The first 157 lines.
Jashin-chan Dropkick Episode 4 Subtitle Indonesia
Penerjemah : Itsuki
Yang dulunya adalah sebuah black market setelah perang dunia kedua,
telah berubah menjadi distrik elektronik, dan kemudian menjadi distrik komputer,
dan sekarang makmur menjadi kota para otaku.
Itulah Akihabara.
Kau akan menemukan 400 mesin Gachapon di sini.
Gachapon Hall
Kau tak bisa menahan keinginan untuk memainkannya!
Jadi ini yang keluar nanti, aku akan mati.
Nyawaku selamat! Tapi skyfish, ya? Jelek banget!
Tapi aku jadi ketagihan saat merasakan dorongan adrenalin yang mengalir karena mempertaruhkan nyawa!
Yah, aku tak akan benar-benar mati, sih.
Aku sudah tak butuh kalian lagi.
Awa—?!
Sialan! Kau tak bisa lihat ada iblis yang sedang tiduran di jalan, ya?!
Semoga kau menabrak tiang dan mati!
Halo semuanya, tolong jangan tiduran di jalanan
dan mengatakan sumpah serapah di muka umum.
Sial, kok double lagi!
Mati sana di Neraka!
Aku tak butuh Tsuchinoko yang rare itu, dan koleksiku akan komplit.
Nggak. Aku tak tertarik dengan yang asli.
Apartemennya Yurine tak boleh memelihara hewan sih.
Tapi Beth memang pengecualian.
Coba sekali lagi, ah.
Aku hanya punya uang untuk membeli makan malam.
Tapi kalau kucoba sedikit saja...
Jangan sia-siakan uang itu.
Kalau kau sia-siakan, kulempar kau ke woodchipper nanti.
Kulempar kau ke woodchipper...
Woodchipper...?
Woodchippers adalah mesin yang bisa menggiling kayu menjadi serpihan kecil.
Jika salah pakai, kau bisa langsung pergi ke Neraka!
Sampai kau bertemu iblis nanti...
Jika aku memakai uang ini, nanti pasti gawat. Aku nyerah deh.
Anu...
- Aku ingin menggunakan itu. - A-Ah silahkan.
"Aku ingin menggunakan itu."
"Yaranaika."
Wah, Tsuchinoko!
Aaaapa?!
- Sialan! - Dengan ini koleksiku komplit sudah!
Aku sudah berkali-kali mencoba untuk mendapatkan Tsuchinoko itu!
Dan bocah tengik ini mendapatkannya dengan mudah?!
Aku ingin banget!
Tsuchinoko itu terlihat sangat luar biasa!
Oke. Kubunuh saja dia.
Tanpa harus merasa bersalah, akan kujadikan Tsuchinoko itu milikku!
Tunggu sebentar.
Pastinya ada cara lebih cerdik untuk mendapatkan itu darinya.
Karena aku adalah iblis pembuat siasat level tinggi.
Waah, hebaat. Kau berhasil mendapatkan Tsuchinoko itu.
Bisa lihat sebentar?
Ah, tak apa.
Nih, kukembalikan.
Kau ngapain sih?!
Dasar ular!
Menjijikan!
Orang ini payah banget!
Aku tak butuh yang begituan lagi, dasar bodoh!
Itu adalah sebuah pujian terbaik bagi seorang iblis, nak.
Rencana sukses!
Aku dapat Tsuchinoko! Yosha!
Waktunya belanja dan pulang—
Pavilion Daging Yukio
Aku dapat daging yang bagus.
Bahkan hari ini aku dapat Tsuchinoko, aku senang banget hari ini.
Orang ini payah banget!
Kalau dipikir-pikir lagi...
memangnya ini sebegitu berharganya untuk dicuri?
Setiap kali aku melihat ini,
aku jadi teringat bocah yang menghajarku waktu itu.
Aku akan menyimpannya saja agar nanti tak teringat lagi saat di rumah.
Hei, kau yang di sana!
Ya, aku bicara padamu, ular!
Nomer yang tak dikenal, ya?
- Apakah ini dengan Yurine Hanazono? - Ya.
