The first 200 lines.
Berdasarkan Kisah Nyata
Permisi.
Apa kau melihat pesan dari Jina?
Hei, balasan di bawahnya bahkan lebih mengejutkan lagi.
Tunggu.
Lihat.
Mengejutkan, bukan?
Ya.
Mereka mengerjainya dengan air kemarin.
Benarkah?
Mereka sudah keterlaluan, bukankah begitu?
Ketika Jina keluar dari kamar mandi, dia berkata kepada mereka,..
"Aku akan membalas kalian...
...atas apa yang kalian perbuat padaku meski aku sudah mati."
Itulah yang dia katakan.
Tidak mungkin.
Siapa tahu!
Mungkin Jina akan bunuh diri untuk membalas dendam pada mereka.
Dia cukup pendendam juga.
Dia tidak seperti itu.
Aku tahu aku benar.
- Ayah! - Hai, Hana!
Halo, paman!
- Hei, Sunjung! - Kau ingat aku?
Sudah lama sekali.
Hei, masuklah. Aku akan mengantarmu.
- Tidak perlu. Ibu akan menjemputku. - Oh, benarkah begitu?
Aku iri padamu. Kau begitu dekat dengan ayahmu.
- Dah. - Baiklah. Dah, paman.
Baiklah, sampai jumpa. Dah!
- Dah, Sunjung! - Sampai jumpa!
Hana, cepat masuk. Kau pasti sudah lelah.
Aku lapar, Ayah.
Hei, bagaimana menurutmu jika kita makan pizza terlebih dahulu?
Tidak, aku tidak bisa! Ibu pasti akan membunuhku.
Aku sudah naik 2kg.
Oh, ayolah. Gadis seusiamu tidak akan gemuk.
Sedikit berat badan akan membuatmu semakin tinggi.
- Kau yakin? - Ayo, kita pergi!
Berita besar! Song Jina benar-benar bunuh diri.
Ya, gen tidak pernah berbohong!
Kau egois sama seperti ayahmu!
Aku sudah tidak tahan!
Kau benar.
Aku adalah putera ayahku.
Lalu apa? Apa maumu?
Apa, kau ingin bercerai?
Kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini!
Beraninya kau menjawabku!
Aku membencimu.
Hana.
Ayo, makanlah sedikit lagi.
Aku akan berangkat ke sekolah.
Oh, baiklah.
Aku akan mengantarmu.
Tidak perlu.
Jadi Jina melompat dari sana?
Ya, kepalanya membentur keras ke tanah.
Jina itu orang yang rumit, tidakkah kau berpikir begitu?
Orang yang rumit dengan nilai bagus itu pantas mati.
Rumor berkata bahwa Jina menjadi pesuruh dari teman-temannya.
Sudah aku duga sejak dia adalah orang buangan.
Dia selalu terlihat menyedihkan.
Jam Pelajaran Mandiri
Silahkan belajar sendiri dan jangan ribut.
Bukankah kau dekat dengan Jina saat sekolah menengah?
Hah? Ya... Ya, sedikit.
- Apakah ada pertanda? - Pertanda?
Kau tahu orang berkata ada wajah tertentu.
Tidak mudah untuk membunuh dirimu sendiri.
Apakah kematian Jina mengesankan bagimu?
Siapa yang berkata bahwa itu mengesankan?
Itu hanya yang dikatakan orang padaku.
Kau bersikap berlebihan.
Tolong, aku sedang belajar di sini!
Tidak bisakah dia mati di rumah saja!
Permisi, tapi tolong urus saja urusanmu sendiri.
Dia bunuh diri karena dia adalah orang buangan.
Dan kau, sebagai gurunya tidak tahu apa-apa mengenai ini?
Maafkan saya.
Ini bukan sesuatu yang bisa dimaafkan begitu saja!
Dengan meminta maaf tidak akan membuat anak itu hidup kembali!
Anak-anak sekarang ini benar-benar menyulitkan.
Kami tidak bisa membedakan siapa yang terbuang dan siapa yang menganiaya.
Kami tidak bisa membedakannya sebelum terjadi sesuatu.
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Siapa yang bertanggung jawab soal ini?
Tidak ada pesan kematian yang ditemukan.
Jadi mungkin saja ini akan cepat berlalu.
Tuan Kim, ketika polisi datang, Anda tahu apa yang harus dikatakan.
Apa?
Dan juga, pastikan untuk mengganti gembok ke atas dengan yang baru,
dan jangan biarkan siapa pun naik ke sana.
Bersihkan lantainya dengan benar,
agar tidak ada bekas darah.
Permisi, Pak, tapi...
Bukankah setidaknya kita temukan apa yang terjadi pada Jina?
