The first 200 lines.
Astaga, kakiku terluka.
Oh, halo, Mrs. Joseph.
Oh, Aku suka rambutmu. Bagaimana kau menyebutnya, blonde strawberi?
Teruskan. Kau hanya iri.
Gert, apa yang kau punya untuk makan malam orang tua itu malam ini?
Dia, dia akan beruntung mendapatkan seikat kayu bakar dan segenggam kacang polong.
Dia tak sanggup berbuat lebih banyak dari itu, eh?
Yang aku inginkan darinya adalah agar bisa membuat kakiku tetap hangat.
- Tolong tiketnya. - Permisi, sayang.
Terima kasih. Kemarilah, Gert. Tak keberatan mempunyai sedikit...
dari persediaan makananku yang banyak untuk hari Natal, eh?
Kau tak akan tahu apa yang harus diperbuat terhadapnya. Kau menjanda sudah sekian lama.
Kau berbicara untuk dirimu sendiri. Seperti sedang mengendarai sepeda. Kau tak pernah lupa bagaimana caranya.
Aku beritahu kau apa yang akan aku lakukan. Aku akan minta Alfie untuk ikut bersamamu.
- Dia tak buruk ketika bepergian. - Kuharap dia jago minum.
pagi.
Mencari seseorang, bung?
Tidak.
Hari yang cerah.
Oh! Maaf.
Hackman ada di ruang staf.
Di mana dia sedang terluka.
Selamat pagi.
Namaku Thackeray. Aku guru baru.
Ya. Kami sudah menunggumu.
Jadi kau ini domba yang baru untuk pembantaian.
Atau haruskah aku mengatakan "domba hitam"?
Bukan, hanya seorang guru saja, Mr. Hackman.
Aku bukan Hackman. Salah orang.
Dia sudah meninggal. Tuhan mengistirahatkan jiwanya.
Kemungkinan dia tak sanggup menahan kesedihan atas divisi kepegawaiannya sekarang.
Weston.
Aku Mrs. Evans. Grace. Wakil kepala.
Mrs. Evans.
Kau sudah melihat anak-anak?
Aku melihatnya sebentar di kelas Mr. Hackman.
Aku memberi mereka ilmu pengetahuan lokal.
Ingin secangkir teh?
tidak. tidak, terima kasih. Tidak saat ini.
Kau sudah mengajar lama?
ini penunjukkan pertamaku.
Kami menyebutnya pekerjaan.
- Orang Amerika? - British.
Dari British Guiana. Tapi aku menghabiskan beberapa tahun di Amerika.
- Di mana? - Kalifornia.
Cuacanya bagus seperti yang mereka katakan?
Lebih baik.
Apa mata pelajaranmu?
Apa bidangmu?
Teknik mesin.
Aku harus pergi.
Buatlah dirimu serasa di rumah. Lihat-lihatlah sekitar bila kau mau atau tetap di sini.
Aku akan memperkenalkanmu ke yang lain saat makan siang.
Terima kasih.
dia ini Gillian, Mr. Thackeray.
Gillian Blanchard.
- Halo. - Apa kabar?
Dia baru juga di sini. Datang hari ini sebelum kemarin. Teh, Gillian?
Terima kasih.
Dia ini Mr. Mark Thackeray, tenaga pengganti yang baru.
- Apa kabar? - Josie Dawes, Euphemia Phillips.
Mereka mengajar juga.
- Theo Weston. - Ya, aku senang sekali.
- Dia kira aku Hackman. - Aku dengar dia menghilang.
- Aku tak bisa menyalahkannya. - Gempuran manusia cukup menghancurkan siapa saja.
Dia mendapat apa yang sepatutnya dia terima.
- Aku Clinty Clintridge. - Apa kabar?
Clinty artis yang mengagumkan. Pernah berada di Royal Akademi beberapa tahun yang lalu.
Mengajar menyajikan roti dan mentega.
Inilah semua pengajarnya, selain Mr. Bell, guru olah raga.
Kuharap kau akan tetap bersama kami.
Tak seharusnya bila aku jadi dirimu, orang tua.
- Aku akan tetap di rumah selagi kau punya kesempatan. - Jangan mengecilkan hatinya, Weston.
Aku harus pergi.
- Aku harus memperbaiki kamar mandi perempuan di kelas Clinty. - Kenapa?
Anak-anak mengeluh kembali. Tak mau duduk di dekatnya.
- Apa yang terjadi? - Masalah kebersihan seseorang.
14 dan tak berdaya.
Kalian para pria yang beruntung.
Hal-hal yang membuat kami perempuan harus berbuat untuk anak-anak ini.
Gillian sayang, beri dia semangat untuk tinggal.
Kenapa tiap orang kira aku butuh semangat?
Mereka bilang hal yang sama padaku.
Ada suatu ketakutan namun di saat yang bersamaan merasa tertantang dengan sekolah ini.
Kau tahu bahwa tak ada bentuk hukuman badan?
- Atau hukuman apapun dalam hal ini? - Tidak?
Tidak. Dan aku benar-benar tak punya pengalaman mengajar, jadi aku sedikit pesimis.
Aku juga tak punya sedikitpun pengalaman.
Oh. Oh, tentu saja ini akan jauh lebih mudah buatmu.
Aku sedikit takut terhadap mereka.
Sesi dansa pagi menjelang siang.
Selama istirahat makan siang anak-anak yang lebih senior menggunakan aula itu.
Sesekali aku membaur dengan mereka. Sekalipun orang tua menggoyangkan kakinya dalam kesempatan itu.
Dansa hanyalah cara mereka agar tetap sehat...
dari hiburan yang lebih mendebarkan lagi dari guru yang galak.