- Kami dari kepolisian Banzaibashi. - Polisi?
- Hei! - Yurine!
Aku ditangkap polisi!
Mereka benar-benar mengurungku.
Orang mana yang malah cengar-cengir
saat ditangkap polisi?!
Uppercut kedua hari ini. Mantap.
Kau bahkan tak mau mendengarkan alasanku? Nanti kau jadi orang tua yang buruk di masa depan, lho!
Aku tak berniat menjadi orang tua.
Apakah anda Yurine Hanazono, penjaga orang ini?
Yah, bisa dibilang begitu.
Daripada itu, siapa kau?
Aku?
Aku adalah super cop Banzaibashi yang menjaga kedamaian di Akiba!
Mei Tachibana!
- Gitu ya. - Kau eksentrik banget, tahu?
Lalu, apa yang telah dilakukan Jashin-chan?
Dia mencuri.
Akhirnya kau melakukannya, ya?
Kau salah paham! Aku bukannya mencuri, tadi bocah itu-!
Aku tak butuh yang begituan lagi, dasar bodoh!
- Kau ngomong apa sih? - Eh? Salah ya?
Dia telah mencuri...
Dia telah mencuri...
Hatiku! Hatiku!
Hatiku! Hatiku!
Aku menemukan dia saat sedang patroli
dan saking cantiknya dia, aku jadi jatuh cinta pada pandangan pertama!
Jadi aku menghampirinya dan menangkapnya!
Imut banget! Cantik banget!
Hentikan, oi!
Kau hanya menggunakan kewenanganmu seenaknya!
- Kau terlalu imut! - Hentikan oi!
- Lalu, langsung saja ke inti masakahnya. - Ya?
- Boleh kuambil dia? - Boleh saja.
Kenapa kau sama sekali tak ragu?!
Asik! Syukurlah, Orochimaru!
Kenapa dia... seenaknya memanggilku... dengan nama itu...
Kau benar-benar imut, Orochimaru.
Kau bisa saja membunuhku dengan keimutan dirimu.
Orang ini berbahaya! Aku tak mau hidup bersamanya!
Tapi kalau tak ada Jashin-chan, bagaimana nanti aku bersih-bersih rumah dan masak?
- Maaf, aku akan membawa dia kembali. - Tidak!
Padahal kau baru saja memberikannya padaku! Jahat banget!
Jika kau tak bisa mendapatkan Orochimaru...
Kau harus mati.
Tak mungkin!
Aah, aku meleset.
Kau menggores ekorku!
Maaf karena tadi aku meleset ya, Orochimaru. Tapi setidaknya pedangku tajam.
Sakit?
Wajahmu yang sedang kesakitan juga imut!
Kita ambil foto perayaan sebelum aku mengakhiri nyawamu!
Ayo, pasang pose 'peace' dong!
T-Tak mungkin... Tolong maafkan aku...
Terlalu imut! Bisa jadi bahan Instagram, nih.
- Wah, bagusnya! Aku jadi sulit berhenti! - Aku ingin banget pulang...
Ah, sudah jam 5. Jam kerja sudah selesai.
Harus pulang!
Aku tak mau kerja lembur!
Daging yang tadi kau beli?
Ada di kulkas di stasiun ini.
Jangan lupa kau bawa saat pulang.
Sampai nanti!
Aku akan segera bertemu denganmu lagi.
Dia menganggapmu imut. Dasar orang aneh.
Dia hampir sama gilanya dengan Yurine.
Ngomong, ngomong, tadi kau menyebutkan tentang 'bocah.'
- Apa maksudnya? - Eh, ap-?
Ah, itu bukan apa-apa.
Aku harus mengubur Tsuchinoko itu saat datang di rumah.
Hal yang terjadi di Jinbocho!
Aku hanya berniat untuk pergi ke stasiun kereta!
Aku tidak memperhatikan, jadi aku masuk ke pintu yang salah!
Stasiun Jinbocho
Jangan memainkan HP saat berjalan, ya?
Lolonganmu bagus juga, Beth.
Aku ikut, dong.
Ibuku bilang kalau udara di dunia manusia itu berpolusi.
No comments yet. Be the first to leave one.