The first 200 lines.
Penerjemah: DikAntiMapan
Lainey.
-Lainey. -Aku datang.
Kau dari mana?
Ibu harus melihatmu setiap saat, paham?
Ya.
Ibu, aku bawa apel. Masih bagus.
Ayo. Masuk.
Jangan buka kunci pintu, kau dengar?
Ibu harus berkemas dan tak ingin kau berkeliaran sendirian.
Berhenti memetik apel. Kita tidak butuh.
Dia bergabung dengan temannya di sana.
Ibu, apelnya untukmu. Makanlah.
Baik.
Bukan yang itu.
-Yang ini? -Bukan.
Kau bercanda?
Baiklah.
Kuurus bayinya.
Tidak, Lainey. Ibu saja, kau tahu aturannya.
Ya, ma'am.
Ya, ma'am.
Aku berangkat malam ini, supaya anak-anak tidur sepanjang malam.
Hampir selesai semua, hanya tinggal
membersihkan pantri dan mengemas sisanya ke mobil.
Yang lain sudah bersih.
Ya, ma'am.
Sudah. Ya, ma'am.
Aku sedang mencari lowongan pekerjaan.
Tak lama lagi aku bisa bayar sewa.
Kami menghargai bantuannya.
Ibu
Tak mungkin itu terjadi.
Ibu.
Aku sudah bersih sejak rehab. Sudah kubilang.
Diam, sayang. Ibu sedang menelepon Bibi Claire.
Kau ingin aku menjalani tes?
Kugunakan menit terakhir, jadi…
Aku akan jalani tes bila itu yang kau butuhkan
Baiklah.
Ibu.
Ayolah!
Ibu.
Ibu!
Apa yang kau inginkan?
Aku harus pipis.
Baik. Ke kamar mandi. Ayo.
A-B-C-D-E-F-G
H-I-J-K-L-…P
L-M-N-O-P, Lainey.
Paham?
Kau hampir selesai?
Belum.
Bisa kau bergegas?
Menyenangkan membersihkan pantatmu.
Ibu harus menyelesaikan hal lain.
Terus latih alfabetmu.
Ejaanmu hampir sempurna.
Masih bocor.
Sialan.
Itu kata yang buruk.
Kau benar.
Maafkan Ibu.
Nana bilang itu kata terburuk.
Nana sudah meninggal.
Aku selesai.
Tak cukup untuk ke sana.
-Ibu. -Apa, sayang?
Ayah meninggal seperti Nana?
Tidak.
Ayah belum meninggal.
Nana bilang ayah jahat.
Tidak.
Ayah tidak jahat, paham?
Dia tidak jahat. Dia hanya…
Dia sakit.
Seperti Ibu pernah sakit.
Ibu tidak jahat.
Tapi Ibu sudah sembuh.
Karena Ibu sangat mencintai monyet kecilku.
Aku bukan monyet. Aku gadis.
Tidak!
Kau monyet kecil menawan.
Apa itu?
Sisa makanan.
Akan kita makan dalam perjalanan.
Ada Animal Crackers di sini.
Aku tak mau meninggalkan rumah Nana.
Di sini tak ada pekerjaan.
Dan Ibu tak punya uang untuk ke Texas.
Atau ke tempat lain.
Aku bisa jual apel.
Apelnya busuk, Lane.
KITAB INJIL
Sialan!
Lainey!
Lainey, kemari!
Di mana apelku, Ibu?
Lainey, dengar…
Ibu ingin kau buka pintunya.
Putar gerendel kecil kuat-kuat.
Sedikit berkarat, kau harus gunakan tenagamu.
Ibu, di mana apelku?
Apelnya busuk, Lane. Tolong buka pintunya.
Ibu membuang apelnya?
Kita bisa memetik apel lagi.
Tapi Ibu butuh bantuanmu.
Bisa kau bantu Ibu?
Sulit diputar, jadi lakukan dengan benar.
Apa apelnya sakit?
Apelnya jelek, Lane. Tak layak disimpan.
Baiklah.
Jangan mendekat!
Sialan.
Lainey?
Lainey, kau di sana?
Ya, Ibu.
Buka kunci pintu depan
dan pergi ke kotak merah di beranda.
Bukalah
dan bawakan Ibu perkakas logam panjang.
Yang ada X kecil pada ujungnya.
Perkakas?
Ya.
Bawakan Ibu yang kau bisa.
Kotak merah di beranda.
Bawakan apa pun dari dalamnya.
-Paham, sayang? -Paham.
Ini dia, Ibu.
Bagus.
Ambil yang seperti int tapi yang ada X, paham?
Baiklah.
Oh, Tuhan.
Lainey?
Kau temukan perkakasnya?
Seseorang datang.
Siapa?
Ayah, dia mengambil kotak merah.
Apakah pintu depan dikunci seperti Ibu bilang?
Ayah pergi.
Lainey, keluar dan panggil ayah. Cepat.
Kau terkunci di dalam lagi, Jess?
Kenapa aku tak terkejut.
Terima kasih.
Ini milikmu.
Terima kasih..
Aku hanya bercanda.
Tenanglah, Jess. Hei.
Kau bergaul dengan Sammy?
Aku butuh tempat menginap.
Kau bisa menginap di sini jika lulus tes narkoba.
Anak ikan, kau besar sekali.
Berapa usiamu?
-Lainey. -Aku bukan anak ikan, aku gadis.
Lainey, kemarilah.
Kemari, sayang.
Ayo ke dapur.
Habiskan roti lapismu.
Hei, manis.
Kau mengotori lantainya, keparat.
Maaf.
Di mana si pria kecil?
Dia di atas tidur sebelum perjalanan.
Aku tak mau membangunkannya.
Jadi, Texas?
Aku tak mampu tinggal di sini.
Terlalu mahal.
Nenekmu tidak meninggalkan apa pun?
Misalnya uang.
Tidak, hanya rumah.
Dengar…
Kalian berdua teler.
Kalian harus pergi.
Tidak, ini bagus bagi kami
Aku senang kau bertanya.
Ini saatnya kita bicara.
Talk about what?
Aku sudah paham masalah kita, Jess.
Kau anggap dirimu lebih baik dariku.
Tidak.
Aku baru saja dapat bantuan.
Kau juga bisa. Kita punya anak-anak.
Kau bawa Sammy ke sini?
Kau tahu perbuatannya pada gadis kecil itu.
Kau selalu paranoid tentang itu. Namanya proyeksi.
Apa salahku, Jessica?
Tak ada, aku bicara dengan Rob.
Apa salahku?
Katakan.
Aku bicara dengan Rob, paham? Aku tak tahu.
Kau menyebut namaku.
Katakan kesalahanku.
Ayo, katakan kesalahanku. Apa salahku?
Aku tak bicara denganmu, Aku bicara dengan Rob.
Dengar…
Aku punya banyak pekerjaan.
Terima kasih, akan kutelepon saat kami tiba di sana.
Dia sangat sibuk, Rob. Dia sangat sibuk.
Kurasa kau baru saja diabaikan.
Aku lelah diabaikan olehmu.
No comments yet. Be the first to leave one.