The first 198 lines.
Seharusnya kau biarkan Kawahara Yuki menulis novel-novelmu sampai kau bisa menulis lagi.
Apa tidak masalah bagiku untuk mempercayaimu?
Aku bersiap untuk menerbitkan ini sebagai sebuah novel.
Dengan nama Kawahara Yuki.
Selamat atas debutmu. Kumohon teruslah menulis ceritamu, sebagai Tono Risa.
Sebenarnya anda tak bisa menulis lagi, kan?
Anda tidak membimbing aku, tetapi memanfaatkan aku, iyakan?
Tak ada seorang pun yang bisa menggantikan Tono Risa.
Tapi orang yang bisa menggantikan Kawahara Yuki?
Ada banyak sekali.
Naskahnya...
Kumohon berikan kepadaku.
Kumohon.
Seorang penulis hantu
yang bernama Kawahara Yuki telah lahir.
Bukan hanya untuk penerbit Shunpo saja,
tapi kau seharusnya biarkan dia menulis ketiga novel yang sedang kau tulis saat ini.
Aku mengerti.
Bagaimana dengan novel yang akan diangkat menjadi film?
Aku ingin menulis itu sendiri.
Aku pasti akan menulisnya.
Aku mengerti.
Dia melanjutkan menulis novel.
Dengan atas nama Touno Risa.
Aku... hampir saja menguasai dia.
Iya. Aku merasa terhubung dengan setiap novel yang aku tulis.
Kukira aku bisa menguasai dia selama-lamanya.
Demi suaminya, yang telah meninggal dunia...
Aku mengerti...
Sejak kita bertemu...
Bagaimana menurut anda?
Kami mendesain cover dengan gaya yang baru karena gaya tulisan anda telah berubah.
Ini bagus, bukan?
Dan untuk ukuran namanya...
Anda suka ukuran normal atau besar?
Aku pilih yang ini.
Menurutku yang itu juga yang terbaik.
Novel pertama memang ditakdirkan untuk dikembalikan dalam jumlah yang besar.
2.800 dari 3 ribu kopi edisi pertama dikembalikan... itu buruk sekali.
Tidak, itu sama sekali bukan hal yang tak biasa. Jangan khawatir
Yah, setidaknya 200 orang membacanya.
Itu benar! Faktanya kalau Kepala Editor Kanzaki sendiri yang menerbitkan novelmu itu sudah menakjubkan.
Oh, iya.
Kawahara-san, apa kau ada sesuatu dengan Kepala Editor Kanzaki?
Tidak mungkin.
Tentu saja tidak.
Kepala Editor Kanzaki menerbitkan novel itu karena menurutnya itu menarik.
Jadi begitu. Itu benar sekali.
Touno-sensei sepertinya sudah terpengaruh oleh novelmu.
Uhm, apa maksudmu?
Eh? Bukankah gaya menulis Touno sensei akhir-akhir ini sama
dengan gaya tulisan dari novel "To My Second Self", milik Kawahara-san?
Oh, karena sekarang kau menyinggungnya./Benarkan?
Kau sangat hebat bisa mempengaruhi seorang penulis hebat semacam dia.
Oh, aku bisa berikan padamu novel-novel yang telah dikembalikan.
Boleh saja.
Jika kau mau, bisakah aku mengirimnya ke rumahmu?
Baiklah... terima kasih.
Apa itu boleh?
Subtitles oleh viki Diterjemahkan oleh INDRAUPIK
Kita berdua ini berkomplotan, kau tahu itu.
Apa benar?
Aku tak melakukan ini karena aku mau.
Apa maksudmu kau adalah seorang korban?
Tapi bagimu...
Insting penulismu harus dipuaskan.
Insting penulisku?
Kau ingin banyak orang membaca ceritamu.
Aku puas...? Tidak mungkin.
Baru saja, wajahmu mengekspresikan (kepuasan) itu.
Sensei, penandatanganan buku sebentar lagi akan dimulai.
Aku akan segera ke sana.
Kita berkomplotan, iyakan?
Subtitles oleh viki Diterjemahkan oleh INDRAUPIK
Ghostwriter Episode 4
Apa tidak akan ada masalah membuat film saat kita masih belum mempunyai novelnya?
Aku telah ditanya dengan pertanyaan seperti itu oleh beberapa bagian.
Aku sungguh minta maaf sudah membuat anda khawatir.
Touno Risa sedang dalam kondisi terbaiknya.
Apa mungkin...
Apa kau benar-benar mau membuat Touno Risa bisa menulis lagi?
Itukah sebabnya
kau meminta orang untuk menunggu novelnya keluar
dan terus memohon kepada mereka di sana sini?
Ada apa, Kanzaki? Ini bukan seperti kamu.
Aku pasti akan membuat filmnya tanpa kegagalan.
Dan, aku akan pastikan film itu menjadi yang terlaris.
[Selamat atas angka penjualan 1 juta novel pada "The Residents in Wonderland"]
Aku minta maaf sudah membuatmu jauh-jauh kemari.
Ah, apa kau mau aku bawakan ini masuk untukmu?
Hah?
Ah, aku minta maaf. Ini berat, jadi aku hanya bertanya...
Ah, iya, tolong. Terima kasih!
Tolong, taruh itu di sini.
Oh, baiklah.
Rumah yang hebat, bukan.
Ada bunga-bunga juga.
Sensei yang memberikannya untukku.
