Bosch

Bosch

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Bosch-S02-COMPLETE-720p-1080p-x264-x265-AMZN-WEBRip-TUHD-PSA
Bosch-S02-COMPLETE-720p-1080p-x264-x265-WEBRip-eSc-RMTeam
A Commentary by H@w-to-kiLL
Eps. 1 - 10 .... OFFiCiAL-SuB, resync n dirapikan. ============================================================ direct link web arsip sub Indo = http://bit.ly/List-Subtitle-Indonesia

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
1080
x265
HD
Published on: 2019-04-14
Downloads: 46
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Adaptasi dari Retail oleh - * H@w-to-kiLL *

Sebelumnya di Bosch...

Jangan bergerak!

Detektif, berapa orang yang pernah kau bunuh?

Aku tak tahu.

Kepolisian membebaskanmu.

Itu penembakan yang bagus.

Kau sudah menemuinya?

Harry, Vegas hanya empat jam berkendara.

Hei, Maddie.

Baru tiba 30 detik dan kau sudah menuduhku orang tua buruk.

Pelat itu sudah tak berlaku.

Kau masukkan dengan benar?

Ya. Hentikan dia.

Ini kendaraanku.

Itu pelat nomorku.

Sial! Hei!

Kita mulai dengan yang mudah.

Siapa mayat di mobil van itu?

Saat Opsir Pierce dan Irving Junior menyetop Waits ini,

ternyata Irving sengaja memasukkan nomor pelat yang salah

Bahkan jika aku tak memakai pengaruhku untukmu,

mengingat kau putraku, orang akan berpikir begitu dan itu menyulitkan kita.

Kudengar kau mungkin sudah mengenali korban Ngarai Laurel.

Namanya Arthur Delacroix. Berusia 12 tahun.

Waits mengaku membunuhnya.

O'Shea akan mencalonkan diri sebagai wali kota,

jadi kasus Waits ini murni pendorong politik baginya.

Tn. Waits akan mengarahkan kita ke TKP,

dan kita akan mengawasi setiap gerakannya.

Mungkin kita harus lepas borgol kakinya.

- Kita tak mau digugat. - Tak mungkin.

Bosch, lakukan saja.

Sial.

Harry, jangan!

Ada tembakan. Polisi terluka.

Rekanku masih lari mengejar dan arahnya tak diketahui.

Kami ada di Sungai LA di Jalan Enam.

- Katakan kau merekamnya. - Ya, tapi kartu memorinya diambil.

- Siapa mengambilnya? - O'Shea.

Kau sembunyikan video itu,

aku menang pemilu, kau jadi kepala polisi berikutnya.

Akulah monumen itu. Aku.

- Aku muak dengan ocehanmu. - Coba saja lakukan sesuatu.

Jangan menyingkir dari...

Kenapa kau biarkan dia memancingmu begitu?

Dia menyentuhku lebih dulu.

ENAM BULAN KEMUDIAN

Bagaimana jadinya? Sudah bicara dengannya?

Dia bilang apa? Apa yang akan terjadi?

Semua baik-baik saja, Sayang. Aku bicara langsung dengannya.

- Jadi, kau bicara dengannya pagi ini? - Tadi malam.

- Dia akan bicara pada Lucky? - Dia bilang akan mengurusnya.

Bagaimana kau tahu? Kau yakin?

Dia bilang akan mengurusnya, maka akan dia lakukan.

Bisa kau pastikan?

Tony?

- Tony? - Aku harus pergi, Sayang.

Kutelepon kau nanti.

- Terima kasih sudah berhenti. - Perlu bantuan?

Aku tak bawa ponsel. Bisakah kau memanggilkan penderek?

Apa yang terjadi?

Entahlah. Hanya saja...

Mesinnya berhenti begitu saja.

- Tak masalah. Akan kutelepon AAA. - Terima kasih.

Hei, Maddie. Aku sedang bercukur. Kutelepon lima menit lagi?

- Baiklah. Ayah? - Ya?

Cukur cambang Ayah. Ayah seperti hobo.

"Hobo"? Kau dengar kata itu dari mana?

Itu gaya retro. Dari Resesi Besar.

Dan kumisnya juga.

Dan kumisnya? Aku agak menyukainya.

Seperti bintang porno tahun 70-an.

Ya, baiklah. Kutelepon lagi.

- Dah. - Dah.

- Lebih baik? - Keren. Ayah kelihatan lebih muda.

- Dengar, aku sudah siap pergi. - Aku tahu. Aku mau bilang semoga berhasil.

Terima kasih. Kau sungguh perhatian.

- Semoga harimu menyenangkan, Yah. - Kau juga.

Dah.

- Hei, Harry, apa kabar? - Hei, Barrel.

- Lihat Edgar? - Aku baru tiba.

- Letnan mencarinya. - Akan kuberi tahu dia.

- Kopi? Aku mau ambil kopi. - Tidak, terima kasih.

Hei, Harry.

J. Edgar.

- Billets mencarimu. - Begitu yang kudengar.

Dengar, kalau kau ingin menjual tempatmu,

aku ada pembelinya.

- Tidak tertarik. - Penawaran serius.

Tak akan terjadi.

Aku tak akan tinggal di sana,

tapi ada orang yang suka tinggal di tempat berbahaya.

Hai, Jerry Edgar, aku ingin bicara dengan Charisse.

Kau mengira aku keluar untuk beli rokok.

