The first 188 lines.
Episode 22 -
Oh, ya. Apakah Jepang-jepang itu mulai curiga?
Saat ini belum.
Tapi Kubo Masashi mulai menggunakan kalimat bersayap untuk menyindir lambatnya kemajuan penulisanku.
Tapi kalau kau selesai lebih cepat, aku takut kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan kita di sana.
Kita hanya bisa terus melangkah dan lihat bagaimana nantinya.
Tunda selama yang kau bisa.
Besok adalah Festival Musim Gugur.
Jenderal Nishiyama tahu bahwa hari itu adalah perayaan yang sangat penting bagi rakyat Cina.
Karena itu beliau mengirimkan makanan dan anggur.
Aku harap kalian semua bisa merayakan.
Dan juga besok kalian semua bisa istirahat.
Kenapa? Kalian tidak senang?
Tidak ada yang mau berterima kasih atas kemurahan hati Jenderal Nishiyama?
Besok adalah Festival Musim Gugur.
Kalian bisa beristirahat juga. Aku akan melaporkannya pada Jenderal Nishiyama.
Terima kasih.
Selamat hari Festival Musim Gugur.
Di saat ini, di tempat ini,
siapa yang memiliki semangat untuk merayakannya?
Orang ini cukup simpatik. Semua orang mau mendengarkannya.
Aku tahu kalian semua lelah. Aku juga.
Tapi hari ini adalah perayaan festival musim gugur.
Kita semua bisa bertemu di sini bisa dianggap memang takdir.
Mari kita anggap semua yang ada di sini adalah keluarga, kita rayakan di sini,
kita rayakan festivalnya. Bagaimana?
Baik! Baik!
Mereka sudah memberikan kita makanan dan anggur.
Kalau tidak dimakan nanti mubazir. Ayo, saudara-saudaraku!
Makan. Makan. Mari. Mari.
Mari.
Aku tidak pergi untuk bertemu siapa-siapa.
Lalu, mana peluit yang selalu melingkar di pergelangan tanganmu?
Aku...tidak ingat dimana aku meletakkannya.
Kau masih mau berbohong padaku?
Aku benar-benar tidak ingat dimana aku meletakkannya.
Kalau begitu aku ingatkan.
Bukankah kau memberikan peluit itu pada orang yang berasal dari kampung halamanmu?
Benar bukan? Tolong jelaskan padaku.
Sejak pertama kali aku bertemu denganmu,
peluit itu selalu ada di pergelangan tanganmu.
Tetapi kenapa sekarang, sudah melingkar di tangan Gu Yanmei?!
Katakan padaku! Kau dan dia bukan sekedar teman satu kampung.
Sejak awal kalian sudah saling mengenal.
Kau bilang ingin menemuinya dan membantuku untuk bernegosiasi.
Kau bilang kau akan meyakinkannya
untuk bekerja pada tentara kerajaan, pada kami.
Semua itu palsu!
Katakan padaku, apa sebenarnya tujuanmu?
Kurasa kau sudah tahu aku punya banyak cara
untuk memaksamu berkata jujur. Tapi aku tidak mau melakukannya.
Aku harap kau bisa mengerti.
Kalau kau mau jujur padaku,
itu demi kebaikan kau dan dia.
Oke. Aku akan jujur padamu sekarang.
Gu Yanmei....sebetulnya...
adalah cinta pertamaku.
Sebelum aku dinikahkan ke Dongbei,
aku bersamanya. Hanya saja setelah itu...
dia pergi ke Asia Tenggara untuk mengejar mimpinya di dunia film.
Dia meninggalkanku sendirian di Shanghai.
Tapi dalam mimpipun, aku tidak mengira
aku akan bertemu dengannya lagi.
Benarkah dia hanya sekedar kekasihmu yang dulu?
Hanya itu saja?
Jadi mengapa kau tidak menceritakannya padaku?
Karena...
Karena....aku takut kau tidak senang mendengarnya.
Aku takut kau curiga kalau aku masih ada rasa padanya.
Aku takut kau tidak percaya padaku.
Peluit itu adalah tanda cinta yang dia berikan padaku.
Aku kembalikan padanya sebagai tanda berakhirnya hubungan kami.
Aku tidak mau ada siapapun,
atau apapun, yang dapat menghancurkan kepercayaanmu padaku.
Qu Meng, jika aku keberatan dengan masa lalumu,
aku tidak akan pernah mendekatimu.
Berjanjilah bahwa mulai sekarang kau tidak akan pernah membohongiku lagi
untuk alasan apapun, oke?
Sudah terlalu banyak penipu di sekelilingku.
Aku tidak mau bila aku harus mencurigai setiap ucapanmu juga.
Aku harap naskah kita yang mampu membuat dunia terkagum-kagum
dapat segera selesai.
Aku harap Guru bisa segera sembuh dari penyakitnya.
- Oke....cepat... - Tepat sekali.
Ayo. Kita minum.
Ada anggur tapi aku tidak bisa meminumnya. Terpaksa minum air sebagai ganti anggur.
Apakah penyakitku ini bisa benar-benar sembuh?
Bertahanlah sebentar lagi. Bukankah aku juga minum air untuk menemanimu?
Kau tahu, dulu hal yang paling membuatku bahagia selain film adalah
berada di lokasi syuting. Setelah selesai syuting film,
beramai-ramai menyiapkan meja penuh makanan dan minuman.
