The first 200 lines.
"Semua karakter, tempat, perusahaan"
"Dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Joo Hyung Woo melawan Yuldashev Alisher"
- Pukul dia! - Ya!
Bagus!
Ayo!
Bagus!
- Hei! Hyung Woo! - Hyung Woo!
- Tidak! - Hei!
Medis!
Aku tidak bisa melihat.
- Aku tidak bisa melihat. - Apa?
Aku tidak bisa melihat.
Kalau begitu, sudah berakhir.
Jika tidak dikeluarkan darahnya, kamu akan buta.
- Siapa kamu? Dokter? - Ya, tapi bukan dokter mata.
Tapi kamu memang dokter, bukan?
Keluarkan darahku.
Lakukan sekarang.
Apa kamu gila? Kamu bahkan tidak mengenalnya.
Pertandingan ini belum berakhir.
Tolong siapkan disinfektan, betadine, pinset,
lidokain, dan alat bedah.
Baiklah.
Kamu bilang kamu bukan dokter mata.
Memang bukan.
- Kamu dokter bedah? - Bukan.
Lalu bagaimana kamu akan mengatasinya?
Aku baru keluar dari penjara.
Itu akan melampaui imajinasimu.
Aku sudah melakukan berbagai praktik medis di sana.
Baiklah. Kita mulai anestesinya?
"Dokter John"
"Episode 3, Juara"
Ini hari pertamaku kembali ke rumah sakit.
Maaf karena terlalu lama.
Begitu aku menjadi lebih kuat secara fisik dan mental,
aku pasti akan mengunjungimu.
Tolong saksikan aku.
Aku mau Americano panas
- yang tidak panas. - Apa?
- Pesan satu Americano panas. - Baik.
"Informasi Dasar"
Ini tidak benar. Dia pembunuh.
Selain itu, para mahasiswa kedokteran melakukan latihan klinis
di rumah sakit kami.
Bagaimana bisa kamu mengizinkan pria seperti dia mengajar mereka?
Bukankah lisensinya juga dicabut?
Telah diberikan kembali.
- Dia mendapat lisensi baru? - Benar.
Bahkan mereka yang melakukan pelecehan seksual
atau malapraktik medis bisa mendapatkan kembali
lisensi mereka.
Kamu tidak bisa membandingkan kejahatannya dengan itu.
Dia melakukan pembunuhan.
Menurutku, dia bukan dokter.
- Dia seorang dokter. - Dia membunuh seseorang!
Di negara ini, dokter adalah
seseorang yang lulus ujian negara
dan mendapatkan lisensi sah.
Ada yang keberatan?
"Pusat Medis Hanse Seoul"
Pria ini seorang dokter. Pria yang sangat kompeten.
Kalian sudah lupa?
Sebelum insiden tiga tahun lalu,
dia dikenal atas kompetensinya dalam Pengendalian Rasa Sakit.
Kamu benar. Dia juga bintang TV.
Dia menjadi topik pembicaraan di sini.
Dia juga punya julukan.
Dokter Sepuluh Detik.
"Dokter Sepuluh Detik"?
Apa maksudnya?
Dia selesai memeriksa pasien dalam sepuluh detik.
"Herpes zoster: Penyakit yang menyebabkan sakit dengan ruam kulit"
Dia tahu kenapa mereka kesakitan
dan apa penyebabnya
hanya dalam sepuluh detik.
Masalahnya bukan kompetensinya.
Kurasa lebih meyakinkan untuk memberitahumu alasannya
dia dipekerjakan sebagai profesor di Pusat Pengendalian Rasa Sakit.
Itulah yang ingin kuketahui.
Kenapa kamu mempekerjakan orang seperti dia?
Aku menerima rekomendasi.
Rekomendasi? Dari siapa?
Dia direkomendasikan oleh Lee Won Gil,
mantan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan.
Itu sebabnya aku tidak bisa menolak saat membahas perekrutannya.
Dia gurunya Pimpinan Min, bukan?
Guru? Dia seperti dewa baginya.
Pimpinan Min menganggapnya dewa.
Dia juga sangat dekat dengan saudara iparku.
Aku penasaran kenapa Menteri merekomendasikan
pria seperti dia.
Aku juga sangat penasaran soal itu.
Sudah jelas dia akan menyebabkan kekacauan.
Tapi Menteri merekomendasikannya, jadi, kita tidak bisa memecatnya.
Benar sekali.
Tapi, Pak...
Jika perekrutan ini menyebabkan masalah,
bukankah orang akan mulai mempertanyakan keputusan Kepala Min?
Maksudmu kita harus diam dan menyaksikannya?
