Release info

연애혁명-Love-Revolution-E05-WEB-DL-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-09-28
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 157 lines.

Subtitle bY iQIYI Ripped == ANANG KASWANDI ==

Posisi pertama.

Bagaimana kakimu? Tak apa?

Aku menari tadi malam, bukan?

Karena itu, aku mau tahu apakah memburuk.

Jangan khawatir.

Ada apa? Kau menyukaiku?

Apa kau gila?

Selesai.

- Coba kulihat. - Lihat.

- Itu dia. - Siapa dia?

Bukankah dia gadis yang kemarin? Memalukan sekali.

- Aku jijik. - Aku jijik.

Kau tahu, gadis yang pria itu nyanyikan semalam.

Kudengar pia itu sudah menggodanya sejak awal semester.

- Benarkah? - Benarkah?

Tapi mereka masih belum berkencan?

- Pelukan kaku. Ini gila. Aku jijik. - Aku jijik.

Ja-rim.

Ja-rim. Ada apa?

Aku hanya agak lelah.

- Hei, Yang Min-ji. Mari berfoto. - Baiklah.

- Itu dia. Gadis pelukan kaku. - Itu palsu, 'kan?

Ja-rim. Minumlah ini dalam perjalanan.

Jika itu aku, aku tidak akan bisa bersekolah.

- Aku akan keluar. - Aku akan bolos sekolah.

- Kau akan keluar? - Aku akan keluar.

Ini sangat memalukan.

Astaga.

Lihat mereka.

- Pelukan kaku? - Ya, semalam...

Teman-teman.

Ja-rim dingin kepadaku sejak acara bakat itu.

Hai, Ja-rim.

Hai.

Apa menurutmu

aku berbuat salah saat retret?

Kurasa tidak ada yang berubah.

Sikapnya memang dingin.

Kurasa dia berubah 360 derajat.

- Benar, bukan? - Itu artinya dia sama saja, Bodoh.

Ada yang berbeda.

Setidaknya 2 derajat Celsius lebih dingin.

Lantas, perbedaannya tidak banyak.

Perbedaan 2 derajat Celsius bisa membekukan es.

Aku merasa seperti berjalan di atas es tipis.

Tidak, aku yakin bukan begitu.

Aku melihat Wang Ja-rim saat kau bernyanyi.

Aku bisa langsung merasakannya. Aku berpikir, "Permainan berakhir."

"Jika dia mengajaknya berkencan, Ja-rim pasti akan setuju."

Wajahnya menunjukkan itu.

Tapi

sulit memercayai opinimu jika kau saja belum pernah berkencan.

Hei.

Meski tak pernah berkencan, aku tetap manusia.

Itu sentimentalitas dasar yang bahkan aku saja punya.

Itu lumayan.

Itu tidak apa-apa, tapi...

Jadi, kapan kalian akan mulai berkencan?

Siapa bilang kami akan berkencan?

Anak-anak di kelas lain pikir

kalian sudah berkencan karena dia menyanyikan lagu.

Jujur, bukankah kau suka cara Gong Ju-young menyanyi?

Apa maksudmu?

Aku bisa tahu dari raut wajahmu.

Haruskah aku bermain piano dengan wajahmu?

Sejujurnya, suasananya cukup bagus.

Mungkin instruktur rekreasi merusak segalanya.

Aku tahu.

Jika bukan karena instruktur rekreasi yang aneh itu...

Karena reaksinya berlebihan,

Ja-rim merasa sangat risi.

Kau juga berperan.

Apa ini? Dasar bodoh.

Itu karena aku

merasa harus melakukan sesuatu agar Ja-rim bisa turun panggung.

Kurasa itu tidak masalah.

Itu penuh sopan santun.

Bukankah sopan santun jika dia tidak mengangkat tangan?

Hei. Para gadis menyukai hal-hal kecil ini.

Lihat.

Kau mau ke mana?

Kau sudah gila?

Apa yang kau lakukan?

Dia sangat membencinya?

Tidak, gadis itu membencinya karena itu Kim Byung-hoon.

Berhenti pura-pura tidak suka. Kau bilang begitu,

tapi baik kepadanya.

- Aku melihat semuanya. - Apa yang kau lihat?

Kau menyeka sebutir nasi dari wajah Gong Ju-young saat retret.

- Apa? - Astaga.

Kau memberinya tanda.

Apa maksudmu?

Dia tampak kotor, jadi, kuseka.

Kau bisa saja menyuruh dia menyekanya sendiri.

Kau tidak tahu isi pikiran Ja-rim,

jadi, berhentilah murung dan awasi situasinya.

- Aku yakin begitu, bukan? - Benar.

- Aku frustrasi, jadi, aku menghubungi. - Kupikir tidak apa-apa.

Itu suara Ja-rim.

Astaga. Jika begini, kau akan mulai berkencan karena frustrasi.

Jika dipikir-pikir,

kau tak pernah bilang langsung bahwa kau tidak menyukainya.

Kau benar.

Aku penasaran. Kenapa kau tidak bisa memutus hubungan dengannya?

Begini,

aku merasa kasihan kepadanya.

Sedang apa kau, Ju-young?

Astaga, kau andal bermain piano.

Jika melihat grafik ini, jarak antara X adalah...

[dan saat dia menyeka nasi dari wajahku...]

[Bagi Ja-rim, aku hanya pria yang menyedihkan.]

- Gong Ju-young! - Ya?

Ya?

Bapak memanggilmu tiga kali. Fokuslah pada kelas.

Berdiri di belakang.

Bapak mengasihaniku juga?

Bapak bisa saja menyuruhku posisi push-up dan mengangkat kaki,

tapi Bapak hanya menyuruhku berdiri.

Jadi, lewat rumus dan persamaan kuadrat,

kalian bisa menghitung parabola air saat keluar dari air mancur.

Buat parabola yang benar dengan kakimu.

Aku lapar. Kalian mau mampir makan tteokbokki di perjalanan?

Kau tidak mau memakai pakaian pendek di musim panas?

Aku bahkan tidak punya uang.

Kau bisa mengurangi uang yang kau habiskan untuk makan.

Kau genius.

Gong Ju-young.

Hai.

Ada apa dengannya? Dia bersikap aneh.

Tumben sekali dia begitu.

Biasanya dia menghampirimu

dan bilang "Ja-rim, Ja-rim" seperti anak anjing.

Senang rasanya tak terganggu.

Dia mendengarmu.

- Apa? - Saat kau bilang dia menyedihkan.

Kau benar. Pasti begitu.

Kau membiarkannya begitu saja? Kurasa kau menyakiti perasaannya.

Selamat datang.

Gong Ju-young!

Hei. Berhenti di sana.

Ada apa?

Kau mendengar perkataanku di ruang musik?

Aku tidak mengerti maksudmu.

Kau mendengarnya.

Ya, maafkan aku.

Aku menyedihkan, dan aku menguping.

- Aku tidak berusaha menuduhmu... - Berhenti.

Berhentilah mengasihaniku.

Kenapa kau tertawa?

Kakak menjadi selebritas.

[Ya, aku baru lihat. Kurasa anak sekolah yang mengunggahnya.]

[Mereka gila? Mereka bahkan tak dapat izin.]

Astaga.

A-ram. Ada pria juga di sini.

Siapa yang peduli? Kau juga buka baju saat kepanasan

Jika melakukan itu, akan kupanggil kau kakak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left