Semua anggurnya enak. Dan kita akan merayakannya dengan minum-minum bersama.
Memangnya kau hanya minum-minum setelah selesai syuting film saja?
Kau minum saat hari pertama mulai syuting. Kau juga minum-minum saat hari penayangan perdana.
Bahkan cuma melihat ada artis cantik dalam film saja, kau langsung angkat gelas.
Itu benar sekali. Aku jadi saksinya.
Aku ingat waktu kita pergi menonton film dulu.
Setelah selesai nonton, Guru terus saja memuji kecantikan dan kemampuan akting aktrisnya.
Akhirnya, begitu malam tiba,
dia mengajakku minum-minum semalaman.
Jangan dengarkan mereka berdua
bicara omong kosong. Mereka membuatku jadi seperti pemabuk.
Kalian dengar. Anggur....
Bagaimana kata-katanya?
Anggur adalah embun manis yang diciptakan oleh Langit untuk manusia.
Melihat anggur saja,
hanya melihatnya saja dan tidak bisa meminumnya;
benar-benar....membosankan.
Kau mau minum? Secangkir saja.
Cepatlah. Sini.
Sini. Sini.
- Tambah sedikit lagi. - Cukuplah dulu.
- Tuang sedikit lagi. - Cukup.
Semuanya, isi cangkir kalian semua. Ayo.
Ayo, kita bersulang.
- Selamat perayaan festival musim gugur. - Selamat perayaan festival musim gugur.
Menciumnya saja sudah membuat penyakitku sembuh separuhnya.
Kau baik-baik saja?
Aku tidak apa-apa...
Ini anggur terenak yang pernah aku minum seumur hidupku.
Kalau saat ini kita minta Shi Lei untuk menjadi
Lily-ku untuk menemani kita minum, pasti akan lebih pas.
Lily menemani kita minum dan dia juga pintar menyanyi. Nyanyikan lagu itu,
"Komedi Manusia", mendengarnya saja sudah membuatku mabuk.
Shi Lei ayo nyanyi.
Ayo. Ayo, nyanyikan!
Kami ingin mendengar.
Guru.
Guru!
Kenapa? Kau yang memintaku datanga kesini,
bukan cuma untuk menemanimu minum, kan?
Kudengar kau sedang membuat daftar pemberontak anti-Jepang.
Kau tidak usah memikirkan hal semacam itu lagi.
Ada nama yang bisa aku usulkan.
Siapa?
Kong Linjie.
Linjie? Bukankah dia putramu?
Mungkin kau tidak tahu apa yang akan menimpa orang-orang dalam daftar itu,
atau kau hanya ingin melihat dia dieksekusi oleh Jepang?
Jangan takut. Aku tidak sekejam itu.
Aku hanya ingin menakutinya.
Aku tidak ingin membuatnya terbunuh.
Ini semua karena dia tidak mau meninggalkan Singapura, sehingga semua keluarga kami terjebak di sini.
Aku hanya ingin dia tahu betapa kejamnya Jepang.
Membuat dia mau patuh dan ikut berangkat dengan kapal bersama kami.
Kalau begitu maaf, aku tidak tertarik dengan urusan keluarga busukmu itu.
Aku juga tidak mau orang mengambil keuntungan dariku dengan gratis.
Tunggu! Kau kira aku tidak akan membayarmu?
Kau kira suamiku, si tua itu, akan diam saja melihat anaknya diseret pergi?
Kalau itu terjadi, bukankah kau bisa memeras lebih banyak uang lagi?
Mengenai apa yang harus dilakukan,
aku tidak perlu mengajarimu lagi, kan?
ini.
Dia pasti flu setelah hujan-hujanan beberapa hari yang lalu.
Kalau demamnya tidak turun juga besok, aku harus membawanya ke dokter.
Kau baru saja minum-minum dengan temanmu jadi kau pasti lelah. Istirahatlah lebih cepat.
Aku bisa menjaganya.
Aku...tidak minum.
Tadi aku baru saja bertemu Ruoxia.
Dia mabuk jadi aku membantunya pulang ke rumah.
Dia baik-baik saja?
Dia tidak apa-apa.
Mereka sudah mendapat surat izin keluar.
Baguslah kalau begitu.
Wang Jing resah kalau harus tinggal di sini.
Apakah keluargamu juga akan berangkat bersama dengan mereka?
Ibu.
Wenwen, sudah lebih enak?
Kabar terbaru!
Hanya ini saja,
Kubo-kun?
Mulai sekarang, aku akan segera menyerahkan padaJenderal.
apapun hasil tulisannya.
Meskipun kita terus-menerus mendapatkan kemenangan dalam pertempuran,
ada informasi yang akurat mengenai anggota gerilyawan
yang telah menginfiltrasi jajaran militer kita.
Mereka bisa masuk dari mana saja.
Kau harus lebih hati-hati dalam memimpin kelompok kebudayaanmu.
Jenderal jangan khawatir.
Menunduk. Menunduk.
Jalan.
Cepat jalan.
Menunduk.
Jalan. Jalan.
- Aku manajer di sini. - Jalan.
Jangan bawa aku!
Linjie, tolong aku! Mereka ingin membawaku pergi!
Prajurit, boleh aku tanya kenapa kau menahan dia?
No comments yet. Be the first to leave one.