The first 200 lines.
Berkumpul!
EPISODE 11
Titik nol mata Hae-kang belum benar.
Kalian harus rahasiakan ini. Paham?
- Baik. - Baik.
Ada apa dengan raut wajah kalian?
Jangan terlalu santai karena Pak Bae tidak ada.
Pemilihan atletnya tiga hari lagi.
Pak Yoon. Apa kau tahu siapa itu Serigala Putih?
Serigala Putih? Tentu saja tahu.
Dia Pak Bae. Kenapa?
Serigala Putih…
Maksudku, Pak Bae
dipecat karena memukul Kang Tae-seon dan yang lain.
Siapa yang berkata begitu? Tak benar.
Memang kalian tak tahu Pak Bae? Kalian tahu benar soal dia.
Jangan pedulikan rumor itu, dan bersiaplah untuk pemilihan. Paham?
- Baik. - Baik.
Sayang, apa kau tahu?
Aku dengar dari Pak Hong
bahwa hampir semua rumah dan ladang di desa ini
adalah milik Nenek Tertua.
Dia tak pernah beristirahat seumur hidupnya.
Hebat, 'kan?
Kau masih bisa bicara begitu?
Kau tahu sifat orang-orang.
Maaf. Aku tak seharusnya membicarakan itu.
Baiklah. Semua sudah dengar, 'kan?
Peneliti Kim sudah hampir menyelesaikan pengembangan obat baru,
dan dia dapat investasi sebesar 10 miliar.
Silakan beri sambutan, Pak Kim.
Aku tak melakukan ini semua sendiri,
tapi Pak Kim Ki-hyeon juga punya andil besar di dalamnya.
Berilah sambutan.
Aku juga?
Memang ada yang tak berusaha? Semua yang di sini sudah berusaha.
Sudahlah, tak perlu dengar sambutan dia. Kau harus traktir kami, Pak Kim.
Haruskah begitu?
Ya. Ayo kita lakukan.
Mari kita berpesta.
- Hore! - Bagus!
FEEL SO GOOD
Padahal kau tak kuat minum miras.
Melelahkan, ya?
Kau juga punya andil, maka kita dapat investasi.
Apakah begitu?
Mungkin orang lain tak tahu, tapi aku tahu usahamu.
Namun, bagaimana kesehatan ibumu?
Dia sudah dioperasi lagi,
tapi kami tak punya biaya rumah sakit.
Kenapa hidupku sesulit ini?
Kau pasti akan berhasil.
Hanya kau, Pak Kim.
Di antara semua orang yang kukenal, hanya kau yang memperhatikanku.
Terima kasih.
Hari ini, kita lewati saja dia.
- Halo. - Ya.
Hari ini sangat panas.
Naiklah.
Astaga.
Sejuk sekali!
Tolong antarkan aku sampai halte bus saja.
Kau mau ke mana?
Ke sauna di kota untuk mengeluarkan keringat.
Namun, karena arah kita berbeda,
kami hanya bisa antar sampai halte…
Kami akan antar sampai sauna.
Padahal tak perlu begitu.
Kalau begitu, nanti aku bayar pakai kimci.
Terima kasih, Nek.
Kau pasti lelah.
Minumlah dulu.
Lukisannya bagus sekali.
Aku punya satu kabar buruk, dan satu kabar baik.
Kabar buruknya…
mulai sekarang kau harus berhenti melukis untuk orang lain.
Lantas, bagaimana biaya hidupku?
Sebagai gantinya, pamerkan karyamu sendiri.
Jangan khawatirkan pendidikan atau semacamnya.
Percayalah kepadaku.
Terima kasih, Pak Cha.
- Terima kasih. Terima kasih banyak. - Baik.
- Aku ikut senang. - Terima kasih.
Kau sudah berusaha keras.
Kalian sudah dengar bahwa Pelatih Hwasun ganti?
Hwasun mengincar juara di pertandingan. Dia dari luar negeri.
Jangan bermimpi. Di Haenam ada Yoon Hae-kang.
Dia masih saja cerewet.
Semua, jangan lupa. Cedera mata Hae-kang adalah rahasia besar.
Akan sulit jika kau harus bertanding dengan Dong-hyeon atau Rambut Kuning.
- Kita harus cari cara. - Tak perlu.
Aku bisa kalahkan mereka bahkan dengan satu mata.
Selamat pagi, Semua.
Ada apa pagi-pagi begini, Hae-in?
Berikan aku lima menit.
Aku punya PR dari sekolah…
Apa PR-mu?
Aku harus mengekspresikan cinta. Tak ada ketentuannya.
Sebenarnya, apa itu cinta?