Sepertinya Touno-sensei sangat memperhatikan dirimu.
Ah, aku akan membuat teh.
Maaf sudah mengganggu./ Tidak apa-apa. Silahkan.
Aku tahu kau sibuk sebagai seorang asisten, tapi kumohon teruslah menulis novel.
Baiklah.
Kuharap ada banyak orang yang akan membaca karyamu.
Aku akan berusaha sebisaku untuk membantumu.
Bagaimana perkembangan naskah filmnya?
Judulnya adalah "Eternal Recipe".
Kedengarannya bagus.
Isinya adalah...
Aku belum membuatnya.
Aktris utamanya sedang gugup karena dia belum tahu alur ceritanya.
Aku tak bisa menahan mereka lebih lama lagi.
Jadi begitu.
Kalau begitu, tak masalah jika Kawahara Yuki juga menulis naskah untuk film, iyakan?
Apa boleh buat, iyakan?
Potensi dia... sangat dahsyat.
Setiap pembaca novelnya menjadi pengemarnya.
Apa yang aku tulis sudah tak memuaskan mereka lagi
Di sini Kanzaki. Aku ada di rumahnya Touno-sensei. Bisakah aku datang untuk meeting sekarang?
Oh, aku minta maaf. Aku sekarang tak bisa...
Aku akan menelponmu kembali.
Kedengarannya seperti seseorang mau mengunjungi dia.
Aku yakin orang itu pasti seorang pria.
Tapi seperti dia tak terlalu akrab dengan orang itu.
Kecuali dia itu pacarnya, dia tak akan masuk ke dalam rumahnya, kan?
Kau juga masuk ke dalam rumahnya, Oda.
Aku ke sana karena urusan pekerjaan.
Menurutmu apa yang dilakukan oleh Kaawahara-san mungkin lebih dari sekedar asisten, iyakan?
Apa maksudmu?
Ini.
Sebuah novel yang akan dijadikan sebuah film?
Jadwalnya akan menggila, tetapi
jika itu kamu, itu bisa dilakukan.
Edisi pertama akan dicetak 250 ribu kopi?
Kita akan segera mencetaknya lagi. Setelah filmnya rilis, penjualannya akan meningkat lebih jauh.
Filmnya... kira-kira berapa orang yang akan menontonnya?
Karya Touno sensei yang sebelumnya menarik sekitar 4 sampai 5 juta orang.
5 juta orang!
Orang sebanyak itu akan tahu cerita yang kau buat.
Itu adalah sebuah hal yang menakjubkan, bukan?
Tapi...
Itu artinya aku akan menipu 5 juta orang, iyakan?
Siapa yang akan sakit hati karena dibohongi?
Tolong gunakan judul 'Eternal Recipe.'
Aku mengerti.
Apa maksud dari semua ini?
Tenggat waktu untuk mendaftar sudah lewat.
Dengan nama Touno Risa, tak bisakah kau melakukan sesuatu?
Tentu saja tidak bisa!
Kau ini tak berguna.
Apa yang kau rencanakan?
Hanya NEET saja [NEET singkatan dari 'Not in Education, Employment or Training' yang artinya 'penggangguran']
Jika kau tak punya kegiatan apapun,
pergilah kuliah.
Aku tahu kau ini pintar.
Sekarang sudah terlambat untuk mengembalikan formulir pendaftarannya.
Kau bisa ikut ujian masuk tahun depan. Lagipula, kau ingin mencoba membuktikan apa?
Jika kau sekarang bermain-main saja, nantinya kau akan membayar akibatnya.
Apa kau pernah melakukan sesuatu hal yang bodoh, Touno Risa?
Apa kau sudah membayar akibatnya?
Jika aku lebih serius dalam mendidikmu saat kau masih kecil,
hal semacam ini tak akan pernah terjadi, iyakan?
Kurasa begitu, kau sendiri yang menyebabkan ini semua.
Ada lagi yang mau dibicarakan?
Tidak ada.
Ngomong-ngomong,
apa kau menulisnya sendiri?
Ketiga novel terbaru itu.
Sudah kuduga, Daiki memang pintar.
Hah?
Kau benar-benar tahu cara untuk membuat aku marah.
Kembalikan formulirnya tahun depan.
Hei! Jawaban pertanyaanku.
Bukankah itu sudah jelas? Aku yang menulisnya sendiri.
Iya.
Aku minta maaf sudah menelponmu saat kau sibuk.
Sama sekali tidak.
Sudah lama yah.
Iya.
Aku sekarang ada di Tokyo untuk urusan bisnis.
Aku sedang bertanya-tanya apa bisa aku bertemu denganmu.
Kau tak usah sampai berlari seperti itu.
Benar sekali.
Sudah satu tahun sejak kita terakhir bertemu.
Kamu membelinya.
Aku harus pergi ke 10 toko yang berbeda untuk menemukan ini.
Terima kasih.
Aku sangat terharu.
Benarkah?
Entah bagaimana aku terharu, karena ini adalah novelmu.
Tolong beri aku tanda tangannya./Apa?
Eh, apa kau tak punya tanda tangan?
Bukannya aku tak punya, tapi...
Kalau begitu...
Aku belum pernah memberikan tanda tangan kepada siapapun.
Aku yang pertama kali? Itu hebat sekali!
Jangan tertawa, yah?/Tidak akan.
Jangan melihatku saat aku sedang menulis.
No comments yet. Be the first to leave one.