The first 200 lines.
Sebelumnya dalam The Amazing Race...
Kembali di The Amazing Race.
Setelah ditutup selama 19 bulan,
dan mengikuti semua protokol COVID...
Mulai!
...tujuh tim memulai kembali lomba di Swiss.
Kita ke pegunungan!
Saat Hadangan tinggi di pegunungan Alpen,
Sheri berjuang mengatasi rasa takut ketinggiannya.
Aku tak mau terserang panik, yang akan terjadi jika lihat ke bawah.
Dua tim yang sebelumnya tereliminasi berkesempatan menebus.
Ini kesempatan kedua. Kami tak akan jadi tim pertama itu.
-Namun, kesalahan saat Memutar... -Tidak.
-Urutan kita salah. -Jelas merasa buruk.
...mengakhiri kesempatan kedua bagi Michael dan Moe.
Kalian dieliminasi dari lomba.
ALTSTATTEN, SWISS
Untuk sisa musim ini, tim akan berangkat dari perhentian
berdasarkan urutan mereka tiba dalam tahap sebelumnya.
-Kalian tim nomor satu. -Ya!
-Kalian tim nomor dua. -Ya!
Mereka berangkat dalam kelompok, dengan jeda 15 menit.
Kami akan berangkat pertama dengan Penn dan Kim.
Tahap sebelumnya kami hebat.
Kami selalu tahu bisa tersandung,
pengurungan dan amarah yang meningkat dalam dua hewan ini,
saat membuka kandangnya, akan ada hal spektakuler hari ini.
-Mulai! -Ya.
-Hadangan. -Langsung Hadangan.
"Siapa mau turun bersama jembalang pengembara Travelocity?"
-Kau turun dengan bagus. -Ya.
-Aku saja. Ayo. -Ayo.
Semua tim harus melewati Alpen, membelah Swiss utara dan selatan.
Mereka akan turun ke Ticino yang berbahasa Italia
dan mendapat sinar matahari lebih lama daripada di mana pun di Swiss.
Ini juga tempat orang suka menjerit.
MUSIM 14
Astaga!
Tak semua orang akan melompat gembira saat tahu mereka menghadapi
lompat bungee setinggi 220 meter,
di Bendungan Verzasca ini, lompat tertinggi kedua di dunia,
di mana tim akan bertemu dengan rekan pengelana
untuk tahap lomba ini, jembalang pengembara Travelocity.
Kukira menari.
Tak takut ketinggian, bukan?
Saat kulihat itu lompat bungee tertinggi di Eropa,
"Kau bercanda?"
Aku baik-baik saja. Ayo.
Aku tak bisa.
Klakson saat melewati kami, dan kami ikuti.
Ayo.
Sejak awal, kami berempat putuskan akan berkendara bersama,
tetapi semua tim ingin kami kalahkan.
Apa perasaanmu soal lompatannya?
Tak akan kupikirkan sekarang.
Baik.
Ketinggian adalah rasa takut terbesarku.
Namun, aku berkomitmen,
dan jika akan melakukan hal begini,
inilah saatnya bagiku.
Kita punya 2,5 jam untuk bersama
sebelum Kim melompat dari batu bagus.
-Tidak... -Maaf.
-Hadangan! -Kau putuskan. Mau apa?
-Kau bisa. -Baik, aku.
Aku saja.
"Lakukan lompat bungee tertinggi di Eropa."
-Ya! Baik. -Ayo.
Kurasa pelajaran terpenting kali ini
adalah tidak menang dengan bergegas.
Kurasa menang dengan perlahan, dan dia navigator jago.
Kami buat perubahan itu.
Tak penting kami di posisi berapa selama bukan yang terakhir.
-Jadi... -Dia lebih jago soal arah.
-Kurasa lebih masuk akal. -Sampai kami tersesat.
Kau mau aku ke mana? Aku tak tahu kita di mana.
-Ke sana? -Kucoba memahami
posisi kita di peta ini,
baru mencari Valle Verzasca.
Baik, Lulu,
-bantu aku cari rambunya. -Ya.
Pelajaran dari tiga tahap pertama kembali ke lomba ini
adalah saling mendengarkan.
Tak buang waktu berdebat.
Kali ini kami akan menyerap semuanya
dan menikmati lomba.
Pastikan kita tetap di jalan raya.
Ya, arah kita benar.
Hadangan.
"Siapa mau turun bersama jembalang pengembara Travelocity?"
-Aku. -"Sheri, untuk alasan keamanan,
-"kau harus lakukan Hadangan ini." -"Lompat bungee tertinggi di Eropa."
