berdua.
Dia adalah penulis yang baik.
Kalau begitu cerita tentang Woo-hyuk membuka resleting celana Tony
dan lain lain... Apa kau sudah membacanya?
- Apa kau gila? - Kau sudah membacanya kan?
Apa kau sudah gila?
Aku tahu kau membacanya.
Apa kau gila?
Kenapa kalian semua begini padaku?
Aku mendapat 88 di ujian masuk kuliahku. Ayo kita makan dengan tersenyum.
Kau sudah bekerja keras. Sampai jumpa besok.
Apa kau akan kembali ke kantor?
Tidak, aku ada kencan hari ini.
Syukurlah. Aku lebih menyukai pacarmu itu daripada perempuan-perempuan mata duitan.
Apa kau sudah seserius ini?
Lihatlah.
Besok ulang tahunnya dan aku khawatir dia akan merasa tak nyaman.
Kenapa? Apa itu berlebihan?
Ya.
Kurasa dia terlalu muda untuk ini.
Dia mungkin merasa tak nyaman.
Benarkah? Aku ingin memberikan cincin kepadanya.
Ini mungkin terlalu berlebihan untuknya.
Aku tak ingin ia merasa begitu.
Bagaimana dengan cincin sederhana?
Seperti yang dipakai pasangan mahasiswa?
Sesuatu yang kecil dan murah.
Itu mungkin akan lebih baik untuknya.
Tidak, aku sudah mau pergi.
Kau pasti lelah. Aku tak mau itu.
Terserah, tapi aku akan menunggu di depan rumahmu. Bye!
Tak ada minuman di kulkas...
Ya ampun, kenapa kau sudah beres-beres?
Masih ada beberapa hari lagi.
Aku beberes duluan.
Dia akan memerlukan banyak barang di Seoul.
- Apa itu? - Saus tomat.
Kau kira tak ada yang menjual saus tomat di Seoul?
Dia harus mengeluarkan uang.
Ini terlalu banyak. Harga taksi akan lebih mahal.
Aku tak tahu apakah dia bisa masak.
Dia bahkan tak pernah mencuci pakaian dalamnya di rumah.
Aku memasukkan 3 bungkus nasi instan. Aku yakin dia akan menghabiskan 1 bungkus dalam sebulan.
Aku sangat khawatir. Dia terlihat sudah besar tapi kelakuannya masih seperti anak kecil.
Seharusnya aku menjaganya beberapa tahun lagi.
Aku bisa masak dan aku bisa memakai mesin cuci.
Dan aku tak pergi sejauh itu. Aku akan kembali sebulan sekali. Jangan khawatir.
Kau mau kemana malam-malam begini?
Aku ingin pergi sebentar.
Kau mau bertemu siapa? Apa kau akan ke rumah Yoo-jung?
Tidak, aku mau ke seberang... Aku mau bertemu Yoon-jae.
Dia mau bicara denganku.
Oke. Pergilah kalau begitu.
Pulang cepat agar aku bisa menunjukkan padamu bagaimana cara menggunakan rice cooker dan mesin cuci.
Aku takkan pulang malam. Bye.
Hey, kau tak perlu mencuci piring.
Aku bisa mencucinya besok.
Tidak banyak.
Apakah kakakmu tak pulang?
Dia bilang dia akan pulang lebih pagi hari ini. Dia akan segera tiba.
Cuci asal saja. Ayo kita main StarCraft.
Apa kau akan ke pesta ulang tahun Si-won besok?
Aku tak tahu.
Kau harus datang. Itu adalah pesta perpisahan.
Ini terakhir kalinya kita bisa bertemu sebelum kita pergi ke Seoul.
Apakah kau membelikan sesuatu untuknya?
Apa yang kau beli?
Barang murah.
Tapi aku takkan memberikannya.
Tae-woong!
Sudah berapa lama kau menunggu?
Sudah kubilang aku akan menemuimu.
- Aku baru saja tiba. - Ayo masuk, udaranya dingin.
- Tidak, aku harus segera kembali. - Begitu?
Tunggu, aku punya sesuatu untukmu.
Ini kue ikan. Makanlah dengan orangtuamu.
Jangan makan sendiri.
Aku juga punya sesuatu untukmu.
Ini. Hadiah untukmu.
Hadiah?
Ulang tahunku masih lama.
Karena kau selalu memberikanku sesuatu.
Bukalah. Aku bekerja keras untuk membeli ini.
Ini pertama kalinya aku membeli hadiah mahal.
Karena kau akan mendapat banyak kesempatan untuk menerima penghargaan.
Dan kau akan bertemu banyak orang terhormat.
No comments yet. Be the first to leave one.