The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 25"
Kamu bilang aku harus menjelaskan
dan kamu berhak mendengarnya.
Ya.
Itu tidak benar, bukan?
Tidak mungkin. Mustahil kamu melakukan itu.
Kamu salah. Aku melakukan itu.
Aku menyebutmu penguntit yang gigih
dan melarang mereka memberimu nomorku.
Kenapa?
Kenapa kamu mengatakan itu?
Teganya kamu melakukan ini padaku.
Karena aku ingin kamu pergi
agar aku bisa hidup.
Ayo.
Aku hampir lupa, astaga.
- Ada apa? - Ada yang tertinggal di kantor.
Apa?
Portofolio para pelamar untuk posisi desainer.
Semuanya harus kutinjau malam ini, lalu kuberikan kepada Pak Ahn besok.
Astaga. Aku sangat pelupa.
Ambillah. Kami berangkat sekarang dan memesankan meja.
Baiklah!
- Cepat. - Baiklah.
Apa maksudmu?
Kamu mau aku pergi agar kamu bisa hidup?
Seperti yang kamu dengar.
Aku memutus hubungan dengan semua orang saat pergi dari rumah.
Mulai dari ibu dan ayahku,
sampai masa lalu dan kemiskinanku. Kuhapus semuanya dari hidupku.
Jika bertemu denganmu lagi,
aku akan teringat dengan semua kenangan itu.
Itulah alasanku.
Meski begitu, teganya kamu menyebutku penguntit.
Haruskah kamu melakukan itu?
Kamu memang penguntit.
Penguntit yang ingin mengembalikanku ke kenangan yang menyedihkan.
Jin Ah.
Kamu tahu seperti apa kehidupanku.
Seandainya aku yatim piatu, keadaannya akan jauh lebih baik.
Tiap aku ingin melakukan sesuatu, keluargaku selalu menggangguku.
Aku ingin melupakan semuanya.
Jadi, tolonglah...
Tolong tinggalkan aku.
Jadi, aku tidak perlu mencemaskanmu?
Aku mencarimu hanya karena mencemaskanmu.
Aku ingin menolongmu.
Aku tahu kamu baik kepadaku.
Dahulu di kampung halaman, aku bisa melalui
momen yang mengerikan karena ada kamu.
Tapi karena telah kutinggalkan tempat itu,
kamu sudah
tidak berarti bagiku.
Apa maksudmu?
Aku tidak membutuhkanmu lagi.
Kamu tidak membutuhkanku lagi?
Kamu meninggalkan teman saat tidak membutuhkannya?
Aku bisa meninggalkan siapa pun yang berkaitan dengan keluargaku.
Akan kuhapus semuanya dengan penghapus jika bisa!
Kamu tidak mengerti bagaimana perasaanku?
Kamu... Kenapa kamu begitu berubah?
Kamu Jin Ah yang kukenal dahulu?
Semua orang berubah.
Jangan mencariku lagi.
Berpura-puralah tidak mengenalku jika kita bertemu lagi.
Aku tidak mau Pak Choi dan ibunya salah paham
karena kamu.
Jadi,
bagimu aku hanya sebatas itu?
Orang yang kamu tinggalkan saat tidak berguna?
Maafkan aku.
Kamu tahu
tentang perasaanku kepadamu.
Kukira kamu merasakan hal yang sama kepadaku.
Apakah aku keliru?
Aku tidak menyukaimu.
Dahulu, aku hanya membutuhkanmu.
Apa katamu?
Biar kuberikan nasihat sebagai teman lama.
Lupakan semuanya dan kembalilah ke kampung.
Kamu tidak akan bisa mengalahkan Pak Choi.
Jadi, jangan sia-siakan waktu dan energimu.
Kembalilah ke tempatmu.
Kita pernah bertemu, bukan?
Di pasar swalayan.
Kamu benar-benar baik kepada orang asing,
jadi, kukira kamu orang yang mengagumkan.
Tapi aku keliru.
Kamu sangat kejam.
Kamu tidak bisa begitu saja mengatakan kamu tidak menyukainya.
Haruskah kamu mematahkan hatinya seperti itu?
Kamu menguping percakapan kami?
Aku kembali karena ada yang tertinggal di kantor.
Aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian.
Kamu Han Seung Joo, bukan?
Ini urusan aku dan Nam Jin.
