The first 200 lines.
Hyun Tae Woon.
Apa yang barusan kau katakan?
Akulah orangnya.
Siswa laki-laki yang mengendap ke dalam ruang guru malam itu.
Benarkah begitu?
Kenapa kau masuk tanpa izin ke ruang guru?
Sebenarnya,
aku merasa melihat X malam itu.
Kau melihat X?
Apa kau yakin?
Sehari sebelum kompetisi Matematika, 'kan?
Aku melihat seseorang memakai jaket hitam..
masuk ke ruang guru, aku mengikutinya.
Begitu aku masuk, dia langsung lompat ke luar jendela.
Benarkah?
Apa kau melihat wajahnya?
Wajahnya..
Aku tidak bisa melihat wajahnya.
Dia segera kabur begitu melihatku.
Eun Ho.
Apa yang dia katakan benar?
Itu..
Apa memang itu karena X..
atau ada sesuatu yang lain?
Siapa yang harus kupercaya sekarang?
Tapi itu tidak bisa menjadi bukti..
kalau kamilah yang menyebabkan masalah di sini.
Jadi untuk sekarang,
aku akan menghukummu karena masuk tanpa izin ke ruang guru.
Kami akan segera tahu..
kau menyebabkan masalah atau tidak.
Bukan begitu?
Begini..
Aku mengatakan ini karena aku memercayaimu.
Aku hanya mau minta saran padamu tentang apa yang harus kulakukan.
Dan kau malah melaporkan semuanya pada Pak Koo.
Ini keterlaluan.
Aku ini polisi, jadi sudah tugasku..
untuk menyelidiki apapun yang mencurigakan.
Anak-anak itu bukan pelaku kriminal.
Ini bukan karena aku menganggap mereka kriminal.
Tapi melindungi mereka tanpa alasan..
itu juga tidak benar.
Walaupun ini terasa menyakitkan sekarang,
aku yakin mengkoreksi kesalahan mereka..
dan menunjukkan kebenaran adalah hal yang harus dilakukan.
Mereka hanya anak-anak.
Kau tidak boleh menyakiti mereka seperti ini.
Tidak bisakah kita lindungi dan kita tenangkan saja mereka?
Lantas apa?
Bagaimana kalau mereka malah lebih menderita di luar sana..
setelah mereka dilindungi di sekolah ini?
Saat itu apa kau juga mau menenangkan mereka?
Kau tidak bisa menyudutkan anak-anak hanya karena itu.
Untuk mengikuti langkah orang-orang dewasa di sini?
Aku tidak akan mendidik mereka dengan cara itu.
Kau mencoba membuat mereka nyaman sekarang..
karena kau tidak bisa bertanggungjawab untuk mereka.
Aku tidak tahu apa maksudmu dengan semua itu.
Sepertinya kita harus mengatakan yang sebenarnya pada Dae Hwi.
Dia harus waspada karena sekarang Si Malaikat Maut sudah tahu.
Apanya yang mau dia waspadai?
Dia tahu juga tidak akan ada bedanya.
Apa kau lihat wajahnya?
Wajahnya..
aku tidak lihat wajahnya.
Tetap saja, menurutku dia harus tahu.
Berhenti membicarakan dia. Dia sama sekali bukan apa-apa.
Apa kau tidak merasa marah karena ini?
Kau jadi begini semua karena dia.
Jadi kenapa kau melakukannya?
Bukankah karena kau ingin membantunya?
Cukup.
Aku sudah sangat menyesal sekarang.
Kau itu tidak tahu apa-apa.
Maaf karena membuatmu kesal, X.
Bagaimana kalau minum lemonade?
Bodoh.
Apa ada yang lucu di sini?
Tidak.
Sepertinya ada. Itu yang sedang kau lihat.
Tidak ada, kok.
Apa yang kau lakukan?
- Ada nih. - Tak ada.
- Jadi apa ini? - Aku mau tidur.
- Apa sih? - Berhentilah menggangguku.
Coba kulihat.
Ada apa sih denganmu pagi ini?
- Ini dia. - Ayolah.
Maaf.
Aku tidak memikirkan perasaanmu.
Aneh sekali kau hari ini.
Kupikir-pikir,
tidak mudah untuk melindungi orang lain.
Sepertinya aku sudah salah menilai..
maksudmu.