DALAM KEADAAN DARURAT, PECAHKAN KACA

Dasar berengsek. Persetan dengan kalian.

Selamat datang kembali, Rekanku.

- Aku mengelabuimu, bukan? - Ya, kau mengelabuiku.

- Hei, Sobat. - Hei, Sobat.

Tak bisa lebih baik dari itu?

Narkoba mengaburkan ketajaman mentalku. Tapi aku sudah kembali setajam sebelumnya.

- Itu standar yang rendah. - Harry Bosch?

Sekarang aku merasa seperti di rumah.

Chilton Hardy.

Pelaku seksual, pemerkosa berantai, naik jadi pembunuh dan pemerkosa berantai.

Jerry dan Ig sudah mengerjakan kasus itu.

Kami pikir dia terlibat banyak tuduhan lain.

- California, Nevada. - Kita punya petunjuk untuk pria ini?

Ig punya petunjuk tentang ayah Hardy, di Panorama City.

Kami ke sana untuk cari tahu apa yang dia tahu.

Panorama City. Tak bisa lebih baik dari itu.

Aku ingin kau pergi bersama mereka.

- Kami bisa menanganinya, Letnan. - Ya, mereka bisa, Letnan.

Kau ikut, Bosch. Untuk membiasakan dirimu di hari pertama kembali.

Aku suka antusiasme kalian, Teman-teman.

- Bosch? - Ya?

Kau akan memerlukan ini.

Cobalah untuk menahannya kali ini.

Terima kasih.

Aku mencari pemandangan. Aku hanya tidak melihatnya.

Dulunya penuh pohon jeruk.

Setelah perang, perkebunan dihancurkan, rumah dibangun untuk tentara veteran.

Impian Amerika.

Setiap orang punya rumah, mobil dan garasinya.

- Edgar dan aku urusi wawancara. - Aku mengandalkanmu.

Aku tak jumpa Chilton selama bertahun-tahun.

Aku tak tahu dia ada di mana, aku tak peduli.

Dia terlibat masalah lagi?

Kami hanya ingin bicara dengan putramu. Namanya muncul saat penyelidikan.

- Aku akan keliling. - Kau tak perlu surat perintah?

Dia tak ada di sini.

Bisakah dia berbuat begitu?

Ya, sepertinya begitu.

Kapan terakhir kali bicara dengan putramu?

Terakhir kalinya dia keluar penjara.

Sudah delapan tahun yang lalu.

- Apa yang dia inginkan? - Uang.

Kusuruh dia pergi.

Dia menelepon dari mana?

Tucson, mungkin?

Aku tak tahu kenapa dia menjadi seperti sekarang.

Aku menyalahkan ibunya.

Hei, kau temukan apa yang kau cari?

Sudah kubilang, dia tak ada di sini.

Tapi kau belum katakan keberadaannya.

Harus kubilang berapa kali, aku tak tahu.

- Kurasa kau tahu. - Mengusik orang tua yang sakit.

Seberapa sakit dirimu, Tn. Hardy?

- Apa? - Kubilang, seberapa sakit dirimu?

Sangat sakit, berengsek. Lihat sekeliling.

- Oksigen? Terikat di kursi roda? - Benar sekali.

Sialan.

- Berengsek. - Chilton Hardy.

Borgol saja, dia milikmu.

Jangan bergerak, Bajingan. Kau ditahan.

Sialan.

Kunci!

Jangan bergerak, Bajingan.

Borgol?

- Sialan kau. - Diam, Bajingan.

Ini, Harry.

Kau orang tua yang cukup hebat. Kau mengonsumsi doping?

Kau harus tetap bugar, J. Edgar. Olahraga untuk jantungmu.

Kau harus beli sepatu lain.

- Tak bisa lari pakai sepatu lancip itu. - Sekerap apa aku berlari?

- Berdiri. - Serius.

Berdirilah.

Sialan.

Kau bisa atasi dia sekarang?

Orang yang ramah, mantan rekanmu.

Mantan?

- Mank. - Kapten.

- Detektif Bosch. - Kapten.

Hari pertama kembali, Billets bilang kau menahan penjahat.

Bukan. Itu Edgar dan Ferras. Aku hanya menumpang.

Pria yang baik, Mank. Temanmu?

Untung dia lihat Kapten Pounds memegangmu dulu.

Tak takut untuk berkata begitu.

- Mungkinkah kau bertindak berlebihan? - Tidak, Pak.

Baiklah, Bosch.

Kau lakukan pekerjaanmu, tetap tenang.

Kita akan saling akur?

- Kelihatannya lancar saja. - Ya.

Opsir Ramah.

Baiklah, tidak hangat dan ramah.

Tapi, sisi positifnya, dia bukan Pounds.

Hei, Pounds dipindahkan ke mana?

Kau tak akan memercayainya, Harry.

- Divisi Pencurian Karya Seni. - Kau benar. Aku tak percaya.

- Apa yang dia tahu tentang seni? - Dia tahu kesukaannya.

Kau yang terburuk.

Harry.

- Dia sudah menyerah? - Biarkan dia menunggu.

Kau mungkin menemukan ayahnya terkubur di bawah lantai.

Kuharap begitu. Ikut makan siang?

Ada sesuatu yang harus kukerjakan.

Aku ingin kalian ada di sana.

Mendadak sekali.

Persepsi publik akan sangat meningkatkan nilai dukungan kalian.

More Indonesian subtitles for Bosch

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left