Release info

구미호뎐1938 Tale of the Nine Tailed 1938 S02E09 230603 HDTV-NEXT
A Commentary by surya_27895
Ripped from Amazon, Resync for NEXT ver. EP09 (RT 01:04:00)

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2023-06-03
Downloads: 45
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Rasanya pas. - Omong-omong, di mana itu?

Batu Pelindung dan Penggaris Emas.

Aku hanya bertanya karena khawatir.

Mereka bisa datang kapan saja.

Topeng Merah Putih dan Gubernur Jenderal… Aku benci harus terlibat dengan mereka.

Oke, aku akan meninggalkan Myoyeongak dan membawa batu dan penggarisnya.

Memangnya… selama ini kausimpan di mana?

Kau…

menyembunyikannya di kamarku?

Kamarmu tempat paling aman di Myoyeongak.

Bisakah kau memberiku itu?

Perjalanan waktuku bermula…

dengan Batu Pelindung ini.

Hong-joo, aku tak bisa pulang tanpa ini.

Karena itulah aku akan menghabisi siapa pun yang menghalangiku.

- Sekalipun itu aku? - Ya.

Kau sudi menghabisiku?

Aku akan pergi ke Hotel Bando.

Mau Moo-yeong atau Gubernur Jenderal,

sampaikan saja kepada yang mengincar ini bahwa aku di Hotel Bando.

Karena aku tak mau bersembunyi ataupun melarikan diri.

Hei, Moo-yeong.

Bukan main, kau minum-minum di saat genting.

Lee Yeon, tahu dari mana aku di sini?

Alah, sudahlah. Aku mau menonjokmu dahulu.

Berengsek.

Sialan.

Bagaimana rasanya?

Bagaimana rasanya saling menonjok dengan tangan yang dahulu kita gunakan

untuk saling membantu?

Kau kemari untuk berceramah?

Aku cuma mau tahu rasanya menonjokmu. Ternyata tak seseru dugaanku.

Begitu pun aku.

Tuangkan aku minuman.

- Apa? - Sekadar informasi,

aku tak membawa harta karun yang kaucari.

Utamakan keselamatan.

- Ada tamu, Pak. - Siapa?

Lama Tak Jumpa, Iblis-Iblis.

Ada angin apa pemilik Myoyeongak datang kemari?

Kudengar empat anak baru menyapu kawasan Gyeongseong.

- Mereka disebut Shinigami. - Shinigami?

Yang artinya dewa kematian?

Astaga, aku tak suka itu.

Kenapa mendatangiku alih-alih mendatangi mereka?

- Kau yang membawa mereka kemari. - Ya ampun.

Kau memang yang mahatahu di Joseon.

Apa maumu?

Prajurit bayaran atau apalah itu, aku tak peduli.

Kau mengincar harta karun itu, 'kan?

Jika aku membantumu mendapatkannya, apa imbalanku?

- Apa yang kauinginkan? - Jangan usik Myoyeongak dan para gisaeng.

Jadi kau mau beraliansi denganku demi melindungi Myoyeongak?

Padahal kau dewi gunung Joseon?

Aku menghindari musuh yang lebih kuat.

Akan kutanya sekali lagi.

Mau atau tidak?

Kau ingin membangkitkan kakakmu dengan harta karun itu?

- Dasar sinting. - Bukankah adikmu mati di tahun 2020?

Andai saat itu punya kedua pusaka itu,

- akankah kau melakukan hal yang sama? - Aku pasti tergoda.

Tapi aku akan tetap merelakannya sekalipun bisa memundurkan waktu.

Aku akan menunggunya bereinkarnasi dan berusaha bijaksana.

Itu sudah jelas.

Kau selalu mengikuti aturan.

Tapi karena itulah aku menjadi dewa gunung.

Aku tak pernah melewati batas.

Andai kau dikutuk jadi batu dan tidak hidup ataupun mati,

semua omong kosong itu pasti kauabaikan.

Kau sendiri yang memilihnya.

Kau sudah melanggar peraturan dan memusnahkan seisi gunung,

siaplah menghadapi konsekuensinya.

- Aku sudah siap. Saat itu dan sekarang. - Itulah yang terpenting.

Gunakanlah segala cara untuk merebut Batu Pelindung dan Penggaris Emas dariku.

Dan selamatkanlah kakakmu.

Akan kupertaruhkan nyawaku demi melindungi harta karun ini dan melawanmu.

Jadi hari ini adalah kali terakhir…

kita minum-minum bareng.

Terima kasih atas minumannya.

- Aku akan ke Hotel Bando. - Ada yang ingin kutanyakan.

Apa arti diriku bagimu?

Kau tahu, aku anak nakal.

Egois juga.

Kau mengajariku cara bertarung untuk melindungi orang lain.

Aku mau jadi dewa gunung sepertimu.

Lucu sekali. Padahal kau selalu bersinar saat itu.

Kau pemberani dan selalu berpendirian kuat.

Kau… adalah dambaanku.

Mungkin karena itulah kita berteman.

Dah.

- Kau akan menyerahkan harta karun itu? - Kau pikir aku sudah gila?

Harta karun itu milikku.

- Lantas kenapa mau bekerja sama? - Aku hanya mengulur waktu.

Aku mau dia duduk tenang saat aku mengincar harta karun itu.

- Menurutmu dia akan tertipu? - Tidak.

Dia lebih kuat dan cerdas dari dugaanku.

- Mungkin itu bisa jadi bumerang bagiku. - Sepenting itukah harta karun itu?

