The first 200 lines.
"Episode 21"
Ini kali pertamaku menyapamu di dunia ini,
Se Rin.
"Mendiang Ahn Se Rin"
Seharusnya aku datang sejak lama.
Aku terlambat, bukan?
Butuh sepuluh tahun bagiku
untuk menyadari bahwa aku melakukan kesalahan.
Melihatmu
mengingatkanku akan putriku, Bo Na.
Aku berjanji tentang satu hal kepadamu.
Aku pasti akan
melindungi bibimu.
Aku pasti akan menangkap pelakunya
dan membuatnya berlutut di hadapanmu.
Tunggulah sebentar lagi
hingga saat itu tiba.
Saatnya pergi.
Baiklah.
Kamu yakin tidak akan menyesali ini?
Kamu tidak bisa mengembalikan ini begitu kamu ke sana sekarang.
Yang benar-benar kusesali adalah
bahwa aku tidak berbuat sejauh ini sebelumnya.
Itu saja.
"Unit Investigasi Khusus"
Kasus pertama kita
penyelidikan kasus Pembunuhan Panti Asuhan Segyeong
dan makam mayat yang ditemukan di Gunung Mugwan.
Permisi.
Kalau begitu, kamu bertanggung jawab atas Unit Investigasi Khusus?
Aku baru mau bilang.
Jaksa yang bertugas sedang menuju ke sini.
Siapa jaksa yang bertanggung jawab?
Seorang pakar spesial yang tahu
semua metode kejahatan dan pola orang jahat.
Seorang ahli?
Maaf, aku terlambat.
Kepala Oh.
Kenapa dia di sini?
Dia bukan pengacara lagi.
Ini
jaksa yang menangani Unit Investigasi Khusus.
Apa?
Senang bertemu dengan kalian.
Aku jaksa yang menangani Unit Investigasi Khusus,
pria yang bisa hidup dengan benar tanpa hukum,
Lee Jae Sang.
Sial. Sudah kuduga seharusnya aku tidak mengikuti Pak Galileo.
Aku tidak percaya betapa sialnya aku.
Kamu bisa tuangkan sisanya. Aku akan mengambil esnya...
Tolong jelaskan. Bagaimana si berengsek itu...
Bagaimana Pak Lee tiba-tiba bertanggung jawab atas unit ini?
Pak Lee tiba-tiba melamar menjadi jaksa berpengalaman,
tanpa diduga.
Apa?
Dia melepaskan penjahat terburuk dan punya tingkat menang tertinggi.
Itu sebabnya wakil kepala menunjuknya ke unit ini.
Kuharap kita bisa akur.
Tunggu, kenapa beras ini duduk di sini?
Siapa?
- Aku? - Ya, kamu.
Aku datang sebagai penyidik. Sudah puas?
Astaga, dialekku muncul lagi begitu aku marah.
Kamu terlihat seperti nasi kepal.
Nasi kepal?
- Nasi kepal? - Ya, nasi kepal.
Hei, Nasi Kepal dan Beras.
Diamlah.
Aku tidak bisa terima Pak Lee akan menjadi bagian dari unit ini.
Kamu sudah tahu perbuatannya hingga hari ini.
Astaga.
Kenapa kamu terus menyalahkanku?
Berhenti menyalahkanku.
Kalian kehilangan pelaku karena kamu tidak becus.
Apa katamu?
Ada cara di Konstitusi, hukum sipil, hukum komersial,
dan hukum pidana.
Kamu tahu apa yang terkuat?
Metode caramu.
Aku menggunakan segala metode untuk melepaskan para penjahat.
Kupikir
kalian harus belajar metode itu dariku.
Kali ini, pastikan kalian menangkapnya.
Apakah bicara omong kosong bisa tersertifikasi?
Aku tidak percaya itu dianggap sebagai karier.
Kalau begitu kamu bisa naik jabatan dan memecatku.
- Hei! - Lagi pula,
aku bosmu.
Tunjukkan rasa hormat, Detektif Ra.
Hei, kalian di sini minum kopi instan?
Tidak punya Americano?
Empat jasad yang ditemukan di Gunung Mugwan
kemungkinan korban dari satu pembunuh.
