The first 95 lines.
Kukira jadi semakin baik jika semua itu terjadi.
Tapi ternyata tidak.
Kalavathi tetap dalam mimpiku.
Namaste, Bang.
Mari, thambi. Silahkan duduk.
Aku dapat jaminan, guru-ji.
Aku pergi.
Guru?
Hei! Jangan panggil aku guru.
Murid yang menikam tuannya dari belakang.
Panggil saja aku Bang.
Ayolah, Bang. Kenapa kau mengatakan itu?
Inilah takdir kita.
Kita bekerja sama.
Tapi ada kalanya kita juga saling membunuh.
Hubungan kita tidak seperti itu, bang.
Hei! Besok pagi, jika kau melawanku, aku akan membunuhmu.
Dan jika aku melawanmu, kau juga tidak akan ragu untuk membunuhku.
Ini hukum di kalangan penjahat.
Mengerti?
- Oke, Bang. - Sampai jumpa, thambi.
Polisi akan mengikutimu.
Bersantailah selama beberapa hari.
Oke, Pak.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Ayo.
- Salam. - Salam.
- Salam, kawan! - Salam!
Yeah.
Baiklah baiklah.
Ya. Ya, aku akan ada di sana.
Sampai jumpa.
Vijay.
Menurut laporan intelijen,
kau berada di daftar atas, sasaran Naxalite.
Mereka dipengaruhi Greyhound dan sangat marah padamu.
Kau harus lebih berhati-hati.
Keamananmu perlu diperketat.
Apa adil untuk mendapatkan keamanan sementara kita pemberi keamanan?
Tunggu saja beberapa hari.
Ini bukan waktu yang tepat.
Kau harus beristirahat.
Apa berhasil jika kita bersembunyi karena takut serangan mereka, Mary?
Bagaimana jika kita dapatkan daftarnya dan menghabisi karakter utamanya?
Itu membuat mereka takut untuk menyerang kita.
Kau membelikanku es krim, Ayah?
Ini.
Makanlah lalu tidur.
Ayah, aku ingin bicara denganmu.
Sekarang jam 01.30 malam, sayang.
Tidurlah. Kita bicara besok pagi.
Kau akan pergi tugas sebelum aku bangun, Ayah.
Aku ingin bicara denganmu sekarang.
Oke, beritahu aku.
Aku menghadiri sesi konseling di perguruan tinggi, Ayah.
Semua orang datang bersama orang tuanya.
Tidak semua orang petugas Polisi seperti ayahmu.
Tapi aku akan mengantarmu pada hari pertamamu. Oke?
Janji?
Janji.
Terima kasih, Ayah.
Oke, tidurlah.
Selamat malam.
Sudah telat.
Bagaimana kalau kita pergi?
Sudah telat.
Ayo kita lihat sunrise.
Ada lebih banyak waktu untuk melihat sunrise.
Apa yang harus kita lakukan?
Oke.
Ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku?
Beritahu aku.
Aku tidak tahu, apa kau akan ada di sana menyaksikan sunset lagi.
Kau mencintaiku?
Tidak.
Sekarang?
Tidak.
Sekarang?
Tidak.
Merupakan berkah untuk tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.
Kami tidak tahu siapa yang mati dan siapa yang membunuh.
Kami berdua berbaring bahagia,
tapi, pada malam berikutnya, seseorang mungkin akan kehilangan ayahnya,
seseorang mungkin kehilangan cintanya.
Semoga beruntung Nikki di hari pertama kuliahmu.
Selamat bersenang-senang.
Ayah.
Ceritakan padaku apa yang terjadi.
Hari ini hari pertamaku kuliah.
Kau berjanji padaku kau akan mengantarku.
Aku tidak bisa menghindari pertemuan ini, Nikki. Ini penting.
Tidak, Ayah. Jangan ada alasan lagi.
Antarkan aku. Hanya itu saja.
Cobalah untuk mengerti, Nikki.
Tidak, Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.