The first 200 lines.
I've Fallen for You
Episode 10
Aku pulang.
Kita telah berpisah selama 8 tahun,
botol obat kecilku sudah tumbuh dewasa.
Lihat.
Ketika pohon sakura tumbuh untuk yang ke-8 kalinya.
Ketika kelopak bunga sakura berterbangan di langit,
maka aku akan kembali.
Xue...Xuewei.
Zhao Cuo.
Siapa dia?
Dia adalah....
Pelayannya.
Aku adalah pelayan Tuan Muda, Sanqi.
Apa kabar?
Oh.
Pertama kali bertemu.
Namaku Duan Xuewei,
calon istri Zhao Cuo.
Kalau begitu...Nyonya Muda.
Aku pergi dulu.
Nona Sanqi.
Sudah begitu malam,
apa yang kamu lakukan dengan Zhao Cuo di kolam pemandian ini?
Aku sedang membantu Tuan Muda mencari gioknya.
Dia kehilangan gioknya.
Apa kamu menemukannya?
Tidak.
Aku akan segera mencarinya.
Segera mencarinya.
Maaf.
Sanqi begitu ceroboh.
Jangan cari lagi,
dia punya banyak mainan itu di dalam lacinya.
Tidak apa-apa.
Cepat pulang dan istirahatlah.
Zhao Cuo!
Apa kamu lebih rela mati daripada menikahiku?
Apa aku begitu mengganggu bagimu?
Kamu tidak mengangguku,
tetapi aku benci kepadamu,
kamu si pembawa sial.
Aku tidak akan pernah menikahimu!
Dia seperti bidadari,
lebih cantik 1000 kali darimu,
lebih lembut 10.000 kali darimu.
Mati pun aku tidak akan menikahimu.
Ternyata orang yang ditunggu Zhao Cuo
adalah Nona Duan itu.
Memang cantik seperti bidadari,
lebih cantik puluhan ribu kali lipat dariku.
Tian Sanqi, apa yang kamu pikirkan?
Zhao Cuo bukan suamimu,
untuk apa membandingkan dirimu dengan nona Duan?
Ah.
Jangan berpikiran yang tidak-tidak lagi.
Berhenti.
Nona Jinxin.
Tuan Muda Bai.
Kenapa kamu datang ke sini?
Duan Xuewei sudah datang, ya?
Iya.
Ternyata orang yang disukai Zhao Cuo cantik sekali.
Kenapa kalian tidak pernah membicarakannya?
Tidak cukup seru.
Kenapa tubuhmu basah kuyup?
Angin malam begitu besar,
awas masuk angin.
Ti...tidak perlu.
Aku tidak dingin.
Aku malah merasa panas.
Pakaian basah kebetulan bisa menyejukkan tubuhku.
Tidak perlu berlagak kuat di depanku,
mengerti?
Iya.
Kamu dan Zhao Cuo tumbuh bersama.
Kamu pasti tahu cerita tentang mereka, kan?
Kamu sungguh ingin mendengarnya?
Iya.
Waktu berumur 10 tahun.
Ayahku dan ayah Zhao Cuo
bertugas bersama.
Nona Xuewei dan ibunya
datang dari Chisang untuk praktek kedokteran.
Sejak saat itu,
kami bertiga mulai kenal satu sama lain.
Halo, namaku Bai Yifei.
Kamu sedang menggambar?
Lihat, apa ini?
Begini saja, kamu ajari aku menggambar.
Dan aku akan menukarkannya dengan barang ini untukmu, bagaimana?
Bagaimana keadaannya?
Aku sudah menyuntiknya.
Dia akan segera sadarkan diri.
Kamu sudah sadar?
Siapa kamu?
Namaku Dan Xuewei.
Aku orang Chisang,
pertama kali datang ke Propinsi Selatan.
Mari kita berteman.
Ayahmu belum mengizinkanmu keluar, ya?
Iya.
Ayahku bilang penyakitku belum sembuh.
Membosankan sekali.