Astaga, Hae-in. Kau tak perlu lima menit untuk itu.
Hanya butuh lima detik.
Hae-in, aku mencintaimu.
Astaga.
Ini lebih baik.
Yoon Hae-in, aku mencintaimu.
Tidak. Inilah bentuk cinta sesungguhnya.
Hae-in, aku…
Pak, jangan parkir di situ.
Hei, In-sol!
- Halo. - Ya.
Astaga. Pak Jeong! Ada apa ke sini?
Padahal aku janji mendidik In-sol dengan baik. Namun, aku banyak kekurangan.
- Pelatih Yoon, kau sehat, 'kan? - Ya, Pak.
Harusnya kau bilang jika mau ke sini.
- Anak-anak! Ada Pak Jeong! - Tak perlu.
- Aku hanya mengantar In-sol hari ini. - Apa?
Tadi pagi, In-sol berteriak, "Ketemu!"
Dia berkata harus segera ke sini.
Lihatlah. Lihat ini.
Astaga. Kualitas videonya jelek sekali.
Padahal zaman sekarang semua sudah maju.
Kenapa memperlihatkan video tahun 2000-an?
Diam, dan lihatlah.
In-sol pasti punya alasan.
Kalian tahu Shon Seung-mo?
Tentu saja.
Dia pemenang medali perak di Olimpiade Athena.
- Ada apa dengan dia? - Bagaimana gaya bermainnya?
Dia tinggi dan besar,
jadi, pukulannya bagus dan kuat.
Namun, di video ini?
Pertama, permainan netnya sangat banyak,
dan reli berakhir dalam lima kali pukulan.
Benar. Apa lagi?
Dia sengaja memukul kok ke arah kanan lawan dengan cepat,
dan membuat itu kembali ke kirinya.
Kau pintar, Tong Kosong.
Sudahlah. Lantas, apa kaitannya?
Mata kanannya tak bisa melihat.
Dia bertanding dengan mata kanan yang tak bisa melihat di sini.
Dia terus berlatih dan menemukan cara untuk melanjutkan.
Ribuan kali.
Kalian tak boleh kalah dari Seoul seperti sebelumnya.
- Paham? - Ya.
Aku aku ajari teknik dari Eropa dan Asia Tenggara.
Grup A berlatih ayunan dengan tali karet.
Dong-hyeon.
Ini melatih pergelangan tangan,
dan juga mengontrol kekuatan tubuh.
Jangan merespons begitu.
Grup B akan berlatih memindahkan kok.
Yang terakhir berlari. Mulai!
- Baik! - Baik!
Terima kasih.
Kini, kau baru terlihat seperti seorang pelatih.
Omong-omong, kau sudah lama tak ke sini.
Dia sangat sibuk.
Tentang Serigala Putih yang kau ceritakan waktu itu…
- Ya. - Astaga. Masih saja tentang itu.
Dia melatih dengan keras, tapi tak pernah mengumpat
dan memukul anak-anak, 'kan?
Sesungguhnya…
Aku tak tahu jelas tentang itu.
Karena aku dengar hal seperti itu terjadi sepuluh tahun lalu,
aku berniat bertanya kepada putraku apa Serigala Putih berkaitan dengan itu.
Namun, dia selalu diam.
Benarkah begitu?
Bukankah putramu sedang bersiap menjadi pelatih?
Dia akhirnya sudah mendapat pekerjaan.
Dia dapat gaji.
Tapi, dia menyembunyikan itu dariku.
Aku tak yakin dia akan memberi tahu orang lain.
Astaga. Kau tak makan dagingnya karena amis?
Kau ingat saat kita baru pindah ke desa?
Waktu itu, kita bertengkar dengan Nenek.
Kita sudah akrab sekarang.
Lantas kenapa?
- Kau sedih? - Bukan begitu.
Ayo segera pergi.
PAK HONG
- Siapa? - Pak Hong.
Pasti bukan hal penting.
- Jawab saja. - Haruskah begitu?
- Ya, Pak Hong. - Kau di mana?
Aku butuh bantuan untuk memindahkan pupuk.
Maaf, Pak. Aku sedang di jalan.
Begitu?
Aku juga sudah membeli punyamu, jadi, aku meneleponmu.
Biar kukerjakan sendiri.
Ya, Pak. Terima kasih.
Mundurkan lagi kaki kananmu.
Bagus.
Berhenti.
Fokuslah.
Meskipun terlihat kuno,
tapi ini cara latihan terbaik.
Kalian lelah?
Kenapa tak menjawab?
- Tidak lelah! - Mulai lagi.
Sebaliknya, Grup A.
No comments yet. Be the first to leave one.