Apa yang Anda ingin saya lakukan?
Menutup sekolah karena dia meninggal?
Bukan itu maksud saya.
Kita perlu mencari kebenarannya.
Temukan siapa yang menganiayanya,
dan apa yang sebenarnya terjadi.
Sebaiknya kita lupakan semua itu.
Itu yang terbaik untuk sekolah ini.
Itu saja.
Aku tidak seharusnya mengabaikan dia.
Apa?
Lalu apa, kau ingin menjadi orang buangan juga?
Jangan bicara omong kosong.
Tapi, tetap saja...
Apakah seburuk itu sampai dia harus bunuh diri?
Aku tidak tahu.
Hidup adalah perjuangan. Hanya kau melawan dirimu sendiri.
Kau tidak tahu apa-apa sampai kau mengalaminya sendiri.
Aku perlu mengisi perutku. Jika tidak aku tidak bisa bertahan.
Hari ini aku hanya memiliki satu kelas bahasa Inggris.
Waw, itu hebat.
Bukankah orang pintar biasanya memiliki lebih kelas?
Jumlah kelas tidak ada hubungannya dengan nilai.
Aku mengerjaimu!
Untuk dibawa atau makan di sini?
Kau ada di kelasku, bukan?
Tolong, 5 dolar.
Aku Lee Sunjung, dan kau?
Apakah dibayar tunai?
Hei, sejak kita di kelas yang sama,
tidak adakah yang disebut "potongan harga teman"?
Apakah itu nama kartu kreditnya?
Jangan tertawa!
Hai, kau.
Hai.
Anak-anak sekarang ini memiliki banyak masalah.
Yang satu menganiaya temannya,
dan orang buangan yang bunuh diri...
Mereka semua memiliki masalah besar.
Hei, Hana.
Kau sendiri bukan orang buangan, kan?
Ayolah, sayang.
Dia adalah murid paling populer di sekolahnya.
Tidakkah kau tahu siapa yang Sunjung paling cemburui?
Itu adalah puterimu, Jung Hana.
Benarkah?
Tidak bisakah kita membiarkannya untuk beberapa hari lagi?
Tidak perlu. Sebaiknya kita singkirkan saja.
Bunga itu membuatku seram.
Ayo, kita ke kantin sebelum terlambat.
Aku lapar sekali!
Hei, itu With Us!
Satu, dua, tiga... Halo, semuanya.
Kami adalah With Us, klub band perempuan.
Kami di sini untuk merekrut member baru.
Gadis yang percaya diri dan berbakat silahkan datang sepulang sekolah.
Salam. Terima kasih.
Datanglah.
Mereka keren sekali!
Dia memilihmu, Hana.
Kau gadis yang beruntung. Aku iri sekali padamu.
Ajak aku bersamamu, ya?
- Ayo, kita ke kantin. - Baiklah.
Itu adalah nomorku.
Hubungi aku jika kau membutuhkan apa saja.
Halo!
Halo, bagaimana kabar Daehyun di sekolahnya akhir-akhir ini?
Dia baik-baik saja, tapi masih belum begitu stabil.
Dia sudah lebih baik, dan dia akan semakin membaik.
Ya, tentu saja.
Kau ada di pusat penyembuhan ini sangat membantunya.
Terima kasih.
Oh, ngomong-ngomong...
Aku dengar salah satu dari muridmu bunuh diri.
Ya...
Sayang sekali anak itu harus membuat keputusan seperti itu.
Ya, kau benar.
Kita harus melakukan sesuatu.
Tidak bisakah kita makan di luar? Apa itu terlalu banyak meminta?
Tidak bisakah kau mengerti aku? Aku ini adalah istrimu!
Kau begitu berpikiran sempit! Kau memanggil dirimu seorang pria?
Kau bilang apa?
- Seorang pria? - Ya, seorang pria!
Apa yang...
Kau pikir kau ini siapa? Kau pikir kau berpikiran luas?
Aku menghidupi keluarga ini, tapi kau tidak mencoba mengerti aku.
Oh, hidupku menyedihkan. Apa yang kau lihat?
Hentikan, Ayah!
Kenapa kita tidak bisa makan di luar?
- Kau mundurlah. - Kenapa?
Kau tidak perlu menyembunyikannya lagi dariku?
Pergilah ke tempat lain dan bertengkar atau bercerai saja!
Apa kau bilang?
Kau ingin menamparku juga sekarang?
Kau ingin menamparku?
Sunjung!
Hai, Sammy.
Ini Hana.
Selamat datang!
Bagaimana kabarmu?
Jika tidak akan membeli, pergilah.
Satu cangir kopi, dan aku ingin a la Korea.
Yang lainnya?
No comments yet. Be the first to leave one.