Aku tidak suka kamu ikut campur.
Pria itu mungkin tidak berguna bagi seseorang,
tapi aku sangat membutuhkannya.
Terima kasih sudah memberiku lebih banyak motivasi untuk menang.
Nona Jung Jin Ah.
Sedang apa kamu di sini? Mereka pasti menunggu.
Aku pergi sekarang.
Tunggu sebentar.
Baiklah.
Astaga.
Tunggu.
Sudah.
Ini hadiah untuk menunjukkan bahwa aku mengandalkanmu.
Entah bagaimana dengan orang lain, tapi Pak Lee, Pak Koo,
Nona Kim, dan aku
benar-benar membutuhkanmu.
Jadi, kumohon
jangan patah hati.
Kamu sebaiknya jangan menangis.
Aku benci saat pria menangis karena hal seperti ini.
Ayo bergegas.
Aku lapar. Aku ingin minum juga.
Ayo kita nikmati minumannya malam ini
dan benar-benar memulainya besok.
Baiklah. Ayo pergi.
Aku juga lapar dan membutuhkan miras.
Kamu tidak boleh minum malam ini.
Aku lelah hari ini, jadi, aku tidak akan bisa membawamu pulang.
Baiklah. Ayo.
Tambah.
Ramalan nasibku untuk tahun ini bagus sekali.
Karena berada di Tim Satu,
aku tidak perlu mencemaskan pekerjaanku di perusahaan ini.
Benar. Aku sangat senang dan bersemangat sampai sulit tidur.
Mari kita bekerja sangat keras selama setahun.
Aku selalu menghargai orang yang bekerja keras untukku.
Mari tunjukkan bahwa mereka tidak berkutik di kontes pertama.
- Kalian percaya diri, bukan? - Tentu saja.
Karena ini hari yang bahagia, kamu sebaiknya minum juga.
Aku akan minum mewakilinya.
Kamu keren sekali.
- Kamu datang lagi. - Halo.
Selamat datang, Nona.
Kenapa kamu lama sekali?
Nona Jung, silakan minum.
Tidak, terima kasih. Aku tidak jago minum.
Begitukah?
Maka haruskah aku minum untukmu?
Kamu berjanji akan minum untukku.
Diamlah.
Apa maksudmu? Kamu jago minum.
Aku bisa minum,
tapi kudengar aku memiliki reaksi mabuk yang buruk.
- Apa? Reaksi mabuk? - Ya.
Saat mabuk, aku suka mengamuk, lalu tidur.
Kalau begitu, jangan minum.
Aku akan minum untukmu.
Aku tidak suka orang menjadi agresif saat minum.
Kamu pria sejati!
Ini kesempatan sekali seumur hidup.
Akan kusukseskan ini bagaimanapun juga.
- Bersulang! - Bersulang!
Rasanya enak.
Hei.
Minumlah segelas lagi.
Tambah lagi.
Baiklah.
Kamu sebaiknya tambah juga. Masih banyak sisanya.
Habiskan saja.
Tidak, nanti berat badanku naik.
Kenapa kamu tidak...
Dari mana kamu mendapatkan jepitan dasi itu?
Ini?
Seung Joo memberikannya kepadaku.
Seung Joo?
Astaga, kepala desainer memang diskriminatif.
Kamu hanya memberikan hadiah kepada Nam Jin?
- Beri aku juga. - Baiklah.
Saat mendapatkan gaji, aku akan membelikanmu
dan Pak Koo jepitan dasi.
- Aku juga? - Ya.
- Bagaimana denganku? - Apa yang cocok untukmu?
Bagaimana kalau kencan buta? Setuju?
Setuju!
Kalian perlu tahu.
Ada alasan aku harus memenangi kontes ini.
Jadi, akan kulakukan yang terbaik.
Aku pasti menang.
Baiklah, mari bersulang untuk keberuntungan kita.
Saat kubilang, "MCP,"
kalian harus bilang, "Ayo."
Apa artinya MCP?
Itu agak norak.
Itu artinya "untuk masa depan, cinta, dan pekerjaan kita."
MCP.
- Ayo! - Ayo!
Apa yang kamu lakukan?
Apa?
- Ayo! - Ayo!
Ya, Ayah.
Ayah di depan rumahku?
No comments yet. Be the first to leave one.