Permisi, Semuanya.
- Bukankah itu Joo Hyung Woo? - Permisi.
"Area Terlarang"
Dia jatuh di tangga dan pergelangan kakinya cedera.
Kita akan lakukan rontgen. Apa ada hal lain?
- Bagaimana perasaanmu? - Mataku.
Matamu sakit?
Bisa lepaskan kacamata hitammu?
Panggil dokter mata dan ahli anestesi.
Ahli anestesi?
Hubungi ahli anestesi
bernama Cha Yo Han.
"Pusat Medis Hanse Seoul, Cha Yo Han"
"Pusat Medis Hanse Seoul, Cha Yo Han"
Kamu dipekerjakan sebagai profesor di departemen kami?
Ya.
Kurasa kamu dokter residen di Anestesiologi.
Ya.
Kita bertemu lagi.
Apa kamu dokter Cha?
Ya.
Aku Kim Jung Woo, dokter residen tahun ketiga di Oftalmologi.
- Oftalmologi? - Ya.
Seorang profesor di departemen kami ingin bertemu denganmu.
Sekarang?
Kenapa tidak ada yang datang dari Departemen Anestesiologi?
- Telepon dia lagi. - Baiklah.
Astaga.
Dokter Cha?
Ya, itu aku.
Permisi.
Kamu kesulitan melihat sesuatu?
Sejak pagi ini, aku tidak bisa membuka mata.
Semua tampak kabur, dan aku pusing.
Lalu aku terjatuh.
Itu sebabnya kamu seharusnya tidak melakukan sayatan.
Kamu hanya ahli anestesi.
Kamu sudah dapat hasilnya?
Tekanan intraokular, reaksi pupil konsensual,
dan VEP semuanya normal?
Ya.
Jadi, matanya baik-baik saja, tapi sepertinya tidak fokus?
Apa dia sungguh memakan semua itu?
Pantas saja dia melakukan acara makan.
"'Ahli Anestesiologi Dipenjara Tiga Tahun karena Membunuh Pasien'"
"Pak Cha dipenjara karena membunuh seorang pasien"
Hei.
Itu dia, bukan?
- Cha Yo Han. - Ya, itu dia.
Sulit dipercaya.
Mantan narapidana yang melakukan pembunuhan menjadi profesor kita?
Ini sangat mengesalkan.
Tapi bagaimanapun juga,
berbeda denganku, kalian tidak perlu khawatir.
Dia putrinya Kepala Min.
Dan dia putranya seorang pemodal.
- Kuharap kita bisa akur. - Aku juga.
- Dokter Lee. - Sudah kuduga itu kamu.
Rambutmu.
Kamu juga mendaftar ke rumah sakit ini?
Aku mendaftar dan lulus. Itu sebabnya aku di sini.
Tapi kamu baru saja bilang "juga".
Kamu sudah bertemu dengannya?
Narapidana 6238.
Kamu tahu?
Ada dua orang yang mau kuperkenalkan kepada kalian hari ini.
Tapi salah satunya akan terlambat, jadi, mulai denganmu, Dokter Lee.
Lihat itu.
- Lihat apa? - Bahunya yang lebar.
Astaga, bagaimana pria tampan seperti dia bisa bekerja di sini?
Aku Lee Yoo Joon, dokter tahun kedua.
Aku tidak sabar bekerja dengan kalian.
Selamat datang.
Kamu tidak akan menyambutnya?
Pria berusia 38 tahun. Dia menjalani kantotomi dua hari lalu
karena insiden darurat.
Aku memakai pinset untuk memegang ligamen
di kantus lateralnya.
Lalu kupotong jaringan tisu luar
dan menyingkirkan hematoma
yang menekan saraf optiknya.
Pasiennya saat ini menderita
pusing, diplopia,
dan ptosis.
Namun, hasil tesnya normal.
Omong-omong, apakah pasien itu Joo Hyung Woo?
- Joo Hyung Woo? - Petarung bela diri campuran?
- Joo Hyung Woo? - Astaga, itu luar biasa.
Maksudku...
Biar kuulangi. Kantotomi berjalan lancar,
tapi tiba-tiba dia menderita pusing dan diplopia.
Jadi, maksudmu pasti ada alasan lain untuk gejalanya
selain fakta bahwa matanya terluka.
Ya, itu benar.
Dia baru saja mengalami demam ringan yang mirip gejala flu
dan dia juga menderita diabetes.
Tapi dia hanya mengalami sedikit kebas di tangan dan kakinya.
Penglihatannya tidak pernah bermasalah.
Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan itu?
No comments yet. Be the first to leave one.