Maaf.
Memang benar kok, kita masuk ke ruang guru bersama-sama.
Kita dalam masalah sekarang.
Dan Dae Hwi juga.
Kau mencemaskan dia lagi.
Dia pasti akan menemukan caranya sendiri, jadi berhentilah mencemaskan dia.
Yang akan kena hukuman juga hanya kita!
Benarkah? Secepat itu?
Bagaimana dengan pengurangan poin?
Apa yang harus kulakukan dengan nilai-nilaiku?
Bagaimana caranya kita bisa bersih-bersih di cuaca sepanas ini?
Ada apa sih dengan mereka?
Kenapa juga mereka mengendap masuk ke ruang guru?
Hidup Tae Woon benar-benar spektakuler.
Ada apa?
Aku tidak tahu.
Kalian 'kan sahabat baik.
Sepertinya tidak.
Aku sudah menduga ini,
tapi aku kena pengurangan nilai yang banyak sekali.
Jadi kenapa juga kau harus ikut campur dengan urusan orang lain?
Apa yang harus kulakukan?
Bagaimana kalau aku tidak bisa kuliah selamanya?
Kenapa juga aku harus mengikuti Dae Hwi malam itu?
Nilai-nilai sekolahku..
Ayo.
Apa?
Ayo kita katakan saja yang sebenarnya.
Kita bilang saja kalau dia mencuri..
Apa kau gila?
Itu 'kan memang benar.
Kenapa kita harus berbohong?
Orang yang membuat masalah sebenarnya malah enak-enakan.
Dae Hwi pasti..
juga merasa bersalah.
Memangnya dia dewa?
Berandal itu.
Tae Woon.
Hei, Kunyuk.
Apa barusan katamu?
Aku tidak punya waktu untuk main-main denganmu.
Apa?
Hei, ayo.
Haruskah aku membongkar semuanya di sini?
Tentang seberapa rendahnya dirimu?
Pergilah duluan.
Aku akan menyusul setelah bicara dengannya.
Apa kau sedang mengabaikanku?
Padahal kami yang menderita karena kau?
Kalau begitu laporkan saja aku.
Kenapa kau bersikap sok pahlawan?
Begitu, ya?
Kenapa tidak kau sendiri saja yang melakukannya?
Aku sama sekali tidak takut.
Kau tidak takut?
Padahal kau adalah orang yang berjuang setengah mati..
agar terlihat baik?
Baguslah.
Pergi dan serahkanlah dirimu sekarang.
Nilai Eun Ho berantakan dan dia dalam masalah..
karena mencoba melindungimu..
dan bodohnya dia masih mencemaskanmu.
Jadi kalau kau punya rasa bersalah sedikit saja padanya..
serahkan dirimu sekarang.
Ini sama sekali bukan masalah.
Benarkah?
Haruskah kita anggap ini sebagai kesempatan..
untuk membongkar sisi sebenarnya dari Ketua Osis sekolah ini?
Jangan cemas.
Aku tidak akan hancur hanya karena ini.
Kau sebut pemikiran bodohmu itu...
sebagai harga diri?
Kasihan sekali kau.
Apa ada yang salah?
Ada apa?
Aku hanya merasa..
benci sekali pada diriku sendiri.
Kenapa kau benci pada dirimu sendiri?
Kau 'kan siswa top di sekolah.
Cowok paling keren di sekolah.
Semua yang ada padaku kelihatan palsu.
Semuanya bohong.
Hei.
Siapa sih yang tidak pernah berbohong?
Semua orang punya alasan masing-masing.
Benarkah?
Hei.
Ibu barusan mau mengatakan ini padamu.
ini benar-benar mendesak,
jadi uangmu ibu pakai dulu.
Bulan depan akan ibu bayar.
Tidak masalah, 'kan?
Baguslah.
Benar 'kan?
Bagus sekali karena kita masih punya uang itu.
Syukurlah, karena ini masalah yang mendesak.
Mungkin memang harus begini.
Tidak peduli seberapa keraspun aku berusaha..
aku selalu kembali ke tempatku semula.
- Apa lagi gunanya semua ini? - Dae Hwi.
Ibu akan membayarnya.
Jangan cemas.
- Belajar sajalah. - Tidak, aku tidak mau.
Aku tidak akan melakukannya lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.