Kalau begitu aku menemanimu bermain saja.
Aku sudah melihatmu, Zhao Cuo.
Jangan bersembunyi lagi.
Botol Obat Kecil,
kita pernah bertemu sebelumnya.
Kenapa kamu pura-pura tidak mengenaliku?
Ayo kita bermain bersama.
Setelah Nona Duan pulang,
Zhao Cuo jadi jarang tersenyum.
Aku dan dia, karena ada sedikit kesalahpahaman antar ayah kami,
kami pun berpisah sejak saat itu.
Sekarang aku akhirnya mengerti,
alasan dia bilang aku mengganggunya.
Jika aku tidak menikah dengannya,
sekarang dia pasti akan menikahi Nona Duan.
Mungkin ini semua adalah jodoh.
Bertemu atau berpisah,
semuanya adalah takdir.
Tidak.
Aku tidak bisa membiarkan kesalahan ini
terjadi terus menerus.
Aku akan mengembalikan Zhao Cuo pada Nona Duan.
Dengan begitu, semua akan merasa senang.
Lalu apakah kamu senang?
Tentu senang.
Kenapa kamu tidak mencari Zhao Cuo dan bertanya yang jelas
siapa orang yang disukainya?
Wah!
Hampir saja terbawa arah pembicaraanmu.
Jangan-jangan kamu mengira Zhao Cuo menyukaiku?
Haha
Matanya rusak?
Nona Duan begitu cantik,
seperti bintang yang ada di langit.
Bagaimana aku bisa ada dalam pandangannya?
Apakah Nona Jinxin pernah mendengar
cerita orang yang membeli sekotak mutiara tetapi mengembalikan mutiaranya?
Dulu ada orang yang
mengeluarkan banyak uang untuk membeli sekotak mutiara.
Tetapi dia malah membuang mutiaranya,
dan hanya menginginkan kotaknya.
Orang lain menertawainya karena merasa dia sangat bodoh.
Karena dia tidak mengerti akan keindahan mutiara,
dan hanya kayu lapuk.
Tetapi aku tidak merasa dia bodoh.
Karena dia tahu apa yang disukainya.
Dia juga tidak peduli dengan apa kata orang.
Eh, tunggu dulu.
Maksudmu aku adalah kayu lapuk?
Aku jelek dari mana?
Aku hanya tidak memiliki
orang yang punya selera bagus.
Aduh,
lagi-lagi terbawa arah pembicaraanmu.
Sudah malam,
aku pulang dulu.
Cinta bertepuk sebelah tangan.
Kamu tidak tahu, orang yang memiliki pandangan bagus itu ada di belakangmu,
tetapi nona tidak pernah berbalik untuk melihatnya.
Ah.
Oh ya.
Terima kasih atas kemunculanmu di malam ini.
Terima kasih karena kamu telah mengatakan semua ini kepadaku.
Selamat malam.
Selamat malam.
Ini, paha ayam kesukaanmu.
Makanlah yang banyak.
Kenapa tidak makan?
Bukannya kamu paling suka makan paha ayam?
Sekarang seleramu sudah berubah?
Iya.
Tuan Muda kami paling tidak suka makan
dada ayam, paha ayam, sayap ayam.
Terlalu amis.
Tuan Muda kami suka makan hati babi, hati kambing, hati sapi.
Tuan Muda kami
suka makan hati.
Benar tidak, Tuan Muda?
Pergilah.
Oh, begitu ya.
Kalau begitu, kelak aku memasakkan hati untukmu.
Iya.
Eh, Sanqi.
Duduk dan makanlah bersama kami.
Tidak perlu.
Sanqi hanya seorang bawahan.
Tidak boleh makan bersama Tuan Muda dan Nyonya Muda.
Aduh,
bawahan apanya?
Kediaman Zhao tidak peduli dengan hal ini.
Baiklah.
Ayo makan.
Semangat.
Sanqi, makanlah yang banyak.
Untung ada kamu yang membantuku merawat
No comments yet. Be the first to leave one.