Sampai-sampai kau melawan Gubernur Jenderal, Tuan Lee Yeon, dan…

Jae-yoo, anggaplah aku berhasil mendapatkannya.

Maka Yeon tak bisa pulang.

Jika situasi sudah di luar kendali,

kita akan meninggalkan era mengerikan ini dengan membawa Batu Pelindung

dan pergi ke dunia baru.

Jadi mulai sekarang…

kita masuk saja ke kandang macan.

Ayah.

Kau dari mana saja?

Aku membeli pakaian di pasaraya. Oh, ya.

Aku juga membeli dasi untuk Ayah.

Bagus. Nanti Ayah pakai di acara pernikahanmu.

Acara pernikahanku? Apa maksud Ayah?

Menikah dan berhentilah menjadi reporter.

Siapa yang kunikahi?

Kakak iparmu. Upacaranya akan diadakan hari Minggu ini.

Gila. Ayah pasti sudah gila.

Kakak bunuh diri setelah menikah dengannya!

Jawab Ayah.

Saat Komandan tewas akibat pengeboman di Stasiun Gyeongseong,

di mana kau saat itu?

Jawab!

Bukankah Ayah sudah tahu?

Ayah benar. Aku di sana.

Andai putri Ayah masih lengkap… tembakan Ayah tak akan meleset.

Sayang, kumohon! Mari bicarakan baik-baik!

Aktivis dilarang menginjakkan kaki di rumah ini!

Kenapa kau melakukannya?

Kami sudah membesarkanmu, tapi kau malah… Gerakan kemerdekaan?

Dia keliru, 'kan? Katakan itu tidak benar!

Maaf, Ibu.

Ginko.

Aku bukan Ginko.

Namaku Sunwoo Eun-ho.

Sudah ada kemajuan?

Belum ada penyintas. Paling lama bertahan sekitar dua hari.

Gendang telinga mereka pecah, jadi…

- Apakah akibat pohon gwiso? - Benar.

POHON GWISO POHON BERSIUL ANGKER

YANG MEMBUAT ORANG JADI GILA

Pikiran mereka jadi kacau begitu getah ini disuntikkan pada mereka.

Yang jadi masalah, mereka mati saat mendengar siulan, 'kan?

Maafkan aku, Pak.

Jika kau tak kunjung mendapat hasil baik, Yang jadi subjek eksperimen berikutnya…

adalah kau, Akira.

Aku pasti akan berhasil, Pak!

Kau memanggil kami?

Kalian punya misi baru. Bawakan harta karun Rubah Ekor Sembilan.

Kalau aku membawakan harta karun itu, si Rubah Ekor Sembilan boleh jadi milikku?

Dia hanya melantur, Pak.

Kau melihatnya dari dekat. Seperti apa dia?

Cara berpikirnya bagaikan mesin yang olinya rutin diganti.

Dia pernah hampir kalah saat berperang, tapi mendadak menang dalam sekejap.

Dia adalah dewa gunung Joseon.

Bisakah kau menanganinya?

Tentu saja, Pak.

- Dia akan pergi ke Hotel Bando. - Baik, Pak!

MI HANGMYEONOK

Kau berani memanggil pemilik Sungai Kematian?

Makanlah naengmyeon dahulu.

Nih, cicipilah.

Bagaimana?

Rasanya enak dan menyegarkan, tapi…

Apa motifmu?

Iblis Jepang membantai dewa pribumi kita.

Kau pikir tatapan seribu kilometerku cuma dekorasi?

Mari jujur saja. Kau juga frustrasi, 'kan?

Kau kesal karena hanya bisa menyaksikan penjajah menghancurkan segalanya, 'kan?

Kita tak boleh mengintervensi urusan manusia.

Itu peraturannya.

Tapi, seperti ucapanmu, tempatku bukan di era ini.

Aku hanya seorang penjelajah yang tiba di era ini.

Apa yang akan kaulakukan?

Aku akan membunuh seluruh iblis Jepang sebelum pulang.

Padahal kau cuma perlu duduk diam sampai pulang, tapi kenapa…

Hanya aku yang bisa melakukannya. Dan seharusnya kulakukan di masa lalu.

Aku punya utang yang harus kubayar di era ini, Taluipa.

Kuanggap kau setuju.

Inikah

alasan diriku di masa depan mengutus Yeon ke era ini?

Yah, sebentar lagi aku harus berpisah dengan pemandangan ini.

EMPAT HARI SEBELUM KEPULANGAN

Kau tiba-tiba mau pergi ke hotel? Bagaimana denganku?

- Kau tak usah ikut. - Apa?

Semua orang akan menyerbu hotel itu demi Batu Pelindung dan Penggaris Emas.

Sebaiknya kau menjauh dariku dahulu.

- Hei. - Menyebalkan sekali.

Kau juga meremehkanku karena aku rubah blasteran?

- Aku? - Buktinya, kau tak mau meminta bantuanku.

Kata siapa tak mau? Aku juga ingin bergantung padamu.

Tapi kau satu-satunya kelemahanku.

Jika kau terluka lagi, aku bisa gelap mata kali ini.

Aku bukan lagi bocah yang sering kaugendong.

Setidaknya, biarkan aku memilih jalan hidupku.

Waktumu tak banyak, 'kan? Jangan sampai menyesal kelak.

Oke, ayo pergi bersama, tapi jangan jauh-jauh dariku.

- Baiklah! Lepaskan aku! - Tuan Lee Yeon!

- Minggir! - Ya?

Manisnya.

- Dia bilang adakan pesta perpisahan. - Hong-joo?

Ya, dan ini untukmu.

- Informasi seputar iblis Jepang. - Begitu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left