-Astaga. -Aku tahu bobot akan menghalangiku.
Sialnya aku.
Petunjuk menyebutkan bahwa Sheri otomatis harus lakukan tantangannya
-karena aku terlalu berat. -Lompat bungee.
Aku terhenyak. Setelah melalui tantangan di gunung.
Dua tahap dengan ketinggian.
Aku tak percaya.
Akan kulakukan.
Kau tak punya pilihan.
Ingat di mana mobilnya? Ayah, yang mana?
Kami masih dalam lomba, jadi ini menarik.
Kelemahan terbesar kami jelas navigasi,
dan aku masih cemas soal itu,
tetapi kurasa kami sambil belajar. Kami membaik.
-Ya, yang ini, bukan? -Bukan...
Kita di mana?
Di sini.
Tim-tim pertama punya keuntungan 30 dan 15 menit,
tetapi ini baru awal lomba.
-Jadi... -Semuanya berubah.
Aku mau pastikan... Lihat saja rambunya,
dari itu, kita seharusnya ada di E9.
E13.
-Indah sekali. -Kita dapat rute indah.
Ya. Astaga.
Hal terberat adalah tak melihat keluar jendela.
Karena setiap kali, aku mau menatap selama 30 menit.
Aku akan melompat dari sesuatu.
Namun, setidaknya indah.
Pagi ini, kami di matras bersama Raquel dan Cayla.
Mungkin mereka melewati kita.
-Mereka cepat. -Kau merasa kita meremehkan diri?
Terkadang aku begitu.
Aku merasa begitu. Entah kenapa kita begitu.
Menurutku kita hebat.
Kurasa kita bagus, dan aku tak mau sombong,
tetapi kita bagus sekali.
Lihat, kota ini indah sekali.
Astaga, ini luar biasa.
Aku ingin tahu apa jalannya begini sampai ke sana.
Aku harus menghadapi ketinggian lagi.
Dua berturut-turut. Siapa sangka?
Kita bisa. Kau bagus di gunung.
Kami hanya mau kembali.
-Baik. -Astaga.
Setidaknya kita tahu kita ke tenggara.
Nat, ingat kota apa yang harus dilewati?
Seharusnya di depan sana.
Baik, pasang mata.
Sobat.
-Itu? -Ya.
Tampaknya benar. Kita di bendungan.
Astaga, ini akan menarik.
Lihat bendungan itu!
Aku pilih bersepatu roda menaiki Gunung Everest daripada ini.
Ini yang paling gila.
Dusty...
Jangan melihat ke bawah.
-Kau bisa. -Tunggu.
Kami putuskan suten siapa yang melompat dulu
karena kami bekerja sama untuk ke sana.
Kau dulu.
Ya. Gila.
Pengaman ganda.
-Siap untuk ini? -Tidak.
Jembalang Travelocity menatapku sebelum aku terjun menuju maut.
Aku tak sabar melakukan ini denganmu.
Jembalangnya harus ikut?
Ya, pakai pengaman. Keren.
Aku hanya perlu melompat?
Terjun dengan kecepatan maksimum dari bendungan raksasa di Swiss.
Tak bisa meminta lebih.
-Aku gelisah. -Jembalang pengembara Travelocity.
Siap, Sobat?
Itu menakutkan.
Aku dan kau, Sobat.
Dusty!
-Kau bisa! -Tepian ini?
Aku di tepi.
Tiga, dua, satu. Ayo.
Astaga.
Ya!
Keren!
Astaga. Gila.
Ya!
Hai!
Astaga.
Terjun bebas tanpa akhir.
Seharusnya aku antar anak-anak ke sekolah sekarang.
Mereka tak akan percaya aku akan melakukan ini.
Aku tipe ibu aman.
Ini di luar zona nyamanku.
-Ya, Sobat! -Daftar keinginan.
Hebat sekali.
Apa rasanya?
Astaga. Yang membantuku
hanya jembalang Travelocity.
-Info rute. -Info rute.
Kuambil dulu kaca pembesarnya.
"Berkendara ke kota tepi danau Lugano.
"Setiba di sana, cari dengan berjalan kaki
"di dekat Lapangan Carlo Bugatti
"untuk petunjuk berikutnya."
Kita harus membawanya begini.
Tarik napas dalam. Kau tak akan dibunuh.
Mereka tak mau kau mati.
Jujur, aku merasa kita bagus, dan entahlah,
aku sangat yakin dengan kemampuan navigasinya.
No comments yet. Be the first to leave one.