Kudengar kita harus mewaspadai
- metode dan senjatanya. - Ya.
Korban tidak memiliki luka lain
selain fraktur kepala.
Di dalam kepala mereka, kami menemukan baja teroksidasi,
yang berarti baja berkarat.
Karena itu, senjatanya adalah benda yang terbuat dari baja
yang bisa merubuhkan seseorang
- dengan satu pukulan. - Halo, Pak.
Ya, aku mengerti.
Kamu di sini.
Halo.
- Mari bicara sambil makan. - Baik, Pak.
Astaga, kelihatannya enak sekali.
- Mari makan. - Baik, Pak.
Ini.
Masuklah.
Pak Kang.
Aku mampir untuk menyapa saat mengunjungi kantor CEO.
Kenapa kamu kemari?
Kami mengadakan rapat hukum untuk Konstruksi Baekgeum.
Dia baru mulai bekerja untukku di Firma Hukum Yulgaek,
mantan jaksa.
Sapalah dia.
Aku Min Sung Jin.
Kamu tampak lebih cantik secara langsung daripada di TV.
Aku tersanjung.
Kamu mau ke kantor kampanye?
Ayo pergi bersama. Kami akan mengantarmu.
Ya, terima kasih.
Bu.
Ya?
Kamu akan pergi sekarang?
Kamu menjatuhkan ini.
Terima kasih.
Ayo.
"Jaksa Lee Jae Sang"
Masuklah.
Apa ada sesuatu?
Sungguh?
Kami harus belajar darimu?
Kami harus menyalahkan ketidakbecusan kami sendiri?
Maafkan aku.
Tidak perlu minta maaf, itu benar.
Ketidakbecusanku
merugikan kasus tabrak lari enam tahun lalu.
Anggota parlemen yang kamu bela terpilih dua kali sejak saat itu.
Sementara itu, hidup korban menyedihkan.
Lalu kenapa
kamu mengizinkanku bergabung dengan tim?
Aku tidak menerimamu.
Aku mengurungmu.
- Apa? - Aku tidak memercayaimu
dan aku tidak akan membiarkanmu membereskan pekerjaan kami di sini.
Itu bukan alasanku bergabung dengan tim.
Aku sungguh
ingin menangkap pelakunya.
Kalau begitu, jangan gunakan koneksi dengan bosku.
- Itu - Apa pun niatmu,
jangan lakukan apa pun atau pergi ke mana pun.
Jadilah wajah tim ini dan pergilah saat waktumu habis.
Jika kamu menghalangi kami dengan trikmu,
aku pasti akan menghancurkan reputasimu.
Astaga, panas sekali.
- Kamu di sini. - Kenapa kamu seperti bayi?
Aku berusaha menurunkan berat badan
tapi stresnya memengaruhi kemampuanku mengontrolnya.
Benar.
Aku tidak percaya Lee Jae Sarap menerobos masuk ke kehidupan kita.
Dari yang bisa aku kumpulkan,
kita menginjak tumpukan kotoran.
Ukurannya pun besar.
- Kotoran saat diare. - Astaga. Aku sedang makan.
Teman-teman, sudah cukup.
Kurasa kita harus bertanya kepada alam semesta
mengenai takdir kita.
- Apa? - Alam semesta?
Pilih satu kartu
sambil memikirkan Unit Investigasi Khusus.
Yang ini.
Mungkin kita akan mengawalinya dengan berliku-liku.
Namun,
ini semua akan berlalu.
The Lovers?
Kenapa ini muncul?
Sungguh?
Apa kamu kesepian?
Aku selalu kesepian.
Tunggu sebentar.
Kartu itu bisa diartikan dengan cara lain.
Dua orang akan memulai dengan penuh liku-liku,
tapi setelah itu berlalu,
mereka akan menjadi pasangan.
Apa?
Astaga!
Jangan-jangan...
Nona Bang,
matamu berkelip.
Sedang apa kamu di sini?
Apa...
Apa kamu baik-baik saja?
Kamu masih hidup.
Kamu baik-baik saja, bukan?
Syukurlah.
Kuharap kita bisa akur,
Semuanya.
Kenapa ada dia mengikutiku?
No comments yet. Be the first to leave one.