Tak bisakah kau mengendalikan sedikit dari ketidakberanianmu itu?
Itu adalah hal terakhir yang ingin aku lakukan.
Musiknya lebih keras dari biasanya.
Mungkin mereka tengah merayakan kemenangan atas Hackman.
Sebaiknya aku pergi untuk menemui Mr. Florian.
Aku tunjukkan kau jalannya.
Mereka anak yang baik?
Kuharap begitu.
Ruang kepala sekolah sebelah sini.
Kalian berdua...
Tak tahu. Tak pernah melihatnya.
Kalian berdua ingin bergoyang?
Sampai ketemu nanti, Mr. Thackeray.
Bagaimana?
Aku...Terima kasih, tapi aku harus pergi untuk menemui kepala sekolah.
Pendidikanmu istimewa, Mr. Thackeray.
Menakjubkan, faktanya...sebagai insinyur sistem perhubungan.
Berpengalaman di bidangnya di Amerika selatan... Kenapa kau ingin menjadi seorang guru?
Beberapa alasan.
Kau sudah coba melamar pekerjaan di bidang mesin?
Aku sudah coba selama 18 bulan.
Kami tak punya rencana di North Quay.
Sebagian besar anak-anak kami mendapat penolakan dari sekolah yang lain.
Kami harus membantu mereka semampu kami.
Kami harus mengajar mereka semampu kami dan sebanyak yang kami bisa.
Pemerintah setempat tidak sepenuhnya berada di pihak kami.
Mulai saat ini kau diterima di posisi ini,
Nantinya sepenuhnya tergantung padamu.
Tentu saja, aku dengan para staf akan berbuat segala hal yang kami mampu untuk membantumu,
namun keberhasilan atau kegagalan sepenuhnya tergantung padamu.
- Sekarang, bagaimana menurutmu? - Aku ingin pekerjaan ini, pak.
Bagus. Kalau begitu sudah jelas.
Besok kau akan mengambil alih kelas Hackman.
- Sapiano. - Ya!
- Wong. - Ya.
- Osgood. - Ya.
- Tuffen. - Ya.
Pegg.
- Pegg? - Ya.
- Joseph. - Ya.
- Dare. - Ya.
- Potter. Potter! - Ya.
Denham.
- Buckley. - Ya.
Purcell.
- Fernman. - Ya.
- Jackson. - Ya.
- Strong. - Ya.
Seales.
- Seales! - Ya.
- Palmer. - Ya, pak.
- Campbell. - Hadir.
Aku tak tahu seberapa banyak yang sudah kalian ketahui, jadi kita akan mulai dari yang sudah ada.
Pertama, ketika aku memanggil nama kalian,
kalian akan diperkenankan membaca apa saja yang kalian suka dari buku sekolah kalian.
- Fernman. - Baik.
- "Hanya beberapa orang yang..." - "sampai."
"sampai dengan menunggang kuda...
- atau tranportasi umum..." - Terima kasih.
Denham.
"Jika ada 14 ayam betina menelurkan satu buah telur sehari selama 30 hari,
berapa banyak jumlah telur dalam 12 hari, dan berapa banyak yang harus kau jual?"
Moira Joseph.
"Bobot Pete Gilroy dan pengencangan 'simpul'...
- mengenai lehernya..." - Bagus. kawan.
"mengenai lehernya yang mulai sedikit...
'mengganggu' laju kuda tersebut.
Namun Pete sepenuhnya sadar akan nasibnya,
karena dia tak bisa mengharapkan lari dari kematian yang disebabkan benturan yang berulang-ulang dan kehancuran."
Tolong singkirkan benda itu.
Terima kasih.
Ada lagi yang lain yang ingin membaca?
- Namamu? - Pamela Dare.
"Dan dia telah mempelajari cinta. Aku tak tahu kenapa.
Karena hal ini sepertinya dia merasakan perasaan yang aneh.
Namun beginilah. Berpikir dalam kesunyian,
Dorongan yang kecil menghalangi kasih sayang itu berkembang.
Dan gelora itu ketika cahaya dari segala arah meredup."
Selamat!
Terima kasih, Nona Dare. selanjutnya: Berat dan ukuran.
Apa istilah dari "avoirdupois"?
- "Avoirdu" apa? - Avoirdupois.
- Berat. - Oh, ya.
Kelas berat, kelas ringan, kelas sedang,
menengah, ringan, bantam, terbang, kelas bulu.
Terima kasih banyak.
Senang sekali bahwa kalian punya selera humor.
Sepertinya kalian tahu begitu sedikitnya dan begitu mudahnya tertawa,
Aku bisa merasa senang untuk waktu yang sangat membahagiakan ini.
Sekarang, salin apa yang ada di papan ini.
Dia pikir dia siapa, hantu bermuka tebal.
- Halo, Ducks. - Halo.
Kupikir kau membutuhkan ini.
- Terima kasih. - Bagaimana mengajarnya?
Bisa dikatakan perjuangan telah dimulai.
Aku tak tahu apa yang bisa kita lakukan tanpa secangkir...
- Siapa namau? - Thackeray.
Aku tahu itu. Maksudku namamu yang lain.
- Mark. - Mark.
Beberapa hal, Mark.
Kami semua tahu pandangan orang tua itu.
Pada dasarnya, kami sepakat dengan mereka.
Tapi dia aman dalam ruang kerjanya.
Sekarang, anak-anak ini tiba dari rumahnya di mana sebuah perintah sering kali diiringi dengan sebuah pukulan.
Satu perkataan kasar terhadap orang tua mereka, mereka akan memukulnya.
No comments yet. Be the first to leave one.